Kabar Terbaru

Aplikasi

Pengunjung

SEJAK 1 MEI 2017

Flag Counter

Total Pageviews

Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) Kelas 6 SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2018

Diposkan Oleh On July 15, 2018

pemetaan kd kelas 6 sd
Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) kurtilas kelasVI revisi terbaru 2018 merupakan salah satu unsur penting yang ada pada kurikulum 2013 tahun pelajaran 2018/2019, Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik/ siswa pada setiap tingkat kelas pada jenjang sd/mi sederajat.

Pemetaan Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013 & KI4 SD/MI kelas 6 k13 revisi 2018 ini dibuat berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud RI) Nomor 24 Tahun 2016 yang membahas tentang KI dan KD Kurikulum 2013 pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah yang meliputi SD/MI, SMA/MA, SMK/MAK.

Maksud dari Pemetaan KD KI-3 dan KI-4 Kelas VI SD/MI Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 yakni KI-3 (Pengetahuan) dan KI-4 (Keterampilan), selain itu uga untuk memudahkan dalam penyusunan RPP di tahun pelajaran 2018/2019.

Untuk lebih lengkapnya, bagi bapak dan ibu Guru SD/MI Kelas 6/ VI yang belum memiliki Pemetaan KD KI-3 & KI-4 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018 bisa mengunduhnya melalui tautan link yang saya sematkan di bawah ini;

Unduh File :

  • Pemetaan KD Kelas 6 Semester 1 Revisi 2018.xlsx, Unduh
  • Pemetaan KD Kelas 6 Semester 2 Revisi 2017.xlsx, Unduh

Demikian Pemetaan KD Kelas 6 jenjang SD/MI Semester 1/ ganjil Kurikulum 2013 Edisi Revisi Terbaru 2018 yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat.

Buku Guru dan Siswa PAI dan Budi Pekerti Kelas 3 SD Kurikulum 2013 Revisi 2018

Diposkan Oleh On July 13, 2018

Pembelajaran Kurikulum 2013 sangatlah dinamis dengan revisi nya, dari rilis awal tahun 2013 sudah beberapa kali di revisi dari revisi 2014, 2016, 2017 dan 2018 . Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pun juga terimbas dengan revisi, utamanya yang kami sampaikan ini adalah edisi revisi 2018 untuk buku PAI dan BP, sama dengan buku tematik kelas 3 SD juga sudah rilis buku guru dan buku siswa dengan revisi 2018.

buku pai dan budi pekerti kelas 3 sd

Bapak dan ibu guru khususnya pengajar PAI dan Budi Pekerti, pada Buku guru PAI dan BP kelas 3 SD Kurtilas Revisi 2018 ini memuat 12 pembelajaran yang rinciannya adalah sebagai berikut :
  1. Nabi Muhammad SAW Panutanku 
  2. Senangnya Belajar Surat AN Nasr 
  3. Yakin Allah itu maha Esa dan Maha Pemberi 
  4. Hidup tenang dengan berperilaku terpuji 
  5. Salat Kewajibanku 
  6. Kisah Keteladan Nabi Yusuf AS dan Nabi Syua'ib AS 
  7. Hati Tenteram dengan berperilaku baik 
  8. Senangnya belajar surat Al Kautsar 
  9. Meyakini Allah maha mengetahui dan maha mendengar 
  10. Bersyukur kepada Allah SWT 
  11. Zikir dan doa setelah salat 
  12. Kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ibrahim AS 
Yang menarik pada buku PAI kelas 3 SD K13 Revisi 2018 pada setiap pelajaran buku guru menyajikan beberapa rangkaian kegiatan yang sistematis seperti ini kami ambil contoh pada pelajaran 1 Nabi Muhammad SAW Panutanku, pada pelajaran 1 ini terdapat subpelajaran A yang berjudul contohnya dari pelajaran 1 yakni sikap percaya diri Nabi Muhammad SAW ada poin poin pembelajaran yang bisa membantu dan tentunya mengarahkan guru PAI dan BP SD dalam pelaksanaannya yakni :
  • Kompetensi inti (KI) 
  • Kompetensi Dasar (KD) 
  • Indikator Pencapaian Kompetensi 
  • Pengembangan materi 
  • Proses Pembelajaran 
  • Penilaian 
  • Pengayaan 
  • Remedial 
  • Interaksi Guru dan Orang tua 
Dari setiap subpelajaran akan selalu seperti itu sehingga diharapkan guru PAI dan BP SD mampu melaksanakan kegiatan belajar secara teratur agar hasil belajar bisa maksimal sesuai dengan apa yang diharapkan.

Pada implementasinya juga guru PAI dan BP memiliki amanah yang maha mulia, karena embel-embel nama pelajaran budi pekerti, bisa diartikan bahwa urusan akhlak, perilaku, karakter menjadi tanggung jawab pelajaran PAI dan BP walaupun secara umum adalah tanggung jawab semua guru, namun penanaman secara internal dan eksternal dilakukan oleh guru PAI dan BP SD.

Buku Guru dan Siswa IPS Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018

Diposkan Oleh On July 12, 2018

buku ips kelas 9 revisi 2018
Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya melalui pembelajaran pada sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi tersebut. Bila pada jenjang SD/MI, semua mata pelajaran digabung menjadi satu dan disajikan dalam bentuk tema-tema, maka pada jenjang SMP/MTs pembelajaran sudah mulai dipisah menjadi mata pelajaran.

Kurikulum 2013 menuntut pembelajaran IPS secara terpadu, supaya pembelajaran IPS lebih bermakna bagi peserta didik dalam konteks kehidupan sehari-hari. Peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan utuh. Mata Pelajaran IPS mengkaji berbagai aspek kehidupan masyarakat secara terpadu, karena kehidupan masyarakat sebenarnya merupakan sebuah sistem dan totalitas dari berbagai aspek. Kehidupan masyarakat bersifat multi- dimensional, sehingga pembelajaran IPS yang dilaksanakan secara terpadu diharapkan mampu mengantarkan dan mengembangkan kompetensi peserta didik ke arah kehidupan masyarakat dengan baik dan fungsional, memiliki kepekaan sosial, dan mampu berpartisipasi dalam mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi.

Sebagai transisi menuju ke jenjang pendidikan menengah, pemisahan ini masih belum dilakukan sepenuhnya. Bidang-bidang ilmu Geografi, Sejarah, Sosiologi, Antropologi, dan Ekonomi masih perlu disajikan sebagai suatu kesatuan dalam mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Pembelajarannya ditujukan untuk memberikan wawasan yang utuh bagi siswa SMP/MTs tentang konsep konektivitas ruang dan waktu beserta aktivitas- aktivitas sosial di dalamnya.

Mata Pelajaran IPS dirumuskan atas dasar realitas sosial, baik pada tataran nasional, ASEAN, maupun global. Pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran wajib di SMP/MTs dengan ruang lingkup materi adalah Geografi, Sosiologi, Ekonomi, Antropologi, dan Sejarah. Pembelajaran IPS perlu diorganisasikan dengan pendekatan interdisipliner, multidisipliner atau transdisipliner dari ilmu-ilmu sosial, humaniora, dan psikologi perkembangan peserta didik. Mata Pelajaran IPS dilaksanakan melalui pembelajaran terpadu dengan menggunakan geografi sebagai titik tolak (platform) kajian dengan pertimbangan semua kejadian terikat dengan lokasi. Tujuannya adalah menekankan pentingnya interaksi antarruang dalam memperkokoh NKRI. Pembelajaran IPS di SMP/MTs lebih mengutamakan realitas sosial sebagai materi pembelajaran untuk mengembangkan sikap peduli sosial, berpikir logis, sistematis, kritis, analitis, dan keterampilan sosial dalam menghadapi abad ke-21.

Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

Daftar Isi Materi Buku Siswa IPS Kelas IX (9) SMP Revisi 2018 Kurikulum 2013:

BAB I Interaksi Antarnegara Asia dan Negara Lainnya
A. Letak dan Luas Benua Asia dan Benua Lainnya
  1. Letak dan Luas Benua Asia
  2. Benua Amerika
  3. Benua Eropa
  4. Benua Afrika
  5. Benua Australia
B. Kondisi Alam Negara-Negara di Dunia
  1. Jepang
  2. Amerika Serikat
  3. Inggris
  4. Australia
  5. Mesir
C. Dinamika Penduduk Benua-Benua di Dunia
  1. Dinamika Penduduk Asia
  2. Dinamika Penduduk Amerika
  3. Dinamika Penduduk Eropa
  4. Dinamika Penduduk Afrika
  5. Dinamika Penduduk Australia
D. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang di Asia dan Benua Lainnya
  1. Pengaruh Perubahan dan Interaksi Ruang Antarnegara terhadap Kehidupan Ekonomi
  2. Pengaruh Perubahan dan Interaksi Ruang Antarnegara Terhadap Kehidupan Sosial
  3. Pengaruh Perubahan dan Interaksi Ruang Antarnegara terhadap Kehidupan Budaya
  4. Pengaruh Perubahan dan Interaksi Ruang Antarnegara terhadap Kehidupan Politik
  5. Pengaruh Perubahan dan Interaksi Ruang Antarnegara terhadap Pendidikan
BAB II Perubahan Sosial Budaya dan Globalisasi
A. Perubahan Sosial Budaya
  1. Bentuk Perubahan Sosial Budaya
  2. Faktor Penyebab dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya
B. Globalisasi
  1. Bentuk Globalisasi
  2. Dampak Globalisasi
  3. Upaya Menghadapi Globalisasi
BAB III Ketergantungan Antarruang dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Masyarakat
A. Perdagangan Internasional
  1. Pengertian Perdagangan Internasional
  2.  Faktor yang Mendorong Terjadinya Perdagangan Internasional
  3. Manfaat dan Hambatan Perdagangan Internasional
B. Mengembangkan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Potensi Wilayah untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
  1. Konsep Ekonomi Kreatif
  2. Upaya Meningkatkan Ekonomi Kreatif
C. Memanfaatkan Persaingan sebagai Peluang untuk Meraih Keunggulan Ekonomi Bangsa

D. Pengembangan Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi untuk Kesejahteraan Masyarakat
  1. Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi
  2. Pengaruh Pusat-Pusat Keunggulan Ekonomi
E. Pasar Bebas
  1. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
  2. ASEAN Free Trade Area (AFTA)
  3. Asia Pacific Economic Corporation (APEC)
  4. Uni Eropa (Masyarakat Ekonomi Eropa/MEE)
  5. World Trade Organization (WTO)
BAB IV Indonesia dari Masa Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi.
A. Masa Kemerdekaan (1945–1950)
  1. Proklamasi Kemerdekaan
  2. Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia
  3. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
  4. Perkembangan Politik Indonesia pada Masa Kemerdekaan
  5. Perkembangan Ekonomi Indonesia pada Masa Kemerdekaan
  6. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kemerdekaan
B. Masa Demokrasi Parlementer (1950-1959)
  1. Perkembangan Politik
  2. Perkembangan Ekonomi
  3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Demokrasi Parlementer
C. Masa Demokrasi Terpimpin (1959 – 1965)
  1. Perkembangan Politik
  2. Perkembangan Ekonomi
  3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Demokrasi Terpimpin 
D. Masa Orde Baru (1966 – 1998)
  1. Perkembangan Politik
  2. Perkembangan Ekonomi
  3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Orde Baru
E. Masa Reformasi (1998-Sekarang)
  1. Lahirnya Gerakan Reformasi
  2. Perkembangan Politik
  3. Perkembangan Ekonomi
  4. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Reformasi

    Download Buku Siswa IPS Kelas IX (9) SMP Revisi 2018 Kurikulum 2013

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Siswa IPS Kelas IX (9) SMP Revisi 2018 Kurikulum 2013 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

    Download File:
    Buku Siswa IPS Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018.pdf
    Untuk buku guru, silahkan unduh:
    Buku Guru IPS SMP/MTs Kurikulum 2013 Kelas 9 Revisi 2018
    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Buku Siswa IPS Kelas 9 SMP/MTs Revisi 2018 Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat.

    Contoh Prota dan Promes Matematika Kelas 5 SD/MI Kuirukulum 2013 Revisi 2018

    Diposkan Oleh On July 10, 2018

    prota dan promes kelas 5 sd
    Perangkat Pembelajaran menjadi bagian penting yang harus dimiliki oleh guru, seperti Prota dan Promes matematika untuk Kelas V jenjang SD/MI k13 Revisi terbaru 2018 yang coba saya bagikan kali ini. Dengan adanya Perangkat pembelajaran proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar.

    Perangkat pembelajaran seperti RPP, Silabus, KKM, memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran karena disana materi sudah tersusun secar sistematis. Prota dan Promes Tematik yang coba Blog Guru Madrasah bagikan ini dapat anda jadikan contoh/referensi dalam pembuatan perangkat pembelajaran khususnya untuk Guru kelas 5 SD/MI Tahun Pelajaran 2018/2019.

    Bapak/ ibu guru madrasah, perlu kita diketahui bersama bahwa Prota dan Promes Matematika Kelas 5/ V SD/MI K13 Revisi 2018 ini sebenarnya Prota dan Promes Matematika Kelas 5 K13 Revisi 2017, namun dapat bapak dan ibu guru gunakan sebagai referensi/ contoh dalam pembuatan Program tahunan dan program semester kelas 5 pada Tahun Pelajaran 2018-2019.

    Selengkapnya, bagi bapak/ibu guru yang belum memiliki Prota, Promes Matematika k13 Kelas 5 Revisi 2018 Semester 1 dan 2 bisa mengunduhnya pada tautan link yang kami sediakan dibawah ini;

    Unduh File :

    Prota dan Promes Matematika Kelas 5 Semester 1 & 2 K13 Revisi 2018
    • Prota Matematika Kelas 5 k13 Revisi 2018 Semester 1.doc, Unduh
    • Prota Matematika Kelas 5 k13 Revisi 2018 Semester 2.doc, Unduh
    • Promes Matematika kelas 5 k13 Revisi 2018 Semester 1.doc, Unduh
    • Promes Matematika kelas 5 k13 Revisi 2018 Semester 2.doc, Unduh
    Demikian Prota dan Promes Matematika Kelas 5 jenjang SD/MI kuirukulum 2013 Revisi 2018 yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat.

    Buku Guru Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2018

    Diposkan Oleh On July 09, 2018

    buku kelas 9 smp k13 revisi 2018
    Sahabat guru madrasah, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan link Buku Guru Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2018 yang dapat rekan guru unduh melalui tautan link yang kami sediakan pada akhir postingan dengan grtais sebagai bahan ajar bapak/ibu guru kelas 9 SMP/MTs pada Tahun Pelajaran 2018/2019 ini.


    Sebagaimana diketahui bahwa Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta didik dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya melalui pembelajaran sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi
    tersebut. Bila pada jenjang SD/MI, sebagian besar mata pelajaran digabung menjadi satu dan disajikan dalam bentuk tema-tema, maka pada jenjang SMP/MTs pembelajaran sudah mulai dipisah-pisah menjadi mata pelajaran.

    Implementasi Kurikulum 2013 yang telah berjalan selama tiga tahun ini telah mendapat tanggapan yang positif dan masukan yang sangat berharga. Berbagai evaluasi dan revisi juga dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hal tersebut dipergunakan semaksimal mungkin, salah satunya dalam menyiapkan buku untuk menyempurnakan implementasi pada tahun ajaran 2015/2016 dan seterusnya. Sebagai edisi revisi, buku K13 ini sangat terbuka dan perlu dilakukan perbaikan untuk penyempurnaan demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

    Untuk Bapak dan Ibu Guru kelas 9 tingkat SMP/MTs yang membutuhkan buku paket kurikulum tahun 2013 dapat mengunduh buku paket revisi Tahun 2018 dibawah ini:

    Download Buku Guru Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2018

    Unduh File :
    Demikianlah informasi tentang Download Buku Guru Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2018. Semoga bermanfaat.....

    Buku Guru PJOK Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018 Semester 1 dan 2

    Diposkan Oleh On July 09, 2018

    buku guru pjok kelas 9 smp
    Buku Guru PJOK kelas IX SMP kurikulum 2013/K13 revisi 2018 semester ganjil satu dan semester dua atau genap ini dirancang untuk memperluas kemampuan kompetensi siswa dari sisi sikap, keterampilan serta pengetahuan. PJOK merupakan mata pelajaran yang membekali siswa tentang gerak jasmani dalam berolahraga, perilaku dalam menjaga kesehatan yang dapat mempengaruhinya.
    Hal-hal yang harus diperhatikan oleh guru Pendidikan Jasmani dalam kegiatan pembelajaran adalah seluruh peserta didik, baik laki-laki maupun perempuan harus mendapat kesempatan
    yang sama, pola pengelolaan pembelajaran sebagai berikut.

    Kegiatan Awal
    Kegiatan awal sebaiknya dikemas dengan cara berikut ini, namun apabila menurut guru ada cara lain yang lebih efektif dan efisien maka sangat diperkenankan untuk menerapkan hal tersebut.
    • Guru masuk kelas dengan ekspresi yang mendatangkan kenyamanan bagi peserta didik.
    • Mintalah ketua kelas untuk membariskan teman-teman dalam bentuk bersyaf, berbanjar atau membentuk setengah lingkaran.
    • Tugaskan satu orang peserta didik untuk memimpin doa (harapan seluruh peserta didik mendapatkan giliran untuk memimpin doa selama pembelajaran PJOK di Kelas IX ini.
    • Guru mempertanyakan kondisi kesehatan peserta didik, dan sekaligus mengecek kebersihan kuku, rambut, dan pakaian, bila menemukan yang tidak sesuai dengan aturan, nasihati anak secara santun dan tidak di depan teman-temannya.
    • Sebelum melakukan kegiatan inti, maka lakukan dulu pemanasan yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik yang dianggap mampu atau guru.
    • Guru mempertanyakan tentang arti penting pemanasan sebelum melakukan aktivitas fisik, misalnya “menurut kalian apakah perlu kita melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas olahraga” setelah peserta didik memberikan berbagai argumen, barulah guru menyampaikan tentang arti penting pemanasan sebelum melakukan aktivitas fisik. Harapannya peserta didik memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang arti penting melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas fisik, walaupun tanpa pengawasan dari guru.
    • Sampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat yang akan diperoleh peserta didik setelah pembelajaran.
    Kegiatan Inti
    Kegiatan inti yang harus dilakukan oleh guru antara lain sebagai berikut.
    • Mintalah salah seorang peserta didik yang dikategorikan mampu untuk memperagakan gerak sesuai tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari itu dan peserta didik yang lainnya diminta untuk memperhatikan.
    • Guru memotivasi peserta didik untuk bertanya, dengan cara guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang pemainan sepak bola atau mengajukan permasalahan.
    • Peserta didik ditugaskan secara perorangan atau berpasangan untuk belajar berbagai keterampilan gerak menendang bola dengan berbagai variasi, memberhentikan/mengontrol bola bervariasi dengan berbagai bagian tubuh, menggiring bola berbagai variasi, melakukan lemparan ke dalam, dan materi lain yang dianggap penting oleh guru.
    • Kegiatan pembelajaran dilakukan dari yang mudah ke yang sulit, dari yang sederhana ke yang rumit serta dari yang ringan ke yang berat.
    • Pada saat peserta didik melakukan gerakan, guru mengawasi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan gerakan yang dilakukan oleh peserta didik.
    • Dalam mengajarkan materi aktivitas air guru dapat memodifikasi alat pembelajaran.
    Kegiatan Akhir
    Kegiatan akhir pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru antara lain
    sebagai berikut.
    • Guru menyampaikan kemajuan yang diperoleh peserta didik secara umum, dan menyampaikan peserta didik yang paling baik dan yang rendah penampilan keterampilan gerak yang dipelajari pada hari itu.
    • Guru memberikan penghargaan kepada peserta didik yang mampu melakukan aktivitas gerak dengan baik, dan memberikan tugas remedial kepada peserta didik yang belum mampu melakukan aktivitas gerak dengan baik.
    • Guru melakukan tanya-jawab dengan peserta didik yang berkenaan dengan materi pembelajaran yang telah diberikan.
    • Melakukan pelemasan yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik yang dianggap mampu atau guru, dan menjelaskan kepada peserta didik tujuan dan manfaat melakukan pelemasan setelah melakukan aktivitas fisik/olahraga yaitu agar dapat melemaskan otot dan tubuh tetap bugar (segar).
    • Memberikan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik dan dikerjakan di rumah dalam bentuk portofolio atau makalah dan pada pertemuan terakhir. Dalam pemberian tugas ini jangan terlalu memberatkan bagi anak, tugas ini baiknya secara berkelompok.
    • Setelah melakukan aktivitas pembelajaran sebaiknya seluruh peserta didik dan guru berdoa, dan mempersiapkan diri untuk pembelajaran berikutnya.
    Untuk lebih jelasnya mengenai Buku Guru PJOK kelas 9 SMP/MTs Kurikulum 2013 revisi terbaru 2018 semester 1 dan 2 silahkan download pada link dibawah ini.

    Unduh File :
    Download Buku PJOK Kelas 9 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2018
    Demikian tadi mengani buku guru PJOK kelas 9 SMP/MTs kurikulum 2013 Revisi Terbaru 2018. Semoga bermanfaat.

    Info Jadwal dan Pendaftaran UN Untuk Perbaikan Tahun 2018

    Diposkan Oleh On July 02, 2018

    Jadwal dan Pendaftaran UN Untuk Perbaikan Tahun 2018
    Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 0099/SDAR/BSNP/VI/2018 Perihal Pelaksanaan Ujian Nasional untuk Perbaikan. UNP hanya berlaku untuk peserta UN 2016/2017 dan 2017/2018 jenjang SMA/SMK/MA/MAK yang belum memenuhi kriteria pencapaian kompetensi lulusan (KKM) yang ditetapkan, dan tidak untuk jenjang SMP/Sederajat. Peserta UNP adalah peserta UN yang nilai mata pelajaran UN-nya belum mencapai standar kompetensi yang ditetapkan, yakni 55,0.

    Pendaftaran Ujian Nasional untuk Perbaikan (UNP) di mulai pada tanggal 4 - 13 Juli 2018, dan Pelaksanaan Ujian Nasional untuk Perbaikan (UNP) akan dilaksanaan pada tanggal 28 - 31 Juli 2018 pada hari Sabtu, Minggu, Senin dan Selasa.

    Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan, BSNP tengah mempertimbangkan kemungkinan UNP juga dapat diikuti oleh siswa yang nilainya sudah mencapai standar, namun tetap ingin memperbaikinya. Hal itu dilakukan untuk mengakomodasi siswa yang ingin memperbaiki nilai UN karena ada standar nilai khusus dari perguruan tinggi yang ditujunya.

    "Misalnya untuk standar perguruan tinggi seperti Akmil (Akademi Militer) atau Akpol (Akademi Kepolisian), kita memberikan kesempatan untuk siswa melakukan perbaikan berapapun nilainya," tutur Bambang usai Taklimat Media tentang Hasil UN SMA/SMK Tahun 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

    UNP 2018 di ikuti lulusan SMA/SMA/MA/MAK dua tahun terakhir, yakni lulusan tahun 2017 dan tahun 2018. UNP hanya diberlakukan untuk jenjang SMA/sederajat, dan tidak untuk SMP/sederajat. Untuk jenjang SMP tidak ada UNP karena terkait dengan wajib belajar, sehingga UN tidak menjadi kendala wajib belajar.

    "Lulusan SMP disiapkan untuk lanjut studi, tidak untuk bekerja. Sedangkan di SMA/sederajat diselenggarakan UNP karena lulusannya disiapkan untuk lanjut studi ke perguruan tinggi atau bekerja yang menuntut kompetensi tertentu yang dibuktikan dengan capaian hasil UN," ujar Bambang.

    Berdasarkan POS UN Tahun 2018, UNP tahun ini juga berfungsi sebagai UN Susulan bagi peserta UN SMA/SMK/sederajat yang belum mengikuti UN pada bulan juli 2018 karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah. Pelaksanaan UNP akan dilakukan dengan berbasis komputer (UNBK). Calon peserta UNP dapat mengakses informasi tentang UNP dan melakukan pendaftaran di laman http://unp.kemdikbud.go.id, yang baru dapat diakses menjelang pendaftaran dibuka.

    Adapun Syarat, Jadwal, dan Pendaftaran UN untuk Perbaikan (UNP) Tahun 2018, adalah sebagai berikut:

    1. Ketentuan Umum
    Pelaksanaan UN untuk Perbaikan mengacu kepada Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor: 0044/P/BSNP/XI/2017 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018, BAB VIII: Pelaksanaan Ujian Nasional untuk Perbaikan.

    2. Ketentuan Khusus
    • Peserta UN yang mendapat nilai lebih besar dari 55 dapat mengikuti UN untuk perbaikan dengan syarat calon peserta harus memberikan bukti yang sah dari pengguna yang mensyaratkan capaian nilai dengan kriteria tertentu.
    • Bukti yang sah sebagaimana dimaksud pada huruf a dapat berupa surat keterangan dari lembaga yang bersangkutan atau pernyataan resmi yang dimuat dalam laman, brosur, atau bentuk lain yang sejenis.
    • Moda pelaksanaan UN untuk Perbaikan adalah dengan UN Berbasis Komputer (UNBK).
    • Pelaksanaan UN untuk Perbaikan dilakukan pada tanggal 28-31 Juli 2018, bertempat di satuan pendidikan yang memenuhi kelayakan sebagai tempat ujian yang ditetapkan oleh dinas pendidikan.
    • Pendaftaran peserta UN untuk Perbaikan dimulai tanggal 4 Juli 2018 sampai dengan 13 Juli 2018, dilakukan oleh masing-masing peserta melalui satuan pendidikan pelaksana UN untuk Perbaikan dengan mekanisme sebagaimana yang ditetapkan dalam POS UN Tahun Pelajaran 2017/2018.
    • Informasi lebih lanjut tentang persyaratan, mekanisme, dan prosedur pendaftaran dapat diperoleh mulai tanggal 2 Juli 2018 di laman https://unp.kemdikbud.go.id.
    Selengkapnya, bagi anda yang belum memiliki Surat Edaran BSNP Jadwal dan Pendaftaran UN untuk Perbaikan (UNP) Tahun 2018 bisa mengunduhnya melalui tautan link yang kami sediakan di bawah ini.

    Surat Edaran No 0099/SDAR/BSNP/VI/2018.pdf, Unduh

    Adapun Hasil UN Perbaikan dilaporkan dalam bentuk Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN). Bagi peserta yang memperbaiki nilai, SHUN Perbaikan memuat nilai yang lebih tinggi dari nilai UN sebelumnya. Kemudian bagi peserta yang tidak lengkap mata ujiannya (UN Susulan), SHUN hanya memuat nilai dari mata pelajaran yang diikuti.

    Demikian Jadwal dan Pendaftaran UN untuk Perbaikan (UNP) Tahun 2018 atau tahun pelajaran 2017/2018 yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat.

    Petunjuk Teknis MOS/PLS SD SMP SMA dan SMK Tahun Pelajaran 2018-2019

    Diposkan Oleh On July 02, 2018

    juknis mos 2018-2019
    Pedoman/Juknis MOS/PLS 2018 merupakan petunjuk teknis yang digunakan oleh sekolah dalam melaksanakan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah jenjang SD SMP SMA SMK pada tahun pelajaran 2018/2019. Dengan adanya pedoman dalam kegiatan MOS dapat menekan tindakan kekerasan atau yang biasa disebut dengan istilah peloncoan, karena pemerintah menekankan MOS/PLS lebih bersifat edukatif.

    Istilah MOS sebenarnya sudah diganti dengan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) yaitu kegiatan pertama siswa baru masuk satuan pendidikan dengan tujuan pengenalan perencanaan program sekolah, sarana dan prasarana (SARPRAS), cara belajar yang diterapkan di sekolah masing-masing, penanaman konsep pengenalan diri dengan lingkungan dan warga sekolah, dan pembinaan awal kultur/ budaya Sekolah.

    Dalam kegiatan MOS terdapat 2 jenis kegiatan yakni kegiatan wajib dan pilihan untuk kegiatan wajib berdasarkan silabus MOS, sedagkan kegiatan pilihan setiap sekolah berhak memilih salah satu atau lebih materi kegiatan dan disesuaikan dengan kondisi, karakteristik lingkungan sekolah tersebut. Jangan sampai kegiatan yang dilaksanakan tidak relevan/melenceng dari situasi yang sebenarnya.

    Berikut ini beberapa hal yang termuat dalam Pedoman/Juknis MOS/MPLS 2018 diantaranya pengenalan lingkungan sekolah dilakukan dengan memperhatikan hal sebagai berikut:
    • Wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif.
    • Dilarang bersifat perpeloncoan atau tindak kekerasan lainnya.
    • Dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya.
    • Tidak diwajibkan menggunakan selain seragam dan atribut sekolah.
    • Dilarang memberikan kegiatan atau penggunaan atribut kepada peserta didik baru yang tidak sesuai dengan aktivitas pembelajaran siswa.
    Apabila terdapat hal-hal yang melanggar pedoman MOS maka sekolah mempunyai kewajiban memberikan sanksi berupa teguran tertulis dan tindakan lain yang bersifat edukatif.

    Kenyamanan siswa saat melakukan kegiatan MOS/PLS juga akan terjamin dengan adanya Juknis/Pedoman MOS dengan cara siswa, orangtua/wali, dan masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran yang tercantum di Peraturan Menteri kepada Dinas Pendidikan setempat atau Kementerian melalui laman http://sekolahaman.kemdikbud.go.id, telepon ke 021-57903020, 021-5703303, faksimile ke 021-5733125, email ke laporkekerasan@kemdikbud.go.id

    Selengkapnya mengenai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah untuk peraturan atau pedomannya silahkan download dibawah ini, dan sudah dilengkapi dengan silabus MOS/PLS.

    Unduh File :
    Pedoman MOS/PLS 2018 PERMENDIKBUD NO.18 Tahun 2016 PDF | DOWNLOAD

    Demikian tadi informasi tentang Juknis/Pedoman MOS/PLS 2018 yang dapat Blog Guru Madrasah sampaikan. Semoga bermanfaat.

    Buku Guru dan Siswa Kelas 6 SD/MI Kurikulum 2013 Semester 1 Revisi 2018

    Diposkan Oleh On July 02, 2018

    buku kelas 6 k13 revisi 2018
    Buku kurikulum 2013/ K13 kelas 6 SD/MI semester 1 revisi 2018 untuk pegangan guru dan siswa sebagai pendukung ketercapaian tujuan penyusunan kurikulum satuan pendidikan, maka diperlukan perbaikan dan pembaharuan buku tematik berbasis aktivitas siswa sehingga bisa mendorong tercapainya standar yang telah ditentukan.

    Buku guru dan siswa mempunyai beberpa fungsi dalam kegiatan pembelajaran agar implementasinya saling berkesinambungan. Berikut ini penjelasan tentang kegunaan buku kelas 6 SD kurikulum 2013.

    Buku Guru
    Buku ini diterbitkan supaya guru memperoleh gambaran nyata dan jelas dalam melaksanakan proses KBM di dalam maupun diluar kelas. Berikut ini isi dari buku guru :
    1. Kegiatan belajar tematik terpadu berguna menjelaskan metode pembelajran secara kronologis/berdasarkan urutan kejadian waktu dan permasalahan.
    2. Jaringan tema memberi gambaran beberapa kelompok kompetensi dasar (KD) dan indikator dari berbagai materi pokok, sub materi pada setiap mata pelajaran yang menyatu dan mengalir.
    3. Interaksi/hubungan guru dengan orang tua peserta didik dapat memberikan kesempatan untuk ikut ikut berperan aktif melalui belajar siswa ketika berada di rumah.
    4. Pengalaman belajar bermakna untuk menumbuhkembangkan sikap dan karakter positif, penguasaan konsep, keterampilan berpikir saintifik, inkuiri, kreativitas, berpikir tingkat tinggi, kemampuan menyelesaikan masalah, dan pribadi reflektif.
    5. Terdapat berbagai teknik penilaian hasil belajar siswa.
    6. Informasi dalam buku ini menjadi pedoman kegiatan perbaikan dan pengayaan.
    7. Pemberian pekerjaan/tugas guna membantu siswa memahami setia konsep materi yang sudah diajarkan.
    8. Pemberian umpan balik untuk menguatkan pengetahuan serta pemahaman siswa.
    Buku Guru K13/ Kurikulum 2013 kelas 6 SD/MI semester 1 revisi 2018 dibawah ini :
    • Buku Guru Tema 1, Selamatkan Makhluk Hidup | Download
    • Buku Guru Tema 2, Persatuan dalam Perbedaan | Download
    • Buku Guru Tema 3, Tokoh dan Penemuan | Download
    • Buku Guru Tema 4, Globalisasi | Download
    • Buku Guru Tema 5, Wirausaha | Download


    Buku Siswa
    Buku siswa merupakan buku pedoman sekaligus buku kegiatan aktivitas sehingga memudahkan siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan proser belajar mengajar yang meliputi :
    1. Buku siswa lebih diutamakan contoh yang bisa dipilih guru ketika melakukan proses pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai pilihan kegiatan, mengembangkan ide-ide kreatif atau ide-ide pembelajaran sendiri.
    2. Penjelasan lebih rinci tentang isi buku sebagaimana terdapat dalam Buku Guru.
    3. Kegiatan diarahkan untuk mengasah daya pikir serta nalar siswa dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
    Buku Siswa K13/ Kurikulum 2013 kelas 6 SD/MI semester 1 Revisi 2018 dibawah ini :
    • Buku Siswa Tema 1, Selamatkan Makhluk Hidup | Download
    • Buku Siswa Tema 2, Persatuan dalam Perbedaan | Download
    • Buku Siswa Tema 3, Tokoh dan Penemuan | Download
    • Buku Siswa Tema 4, Globalisasi | Download
    • Buku Siswa Tema 5, Wirausaha | Download

    Demikian pembahasan artikel tentang buku K13 kelas 6 SD/MI semester 1 revisi 2018. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi pedoman dalam mendidik putra-putri bangsa.

    Materi Bimbingan dan Konseling SMP, SMA, SMK Tahun Pelajaran 2018/2019

    Diposkan Oleh On June 30, 2018

    materi bk
    Pada postingan kali ini Blog Guru Madrasah akan berbagi Materi Bimbingan dan Konseling (BK) untuk jenjang SMP, SMA, SMK Tahun Pelajaran 2018/2019 yang bisa anda unduh secara gratis pada akhir postingan ini.

    Seperti sudah kita ketahui bahwa tugas Guru Bimbingan Konseling (BK) selain memberikan pengarahan juga memberikan wawasan kepada peserta didik di dalam kelas, pada Kurikulum 2013 ini baik guru mata pelajaran dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam penyampaian materi pelajaran sudah menggunakan teknologi modern atau taknis berbasisi komputer.

    Dalam menyampaikan materi dengan bantuan komputer maka akan lebih mudah dipahami oleh siswa, karena selain menampilan huruf dan angka kita juga dapat menampilakan gambar dan video sehingga peserta didik/ siswa akan lebih mudah dalam memahami materi yang di sampaikan oleh guru tersebut yakni dengan menggunakan Materi Pembelajaran Bimbingan dan Konseling berbasis Power Point.

    Sebagai guru Bimibingan konseling (BK) tentunya perlu memiliki materi pembelajaran, salah satu materi pembelajaran BK yang akan kami bagikan ini disajikan secara lengkap diantaranya jiwa yang kaya, akhlaq terpuji, etika berbicara, tata kerama, dan lain sebagainya.

    Lebih jelasnya mengenai Materi Pembelajaran Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) jenjang SMP, SMA, SMK tahun 2018 berbasis Power Point (PPT/PPTX) ini bisa mengunduhnya melalui tautan link yang kami sediakan di bawah ini.

    Unduh File :
    • Materi BK Jiwa yang kaya.ppt, Unduh
    • Materi BK Akhlaq terpuji bagi remaja .ppt, Unduh
    • Materi BK Tata krama dalam pergaulan.ppt, Unduh
    • Materi BK Etika Berbicara.ppt, Unduh
    • Materi BK Etika.ppt, Unduh
    • Materi BK Meningkatkan keperibadian siswa yang berkualitas.ppt, Unduh
    • Materi BK Pencagahan bullying bagi anak didik.ppt, Unduh
    • Materi BK Orientasi.ppt, Unduh
    Demikian Materi BK SMP, SMA, SMK Tahun 2018/2019 berbasisi Power Point yang dapat Guru Madrasah bagikan, semoga bermanfaat.

    Buku Seri Pendidikan Orang Tua Menumbuhkan Minat Baca Anak Usia Dini

    Diposkan Oleh On June 30, 2018

    menumbuhkan minat baca anak
    Keluarga merupakan pendidik pertama dan utama. Pengaruh keluarga sangat kuat dalam pembentukan kepribadian setiap manusia. Orang tua memegang peran penting dalam pendidikan bagi putra-putrinya. Keberhasilan orang tua dalam mendidik anak akan sangat bergantung pada kecakapan pengasuhan yang dimilikinya. Oleh karena itu, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga menyediakan sumber belajar bagi orang tua dalam bentuk buku seri pendidikan orang tua dan bahan terkait lainnya.

    Buku seri pendidikan orang tua ini berjudul “Menumbuhkan Minat Baca Anak” disusun untuk memberikan informasi tentang apa dan bagaimana cara orang tua dalam menumbuhkan kegemaran membaca pada anak usia dini.

    Daftar Isi
    Apa Itu Kegiatan Membaca?
    Mengapa Membaca Perlu Dilakukan?
    Bagaimana Peran Orang Tua?
    • Memahami Tahap Perkembangan Membaca Anak
    • Memahami Cara Belajar Anak
    • Memperkenalkan Anak Berbagai Media/Sumber Bacaan
    • Menyediakan Bahan Bacaan untuk Anak
    • Membacakan Buku pada Anak

    Download Buku Seri Pendidikan Orang Tua Menumbuhkan Minat Baca Anak

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Seri Pendidikan Orang Tua Menumbuhkan Minat Baca Anak ini silahkan bisa Anda unduh pada link di bawah ini:

    Download File:
    Buku Seri Pendidikan Orang Tua Menumbuhkan Minat Baca Anak.pdf
    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Buku Seri Pendidikan Orang Tua Menumbuhkan Minat Baca Anak. Semoga bisa bermanfaat.

    Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling untuk SMA

    Diposkan Oleh On June 30, 2018

    panduan konseling sma
    Pada kesempatan kali ini Blog Guru Madrasah akan membagikan saebuah berkas Panduan Operasional Penyelenggaraan BK (Bimbingan dan Konseling) SMA Tahun 2018. Anda dapar mendownload file format .pptx Microsoft PowerPoint. Dan perlu diketahu bahwa berkas ini adalah Bahan Sosialiasi Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di SMA - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lebih jelasnya silakan bisa Anda ikuti topik pembahasannya berikut ini.

    POP BK PADA SATUAN PENDIDIKAN
    Permendikbud No. 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (BK-PDPM) menjadi dasar menyusun Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di SMA (POP BK di SMA)

    TUJUAN POP BK
    1. memandu guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam memfasilitasi dan memperhatikan ragam kemampuan, kebutuhan, dan minat sesuai dengan karakteristik peserta didik/konseli
    2. memfasilitasi guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan tindak lanjut.
    TUJUAN POP BK (LANJUTAN)
    1. memberi acuan guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam mengembangkan program layanan bimbingan dan konseling secara utuh dan optimal dengan memperhatikan hasil evaluasi dan daya dukung sarana dan prasarana yang dimiliki
    2. memfasilitasi memandu guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam menyelenggarakan bimbingan dan konseling agar peserta didik/konseli dapat mencapai perkembangan diri secara optimal, mandiri, sukses, sejahtera dan bahagia dalam kehidupannya 
    3. memberi acuan bagi pemangku kepentingan penyelenggaraan bimbingan dan konseling.
    PENGGUNA POP BK
    1. Guru bimbingan dan konseling atau konselor menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan konseling berdasarkan panduan.
    2. Kepala Sekolah mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling.
    3. Kepala Dinas Pendidikan memberikan kebijakan yang mendukung penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah.
    4. Pengawas pendidikan mensupervisi dan membina penyelenggaraan bimbingan dan konseling sebagai bagian dari program pendidikan di sekolah. 
    PENGGUNA POP BK (LANJUTAN)
    1. Lembaga pendidikan yang menyiapkan guru bimbingan dan konseling atau konselor hendaknya mengembangkan kurikulum yang memfasilitasi perkembangan kompetensi lulusan, sesuai dengan standar kompetensi lulusan (SKL) yang diharapkan Organisasi profesi memberikan dukungan dalam Pengembangan Keprofesian guru bimbingan dan konseling atau konselor .
    2. Komite Sekolah memberikan dukungan penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling di SMA.
    3. PPPPTK Penjas dan BK menyelenggarakan kegiatan pelatihan dengan memperhatikan panduan operasional.
    Daftar Isi pada Panduan Operasional Penyelenggaraan BK (Bimbingan dan Konseling) SMA ini antara lain:

    BAB 1 PENDAHULUAN
    BAB 2 PEMAHAMAN KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
    BAB 3 PERENCANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
    BAB 4 PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
    BAB 5 EVALUASI, PELAPORAN, DAN TINDAK LANJUT

      Download Panduan Operasional Penyelenggaraan BK (Bimbingan dan Konseling) SMA

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Panduan Operasional Penyelenggaraan BK (Bimbingan dan Konseling) SMA ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Unduh File:


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Panduan Operasional Penyelenggaraan BK (Bimbingan dan Konseling) SMA. Semoga bisa bermanfaat khususnya buat guru Bimbingan dan Konseling.

