2016-11-06

Beberapa Permasalahan Verval UN di EMISMadrasah Kita | Berbagai Permasalahan di EMIS Verval UN - Berbagai Permasalahan Masih Menghantui EMIS Verval U - Baiklah teman-teman operator, saatnya kini menjawab semua pertanyaan rekan-rekan yang terlontar baik melalui komentar di blog maupun di sosial media yang tergabung dalam group serta fanspage Operator Sekolah. Karena banyaknya pertanyaan saya jelas tidak mampu menjawab satu-persatu, namun sekian banyak pertanyaan tersebut terkait dengan munculnya problem di emis verval un sudah saya baca semua. Saya merangkum pertanyaan-pertanyaan yang merupakan problem / permasalahan yang dihadapi oleh para operator dalam mengerjakan emis verval UN.

Sistem Emis verval UN Sebenarnya adalah sebuah sistem yang smple bagi operator. Mengapa saya katakan demikian ? Sistem ini hampir sama dengan Verval pd operator hanya cukup melakukan verval (Verifikasi dan Validasi) yaitu pengecekan terhadap data list peserta ujian nasional. Data-data tersebut seharusnya sudah disajikan oleh emis verval un karena data tersebut diambil dari data emis yang telah diupload. Namun pada kenyataanya para operator sangat mengalami kesulitan bahkan berlarut larut dalam mengerjakanya. Bukan karena sulit, bukan karena tidak bisa tapi hal ini hanya faktor kurang sempurnanya sistem emis verval un.

Permasalahan yang muncul terkait EMIS Verval UN diantaranya adalah :

  1. Server Eror. atau tidak dapat mengakses situs emis verval un ( http://emispendis.kemenag.go.id/vervalun/ ) hal ini dikarenakan server sedang down atau server sedang ada masalah  atau bisa juga maintance. jadi masalah bukan di operator. Solusi : Bersabar menunggu hingga server pulih kembali.
  2. Gagal Login Ke sistem padahal email dan password sudah benar. Hal ini disebabkan program mengalami eror pada bagian session register. Entah memang programnya yang ada masalah atau memang akun anda (user dan password) anda lenyap dari database, atau mungkin bisa jadi belum tersinkronkan. Solusi : bersabar Lapor ke Admin kab/kota agar segera ditindak lanjuti.
  3. Data Calon Peserta Ujian Nasional Kosong. Ini permasalahan yang juga saya alami. Mulanya data baik-baik saja namun setelah server mengalami eror kemudian server kembali normal saya cek data siswa capesun malah kososng yang muncul hanya data di kolom NIK sementera jumlah data juga menunjukan angka yang sudah benar. Mungkin ada dari teman-teman yang juga mengalami silahkan curhat via komoentar. Solusi dari permasalahan ini adalah bersabar dan laporkan ke admin kab/kota agar diteruskan ke pusat.
  4. Data Lengkap Namun setelah dicetak data di file pdf kosong. ada juga yang unik lagi yaitu data di emis verval un lengkap seolah-olah baik baik saja namun setelah dicetak capesun dan berita acara data tersebut tidak muncul alias kosong (0). Solusi : Laporkan ke admin kabupaten/kota.
  5. Data Lengkap Namun setelah dietak yang muncul siswa milik madrasah lain. ini lebih aneh lagi, data di emis verval un lengkap kemudian dicetak juga muncul datanya namun bukan data milik madrasah yang mencetak tersebut melainkan milik madrasah/lembaga lain. Solus : Bersabar dan laporkan ke admin/kab.kota.
  6. Menambahkan data siswa pindah masuk / kelas akselerasi, sudah klik simpan tapi data tetap saja tidak masuk ke list. Solusi : Bersabar sistem masih perlu dibenahi.
  7. Siswa yang pindah / keluar sudah dihapus tapi tetap saja muncul datanya di emis verval un. Solusi bersabar, sistem juga buatan manusia pasti ada kekuranganya nanti akan segera dibenahi karena saat ini teman kita di bagian perencanaan sistem pusat juga sedang bekerja keras demi lebih baiknya sistem emis verval un.
  8. Data peserta UN hilang semua dari emis verval un jadi 0. Banyak yang mengalami demikian. ini diakibatkan karena para programer masih melakukan pembenahan program. Solusi : Para operator harus bersabar dan terus membantu dengan doa agar para programer sistem emis bisa terus berjuang menyelesaikan problem yang ada.  

Demikian kira-kira berbagai pertanyaan dan keluhan yang muncul dalam pengerjaan sistem pendataan peserta ujian nasional melalui emis verval UN. Saat ini teman-teman kita para programer di pusat sedang berjuang tanpa henti membenahi sistem demi terciptanya sistem yang lebih baik, kita para operator harus bersabar dan terus berdoa agar permasalahn ini cepat selesai.

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memberi Tugas Kepada AnakSekolah Kita | Salah satu cara yang digunakan untuk memotivasi siswa untuk belajar adalah dengan memberikan tugas ke siswa. Jadi mereka tidak hanya belajar di sekolah saja, namun juga meluangkan waktu di rumah. Dengan adanya tugas ini, siswa juga akan secara disiplin untuk belajar secara mandiri. Pertimbangkan hal-hal ini, sebelum guru memberikan tugas ke siswa.

1. Jangan Memberikan Tugas yang Monoton


Saat memberi tugas, usahakan tidak

memberikan tugas yang sama. Misalnya, guru selalu memberikan tugas untuk membuat rangkuman dari buku setiap minggunya. Coba sesekali berikan tugas yang variatif, jadi siswa pun juga akan selalu belajar hal baru. Perbanyak buat tugas kelompok atau tugas yang sifatnya praktik. Dengan tugas bervariatif dan menarik, dijamin siswa akan semangat terus untuk belajar.

2. Berikan Tugas dengan ‘Porsi’ Cukup


Tujuan dari tugas adaah untuk memotivasi siswa. Jangan sampai saat memberikan tugas, akan menyita banyak waktu siswa atau bahkan terlalu sulit sehingga mereka akan kesulitan saat mengerjakan. Maka dari itu, berikan tugas sesuai kemampuan siswa. Jika mereka tidak mampu menyelesaikan tugas, yang ada malah tidak semangat atau bahkan mencari jalan pintas seperti menyontek teman.

3. Jadikan Tugas Hanya Sebagai Bahan Evaluasi


Memberikan tugas, tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa. Daripada sekadar memberikan nilai, lebih baik jadikan itu sebagai bahan untuk evaluasi mengenai kelebihan dan kekurangan siswa dalam menguasai materi pelajaran. Berikan pujian apabila siswa sudah mengerjakan dengan baik dan berikan masukan hal apa saja yang perlu merekan tingkatkan.

Guru PembelajarSekolah Kita | Agama Islam mewajibkan pemeluknya untuk terus menerus belajar dan mengembangkan kemampuan nalarnya secara kontinyu bukan saja terhadap obyek-­obyek di luar dirinya, tetapi juga terhadap kehidupannya sendiri baik sebagai perorangan maupun komunitas. Adapun dalam dunia pendidikan, sifat pembelajar harus senantiasa dimiliki oleh tidak hanya siswa, melainkan juga guru sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional.
Kementerian Agama dalam hal ini Ditjen Pendidikan Islam yang menaungi satuan­satuan kerja pendidikan Islam yang menyebar merata di seluruh Indonesia, memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat Undang­undang Dasar Republik Indonesia.

Oleh karenanya dalam rangka meningkatkan mutu pendidik pada Madrasah seraya bergandeng tangan dengan Kemendikbud, Kemenag akan selenggarakan Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah dimana program ini akan lebih menyentuh guru sebagai ujung tombak pendidikan dengan tiga metode yang akan diterapkan yang sifatnya berkesinambungan.

Setelah sukses menyelenggarakan Ujian Kompetensi Guru (UKG) di tahun 2015 meskipun baru bersifat piloting, selanjutya Ditjen Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Madrasah mencanangkan program yang koheren dengan Kemendikbud sebagai upaya membangun mutu kompetensi guru baik dari sisi profesionalisme (materi subyek ajar) maupun pedagogik (kemampuan mengajar).

Kepala Pusdiklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama, Bapak Mahsusi dalam acara Koordinasi Penyiapan Program Guru PembelajarTahun 2016 yang telah dilaksanakan pada beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa Kemenag selama ini bersama­sama beriringan dengan Kemendikbud melakukan UKG untuk meningkatkan kompetensi, program guru pembelajar diharapkan bisa menunjang Ujian Kompetensi Guru (UKG).

Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah direncanakan akan dilaksanakan mulai tahun 2017, program ini akan terselenggara bagi guru­guru madrasah di seluruh Indonesia dengan tiga metode yakni;
  1. Metode tatap muka (diklat);
  2. Metode daring/moda jejaring (tanpa tatap muka namun tetap diberikan tugas); dan
  3. Kombinasi tatap muka dan daring.
  4. Ketiga metode tersebut juga akan dinilai dan dipantau oleh Kementerian Agama mana yang memberikan dampak yang paling signifikan bagi peningkatan mutu guru­-guru madrasah dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Demikian informasi mengenai Direktorat Pndidikan Madrasah akan selenggarakan Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah, semoga dapat sedikit memberi gambaran tentang kapan adanya Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah dimana program tersebut saat ini telah dilaksanakan pada sekolah, kia tunggu saja. Semoga bermanfaat...

MKRdezign

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget