Terbaru

Aplikasi

Pengunjung

SEJAK 1 MEI 2017

Flag Counter

Pageviews

Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kemenag 2018

Diposkan Oleh On December 11, 2018

Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kemenag 2018
Kemenag telah mengumumnkan hasil SKD dan daftar peserta SKB CPNS Kemenag 2018 melalui situs resmi mereka.

Sebelumnya, pengumuman hasil CPNS 2018 dirilis melalui situs sscn.bkn.go.id, namun saat ini pengumuman hasil telah dirilis melalui situs resmi instansi.

Sementara untuk Kemenag, melalui media sosial telah membagikan hasil SKD para peserta CPNS 2018 yang berhak mengikuti SKB.

"Salam #SahabatReligi

Berikut ini disampaikan tautan pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan peserta yang berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kementerian Agama RI Tahun 2018

Selamat yaaa!!!,"
cuit akun @kemenag_RI pada Selasa (11/12/2018) pagi

Dilansir dari akun Instagram, admin @kemenag_ri menulis, jika panitia seleksi CPNS Kemenag 2018 telah menyelesaikan hasil pengumuman.

Menurut admin @kemenag_ri, lamanya pengumuman hasil SKD CPNS Kemenag, lantaran pihak panitia sangat berhati-hati dalam merilis hasil SKD tersebut.

Pengumuman hasil SKD CPNS Kemenag 2018 akan disajikan secara lengkap.

Masih menurut @kemenag_ri, akan ada lebih dari 217 ribu yang tertera dalam hasil SKD CPNS Kemenag tersebut.

Admin @kemenag_ri mengimbau agar peserta CPNS juga menyiapkan kuota yang cukup untuk mengunduh hasil SKD CPNS 2018.

Sebab, file berbentuk PDF dengan ukuran besar, walau ukuran file PDF sudah diturunkan alias dikompres.

Dilansir dari Tribunnews pada rilis pengumuman hasil SKD Kemenag, ujian SKB akan dilaksanakan mulai tanggal 17 Desember 2018.

Hasil SKD dan daftar SKB CPNS Kemenag dapat diunduh pada tautan berikut ini.
Demikian informasi mengenai Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kemenag 2018. Semoga bermanfaat....

Inilah 6 Jenis Tunjangan Kesejahteraan Guru Dibawah Kemenag Tahun 2019

Diposkan Oleh On December 09, 2018

tunjangan guru
Pemerintah pada tahun 2019 akan meningkatkan kesejahteraan guru di bawah Kementerian Agama dengan mengulirkan tunjangan profesi guru.

"Alhamdulillah berkat bantuan banyak pihak kita bisa mengesahkan Rancangan APBN 2019 yang didalamnya termasuk upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan guru," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di malam Puncak Hari Guru Nasional, di Kota Pahlawan, Surabaya, Minggu (25/11).

Disampaikan Menag ada enam tunjangan kesejahteraan guru di bawah Kementerian Agama yang masuk pada Rancangan APBN 2019, yaitu:
  1. Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk Guru PNS yang sudah tersertifikasi. Dialokasikan anggaran tidak kurang dari Rp5,06 triliun yang akan diberikan kepada 118.983 guru.
  2. Tunjangan Profesi Guru Non PNS yang sudah inpassing sebanyak 974 ribu guru dialokasikan anggaran tidak kurang Rp2,98 triliun
  3. Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk guru Non PNS yang belum inpassing dialokasikan anggaran tidak kurang 1,82 triliun rupiah bagi 101.484 guru.
  4. Tunjangan khusus bagi guru yang tinggal di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) dialokasikan 72,9 miliar rupiah untuk 4.500 guru.
  5. Tunjangan insentif khusus bagi guru PNS yang belum inpassing dan sertifikasi dialokasikan anggaran 900 miliar untuk 241.665 guru
  6. Tunjangan kinerja bagi guru PNS baik yang belum sertifikasi maupun yang sudah sertifikasi. Dengan rincian bagi yang belum sertifikasi akan mendapatkan 100 persen sesuai grade masing-masing dan yang sudah sertifikasi mendapatkan haknya berdasarkan selisih Tukin dari TPG.
"Mudah-mudahan tahun 2019 sudah bisa mulai direalisasikan secara bersama," kata Menag.

Bahkan menurut Menag, di sejumlah provinsi sudah ada yang bisa merealisasikan di bulan Desember 2018. "Namun yang jelas pada 2019 seluruh provinsi berkewajiban merealisasikan semua tunjangan profesi guru, tunjangan insentif dan tunjangan khusus guru," tegas Menag.

Dikatakan Menag ada tiga tantangan di dunia pendidikan. Yaitu, keterbatasan sarana prasarana, kesejahteraan guru, dan kualitas serta mutu pendidikan dengan bentangan geografis yang beragam.

"Kita sedang membangun infrastruktur dan kesejahteraan. Kita tidak menyerah dan terus berjuang agar tantangan dunia pendidikan bisa kita atasi dengan sebaik-baiknya," ujar Menag dihadapan ribuan guru yang hadir di Kota Surabaya.

sumber : https://kemenag.go.id

6 Tips Sukses Menghadapi Ujian SKB Kementerian Agama 2018

Diposkan Oleh On December 08, 2018

6 Tips Sukses Menghadapi Ujian SKB Kementerian Agama 2018
Pengumuman Hasil SKD dan peserta ikut tes SKB Kemenag atau Kementerian Agama RI banyak ditunggu para peserta CPNS 2018. Info terbaru soal Pengumuman Hasil SKD CPNS 2018 Kemenag disampaikan melalui akun resmi Kemenag.

Pengumuman Hasil SKD CPNS 2018 Kemenag akan disampaikan paling lambat pekan depan. Kemenag masih melakukan verifikasi berkas Hasil SKD CPNS 2018.

Berikut 6 tips dalam menghadapi ujian SKB yang diberikan Kemenag :

1. Miliki modal etika PNS
Dalam menghadapi ujian SKB, peserta CPNS Kemenag wajib memiliki modal lima etika PNS. Lima etika PNS tersebut yakni bernegara, berorganisasi, bermasyarakat, diri sendiri, dan sesama PNS. "Ibaratnya, meski camer tidak akan tanya hapal Pancasila atau tidak. Tapi setidaknya jiwa Pancasila itu terpancar dari sikap, tingkah laku dan tutur sapa," tulis Kemenag.

2. Mempelajari tentang Kemenag

Pada tips kedua, peserta CPNS kemenag harus mengenal siapa Kemenag, tugas, dan kewenangannya. Selain itu, peserta juga harus mengenal kiprah Kemenag sepanjang mengawal pembangunan NKRI.

3. Mengenal formasi atau jabatan

Peserta CPNS juga harus mengenal formasi atau jabatan yang dilamar. Mencari tahu tugas, fungsi, jenis pekerjaan, hingga resiko pekerjaan yang dilamar.

Dengan menggali informasi sedalam mungkin mengenai Kemenag, peserta tidak akan mengalami grogi saat praktik kerja dan wawancara.

4. Tahu aturan
Peserta harus mengetahui prosedur atau peraturan yang ada. Setiap formasi jabatan, ada di belakang sejumlah regulasi, dari UUD hingga Permen atau keputusan Kepala kantor. Selain itu, seluk-beluk formasi jabatan juga perlu dikenali.

5. Berinovasi

Tips selanjutnya, sejalan dengan perkembangan teknologi, industri 4.0 menjadi tantangan PNS ke depan. Bagaimana berinovasi di setiap lini pekerjaan guna memberikan pelayanan prima ke publik.

6. Doa

Dalam menghadapi ujian SKB harus selalu disertai dengan doa untuk mencapai sebuah keberhasilan. Selain itu, dalam penerimaan CPNS, peserta juga harus memiliki akhlak, berkarakter, kompetensi, bertanggungjawab, menjunjung tinggi harkat dan martabat.

Sementara itu, pengumuman hasil SKD Kemenag hingga hari ini, Rabu (05/12/2018) pagi belum dirilis. Pengumuman hasil SKD dan peserta SKB nantinya akan diberitahukan lewat website atau portal resmi kemenag.

Gambaran tersebut berupa kisi-kisi materi SKB, agar peserta lolos SKD yang akan lanjut ke tahap tes SKB bisa melakukan persiapan secara matang.

Kini, sembari menunggu hasil SKD CPNS 2018, yang kriteria kelulusannya baru saja diatur melalui Peraturan Menpan RB Nomor 61 Tahun 2018, tidak salah jika peserta mulai mencari tahu seputar materi SKB CPNS 2018

Melalui akun Twitter resminya, BKNmenyarankan peserta yang telah lolos tahapan SKD untuk segera menyiapkan diri dengan mempelajari kisi-kisi tes SKB CPNS 2018. Kisi-kisi materi ujian SKB itu dapat dipelajari peserta untuk persiapan. Yang harus diingat, materi tes SKB setiap jabatan yang dipilih pelamar berbeda-beda.

sumber : http://makassar.tribunnews.com

Kemenag Luncurkan Aplikasi Quran, Menu Layanan dari Terjemah Hingga Tafsir

Diposkan Oleh On December 08, 2018

aplikasi quran kemenagKementerian Agama terus memgembangkan layanan kajian Alquran berbasis digital. Layanan itu tersaji dalam sebuah aplikasi bernama "Qur’an Kemenag".

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Muchlis M Hanafi, mengatakan, Qur'an Kemenag adalah aplikasi mushaf Al-Qur’an digital yang dikembangkan oleh Kementerian Agama c.q. LPMQ Badan Litbang dan Diklat. "Aplikasi ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan mushaf Al-Qur’an yang berbentuk digital," ujarnya,  di Jakarta,  Jumat (07/12).

"Aplikasi ini menyajikan teks Al-Qur’an lengkap 30 juz, dilengkapi dengan terjemahan dan beberapa produk-produk LPMQ," sambungnya.

Qur'an Kemenag bisa diunduh melalui dua tautan berikut:  https://quran.kemenag.go.id/ dan https://play.google.com/store/apps/details?id=com.quran.kemenag

Berikut ini penjelasan singkat tentang produk yang tersaji dalam layanan aplikasi Qur'an Kemenag;

Pertama, Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia adalah Mushaf Al-Qur’an yang dibakukan cara penulisan teks, harakat, tanda baca, dan tanda waqafnya sesuai dengan hasil yang dicapai Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Al-Qur’an yang berlangsung sebanyak 9 kali dari tahun 1974 s.d. 1983, dan dijadikan pedoman bagi mushaf Al-Qur’an yang dicetak dan diterbitkan di Indonesia.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 25 Taun 1984, Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia meliputi tiga bentuk: 1) Mushaf Al-Qur’an Standar Usmani (penulisan teksnya menggunakan Rasm Usmani), 2) Mushaf Al-Qur’an Standar Bahriyah (penulisan teksnya menggunakan Rasm Imlai), dan 3) Mushaf Al-Qur’an Braille (ditulis dengan huruf Braille Arab yang diperuntukkan bagi tunanetra).

Kedua,  Font LPMQ Misbah merupakan font arab yang dikembangkan sesuai dengan Unicode Arabic Script yang mengandung huruf-huruf standar dan diakritik yang lazim dalam abjad dan numeralia Arab. Font ini dibuat dan didedikasikan khusus untuk penulisan Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia sehingga di dalamnya terdapat penyesuaian dan penambahan karakter khas yang hanya ada dalam Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia.

Sumber dan bentuk karakter huruf dan angka arab dalam font LPMQ Misbah berasal dari tulisan tangan kaligrafer H. Isep Misbah, MA yang dikembangkan oleh Tim IT LPMQ.

Ketiga, Terjemahan Al-Qur’an disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama.  Terjemahan Al-Qur’an ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1965 oleh Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen (sekarang: Kementerian) Agama. Pada masa itu, yang menjabat sebagai Menteri Agama adalah K.H. Saefuddin Zuhri.

Perbaikan dan penyempurnaan terhadap terjemahan Al-Qur’an ini pernah beberapa kali dilakukan. Tercatat, pada tahun 1989 telah dilakukan penyempurnaan redaksional yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan bahasa. Namun demikian, aspek substansial hampir tidak mendapat sentuhan perbaikan ketika itu.

Perbaikan dan penyempurnaan yang sifatnya menyeluruh sehingga memakan waktu yang cukup lama dilakukan sejak tahun 1998 hingga 2002. Selama periode itu, terjadi empat kali pergantian kepemimpinan ketua Lajnah mulai dari Drs. H. A. Hafizh Dasuki, MA, Drs. H. Muh. Kailani ER., Drs. H. Abdullah Sukarta, hingga Drs. H. Fadhal AR. Bafadal, M.Sc. Adapun yang menjadi aspek perbaikan dan penyempurnaan adalah aspek bahasa yang perlu disesuai dengan kondisi kekinian, konsistensi pilihan kata atau kalimat, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan transliterasi.

Di tahun 2016 ini, di bawah kepemimpinan Dr. H. Muchlis M. Hanafi, dimulai lagi kegiatan penyempurnaan dan perbaikan terhadap Al-Qur’an dan Terjemahannya ini. Aspek yang menjadi fokus revisi hampir sama dengan perbaikan yang dilakukan sebelumnya, yaitu aspek bahasa, konsistensi pilihan kata, dan substansi.

Keempat, Tafsir Tahlili yang terdapat dalam aplikasi ini bersumber dari Al-Qur’an dan Tafsirnya yang diterbitkan Kementerian Agama. Buku tafsir ini disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama (dulu Departemen Agama).

Pertama kali, tafsir ini disusun pada tahun 1972 oleh tim yang disebut dengan Dewan Penyelenggara Pentafsir Al-Qur’an yang diketuai oleh Prof. R. H. A. Soenarjo, S.H. Pada tahun 1973, ketua tim dipercayakan kepada Prof. Dr. Bustami A. Gani, yang lalu digantikan Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML pada tahun 1980.

Secara bertahap, tafsir ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1975 berupa jilid 1 yang berisi juz 1-3. Jilid-jilid selanjutnya menyusul diterbitkan pada tahun-tahun berikutnya hingga genap 30 juz. Pada tahun 1990 pernah dilakukan perbaikan cukup luas pada tafsir ini, tetapi hanya menyangkut aspek kebahasaan.

Penyempurnaan secara menyeluruh baru dilakukan pada tahun 2003. Penyempurnaan ini meliputi penyesuaian bahasa, substansi—berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, melengkapi hadis dengan rawi dan sanad, penambahan munasabah antar surah dan asbabun nuzul, serta pengkajian ayat-ayat kauniyah bersama tim pakar dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Penyempurnaan ini dilakukan oleh tim yang juga dibentuk Kementerian Agama dan diketuai oleh Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA. Adapun tim dari LIPI diketuai oleh Dr. H. Hery Harjono. Saat ini, dalam edisi cetaknya, Al-Qur’an dan Tafsirnya Kementerian Agama terdiri dari 10 jilid yang masing-masing berisi 3 juz serta satu jilid khusus untuk Mukadimah (Pengantar dan Kajian Ulumul Qur’an).

Kelima,  Tafsir Ringkas Al-Qur’an Al-Karim adalah sebuah buku hasil kajian tafsir yang disusun secara ringkas, singkat, dan padat. Tafsir ini hadir dalam upaya untuk lebih memudahkan umat Islam Indonesia untuk memahami makna dan kandungan Al-Qur’an.

Al-Qur’an dan Terjemahnya dipandang terlalu singkat sehingga dalam beberapa hal belum bisa memberi pengertian yang utuh terhadap suatu ayat, sementara Al-Qur’an dan Tafsirnya dinilai terlalu tebal dan panjang sehingga tidak simpel dan praktis. Tafsir ini disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Agama bekerjasama dengan Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Jakarta diketuai oleh Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA. Pengkajian tafsir ini dilakukan pada tahun 2012 hingga tahun 2016.

"Pada pengembangan Quran Kemenag selanjutnya, akan dimasukkan produk-produk LPMQ lainnya secara bertahap, mengingat banyaknya hasil kajian LPMQ yang dibutuhkan masyarakat," jelas Muchlis.

Beberapa hasil kajian tersebut di antaranya adalah tafsir ilmi yang membincang tentang ayat-ayat kauniyah. Ada juga tafsir tematik yang menawarkan pembahasan tema-tema pokok tentang agama, budaya, sosial dan ekonomi secara mendalam.

Semoga Aplikasi Quran Kemenag ini bermanfaat bagi umat.

sumber : https://kemenag.go.id


Kementerian Agama Siapkan Beasiswa Studi Islam Indonesia untuk Mahasiswa Asing

Diposkan Oleh On December 08, 2018

Kementerian Agama Siapkan Beasiswa Studi Islam Indonesia untuk Mahasiswa Asing
Kementerian Agama menyiapkan beasiswa studi Islam Indonesia untuk mahasiswa asing. Beasiswa akan diberikan kepada mahasiswa asing yang tertarik belajar studi Islam Indonesia, melalui sejumlah Universitas Islam Negeri (UIN), di tahun 2019 mendatang.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin, pada acara The 2nd Islamic Higher Education Professors (IHEP) Summit, di Bandung, (7/12).

Dalam skema full coverage, mahasiswa asing yang berminat dan diterima dalam program ini akan ditempatkan di sejumlah perguruan tinggi negeri di lingkup Kementerian Agama. "Ini adalah salah satu upaya kami menyebarkan ilmu keislaman ke seluruh dunia," katanya.

Melalui program ini, mahasiswa berbagai negara bisa belajar di Perguruan Tinggi Islam Negeri yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dirjen Pendis meminta UIN Jakarta menjadi pilot project program ini dan akan diperluas ke UIN-UIN yang lain di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Kementerian Agama memiliki agenda mengundang 2.000 mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia secara bertahap dalam waktu beberapa tahun berjalan. Namun Kamaruddin belum memberikan kepastian tentang jumlah mahasiswa asing yang akan diberi kesempatan menerima program ini di tahun 2019.

Dikatakan Kamaruddin, sebenarnya program ini telah mulai diuji coba tahun 2018 ini. "Jumlahnya belum signifikan. Namun di tahun mendatang akan diperluas sebaran serta volumenya," imbuhnya.

"Salah satunya adalah UIN Jakarta yang telah menjadi tujuan mahasiswa asing menimba ilmu studi Islam. Namun saat ini masih bersifat swadaya. Diantaranya adalah mahasiswa asal Turki, Philipina, Thailand, dan Jepang," jelasnya.

Kamaruddin Amin menambahkan, penerimaan mahasiswa asing dari berbagai negara memiliki dampak positif bagi dunia pendidikan Islam dan kemanusiaan secara umum. Tahun ini mahasiswa Afganistan merupakan pengisi terbanyak program ini, sehingga diharapkan akan berdampak positif bagi moderasi Islam di negara yang sering dilanda konflik, seperti Afganistan.

Datangnya mahasiswa internasional ke Indonesia, menurut Kamarudin, merupakan kepercayaan sekaligus pengakuan global atas kapasitas akademik yang dimiliki Universitas Islam Negeri di Indonesia. Semua itu harus dibayar dengan metode dan materi pembelajaran yang berkualitas.

Internasionalisasi UIN menurut Kamarudin menjadi momentum pendidikan tinggi Islam Indonesia. "Utamanya untuk menyebar ide dan praktik keislaman yang moderat sebagai aspek penting kehidupan kemanusiaan yang lebih baik," ungkap Kamaruddin.

sumber : https://kemenag.go.id

POS USBN dan POS UN Tahun Pelajaran 2018-2019

Diposkan Oleh On December 04, 2018

pos usbn dan un 2019
Pemerintah kembali akan melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) pada tahun 2019. Sehubungan dengan hal tersebut, melalui surat edaran nomor 0101/SDAR/BSNP/XI/2018 (unduh disini), pada hari Kamis (29/11/2018), BSNP menetapkan POS Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2019. Penetapan POS tersebut dimuat dalam Keputusan BSNP Nomor 0048/P/BSNP/XI/2018 untuk POS USBN dan Nomor 0047/P/BSNP/XI/2018 untuk POS UN.

POS USBN dan UN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN tahun 2019. Secara umum, kebijakan USBN dan UN tahun 2019 tidak jauh berbeda dengan kebijakan tahun 2018. Perbedaan pada jadwal pelaksanaan dan proyeksi jumlah peserta.

“Kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Perbedaan ada pada proyeksi jumlah peserta dan jadwal ujian”, ucap Bambang Suryadi Ketua BSNP.

Terkait dengan soal, tambah Bambang, untuk USBN ada soal Pilihan Ganda (PG) sebanyak 90 persen dan soal uraian sebanyak 10 persen. Masih ada soal dari Pusat sebanyak 20-25 persen. Sisanya, 75-80 persen soal USBN disusun oleh masing-masing guru di satuan pendidikan yang dikonsolidasikan oleh MGMP/KKG/Forum Tutor/Pokja Pondok Pesantren Salafiyah.

Soal UN 100 persen disiapkan oleh Pusat. Semua soal dalam bentuk pilihan ganda, kecuali soal Matematika SMA/MA, SMK/MAK dan Paket C/Ulya yang terdiri atas pilihan ganda dan isian singkat. Demikian juga soal yang berorientasi pada penalaran tingkat tinggi (HOTS), masih diterapkan dalam UN 2019.

“Waktu pelaksanaan UN 2019 sedikit bergeser ke depan dibandingkan tahun 2018. UN tahun 2018 dimulai pada bulan April, sedangkan UN tahun 2019 dimulai pada bulan Maret. Pergeseran ini karena menyesuaikan waktu puasa Ramadhan yang diproyeksikan mulai tanggal 5 Mei 2019”, ujar Ketua BSNP.

UN SMK/MAK tahun 2019 dilaksanakan pada tanggal 25-28 Maret 2019, sedangkan UN SMA/MA pada tanggal 1,2, 4, dan 8 April 2019. UN Program Paket C/Ulya pada tanggal 12-16 April 2019. UN SMP/MTs pada tanggal 22-25 April 2019, sedangakn UN Program Paket B/Wustha pada tanggal 10-13 Mei 2019.

Lebih lanjut Bambang mengatakan bahwa moda pelaksanaan UN 2019 adalah dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sesuai dengan hasil rapat koordinasi dengan Balitbang dan Direktorat terkait di Kemendikbud dan Kementerian Agama, untuk SMA/MA, SMK, dan Paket C ditargetkan 100 persen UNBK. Sedangkan untuk jenjang SMP ditargetken 85 persen UNBK, dan jenjang MTs serta Paket B ditargetkan 100 persen UNBK.

Selain itu, POS UN 2019 juga memuat kebijakan pelaksanaan UN di daerah terdampak gempa, yaitu daerah Lombok dan Sulawesi Tengah. Ada kebijakan khusus untuk pelaksanaan UN di daerah terkena dampak gempa. Secara teknis, Direktorat terkait dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah dan akan terus berkoordinasi dengan daerah terdampak gempa.

Secara terpisah, Kiki Yuliati Sekretaris BSNP mengatakan bahwa POS USBN dan UN telah diedarkan ke Dinas Pendidikan Provinsi, LPMP, Kanwil Kemenag, Balitbang, dan Direktorat terkait di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama. Selanjutnya BSNP bersama Balitbang akan melaksanakan sosialisasi kebijakan USBN dan UN 2019.

Untuk lebih jelasnya mengenai POS USBN dan POS UN dapat diunduh melalui laman berikut.

Unduh File :
Demikian tadi mengenai POS USBN dan POS UN Tahun Pelajaran 2018-2019 yang dapat Guru Madrasah sampaikan. Semoga bermanfaat....

sumber : http://bsnp-indonesia.org/

Kementerian Agama Buka Beasiswa Program Magister Lanjut ke Doktor (PMLD) 2019

Diposkan Oleh On December 03, 2018

beasiswa pmld
Kementerian Agama akan membuka beasiswa Program Magister Lanjut ke Doktor (PMLD) untuk alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Program ini merupakan varian dan inovasi dari program 5000 Doktor dalam negeri dengan skema akselerasi S2 langsung S3 dalam satu waktu.

Direktur Pendidikan Tinggi Islam Arskal Salim GP mengatakan, jumlah dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang bergelar Doktor masih minim. Untuk mengurangi kesenjangan SDM lulusan S3, perlu terobosan Program 5000 Doktor dengan memberikan beasiswa dalam bentuk lain.

“Pengelolaan beasiswa 5000 Doktor Dalam Negeri sudah memasuki fase tahun keempat dan jumlah lulusan belum sesuai target karena banyak yang tidak selesai tepat waktu, tiga tahun. Untuk itu, sudah seharusnya melakukan perubahan dan terobosan dengan lebih menekankan kepada aspek kualitas program, baik input penerima beasiswa dan juga mitra Perguruan Tinggi dengan akreditasi A,” ungkapnya di Jakarta,  Rabu (28/11).

Kasubdit Ketenagaan Ahmad Syafi’i menambahkan bahwa program ini ingin menghasilkan Doktor Unggulan Ahli Studi Islam berusia muda. Mereka akan diproyeksikan menjadi calon dosen untuk memperkuat Sumber Daya Manusia PTKI dan Kementerian Agama.

“Program PMLD menargetkan lulusan fresh graduate berumur maksimal 25 tahun dengan IPK minimal 3.5 atau Jayyid Jiddan bagi lulusan PT luar negeri. Waktu penyelesaian studi selama 4,5 tahun menggunakan skema menyelesaikan S2/master dengan mendapatkan ijazah S2, lalu akselerasi ke jenjang doktor/S3,” ungkapnya.

Adib Abdushomad, alumni S3 Flinders University Australia selaku leading sector program menyampaikan bahwa pada angkatan awal (2018), program ini menargetkan 40 peserta yang akan diberi beasiswa PMLD, yaitu 20 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan 20 di UIN Sunan Kalijaga. Pendaftaran dimulai dari 3 - 15 Desember 2018.

Beasiswa PMLD untuk Lulusan Si PTKI (Full Scolarship)

Beasiswa PMLD merupakan varian baru dari Program Beasiswa 5000 Doktor yang diselenggarakan guna menyiapkan sumber daya manusia unggul berkualifikasi doktor untuk diproyeksikan sebagai dosen, peneliti, dan keahlian lain yang dibutuhkan oleh Kementerian Agama di bidang Islamic Studies. Bedanya untuk Program 5000 Doktor ditujukan bagi mereka yang sudah berstatus dosen, sedangkan untuk PMLD ditujukan bagi sarjana baru alumni S1 PTKI yang belum menjadi dosen.

KUOTA BEASISWA: 40 orang

PILIHAN PERGURUAN TINGGI:
1. Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2. Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

CAKUPAN BEASISWA:
Peserta yang terpilih mengikuti Program Magister Lanjut ke Doktor akan mendapatkan beasiswa dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, meliputi:
1. Biaya pendidikan: pendaftaran, perkuliahan, pengembangan akademik, dan ujian-ujian
2. Biaya hidup: kebutuhan harian, bantuan tempat tinggal, bantuan sumber belajar, bantuan penelitian, serta bantuan biaya publikasi ilmiah.

PERSYARATAN:
1. Merupakan lulusan Sarjana dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam atau luar negeri.
2. Berusia di bawah 25 tahun pada tanggal 1 Desember 2018.
3. Tidak sedang dalam status menikah.
4. Mendapatkan izin dari atasan bagi yang bekerja atau izin dari orangtua bagi peserta perempuan.
5. Sehat jasmani dan rohani. Selain itu sanggup menyelesaikan perkuliahan sampai tuntas dan tepat waktu.
6. Memiliki IPK jenjang Sarjana minimum 3.5 pada skala 4.
7. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan/atau bahasa Arab yang baik.
8. Menyerahkan proposal penelitian tesis.
9. Mengikuti proses seleksi.

MEKANISME KEPESERTAAN PMLD:
1. Peserta mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam, u.p. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut:
a) Salinan ijazah sarjana (S-1) dari program studi terakreditasi minimal B yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang dan diakui oleh perguruan tinggi penyelenggara PMLD;
b) Salinan transkip nilai dengan IPK minimal 3.5 pada skala 4 atau dengan kualifikasi Jayyid Jiddan bagi lulusan Perguruan Tinggi luar negeri;
c) Pas foto berwarna ukuran 3×4 dan 2×3 masing-masing 2 lembar;
d) Salinan KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku (kelahiran tidak boleh lebih tua dari tanggal 30 November 1993);
e) Daftar riwayat hidup termasuk daftar publikasi karya ilmiah;
f) Surat Pernyataan kesanggupan mengikuti program sampai selesai (4,5 tahun plus 2 bulan persiapan) di atas meterai;
g) Sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL skor minimum 450 atau IELTS dengan skor minimum 5.0) dan/atau sertifikat kemampuan bahasa Arab (TOAFL dengan skor minimum 430) yang masih berlaku dari lembaga terakreditasi atau berbasis universitas;
h) Proposal Tesis minimum 10 halaman, font Times New Roman, ukuran 12, spasi 1,5 dan kertas A4.
2. Mengunggah Surat Permohonan dan seluruh dokumen yang dipersyaratkan secara online melalui website (laman) salah satu dari dua perguruan tinggi mitra, yaitu Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta atau UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dokumen berbentuk file dalam format pdf dengan kapasitas 600 KB untuk setiap dokumen.
3. Dinyatakan lulus seleksi administrasi.
4. Bagi yang lulus seleksi administrasi harus mengikuti seleksi masuk baik ujian tulis maupun wawancara pada tanggal dan tempat yang telah ditetapkan. Materi ujian meliputi:
a. Bahasa Arab dan Inggris
b. Wawasan kebangsaan dan bidang ilmu yang diminati
c. Tes Potensi Akademik
d. Psikotest
5. Calon yang dinyatakan lulus seleksi masuk harus melakukan pendaftaran ulang di kampus penyelenggara pada waktu yang ditetapkan.
6. Mengikuti orientasi studi yang dilakukan oleh perguruan tinggi penyelenggara
selama sekitar dua bulan.

CARA MENDAFTAR:
Untuk mendaftar Beasiswa PMLD, pelamar dapat mendaftar secara online melalui website masing-masing perguruan tinggi penyelenggara, sebagai berikut:
– Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: http://graduate.uinjkt.ac.id/
– Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: http://pps.uin-suka.ac.id/id/
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 3 sampai dengan 15 Desember 2018. Pastikan sebelum mendaftar, anda membaca sumber resminya pada link berikut: PENGUMUMAN BEASISWA PROGRAM MAGISTER LANJUT DOKTOR.

Apabila ada yang ingin ditanyakan mengenai Beasiswa PMLD, dapat menghubungi kontak berikut:
Instagram: @pendiskemenag
Website Resmi: http://diktis.kemenag.go.id

Untuk persyaratan lebih lengkap bisa cek pada: http://diktis.kemenag.go.id/NEW/file/dokumen


sumber : 
https://kemenag.go.id
https://indbeasiswa.com/2018/11/beasiswa-pmld-program-magister-doktor.html

Juknis Emis Manajemen Ujian Nasional (E-Manja) Tahun 2019

Diposkan Oleh On November 29, 2018

e-manja 2019
Pendataan peserta Ujian Nasional masih tetap menggunakan data EMIS dengan format file .ez . Yang menjadi masalah bagi para operator pendataan melalui EMIS Madrasah adalah sangat sulit untuk diakses terkendala penjadwalan, server yang sering bermasalah dan lemot serta berbagai kendala lain yang dialami oleh para operator, sedangkan para operator madrasah dikejar-kejar oleh jadwal pendaftaran CAPESUN semakin dekat.

Berkaca dari masalah tersebut diatas, maka Tim Emis Pusat mencari solusi dengan meluncurkan aplikasi baru terkait penangganan Pendataan Siswa Calon Peserta UN 2019 hingga menghasilkan file Capesun dengan format Ez.

Diharapkan dengan hadirnya aplikasi Emis Manajemen Ujian Nasional (E-Manja), madrasah dapat kembali mengerjakan dan mempersiapkan data calon peserta Ujian Nasional Tahun 2019.

Adapun alasan EMIS-Manajemen Ujian Nasional ini diluncurkan adalah :
  1. Menunjang Aplikasi Pendataan EMIS
  2. Memfasilitasi Madrasah mendaftarkan Siswa yag terdapat dalam database EMIS dalam Ujian Nasional
Tujuan :
  1. Memfokuskan Madrasah dalam mengerjakan dan menyesaikan CAPESUN
  2. Mendownload/unduh File .ez yang akan diupload di website BIOUN
Adapun sumber data yang digunakan Data Referensi Siswa EMIS dan data inputan yang sudah terekam dalam database EMIS.

Cara Pengerjaan EMIS-Manajemen Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019

Link alternatif
* User & Pass, sama dengan User & Pass masing-masing lembaga Untuk Login EMIS.
  • Isi Informasi terkait administrasi persuratan.
  • Mengunduh template yang tersedia
  • Melengkapi data template yang di download
  • Unggah/Upload template yang sudah di lengkapi datanya
  • Unduh/download .ez
  • Unduh/download Berita Acara
Demikan sekilas info mengenai hal-hal yang harus dikerjakan di aplikasi EMIS-Manajemen Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2018/2019. dan untuk mempermudah para operator madrasah dalam pengerjaan EMIS-Manajemen Ujian Nasional 2019, berikut kami sampaikan juga Juknis pengerjaan aplikasi tersebut yang bisa rekan-rekan operator unduh melalui tautan link berikut ini.

Download File:
Juknis EMIS-Manajemen Ujian Nasional 2019
Demikian yang dapat admin share pada kesempatan ini melalui artikel dengan judul  Juknis Emis Manajemen Ujian Nasional (E-Manja). Semoga bermanfaat buat rekan-rekan operator Madrasah dan salam semangat selalu...
Update :
Terkait kode ada beberapa info susulan :
1= KTSP 2006, 2=Kurikulum 2013
KTSP 2006=1,Kurikulum 2013=2

tuna_netra='A', tuna_rungu= 'B', tuna_grahita= 'C', tuna_daksa= 'D', tuna_laras= 'E' , sulit_belajar= 'K' , bakat_luar_biasa= 'J'

agama 'Islam' =  'A'
agama 'Kristen' = 'C'
agama 'Katholik' =  'B'
agama 'Hindu' = 'E'
agama 'Budha' = 'D'
agama 'Konghucu' ='G'

Kisi-Kisi USBN dan UN Tahun 2019 Lengkap Semua Jenjang

Diposkan Oleh On November 28, 2018

Kisi-Kisi USBN dan UN Tahun 2019 Lengkap Semua Jenjang
Pada hari Selasa yang lalu, tepatnya tanggal  27 November 2018, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) merilis Kisi-Kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun 2019. Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan BSNP Nomor Nomor 0296/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi UN dan Nomor 0297/SKEP/BSNP/XI/2018 untuk Kisi-Kisi USBN.

Fungsi Kisi-kisi tersebut adalah sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal ujian, baik soal USBN maupun soal UN. Kisi-kisi disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.

Menurut Bambang Suryadi Ketua BSNP, kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Perbedaan ada pada jumlah peserta dan jadwal ujian.

“Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda sebanyak 90 persen dan soal esai sebanyak 10 persen. Masih ada soal dari Pusat sebanyak 20-25 persen untuk USBN, sedangkan untuk soal UN, 100 persen disiapkan oleh Pusat”, ucapnya seraya menambahkan penerapan soal yang berorientasi pada penalaran atau Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Kisi-kisi  USBN dan UN  dapat diunduh di laman:
Dengan adanya kisi-kisi USBN dan UN ini, diharapkan para guru di masing-masing satuan pendidikan dapat melakukan perencanaan ketuntasan pembelajaran untuk persiapan ujian. Terkait dengan pelaksanaan USBN dan UN, BSNP akan segera merilis POS USBN dan UN dalam waktu dekat ini, dengan mempertimbangkan masukan dari direktorat terkait. POS tersebut  merupakan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN.

sumber : http://bsnp-indonesia.org

Inilah Panduan Fitur Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS di Simpatika

Diposkan Oleh On November 28, 2018

Simpatika telah menyediakan fitur Ajuan Tunjangan Insentif yang diberikan kepada guru bukan PNS yang bertugas pada madrasah.

ajuan gbpns simpatika



















Berikut kriteria guru madrasah yang dapat mengajukan tunjangan insentif GBPNS :
  1. Aktif mengajar di RA/MI/MTs/MA dan terdaftar di Simpatika;
  2. Belum lulus sertifikasi;
  3. Memiliki NPK dan/atau NUPTK;
  4. Aktif sebagai guru pada Satminkal Kementerian Agama selama 2 tahun berturut-turut;
  5. Memenuhi kualifikasi akademik S1/D4;
  6. Bertugas pada madrasah yang memiliki ijin operasional dari Kementerian Agama;
  7. Bukan penerima bantuan sejenis yang bersumber dari DIPA Kementerian Agama;
  8. Belum memasuki usia pensiun;
  9. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain Madrasah Kementerian Agama;
  10. Tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif atau legislatif.
Bagi PTK yang memenuhi syarat, silakan ikuti langkah-langkah berikut untuk dapat mengajukan tunjangan insentif GBPNS melalui akun Simpatika masing-masing :

  1. Login sebagai PTK pada layanan https://simpatika.kemenag.go.id/  LOGIN PTK-ADMIN
    LOGIN PTK
  2. Pada laman akun layanan, pilih layanan SIMPATIKA PTK.
  3. Selanjutnya pada beranda PTK, akses fitur Tunjangan Insentif GBPNS
    klik tunjangan intensif
  4. Pada laman Ajuan Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS, klik tombol AJUKAN.
    kilik ajukan
     
  5. Pada kotak dialog, harap lengkapi formulir isian data rekening bank yang telah disediakan. Jika telah sesuai klik SIMPAN.
    simpan
  6. Klik tombol Cetak Surat Ajuan pada kotak dialog konfirmasi yang muncul. klik-cetak-surat-ajuan
    cetak surat ajuan
  7. Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS Anda Telah tersimpan, Silakan Cetak Surat Ajuan tersebut dan serahkan Surat Ajuan beserta lampiran dokumen pendukung kepada Kantor Kemenag Kota/Kab setempat untuk diverifikasi. Berikut contoh hasil cetak surat ajuan tersebut. s39a
    S39a
  8. Untuk memeriksa kembali data ajuan Anda, silakan klik tombol Periksa Ajuan.
    periksa ajuan
  9. Sistem akan menampilkan kotak dialog informasi data ajuan Anda, klik tombol Cetak Ulang Ajuan untuk mencetak ulang surat ajuan Anda.
    cetak ulang ajuan
  10. Sedangkan untuk memperbaiki data ajuan, silakan batalkan dahulu ajuan Anda (selama belum disetujui oleh admin Kemenag Kota/Kab), pada laman Ajuan Tunjangan Insentif, klik tombol Batalkan Ajuan dan ulangi ke-5 diatas dengan mengisikan data yang sesuai.
    batalkan ajuan
  11. Silakan tunggu persetujuan / proses verifikasi oleh admin Kemenag Kota/Kab setempat. Berikut contoh status ajuan PTK yang telah diverifikasi oleh admin Kemenag Kota/Kab setempat.
    verval kabupaten

Bagi PTK bukan PNS yang belum memenui syarat ajuan intensif GBPNS, saat akses fitur Tunjangan Insentif GBPNS, sistem akan memberikan informasi syarat ajuan yang belum terpenuhi seperti pada gambar dibawah ini :
memenuhi syarat tunjangan gbpns



















Demikian tadi mengenai Panduan Fitur Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS di Simpatika. Semoga bermanfaat.

sumber : https://simpatika.kemenag.go.id/

Kemenag Umumkan Pemenang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi 2018

Diposkan Oleh On November 27, 2018

anugerah guru berprestasi 2018Kementerian Agama mengumumkan para pemenang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Berprestasi 2018.

Anugerah GTK Madrasah Berprestasi tersebut diserahkan oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Suyitno, dan Direktur KSKK A.Umar.

Penyerahan anugerah yang bertepatan dengan Hari Guru Nasional 2018 ini digelar di Dyandra Covention Hall, Surabaya, Minggu (25/11) malam.

Menag dalam sambutannya mengatakan bahwa tugas mendidik sangat mulia. Sebab, peradaban bangsa manapun terbentuk berkat adanya para guru yang tak henti mentransmisikan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya.

Guru mengemban amanah, fungsi dan kehormatan untuk mendidik anak-anak, sekaligus menjadi teladan menata peradaban.

"Mari kita senantiasa menjaga rasa cinta kepada diri. Hanya dengan cinta, kita bisa mendidik anak-anak, tidak dengan amarah dan murka," kata Menag.

"Saya berharap, pola pendidikan kita bisa diperluas kepada ukuran kebajikan ahklak, tidak kognisi belaka, namun juga sikap. Akhlak itu yang penting. Agama hakikatnya perilaku dan kebajikan kepada sesama," sambungnya.

Berikut Peraih Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi 2018.

Kategori Guru Raudlatul Athfal

1. Juara I, Istikomah, RA Muslimat NU Masyithoh 07 Pabean, Jawa Tengah
2. Juara II, Maryatun, RA An Nahl Jakarta Barat, DKI Jakarta
3. Juara III, Salsiyah, RA Alhusna, DI Yogyakarta
4. Juara Harapan I, Juairiah, RA Fathun Qarib Kota Banda Aceh
5. Juara Haran II, Irma Suryani, RA Nurul Huda NW Narmada, Nusa Tenggara Barat

Kategori Guru Madrasah Ibtidaiyah

1. Juara I, Alpirudiwan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Kota Padang, Sumatera
Barat
2. Juara II, Supriyadi, MI Muhammadiyah Karanganyar, Jawa Tengah
3. Juara III, Suhelli, MIN 6 Banda Aceh Aceh/NAD
4. Harapan I, Pahriati, MIN 1 Kapuas, Kalimantan Tengah
5. Harapan II, Rokhman, MIN 4 Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Kategori Guru Madrasah Tsanawiyah

1. Juara I Muhammad Hatta, MTsN 38 Jakarta Utara, DKI Jakarta
2. Juara II, Ely Widayati, MTs Negeri 2 Bantul DI Yogyakarta
3. Juara III, Kristini, MTs Negeri 1 Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah
4. Harapan I, Luluk Hariroh, MTsN 1 Kota Malang Jawa Timur
5. Harapan II, Kasmiatang, MTsN 2 Maros Sulawesi Selatan

Kategori Guru Madrasah Aliyah

1. Juara I, Nurchaili, MAN 4 Aceh Besar Aceh/NAD
2. Juara II, Resmaleni, MAN 2 Kota Serang Banten
3. Juara III, Miftakul Fikri, MAN Manokwari Papua Barat
4. Harapan I, Lidia Mubarrak, MAN 1 Kuantan Sengingi Riau
5. Harapan II, Latipah Hanum Lubis, MAN 2 Kota Jambi Jambi

Kategori Kepala Raudlatul Athfal

1. Juara I, Siti Maisaroh, RA Ulul Albab Jawa Timur
2. Juara II, Dessy Lisnayanti, RA Zidni 'Ilma Jawa Tengah
3. Juara III, Mastiti Subur, RA Harapan Bangsa DI Yogyakarta
4. Harapan I, Siti Husnah, RA Al-Ikhlas Bali
5. Harapan II, Sri Andayani, RA Uswatun Hasanah DKI Jakarta

Kategori Kepala Madrasah Ibtidaiyah

1. Juara I, Zulfikah Nur, MIN 1 Takalar Sulawesi Selatan
2. Juara II, Hj. Haniah Mase, MIN 14 Al-Azhar Asy Syarif Indonesia DKI Jakarta
3. Juara III, Juli Iswanto, MIS Al Washliyah Sumatera Utara
4. Harapan I, Kasmad Rifangi, MI Ma'arif Sendang D.I Yogyakarta
5. Harapan II, Hj. Ummiyani, MIN 9 Kota Banda Aceh Aceh/NAD

Kategori Kepala Madrasah Tsanawiyah

1. Juara I, Mappataliang, MTsN 2 Kendari Sulawesi Tenggara
2. Juara II, Abdul Hadi, MTsN 4 Banjarmasin Kalimantan Selatan
3. Juara III, Etyk Nurhayati, MTs Negeri 5 Sleman DI.Yogyakarta
4. Harapan I, Abdul Hafid H, MTsN Pangkep Sulawesi Selatan
5. Harapan II, Rus'ansyah, MTs An Nur Kalimantan Tengah

Kategori Kepala Madrasah Aliyah

1. Juara I, Mariani, MAN 1 Aceh Tengah Aceh/NAD
2. Juara II, Wiranto Prasetyahadi, MAN 1 Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta
3. Juara III, H. Lalu Syauki MAN 2 Mataram Nusa Tenggara Barat
4. Harapan I, Antoni Iswantoro, MAN 1 Metro Lampung
5. Harapan II, Sriyadi, MAN Kapuas Kalimantan Tengah

Kategori Pustakawan Madrasah

1. Juara I, Nuzul Hidayah Yuningsih, MAN 3 Sleman DI Yogyakarta
2. Juara II, Lely Kurniawati, MTs NU Trate Jawa Timur
3. Juara III, Mariaton, MTsN Model Banda Aceh 1 Aceh/NAD
4. Harapan I, Khustaniah, MTs Negeri 2 Mataram Nusa Tenggara Barat
5. Harapan II, Tina Marlinda, Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Bandar Lampung

Kategori Laboran Madrasah

1. Juara I, Nurmahni Harahap, MTsN 1 Banda Aceh Aceh/NAD
2. Juara II, Sutrisno, Thoriqotul Ulum Jawa Tengah
3. Juara III, Nita Rachmawati, MAN Buleleng Bali
4. Harapan I, Siti Suwarni, MTs N 5 Sleman DI Yogyakarta
5. Harapan II, Safrawita, MAN Tanjungpinang Kepulauan Riau

Kategori Pengawas Madrasah 

1. Juara I, Idi Joko Sudono, Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Jawa Tengah
2. Juara II, Rokhman, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang
Lampung
3. Juara III, Yurhadi Ghani, Kemenag Kabupaten Tangerang Banten
4. Harapan I, Ahmad Ikmal, Kankemenag Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara
Barat
5. Harapan II, Widad Arifin, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

sumber : https://kemenag.go.id

Modul Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (PPKPNS)

Diposkan Oleh On November 25, 2018

modul ppkpns
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian mengamanatkan bahwa untuk mewujudkan penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan diperlukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang profesional, bertanggung jawab, jujur dan adil melalui pembinaan yang dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititik beratkan pada sistem prestasi kerja. Selanjutnya untuk menjamin obyektifitas dalam mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkat diadakan penilaian prestasi kerja.

Inilah 35 PTKI Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru Madrasah Tahun 2018

Diposkan Oleh On November 25, 2018

ppg madrasah 2018
Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah akan menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Madrasah tahun 2018. Pelaksanaan PPG akan digelar pada 27 November - 2 Desember 2018 di seluruh Indonesia.

Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, Kemenag melibatkan 35 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk menjadi penyelenggara PPG dalam jabatan. Kasubdit Bina GTK MI-MTs Kidup Supriyadi, mengatakan penunjukan PTKI berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 606 tahun 2018 PTKI tentang Penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan.

"Saat ini sejumlah persiapan sudah dilakukan termasuk digitalisasi soal seleksi akademik dan penetapan juknisnya," jelas Kidup, di Bandar Lampung, seperti dikutip dari website resmi Kementerian Agama, Rabu (14/11).

Pada kesempatan tersebut, Direktorat GTK mengundang Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia. Dalam kegiatan bertajuk Koordinasi Pelaksanaan Seleksi Akademik PPG 2018 ini, dibahas seluruh kebijakan strategis dan teknis terkait PPG dalam jabatan 2018.

Kidup mengatakan perlu adanya harmonisasi kebijakan pelaksanaan program PPG. "PPG merupakan kegiatan vertikal, sehingga perlu kordinasi antara panitia pusat dan panitia yang ada di Kanwil Kemenag," terangnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kepala Seksi Bina Guru MI/MTs Mustofa Fahmi, mengatakan seleksi Akademik PPG dalam jabatan tahun 2018 akan diikuti oleh 22.240 peserta.

Dari jumlah peserta yang ikut seleksi akan dipilih 7000 guru madrasah yang berhak ikut PPG dalam jabatan. "Mata Pelajaran Agama sebanyak 6.060 guru dan Mata Pelajaran Umum 940 guru," terang Fahmi.

Dikatakan Fahmi, semua calon peserta yang lulus seleksi, sebelum namanya dikeluarkan di SK, akan menandatangani pakta integritas perihal kesanggupannya menyelesaikan proses PPG.

“Jika seandainya sewaktu pelaksanaan PPG, berhalangan untuk menyelesaikannya, maka secara otomatis akan dibatalkan," sambung Fahmi.

Berikut 35 PTKI penyelenggara PPG dalam jabatan :

1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
2. UIN Imam Bonjol Padang;
3. UIN ar-Raniry Banda Aceh;
4. UIN Sulthon Syarif Kasim Riau;
5. UIN Sunan Gunung Jati Bandung;
6. UIN Maulana Hasanuddin Banten;
7. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;
8. UIN Raden Fatah Palembang;
9. UIN Raden Intan Lampung;
10. UIN Sultan Thoha Saifuddin Jambi;
11. UIN Walisongo Semarang;
12. UIN Medan Sumatra Utara;
13. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang;
14. UIN Sunan Ampel Surabaya;
15. UIN Alauddin Makasar;
16. UIN Mataram;
17. UIN Antasari Banjarmasin;
18. IAIN Surakarta;
19. IAIN Salatiga;
20. IAIN Purwokerto;
21. IAIN Batusangkar;
22. IAIN Bengkulu;
23. IAIN Samarinda;
24. IAIN Jember;
25. IAIN Tulungagung;
26. IAIN Ponorogo;
27. IAIN Gorontalo;
28. IAIN Cirebon;
29. IAIN Bukittinggi;
30. IAIN Padang Sidempuan;
31. IAIN Metro Lampung;
32. IAIN Palopo;
33. IAIN Ambon;
34. IAIN Palu;
35. IAIN Palangkaraya

sumber : https://kemenag.go.id

Surat Edaran dan Pedoman Hari Guru Nasional Tahun 2018

Diposkan Oleh On November 21, 2018

Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah.

Di Indonesia Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November. Hal itu ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Selain itu, tanggal 25 November 1945 juga ditetapkan sebagai hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sejarah Hari Guru

Pada awalnya organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah. Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda, mereka umumnya bertugas di sekolah desa dan sekolah rakyat angka dua.

Tidak mudah bagi PGHB memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Sejalan dengan keadaan itu, di samping PGHB berkembang pula organisasi guru baru antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), disamping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi terhadap pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah kepala HIS yang dulu selalu dijabat oleh orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kemerdekaan. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka”.

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.

Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 - seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.

Dengan semangat pekik “merdeka” bertalu-talu, di tengah bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan:
  1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
  2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
  3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.
Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Maka, sebagai penghormatan kepada para guru, pemerintah menetapkan hari lahir PGRI tersebut sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati setiap tahun.

Tema Hari Guru 2018

Di tahun 2018, tema hari guru nasional adalah "Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad ke 21"

Logo Hari Guru 2018

logo hari guru nasional 2018

Panduan Upacara Hari Guru 2018 di Sekolah

Pelaksanaan

  1. Tempat upacara di halaman sekolah atau tempat lain yang ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah
  2. Pembina upacara kepala sekolah
  3. Waktu upacara jam masuk sekolah
  4. Peserta upacara guru, peserta didik, dan pegawai di lingkungan sekolah.
  5. Pakaian upacara (guru menggunakan seragam guru, siswa menggunakan seragam sekolah, tenaga kependidikan menggunakan seragam korpri)

Susuna Acara

  1. Pembina upacara memasuki lapangan upacara
  2. Penghormatan kepada pembina upacara, dipimpin oleh pemimpin upacara
  3. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara.
  4. Pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya
  5. Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara.
  6. Pembacaan Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara.
  7. Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  8. Pemberian penghargaan-penghargaan (jika ada)
  9. Menyanyikan Hymne Guru
  10. Amanat pembina upacara (membacakan sambutan menteri pendidikan dan kebudyaan)
  11. Menyanyikan lagu "Terima kasih Guruku"
  12. Pembacaan doa
  13. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara
  14. Penghormatan kepada pembina upacara dipimpin oleh pemimpin upacara
  15. Pembina upacara meninggalkan tempat upacara
  16. Upacara selesai, barisan dibubarkan.
Untuk lebih jelasnya mengenai Surat Edaran dan Pedoman Hari Guru Nasional Tahun 2018 ini bisa Anda download surat edaran dan pedoman pelaksanaan Hari Guru Nasional 2018 pada link yang kami sediakan dibawh ini.

Unduh File:
Demikian informasi mengenai Surat Edaran dan Pedoman Hari Guru Nasional Tahun 2018. Semoga bermanfaat...

Revisi Jadwal Simulasi UNBK SD, SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2018-2019

Diposkan Oleh On November 19, 2018

revisi jadwal unbk pertama
Pada artikel atau postingan sebelumnya, Blog Guru Madrasah telah memberikan informasi tentang Jadwal Simulasi UNBK Tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada bulan Desember 2018 dan Januari 2019 yang bisa dilihat DISINI.

Namun saat ini, sesuai yang disampaikan di website resmi dalam pendataan Ujian Nasional di https://unbk.kemdikbud.go.id/, maka pelaksanaan Simulasi pada Bulan Desember atau simulasi pertama mengalami revisi.

Seperti yang bisa anda lihat pada gambar di bawah postingan, di situ tertera mengenai waktu pelaksanaan simulasi pada bulan desember.

Silahkan anda baca baik-baik jadwal tersebut, supaya sekolah/madrasah anda tidak ketinggalan waktu dalam persiapan simulasi.
  • Biodata Peserta diambil dari bioun.
  • Setiap satuan pendidikan hanya dapat memilih satu periode saja.
  • Pelaksanaan simulasi SERENTAK untuk semua jenjang pendidikan.
  • Setiap satuan pendidikan tidak harus melaksanakan simulasi selama 4 hari, boleh kurang dari 4 hari.
  • Mata Pelajaran yang disimulasi 4 mata pelajaran Ujian Nasional. Setiap peserta didik tidak harus mengikuti 4 mata ujian, boleh memilih kurang dari 4 mata ujian.
  • Guru mata pelajaran dapat mengikuti simulasi ini (mekanisme pendaftaran khusus guru akan disampaikan kemudian).
  • Jadwal simulasi untuk setiap mata ujian diatur sendiri oleh satuan pendidikan. Dalam satu hari dapat dilaksanakan lebih dari satu mata ujian, tetapi setiap peserta didik dalam satu hari hanya dapat mengikuti 1 mata ujian.
  • Setiap server tidak dapat dipakai untuk dua jenjang atau lebih dalam satu periode simulasi.
Untuk lebih jelasnya mengani Revisi Jadwal Simulasi UNBK SD, SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2018-2019, silahkan Anda lihat tabel atau gambar di bawah ini:

jadwal revisi unbk
jadwal revisi unbk
jadwal revisi unbk

Demikianlah informasi mengenai Revisi Jadwal Simulasi Pertama UNBK SD, SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2018-2019 yang bisa kami sampaikan kepada anda semuanya. Semoga bermanfaat

Buku Pedoman Diklat Calon Pengawas Sekolah Edisi Tahun 2018

Diposkan Oleh On November 18, 2018

Buku Pedoman Diklat Calon Pengawas Sekolah Edisi Tahun 2018
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan sebagai instansi Pembina menerbitkan “Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Calon Pengawas Sekolah Edisi 2018 ” sebagai implementasi dari Peraturan Dirjen GTK Nomor 24907/B.B13/HK/2018 tentang Petunjuk Teknis Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Calon Pengawas Sekolah dan Petunjuk Teknis Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Pengawas Sekolah.

Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Calon Pengawas Sekolah Versi Edisi Tahun 2018 ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, Pengawas Sekolah, dan para pemangku kepentingan pendidikan lainnya dalam melakukan rekrutmen, seleksi, dan pengangkatan calon pengawas sekolah

Berdasarkan Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Calon Pengawas Sekolah Versi Edisi Tahun 2018, Penyiapan Calon pengawas Sekolah dilaksanakan melalui tahap proyeksi kebutuhan dan seleksi, pendidikan dan pelatihan, dan pengangkatan pengawas sekolah. Penyiapan Calon Pengawas Sekolah dilakukan berdasarkan data proyeksi kebutuhan Pengawas Sekolah dalam 5 (lima) tahun ke depan. Proses seleksi Calon Pengawas Sekolah meliputi seleksi administrasi dan seleksi substansi. Seleksi administrasi bertujuan untuk mengetahui kelengkapan persyaratan administrasi Calon Pengawas Sekolah. Sedangkan seleksi substansi bertujuan untuk mengetahui potensi bidang pengawasan yang dimiliki Calon Pengawas Sekolah. Seleksi substansi diikuti oleh calon Pengawas Sekolah yang telah memenuhi persyaratan administrasi.

Peserta yang telah lulus seleksi substansi dapat mengikuti Diklat Fungsional Calon Pengawas Sekolah selama 171 Jam Pelajaran (JP) dengan pola sebagai beirkut.
1. On the Job Training I (OJT I) sejumlah 25 JP
2. In Service Training (IST) sejumlah 71 JP
3. On the Job Training II (OJT II) sejumlah 75 JP

Diklat Fungsional Calon Pengawas Sekolah diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) dan dapat bekerjasama dengan lembaga/instansi penyelenggara pendidikan dan pelatihan (LPD) yang telah mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal. LPPKS melakukan supervisi terhadap penyelenggaraan Diklat Fungsional Calon Pengawas Sekolah dan Diklat Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah yang dilaksanakan oleh LPD.

Bagi peserta Diklat Fungsional Calon Pengawas Sekolah yang dinyatakan lulus diberikan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal, selanjutnya digunakan untuk memenuhi persyaratan pengangkatan dalam jabatan fungsional Pengawas Sekolah.

Selengakpnya silahkan unduh  Buku Pedoman Diklat Calon Pengawas Sekolah Edisi Tahun 2018 pada link yang kami sediakan berikut ini.

Unduh File:
Buku Pedoman Diklat Calon Pengawas Sekolah Edisi Tahun 2018
Demikian informasi tentang Buku Pedoman Diklat Calon Pengawas Sekolah Edisi Tahun 2018, Semga bermanfaat, terima kasih.

Pemerintah Tetapkan Cuti Bersama dan Hari Libur Nasional Tahun 2019

Diposkan Oleh On November 17, 2018

Setelah melalui serangkaian proses pembahasan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Pemerintah menerbitkan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2019.
Cuti Bersama dan Hari Libur Nasional Tahun 2019

Keputusan Bersama ini ditandatangani oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin.

Penerbitan Keputusan Bersama tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2019 adalah dalam rangka efisiensi dan efektivitas hari kerja serta memberi pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta dalam melaksanakan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019.

Unit kerja/satuan organisasi/lembaga/perusahaan yang berfungsi memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di tingkat pusat dan/atau daerah yang mencakup kepentingan masyarakat luas, seperti rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, lembaga yang memberikan pelayanan telekomunikasi, listrik, air minum, pemadam kebakaran, keamanan dan ketertiban, perbankan, perhubungan dan unit kerja/satuan organisasi/Lembaga/perusahaan lain yang sejenis, agar mengatur penugasan pegawai/karyawan/pekerja pada hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2019 sebagaimana diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pelaksanaan cuti bersama akan mengurangi hak cuti tahunan pegawai/karyawan/pekerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku pada setiap unit kerja/satuan organisasi/Lembaga/perusahaan. Pelaksanaan cuti bersama bagi PNS dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan. Pelaksanaan Cuti bersama bagi Lembaga/instansi swasta diatur oleh pimpinan masing-masing. Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan, 2 November 2018.

Jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2019 yaitu sebanyak 20 hari, dengan rincian Hari Libur Nasional sebanyak 16 hari dan cuti bersama sebanyak 4 hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah dan Hari Raya Natal.

Berikut ini adalah rincian Cuti Bersama dan Hari Libur Nasional Tahun 2019 Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia :

Daftar Hari Libur Nasional Tahun 2019
1 Januari 2019 : Tahun Baru 2019
5 Pebruari 2019 : Tahun Baru Imlek
7 Maret 2019 : Hari Raya Nyepi
3 April 2019 : Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
19 April 2019 : Wafat Isa Al Masih
1 Mei 2019 : Hari Buruh Internasional
19 Mei 2019 : Hari Raya Waisak
30 Mei 2019 : Kenaikan Isa Al Masih
1 Juni 2019 : Hari Lahirnya Pancasila
5-6 Juni 2019 : Hari Raya Idul Fitri
11 Agustus 2019 : Hari Raya Idul Adha
17 Agustus 2019 : Hari Kemerdekaan Indonesia
1 September 2019 : Tahun Baru Hijriah
9 Nopember 2019 : Maulid Nabi Muhammad SAW
25 Desember 2019 : Hari Raya Natal

Daftar Hari Cuti Bersama Tahun 2019
3, 4, dan 7 Juni 2019 : Hari Raya Idul Fitri
24 Desember 2019 : Hari Raya Natal

    Download SKB Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2019

    Selengkapnya mengenai Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2019 ini silahkan Anda unduh pada link yang kami sediakan dibawah ini.


    Unduh File:
    SKB Menteri Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2019.pdf
    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2019. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya di Blog Guru Madrasah...

    sumber : https://kemenkopmk.go.id