Terbaru

Aplikasi

Pengunjung

SEJAK 1 MEI 2017

Flag Counter

Pageviews

Buku Kurikulum 2013 Kelas 3 SD/MI Semester 2 Revisi 2018

Diposkan Oleh On January 01, 2019

k13 kelas 3 sd/mi semester 2 revisi 2018

Buku Kelas 3 Kurikulum 2013 mengalami revisi di tahun 2018 ini. Setelah buku kelas 3 semester 1 revisi 2018 dikeluarkan, kali ini kemendikbud mengeluarkan Buku K13 SD Semester 2 Revisi 2018. Buku ini bisa dipergunakan guru untuk pembelajaran di semester 2 tahun pelajaran 2018/2019.

Buku K13 SD Semester 2 Revisi 2018 ini terdiri dari Buku Guru Kelas 3 Tema 5 Revisi 2018, Buku Guru Kelas 3 Tema 6 Revisi 2018, Buku Guru Kelas 3 Tema 7 Revisi 2018, Buku Guru Kelas 3 Tema 8 Revisi 2018, Buku Siswa Kelas 3 Tema 6 Revisi 2018, Buku Siswa Kelas 3 Tema 7 Revisi 2018, dan Buku Siswa Kelas 3 Tema 8 Revisi 2018.

Download Buku Kurikulum 2013 Kelas 3 SD/MI Semester 2 Revisi 2018

Untuk lebih jelasnya mengenai Buku Kurikulum 2013 Kelas 3 SD/MI Semester 2 Revisi 2018 ini bisa Anda unduh atau download melalui tautan link yang kami sediakan berikut ini.

Unduh File :
  1. Buku Guru Kelas 3 Tema 5 Revisi 2018
  2. Buku Guru Kelas 3 Tema 6 Revisi 2018
  3. Buku Guru Kelas 3 Tema 7 Revisi 2018
  4. Buku Guru Kelas 3 Tema 8 Revisi 2018
  5. Buku Siswa Kelas 3 Tema 5 Revisi 2018
  6. Buku Siswa Kelas 3 Tema 6 Revisi 2018
  7. Buku Siswa Kelas 3 Tema 7 Revisi 2018
  8. Buku Siswa Kelas 3 Tema 8 Revisi 2018
Demikian informasi mengenai Buku K13 SD Semester 2 Revisi 2018. Semoga bermanfaat.


Buku Kurikulum 2013 Kelas 6 untuk SD/MI Semester 2 Revisi 2018

Diposkan Oleh On December 31, 2018

buku kelas 6 revisi 2018
Diakhir tahun tahun 2018 ini, Kemendikbud kembali mengeluarkan Buku Kurikulum 2013 untuk Kelas 6 SD/MI Semester 2 Revisi 2018. Buku ini merupakan hasil revisi terbaru dari buku Kurkikulum 2013 untuk kelas 6 SD/MI sebelumnya.

Buku K13 Kelas 6 SD Semester 2 Revisi 2018 terdiri atas Buku Guru Kelas 6 Tema 6 Revisi 2018, Buku Guru Kelas 6 Tema 7 Revisi 2018, Buku Guru Kelas 6 Tema 8 Revisi 2018, Buku Guru Kelas 6 Tema 9 Revisi 2018, Buku Siswa Kelas 6 Tema 6 Revisi 2018, Buku Siswa Kelas 6 Tema 7 Revisi 2018, Buku Siswa Kelas 6 Tema 8 Revisi 2018, dan Buku Siswa Kelas 6 Tema 9 Revisi 2018.

Buku K13 Kelas 6 SD Semester 2 Revisi 2018 ini bisa dijadikan sebagai panduan dalam membuat RPP sebagai persiapan menyongsong pembelajaran di semester 2 tahun pelajaran 2018/2019.

Download Buku K13 Kelas 6 SD Semester 2 Revisi 2018

Untuk lebih jelasnya mengenai Buku Kurikulum 2013 Kelas 6 SD/MI Semester 2 Revisi 2018 ini bisa Anda unduh melalui tautan link yang kami sediakan beriut ini.

Unduh File :
  1. Buku Guru Kelas 6 Tema 6 Revisi 2018
  2. Buku Guru Kelas 6 Tema 7 Revisi 2018
  3. Buku Guru Kelas 6 Tema 8 Revisi 2018
  4. Buku Guru Kelas 6 Tema 9 Revisi 2018
  5. Buku Siswa Kelas 6 Tema 6 Revisi 2018
  6. Buku Siswa Kelas 6 Tema 7 Revisi 2018
  7. Buku Siswa Kelas 6 Tema 8 Revisi 2018
  8. Buku Siswa Kelas 6 Tema 9 Revisi 2018
Demikian Buku K13 Kelas 6 SD/MI Semester 2 Revisi 2018. Semoga bermanfaat.


Buku Literasi Digital, Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional

Diposkan Oleh On November 13, 2018

literasi digital
Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. Bawden (2001) menawarkan pemahaman baru mengenai literasi digital yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi. Literasi komputer berkembang pada dekade 1980-an, ketika komputer mikro semakin luas dipergunakan, tidak saja di lingkungan bisnis, tetapi juga di masyarakat. Namun, literasi informasi baru menyebar luas pada dekade 1990-an manakala informasi semakin mudah disusun, diakses, disebarluaskan melalui teknologi informasi berjejaring. Dengan demikian, mengacu pada pendapat Bawden, literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi.


Buku Literasi Sains : Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional

Diposkan Oleh On November 13, 2018

Literasi Sains
Literasi sains dapat diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains (OECD, 2016). National Research Council (2012) menyatakan bahwa rangkaian kompetensi ilmiah yang dibutuhkan pada literasi sains mencerminkan pandangan bahwa sains adalah ansambel dari praktik sosial dan epistemik yang umum pada semua ilmu pengetahuan, yang membingkai semua kompetensi sebagai tindakan.

2.2 Prinsip Dasar Literasi Sains
  1. Kontekstual, sesuai dengan kearifan lokal dan perkembangan zaman;
  2. Pemenuhan kebutuhan sosial, budaya, dan kenegaraan;
  3. Sesuai dengan standar mutu pembelajaran yang sudah selaras dengan pembelajaran abad XXI;
  4. Holistik dan terintegrasi dengan beragam literasi lainnya; dan
  5. Kolaboratif dan partisipatif.
2.3 Ruang Lingkup Literasi Sains
Literasi sains merupakan bagian dari sains, bersifat praktis, berkaitan dengan isu-isu tentang sains dan ide-ide sains. Warga negara harus memiliki kepekaan terhadap kesehatan, sumber daya alam, kualitas lingkungan, dan bencana alam dalam konteks personal, lokal, nasional, dan global. Dari sini kita bisa melihat bahwa cakupan literasi sains sangat luas, tidak hanya dalam mata pelajaran sains, tetapi juga beririsan dengan literasi lainnya.

2.4 Indikator Literasi Sains
2.4.1 Indikator Literasi Sains di Sekolah
1. Basis Kelas
a. Jumlah pelatihan guru sains dan nonsains;
b. Intensitas pemanfaatan dan penerapan literasi sains dalam pembelajaran;
c. Jumlah pembelajaran sains berbasis permasalahan dan berbasis proyek;
d. Jumlah pembelajaran nonsains yang melibatkan unsur literasi sains;
e. Skor literasi sains dalam PISA/TIMSS/INAP; dan
f. Jumlah produk yang dihasilkan peserta didik melalui pembelajaran sains berbasis proyek.

2. Basis Budaya Sekolah
a. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi sains;
b. Frekuensi peminjaman bahan bacaan literasi sains;
c. Jumlah kegiatan literasi sains di sekolah;
d. Akses situs daring yang berhubungan dengan literasi sains;
e. Jumlah kegiatan bulan literasi sains;
f. Alokasi dana untuk literasi sains;
g. Adanya tim literasi sekolah;
h. Adanya kebijakan sekolah mengenai literasi sains; dan
i. Jumlah penyajian informasi literasi sains dalam berbagai bentuk (contoh: infografis dan alat peraga proses terjadinya hujan).

3. Basis Masyarakat
a. Jumlah sarana dan prasarana yang mendukung literasi sains; dan
b. Keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mengembangkan literasi di sekolah.

2.4.2 Indikator Literasi Sains di Keluarga
  1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi sains yang dimiliki keluarga;
  2. Frekuensi membaca bahan bacaan literasi sains dalam keluarga setiap harinya;
  3. Jumlah bahan bacaan literasi sains yang dibaca oleh anggota keluarga;
  4. Frekuensi kesempatan anak mengaplikasikan sains dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga;
  5. Jumlah permainan edukatif berbasis literasi sains dalam keluarga; dan
  6. Jumlah pelatihan literasi sains yang aplikatif dan berdampak pada keluarga.

2.4.3 Indikator Literasi Sains di Masyarakat
  1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi sains yang dimiliki setiap fasilitas publik;
  2. Frekuensi membaca bahan bacaan literasi sains setiap hari;
  3. Jumlah bahan bacaan literasi sains yang dibaca oleh masyarakat setiap hari;
  4. Jumlah partisipasi aktif komunitas, lembaga, atau instansi dalam penyediaan bahan bacaan literasi sains;
  5. Jumlah fasilitas publik yang mendukung literasi sains;
  6. Jumlah kegiatan literasi sains yang ada di masyarakat;
  7. Tingkat partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi sains;
  8. Tingkat penggunaan data sains dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada masyarakat;
  9. Jumlah komunitas sains yang aktif di setiap daerah;
  10. Jumlah pelatihan literasi sains yang aplikatif dan berdampak pada masyarakat;
  11. Indeks kualitas lingkungan hidup (contoh: air, udara, tanah); dan
  12. Jumlah pelatihan literasi sains yang aplikatif dan berdampak pada masyarakat

    Download Buku Literasi Sains (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional)

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Literasi Sains (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional) ini silahkan unduh pada link di bawah ini:

    Unduh File:
    Buku Literasi Sains (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional)
    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Buku Literasi Sains (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional). Semoga bisa bermanfaat.


    Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi

    Diposkan Oleh On November 07, 2018

    Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi
    Guru sebagai pendidik pada jenjang satuan pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik sehingga menjadi determinan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Pentingnya peran guru dalam pendidikan diamanatkan dalam Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3 yang berbunyi: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik. Sudah sangat jelas fungsi guru dalam mengembangkan kemampuan peserta didik dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonsia

    Peran guru profesional dalam pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar peserta didik dan mengahasilkan lulusan yang berkualitas. Guru profesional adalah guru yang kompeten dalam membangun dan mengembangkan proses pembelajaran yang baik dan efektif sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang pintar dan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut menjadikan kualitas pembelajaran sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama menyangkut kualitas lulusan peserta didik.

    Pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan program yang dikembangkan sebagai upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada tahun 2018 telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS).

    Peningkatan kualitas peserta didik salah satunya dilakukan oleh guru yang berfokus padapeningkatan kualitas pembelajaran di kelas dengan berorientasi pada keterampilanberpikir tingkat tinggi. Desain peningkatan kualitas pembelajaran ini merupakan upayapeningkatan kulaitas peserta didik yang pada akhirnya meningkatkan kualitas Pendidikandi Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, maka diperlukan sebuah buku pegangan guruyang memberikan keterampilan mengembangkan pembelajaran yang berorientasi padaketerampilan berpikir tingkat tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaranyang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas lulusan peserta didik.

    Dengan adanya Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan BerpikirTingkat Tinggi ini diharapkan dapat menjembatani pemahaman para guru dalam halperencanaan dan pelaksanaan pembelajaran lebih baik lagi sehingga mereka dapatmeningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia

    Download Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi

    Untuk lebih jelasnya mengenai Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi ini silakan bisa Anda unduh melalui tautan link yang kami sediakan berikut ini.

    Unduh File :
    Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi
    Demikian informasi atau postingan singkat mengenai Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi yang dapat Guru Madrasah sampaikan. Semoga bermanfaat...Aamiin.



    Buku Ice Breaking For Teacher, Untuk Efektifitas Pembelajaran

    Diposkan Oleh On November 06, 2018

    ice breaking for teacher
    Ice Breaking atau kegiatan hiburan adalah proses kegiatan peralihan situasi dari kondisi yang menjenuhkan, membosankan, menegangkan serta lainnya menjadi kondisi yang santai dan nyaman, dengan tujuan agar perhatian kembali tertuju pada materi yang diajarkan.

    Ice breaking akan menjadi sebuah hal yang menarik saat penerima ice breaking tidak mengetahui alur dari ice breaking tersebut. Singkatnya ice breaking yang diberikan merupakan hal baru bagi para peserta ice breaking. Jika, penerima atau peserta ice breaking mengetahui alur ice breaking yang akan diberikan, maka ice breaking akan menjadi kurang segar saat diberikan dan tidak menimbulkan efek menghibur yang signifikan.

    Ice Breaking sangat diperlukan oleh dalam proses pembelajaran karena ice breaking berperan sebagai pemberi energi tambahan. Memanfaatkan ice breaking sebagai selingan akan meningkatkan fokus pelajaran dari para siswa. Siswa yang jenuh memikirkan pelajaran akan merasa diberi sebuah ruang untuk sejenak berfikir ringan (melupakan sebentar pelajaran yang sedang diajarkan).

    Hal seperti ini tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi seorang siswa. Mengapa demikian? Karena siswa akan dibawa kedalam sebuah pemikiran yang tidak mereka terka-terka sebelumnya. Pemberian ice breaking akan menjadi sebuah hal yang baru dan segar bagi seorang siswa, namun jika ice breaking yang diberikan merupakan produk lama maka akan menjadikan hal yang membosankan. Karena pemirsanya sudah tentu bisa menerka hal yang akan terjadi selama ice breaking atau alur ice breaking tersebut sudah dibaca di awal sehingga menjadi tidak menarik.

    Bagaimana Cara Guru Memberikan Ice Breaking?

    Kita akan berfokus pada ice breaking yang diberikan oleh guru. Sebenarnya kalau kita melihat di sekolah banyak sekali guru yang melakukan ice breaking dengan atau tanpa mereka sadari. Guru akan memberikan selingan ditengah-tengah kegiatan pembelajaran agar peserta didiknya kembali fokus kepada materi yang diajarkan.

    Pendidik tentunya tidak menutup mata dan telinga mereka rapat-rapat, mereka tentu tahu bahwa kemampuan menyimak dan fokus peserta didiknya memiliki ketahanan yang terbatas. Artinya jika ambang batas ke kuatan mereka menyimak sudah selesai maka materi yang diberikan pun akan terbuang sia-sia dan siswa cenderung untuk tidak mampu menerima pelajaran lebih lanjut (berubah menjadi jenuh).

    Pemberian ice breaking paling tepat diberikan pada waktu yang kritis, yaitu saat kondisi siswa mengalami kelelahan dan kejenuhan yang sangat tinggi. Kondisi ini terjadi biasanya saat mereka menerima pembelajaran yang sangat berat atau materi yang sulit, pelajaran pada waktu siang hari (mendekati pulang sekolah) dan kondisi lainnya. Kondisi-kondisi kritis seperti ini paling tepat untuk dihadirkan ice breaking.

    Nah, jika bapak/ibu guru berminat untuk berlatih Ice Breaking, berikut beberapa Ice Breaking yang telah disusun oleh Bapak Ferdinal Laferdy dari Shafira Tama Edukasi, semoga dapat membatu guru-guru di Nusantara.

    Unduh File :
    Ice Breaking For Teacher
    Demikian postingan dari Guru Madrasah mengenai Buku Ice Breaking For Teacher, Untuk Efektifitas Pembelajaran. Semoga bermanfaat...


    Buku Guru dan Siswa Matematika Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi Terbaru

    Diposkan Oleh On October 15, 2018

    buku matematika kelas 7 kurtilas
    Matematika adalah bahasa universal dan karenanya kemampuan matematikasiswa suatu negara sangat mudah dibandingkan dengan negara lain. Selain dariitu, matematika juga dipakai sebagai alat ukur untuk menentukan kemajuanpendidikan di suatu negara. Kita mengenal PISA (Program for International StudentAssessment) dan TIMSS (The International Mathematics and Science Survey) yangsecara berkala mengukur dan membandingkan antara lain kemajuan pendidikanmatematika di beberapa negara.

    Standar internasional semacam ini memberikan arahan dalam merumuskanpembelajaran matematika di SMP/MTs. Hasil pembandingan antara yang kitaajarkan selama ini dengan yang dinilai secara internasional menunjukkan adanyaperbedaan, baik terkait materi maupun kompetensi. Perbedaan ini menjadi dasardalam merumuskan pembelajaran Matematika dalam Kurikulum 2013.

    Buku Guru Matematika Kelas VII SMP/MTs Kurikulum 2013 ini ditulis denganberdasarkan pada materi dan kompetensi yang disesuaikan dengan standarinternasonal tersebut. Terkait materi misalnya, sebagai tambahan, sejak kelas VIItelah diajarkan antara lain tentang bilangan, himpunan, aljabar dan penerapannya,perbandingan, geometri dan penyajian data. Keseimbangan antara matematikaangka dan matematika pola dan bangun selalu dijaga. Kompetensi pengetahuanbukan hanya sampai memahami secara konseptual tetapi sampai ke penerapanmelalui pengetahuan prosedural dalam pemecahan masalah matematika.

    Kompetensi keterampilan berpikir juga diasah untuk dapat memecahkan masalahyang membutuhkan pemikiran order tinggi seperti menalar pemecahan masalahmelalui permodelan, pembuktian dan perkiraan/pendekatan.

    Setiap awal bab pada buku ini disajikan kover bab. Bagian ini berisi ilustrasi dandeskripsi singkat yang menarik berkaitan dengan materi bab yang bersangkutan.Selain itu, di awal bab juga disajikan Kompetensi dasar, indikator dan PengalamanBelajar yang akan kalian capai dalam setiap bab. Kata-kata kunci merupakaninti dari materi. Bacalah terlebih dahulu kata-kata kuncinya sebelum kalianmempelajari isi materi.

    Pada buku Guru ini terdapat dua macam bentuk petunjuk membelajarkan, yaituPetunjuk Umum dan Petunjuk Khusus. Pada Petunjuk Umum disajikan tentangkonsep kurikulum 2013, keterkaitan antara KI-KD, karakteristik pembelajaranmatematik, petunjuk membelajarkan kegiatan saintifik, dan pedoman penilai.

    Pada Petunjuk Khusus disajikan tentang petunjuk kegiatan membelajarkan dalampendekatan ilmiah, yaitu mengamati, menanya, menggali informasi, menalar, danmengomunikasikan yang disajikan dengan ikon-ikon tertentu, yaitu Ayo Kita Amati,Ayo Kita Menanya, Ayo Kita Menggali Informasi/Sedikit Informasi/Ayo KitaMencoba, dan Ayo Kita Berbagi. Buku Guru pada petunjuk umum ini disertakanjuga kunci jawaban pada setiap kegiatan Ayo Kita Berlatih, Uji Kompetensi setiapbabnya dan Uji Kompetensi Semester. Buku Guru ini menjabarkan usaha minimalyang harus dilakukan Guru untuk mencapai kompetensi dan indikator yangdiharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013,Guru menjadi fasilitator siswa untuk mencari sumber belajar lain yang tersediadan terbentang luas di sekitarnya. Peran Guru sangat penting untuk meningkatkandan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersedian kegiatan pada buku Guruini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatanlain yang sesuai dan relevan yang besumber dari lingkungan sosial dan alam.

    Buku Guru ini merupakan edisi ketiga sebagai penyempurnaan dari edisi pertamadan kedua. Buku Guru ini masih sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikanuntuk penyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengundang para pembacamemberikan kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan padaedisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami mengucapkan terima kasih. Mudahmudahankita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikandalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

    Setelah mempelajari materi pada buku ini, siswa diharapkan memahami materiyang disajikan. Oleh karena itu, konsep yang disajikan pada buku ini disampaikansecara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang sederhana. Selain itu, bukuini juga memiliki tampilan yang menarik sehingga siswa tidak akan merasa bosan.Akhir kata penulis ucapkan, semoga buku ini bermanfaat dan dapat digunakanuntuk pendamping belajar sebaik-baiknya.

    Download Buku Guru dan Siswa Matematika Kelas 7 SMP MTs Kurikulum 2013 Revisi Terbaru

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Guru dan Siswa Matematika Kelas 7 SMP MTs Kurikulum 2013 Revisi Terbaru ini silahkan unduh pada link di bawah ini:

    Download File:


    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Buku Guru dan Siswa Mapel Matematika Kelas 7 SMP MTs Kurikulum 2013 Revisi Terbaru. Semoga bisa bermanfaat.