      Silabus Kurikulum 2013 Kelas 1,2,3,4,5 dan 6 SD/MI Tahun 2018

      Diposkan Oleh On June 16, 2018

      silabus kurikulum k13 sd-mi
      Pembelajaran dengan pendekatan tematik dalam SILABUS KURIKULUM 2013 ini mencakup kompetensi mata pelajaran yaitu: PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dn Prakarya, dan Pendidikan Jasmani Olahraga serta Kesehatan. Sedangkan mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti tidak termasuk mata pelajaran dalam tematik. Pembelajaran tematik dilaksanakan di semua kelas di SD baik di kelas I-III (kelas rendah) maupun kelas IV–VI (kelas tinggi). Di kelas rendah belum ada mata pelajaran IPA serta IPS yg berdiri sendiri namun muatan IPA serta IPS diintegrasikan ke dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.  Untuk mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Jasmani Olahraga serta Kesehatan dilakukan secara tematik hanya sampai dengan kelas III, untuk kelas IV, V, serta VI diajarkan sebagai mata pelajaran yng berdiri sendiri.

      Integrasi SILABUS KURIKULUM 2013 KELAS 1,2,3,4,5,6,(SD/MI) TAHUN 2018 sebagai suatu pengelolaan pembelajaransekitar problem dn isu di masyarakat, sehingga diperlukan kolaborasi oleh guru dan siswa tanpa memandang pada mata pelajaran.  Pembelajaran tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran  mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Penentuan tema  dijadikan sebagai ide besar dari pembelajaran yang menghubungkan konsep dn kompetensi yg ingin dicapai oleh siswa.

      Pendekatan dalam SILABUS KURIKULUM 2013 KELAS 1,2,3,4,5,6,(SD/MI) TAHUN 2018 dimaksudkan agar siswa tidak belajar secara parsial sehingga pembelajaran dapat memberikan makna yg utuh pada siswa seperti tercermin pada berbagai tema yg tersedia.  Tema yng pilih sedapat mungkin didekatkan dengan hal-hal dialami siswa.  Pembelajaran tematik disusun berdasarkan berbagai proses integrasi yaitu integrasi intradisipliner, multi-disipliner inter-disipliner, dan trans-disipliner. Muatan-muatan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran merujuk pada aktivitas besar yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, yaitu kemaritiman, agraris, dan niaga/jasa. 

      Oleh karena itu, dalam SILABUS KURIKULUM 2013 KELAS 1,2,3,4,5,6,(SD/MI) TAHUN 2018 kontekstual pendidikan perlu dipersiapkan pada peserta didik agar dapat hidup di masa depan & beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah melalui kemampuan berfikir kritis/memecahkan masalah, kreativitas, komunikasi dn kolaborasi.  Selain itu peserta didik juga disiapkan dengan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan sebagai suatu keterampilan dalam kehidupan sehari-hari sebagai aplikasi dari kemampuan baca tulis, berhitung, literasi sains, literasi informasi teknologi ,komunikasi, literasi keuangan, serta literasi budaya serta kewarganegaraan.  Terpenting dari semua itu, pendidikan diarahkan untuk membangun kecintaan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yg merepresentasikan kebhinekaan agama, suku bangsa, bahasa, sosial, ekonomi, dan budaya masyakarat Indonesia. Peserta didik juga diharapkan menjadi warga negara yg bertanggung jawab dengan memahami hak dn kewajiban sebagai warga negara Indonesia juga dibatasi oleh hak & kewajiban warga negara lainnya.  Untuk itu pembelajaran diarahkan untuk membangun empati, demokratis, dan memberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat serta menerima pendapat orang lain.

      SILABUS KURIKULUM 2013 KELAS 1,2,3,4,5,6,(SD/MI) TAHUN 2018 merupaan silabus tematik yng dikembangkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan merupakan suatu model, satuan pendidikan dapat mengembangkan silabus tematik dengan mengambil tema yang disesuaikan dengan karakteristik satuan pendidikan.  Satuan pendidikan juga dapat langsung menggunakan model silabus ini atau dapat juga dengan mengadaptasi sesuai karakteristik satuan pendidikan. Selain itu, bagi guru yg ingin menyusun sendiri pembelajaran tematik terpadu dapat menggunakan Silabus Mata Pelajaran di SD/MI yng terpisah dari dokumen ini.

      B. Karakteristik Mata Pelajaran di SD dalan SILABUS KURIKULUM 2013 KELAS 1,2,3,4,5,6,          (SD/MI) TAHUN 2018 .
      Kurikulum 2013 memiliki tujuan khusus untuk mempersiapkan generasi baru sertapenerus bangsa yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dn warga negara yg beriman, produktif, kreatif, inovatif, serta afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dn peradaban dunia.  Untuk itu, perancangan kurikulum 2013 perlu memperhatikan kebutuhan siswa saat ini dan di masa depan yang dinamis ditengah pengaruh globalisasi dn kemajemukan masyarakat Indonesia.  

      Memperhatikan konteks global dn kemajemukan masyarakat Indonesia itu, misi & orientasi kurikulum 2013 tertuangkan dalam  SILABUS KURIKULUM 2013 KELAS 1,2,3,4,5,6,(SD/MI) TAHUN 2018 diterjemahkan dalam praktik pendidikan dengan tujuan khusus agar siswa memiliki kompetensi diperlukan bagi kehidupan masyarakat di masa kini serta di masa mendatang. Kompetensi dimaksud meliputi tiga kompetensi, yaitu: (1) menguasai pengetahuan; (2) memiliki keterampilan atau kemampuan menerapkan pengetahuan; (3) menumbuhkan sikap spiritual serta etika sosial tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Kompetensi sikap spiritual , sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dn budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan serta pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung,  dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut. Mata pelajaran yang diajarkan secara tematik di SD adalah:
      1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
      2. Bahasa Indonesia
      3. Matematika
      4. Ips
      5. Ipa
      6. Pjok
      7. Sbdb

      C. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Tematik Terpadu dalam silabus kurikulum 2013 meliputi
              Pembelajaran tematik terpadu memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:
      1. Peserta didik mencari tahu, bukan diberi tahu.
      2. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan kompetensi melalui tema yang paling dekat          dengan kehidupan peserta didik.
      3. Terdapat tema yang menjadi pemersatu sejumlah kompetensi dasar yang berkaitan dengan                  berbagai konsep, keterampilan dan sikap.
      4. Sumber belajar tidak terbatas pada buku.
      5. siswa dapat bekerja secara mandiri maupun berkelompok sesuai dengan karakteristik kegiatan            yng dilakukan
      6. Guru harus merencanakan dan melaksanakan pembelajaran agar dapat mengakomodasi siswa              memiliki perbedaan tingkat kecerdasan, pengalaman, dn ketertarikan terhadap suatu topik.
      7. Kompetensi Dasar mata pelajaran yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri.
      8. Memberikan pengalaman langsung kepada siswa(direct experiences) dari hal-hal yang konkret menuju ke abstrak.
      9. Pembelajaran tematik yang dirancang dalam silabus bukan merupakan urutan Pembelajaran, melainkan bentuk Pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Dasar guru dapat melakukan penyesuaikan.

      Download Model Pembelajaran Tematik Kelas 1, 2, 3 SD/MI

      Diposkan Oleh On June 16, 2018

      model pembelajaran tematik sd
      Selamat berkunjung kembali di blog Guru Madrasah yang selalu menyajikan update artikel pendidikan. Dan  pada postingan ini kami akan berbagi artikel tentang Model Pembelajaran Tematik Kelas 1, 2, 3 jenjang SD/MI Kurikulum 2013 yang bisa anda unduh pada akhir postingan secara gratis.

      Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat  memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik. Dan sedangkan tema merupakan pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran.

      Panduan Lengkap Sholat Idul Fitri dan Idul Adha

      Diposkan Oleh On June 14, 2018

      Panduan Lengkap Sholat Idul Fitri dan Idul Adha
      Berikut adalah panduan ringkas dalam shalat ‘ied, baik shalat ‘Idul Fithri atau pun ‘Idul Adha. Yang di sarikan dari beberapa penjelasan ulama yang kami kutip dari www.rumaysho.com. Semoga bermanfaat.

      Hukum Shalat ‘Ied
      Menurut pendapat yang lebih kuat, hukum shalat ‘ied adalah wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang dalam keadaan mukim[1]. Dalil dari hal ini adalah hadits dari Ummu ‘Athiyah, beliau berkata,

      أَمَرَنَا – تَعْنِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- – أَنْ نُخْرِجَ فِى الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ.

      “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat shalat ‘ied (Idul Fithri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beanjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat.”[2]

      Di antara alasan wajibnya shalat ‘ied dikemukakan oleh Shidiq Hasan Khon (murid Asy Syaukani).[3]

      Pertama: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus melakukannya.

      Kedua: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah kaum muslimin untuk keluar rumah untuk menunaikan shalat ‘ied. Perintah untuk keluar rumah menunjukkan perintah untuk melaksanakan shalat ‘ied itu sendiri bagi orang yang tidak punya udzur. Di sini dikatakan wajib karena keluar rumah merupakan wasilah (jalan) menuju shalat. Jika wasilahnya saja diwajibkan, maka tujuannya (yaitu shalat) otomatis juga wajib.

      Ketiga: Ada perintah dalam Al Qur’an yang menunjukkan wajibnya shalat ‘ied yaitu firman Allah Ta’ala,

      فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

      “Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2). Maksud ayat ini adalah perintah untuk melaksanakan shalat ‘ied.

      Keempat: Shalat jum’at menjadi gugur bagi orang yang telah melaksanakan shalat ‘ied jika kedua shalat tersebut bertemu pada hari ‘ied. Padahal sesuatu yang wajib hanya boleh digugurkan dengan yang wajib pula. Jika shalat jum’at itu wajib, demikian halnya dengan shalat ‘ied. –Demikian penjelasan Shidiq Hasan Khon yang kami sarikan-.

      Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Pendapat yang menyatakan bahwa hukum shalat ‘ied adalah wajib bagi setiap muslim lebih kuat daripada yang menyatakan bahwa hukumnya adalah fardhu kifayah (wajib bagi sebagian orang saja). Adapun pendapat yang mengatakan bahwa hukum shalat ‘ied adalah sunnah (dianjurkan, bukan wajib), ini adalah pendapat yang lemah. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri memerintahkan untuk melakukan shalat ini. Lalu beliau sendiri dan para khulafaur rosyidin (Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali, -pen), begitu pula kaum muslimin setelah mereka terus menerus melakukan shalat ‘ied. Dan tidak dikenal sama sekali kalau ada di satu negeri Islam ada yang meninggalkan shalat ‘ied. Shalat ‘ied adalah salah satu syi’ar Islam yang terbesar. … Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi keringanan bagi wanita untuk meninggalkan shalat ‘ied, lantas bagaimana lagi dengan kaum pria?”[4]

      Waktu Pelaksanaan Shalat ‘Ied
      Menurut mayoritas ulama –ulama Hanafiyah, Malikiyah dan Hambali-, waktu shalat ‘ied dimulai dari matahari setinggi tombak[5] sampai waktu zawal (matahari bergeser ke barat).[6]

      Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengakhirkan shalat ‘Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat ‘Idul Adha. Ibnu ‘Umar  yang sangat dikenal mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar menuju lapangan kecuali hingga matahari meninggi.”[7]

      Tujuan mengapa shalat ‘Idul Adha dikerjakan lebih awal adalah agar orang-orang dapat segera menyembelih qurbannya. Sedangkan shalat ‘Idul Fitri agak diundur bertujuan agar kaum muslimin masih punya kesempatan untuk menunaikan zakat fithri.[8]

      Tempat Pelaksanaan Shalat ‘Ied
      Tempat pelaksanaan shalat ‘ied lebih utama (lebih afdhol) dilakukan di tanah lapang, kecuali jika ada udzur seperti hujan. Abu Sa’id Al Khudri mengatakan,

      كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

      “Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar pada hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha menuju tanah lapang.”[9]

      An Nawawi mengatakan, “Hadits Abu Sa’id Al Khudri di atas adalah dalil bagi orang yang menganjurkan bahwa shalat ‘ied sebaiknya dilakukan di tanah lapang dan ini lebih afdhol (lebih utama) daripada melakukannya di masjid. Inilah yang dipraktekkan oleh kaum muslimin di berbagai negeri. Adapun penduduk Makkah, maka sejak masa silam shalat ‘ied mereka selalu dilakukan di Masjidil Haram.”[10]

      Tuntunan Ketika Hendak Keluar Melaksanakan Shalat ‘Ied
      Pertama: Dianjurkan untuk mandi sebelum berangkat shalat. Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat riwayat yang shahih yang menceritakan bahwa Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mandi pada hari ‘ied sebelum berangkat shalat.”[11]

      Kedua: Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik. Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar ketika shalat ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha dengan pakaiannya yang terbaik.”[12]

      Ketiga: Makan sebelum keluar menuju shalat ‘ied khusus untuk shalat ‘Idul Fithri.

      Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

      كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

      “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.”[13]

      Hikmah dianjurkan makan sebelum berangkat shalat Idul Fithri adalah agar tidak disangka bahwa hari tersebut masih hari berpuasa. Sedangkan untuk shalat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu adalah agar daging qurban bisa segera disembelih dan dinikmati setelah shalat ‘ied.[14]

      Keempat: Bertakbir ketika keluar hendak shalat ‘ied. Dalam suatu riwayat disebutkan,

      كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّر حَتَّى يَأْتِيَ المُصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْر

      “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Idul Fithri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.”[15]

      Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berangkat shalat ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Al Fadhl bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin’Abbas, ‘Ali, Ja’far, Al Hasan, Al Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Ayman bin Ummi Ayman, mereka mengangkat suara membaca tahlil (laa ilaha illallah) dan takbir (Allahu Akbar).”[16]

      Tata cara takbir ketika berangkat shalat ‘ied ke lapangan:
      [1] Disyari’atkan dilakukan oleh setiap orang dengan menjahrkan (mengeraskan) bacaan takbir. Ini berdasarkan kesepakatan empat ulama madzhab.[17]
      [2] Di antara lafazh takbir adalah,
      اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
      “Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk-Nya)” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa lafazh ini dinukil dari banyak sahabat, bahkan ada riwayat yang menyatakan bahwa lafazh ini marfu’ yaitu sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.[18]

      Syaikhul Islam juga menerangkan bahwa jika seseorang mengucapkan “Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar”, itu juga diperbolehkan.[19]

      Kelima: Menyuruh wanita dan anak kecil untuk berangkat shalat ‘ied. Dalilnya sebagaimana disebutkan dalam hadits Ummu ‘Athiyah yang pernah kami sebutkan. Namun wanita tetap harus memperhatikan adab-adab ketika keluar rumah, yaitu tidak berhias diri dan tidak memakai harum-haruman.

      Sedangkan dalil mengenai anak kecil, Ibnu ‘Abbas –yang ketika itu masih kecil- pernah ditanya, “Apakah engkau pernah menghadiri shalat ‘ied bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Ia menjawab,

      نَعَمْ ، وَلَوْلاَ مَكَانِى مِنَ الصِّغَرِ مَا شَهِدْتُهُ

      “Iya, aku menghadirinya. Seandainya bukan karena kedudukanku yang termasuk sahabat-sahabat junior, tentu aku tidak akan menghadirinya.”[20]

      Keenam: Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda. Dari Jabir, beliau mengatakan,

      كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

      “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.”[21]

      Ketujuh: Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat. Dari Ibnu ‘Umar, beliau mengatakan,

      كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا.

      “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki.”[22]

      Tidak Ada Shalat Sunnah Qobliyah ‘Ied dan Ba’diyah ‘Ied
      Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

      أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

      “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fithri, lalu beliau mengerjakan shalat ‘ied dua raka’at, namun beliau tidak mengerjakan shalat qobliyah maupun ba’diyah ‘ied.”[23]

      Tidak Ada Adzan dan Iqomah Ketika Shalat ‘Ied
      Dari Jabir bin Samuroh, ia berkata,

      صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ.

      “Aku pernah melaksanakan shalat ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqomah.”[24]

      Ibnul Qayyim mengatakan, “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai ke tempat shalat, beliau pun mengerjakan shalat ‘ied tanpa ada adzan dan iqomah. Juga ketika itu untuk menyeru jama’ah tidak ada ucapan “Ash Sholaatul Jaam’iah.” Yang termasuk ajaran Nabi adalah tidak melakukan hal-hal semacam tadi.”[25]

      Tata Cara Shalat ‘Ied
      Jumlah raka’at shalat Idul Fithri dan Idul Adha adalah dua raka’at. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut.[26]

      Pertama: Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat-shalat lainnya.

      Kedua: Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak tujuh kali takbir -selain takbiratul ihrom- sebelum memulai membaca Al Fatihah. Boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar. Ibnul Qayyim mengatakan, “Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.”[27]

      Ketiga: Di antara takbir-takbir (takbir zawa-id) yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu. Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”[28] Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf di antara tiap takbir membaca bacaan,

      سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي

      “Subhanallah wal hamdulillah wa  laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku).” Namun ingat sekali lagi, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian pada Allah Ta’ala.

      Keempat: Kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua. Ada riwayat bahwa ‘Umar bin Al Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Idul Adha dan ‘Idul Fithri. Ia pun menjawab,


      كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِ (ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) وَ (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

      “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar).”[29]

      Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua. Dan jika hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, dianjurkan pula membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua, pada shalat ‘ied maupun shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.

      “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa)dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat Al Ghosiyah).” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.[30]

      Kelima: Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i’tidal, sujud, dst).

      Keenam: Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua.

      Ketujuh: Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud- sebelum memulai membaca Al Fatihah.

      Kedelapan: Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

      Kesembilan: Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.

      Khutbah Setelah Shalat ‘Ied
      Dari Ibnu ‘Umar, ia mengatakan,

      كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ – رضى الله عنهما – يُصَلُّونَ الْعِيدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ

      “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakr, begitu pula ‘Umar biasa melaksanakan shalat ‘ied sebelum khutbah.”[31]

      Setelah melaksanakan shalat ‘ied, imam berdiri untuk melaksanakan khutbah ‘ied dengan sekali khutbah (bukan dua kali seperti khutbah Jum’at).[32] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan khutbah di atas tanah dan tanpa memakai mimbar.[33] Beliau pun memulai khutbah dengan “hamdalah” (ucapan alhamdulillah) sebagaimana khutbah-khutbah beliau yang lainnya.

      Ibnul Qayyim mengatakan, “Dan tidak diketahui dalam satu hadits pun yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammembuka khutbah ‘iednya dengan bacaan takbir. … Namun beliau memang sering mengucapkan takbir di tengah-tengah khutbah. Akan tetapi, hal ini tidak menunjukkan bahwa beliau selalu memulai khutbah ‘iednya dengan bacaan takbir.”[34]

      Jama’ah boleh memilih mengikuti khutbah ‘ied ataukah tidak. Dari ‘Abdullah bin As Sa-ib, ia berkata bahwa ia pernah menghadiri shalat ‘ied bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala beliau selesai menunaikan shalat, beliau bersabda,

      إِنَّا نَخْطُبُ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَجْلِسَ لِلْخُطْبَةِ فَلْيَجْلِسْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَذْهَبَ فَلْيَذْهَبْ

      “Aku saat ini akan berkhutbah. Siapa yang mau tetap duduk untuk mendengarkan khutbah, silakan ia duduk. Siapa yang ingin pergi, silakan ia pergi.”[35]

      Ucapan Selamat Hari Raya
      Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Adapun tentang ucapan selamat (tah-niah) ketika hari ‘ied seperti sebagian orang mengatakan pada yang lainnya ketika berjumpa setelah shalat ‘ied, “Taqobbalallahu minna wa minkum wa ahaalallahu ‘alaika” dan semacamnya, maka seperti ini telah diriwayatkan oleh beberapa sahabat Nabi. Mereka biasa mengucapkan semacam itu dan para imam juga memberikan keringanan dalam melakukan hal ini sebagaimana Imam Ahmad dan lainnya. Akan tetapi, Imam Ahmad mengatakan, “Aku tidak mau mendahului mengucapkan selamat hari raya pada seorang pun. Namun kalau ada yang mengucapkan selamat padaku, aku akan membalasnya”. Imam Ahmad melakukan semacam ini karena menjawab ucapan selamat adalah wajib, sedangkan memulai mengucapkannya bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Dan sebenarnya bukan hanya beliau yang tidak suka melakukan semacam ini. Intinya, barangsiapa yang ingin  mengucapkan selamat, maka ia memiliki qudwah (contoh). Dan barangsiapa yang meninggalkannya, ia pun memiliki qudwah (contoh).”

      Bila Hari ‘Ied Jatuh pada Hari Jum’at
      Bila hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, maka bagi orang yang telah melaksanakan shalat ‘ied, ia punya pilihan untuk menghadiri shalat Jum’at atau tidak. Namun imam masjid dianjurkan untuk tetap melaksanakan shalat Jum’at agar orang-orang yang punya keinginan menunaikan shalat Jum’at bisa hadir, begitu pula orang yang tidak shalat ‘ied bisa turut hadir. Pendapat ini dipilih oleh mayoritas ulama Hambali. Dan pendapat ini terdapat riwayat dari ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Az Zubair. Dalil dari hal ini adalah:

      Pertama: Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqom,
      أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ فَقَالَ « مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ ».

      “Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan dua ‘ied (hari Idul Fithri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum’at) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid. Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat ‘ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum’at”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jum’at, maka silakan melaksanakannya.”[36]

      Kedua: Dari ‘Atho’, ia berkata, “Ibnu Az Zubair ketika hari ‘ied yang jatuh pada hari Jum’at pernah shalat ‘ied bersama kami di awal siang. Kemudian ketika tiba waktu shalat Jum’at Ibnu Az Zubair tidak keluar, beliau hanya shalat sendirian. Tatkala itu Ibnu ‘Abbas berada di Thoif. Ketika Ibnu ‘Abbas tiba, kami pun menceritakan kelakuan Ibnu Az Zubair pada Ibnu ‘Abbas. Ibnu ‘Abbas pun mengatakan, “Ia adalah orang yang menjalankan sunnah (ajaran Nabi) [ashobas sunnah].”[37] Jika sahabat mengatakan ashobas sunnah(menjalankan sunnah), itu berarti statusnya marfu’ yaitu menjadi perkataan Nabi.[38]

      Diceritakan pula bahwa ‘Umar bin Al Khottob melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Ibnu Az Zubair. Begitu pula Ibnu ‘Umar tidak menyalahkan perbuatan Ibnu Az Zubair. Begitu pula ‘Ali bin Abi Tholib pernah mengatakan bahwa siapa yang telah menunaikan shalat ‘ied maka ia boleh tidak menunaikan shalat Jum’at. Dan tidak diketahui ada pendapat sahabat lain yang menyelisihi pendapat mereka-mereka ini.[39]

      Catatan:
      Dianjurkan bagi imam masjid agar tetap mendirikan shalat Jum’at supaya orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at atau yang tidak shalat ‘ied bisa menghadirinya. Dalil dari hal ini adalah dari An Nu’man bin Basyir, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied dan shalat Jum’at “sabbihisma robbikal a’la” dan “hal ataka haditsul ghosiyah”.” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.[40] Karena imam dianjurkan membaca dua surat tersebut pada shalat Jum’at yang bertepatan dengan hari ‘ied, ini menunjukkan bahwa shalat Jum’at dianjurkan untuk dilaksanakan oleh imam masjid.

      Siapa saja yang tidak menghadiri shalat Jum’at dan telah menghadiri shalat ‘ied –baik pria maupun wanita- maka wajib baginya untuk mengerjakan shalat Zhuhur (4 raka’at) sebagai ganti karena tidak menghadiri shalat Jum’at.[41]

      Demikian beberapa penjelasan ringkas mengenai panduan shalat Idul Fithri dan Idul Adha. Semoga bermanfaat.

      Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.



      Diselesaikan di Pangukan, Sleman, di hari yang baik untuk beramal sholih, 7 Dzulhijah 1430 H.

      Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal