Wednesday, February 5, 2020

Buku Panduan Penilaian Kerja (Performance Assessment)

Buku Panduan Penilaian Kerja (Performance Assessment)



Buku Panduan Penilaian Kerja (Performance Assessment)
Penilaian dalam dunia pendidikan merupakan proses pengumpulan, pengolahan, dan interpretasi informasi hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan pendidikan.

Penilaian kelas merupakan proses pengumpulan, pengolahan, dan interpretasi informasi untuk membuat berbagai keputusan terkait pembelajaran di tingkat kelas oleh guru.

Penilaian kelas memiliki peran sangat penting untuk :
  1. memberikan informasi awal sebelum pembelajaran dimulai sehingga guru dapat mendesain skenario pembelajaran dengan tepat;
  2. memberikan umpan balik bagi guru dan peserta didik untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran; dan
  3. memberikan informasi ketercapaian tujuan pembelajaran tertentu, misalnya menyimpulkan ketercapaian sebuah kompetensi dasar pada mata pelajaran tertentu.
Agar penilaian yang dilakukan guru efektif dan bermakna, guru perlu :
  1. merumuskan target pembelajaran yang akan dinilai dengan jelas, tegas, dan terukur;
  2. memastikan teknik penilaian yang dipilih sesuai dengan setiap target pembelajaran; dan
  3. memastikan teknik penilaian yang digunakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini dan nanti.
Teknik penilaian saat ini harus memiliki kontribusi nyata terhadap pencapaian mutu lulusan yang memiliki keterampilan berpikir kritis dan kreatif, keterampilan berkomunikasi, dan keterampilan berkolaborasi.

Oleh karena itu penilaian harus fokus mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi dan mengukur kinerja peserta didik.

Pelaksanaan penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai bentuk sesuai dengan kompetensi mata pelajaran yang akan diukur ketercapaiannya.
Penilaian kinerja merupakan salah satu bentuk penilaian yang perlu ditingkatkan penggunaannya di kelas.

Penilaian kinerja sering disebut juga penilaian otentik merupakan teknik penilaian multi-dimensional yang dapat dilakukan dengan penilaian tertulis,penilaian perbuatan, dan penugasan.

Penilaian kinerja menuntut peserta didik membuat sebuah produk dan/atau mendemonstrasikan sebuah proses.

Dengan demikian, penilaian kinerja menuntut peserta didik untuk melakukan kegiatan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya, misalnya membuat laporan atau mempraktikkan bagaimana mengukur suhu zat di laboratorium.

Buku tentang penilaian kinerja sudah dikembangkan sebelumnya oleh Puspendik yang terbagi dalam penilaian praktik, penilaian hasil kinerja (produk), dan penilaian proyek.

Buku panduan penilaian kinerja peserta didik terbaru tahun 2020 ini menggabungkan secara keseluruhan semua buku tersebut secara sederhana dan singkat disertai dengan contoh-contohnya untuk beberapa mata pelajaran pada setiap jenjang.

Buku ini diharapkan dapat memandu para pendidik, kepala sekolah, pengawas, pembuat kebijakan pendidikan, dan praktisi dalam memahami, mengembangkan, dan melakukan penilaian kinerja.

Pada buku ini juga disajikan contoh-contoh soal atau tugas untuk penilaian kinerja. Contoh-contoh tersebut diharapkan memberi wawasan, inspirasi kepada pendidik bagaimana penilaian kinerja bermanfaat tidak hanya untuk menilai kompetensi yang sesuai tetapi juga dapat mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Pengertian Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja merupakan bentuk penilaian yang menuntut peserta didik mempraktikkan dan mengaplikasikan pengetahuan yang sudah dipelajari ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Target pencapaian hasil belajar dalam penilaian kinerja dapat meliputi aspek-aspek berikut.
  1. Pengetahuan.
  2. Praktik dan aplikasi pengetahuan.
  3. Kecakapan dalam berbagai jenis keterampilan komunikasi, visual, karya seni, dan lain-lain.
  4. Produk (hasil karya).
  5. Sikap (berhubungan dengan perasaan, sikap, nilai, minat, motivasi).
Penilaian kinerja mempunyai dua karakteristik dasar, yaitu (1) mempraktikkan kemampuan membuat suatu produk (proses) atau terlibat dalam suatu aktivitas (perbuatan) dan (2) menghasilkan produk dari tugas kinerja yang diminta.

Berdasarkan kedua karakteristik dasar tersebut, penilaian kinerja dapat menilai proses, produk, atau keduanya (proses dan produk).

Di dalam menentukan bentuk penilaian kinerja yang tepat, tergantung pada karakteristik materi yang dinilai dan kompetensi yang diharapkan harus dicapai oleh peserta didik.

Prinsip-prinsip Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip-prinsip berikut.
  1. Merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
  2. Mencerminkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dan masalah dunia sekolah.
  3. Menggunakan berbagai metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar.
  4. Bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (pengetahuan, keterampilan, dan sikap).

Kualitas Penilaian Kinerja


Kualitas penilaian kinerja sangat bergantung pada tugas kinerja yang diberikan pada peserta didik. Untuk mendapatkan penilaian kinerja yang berkualitas, ada tujuh kriteria yang harus diperhatikan dalam menentukan tugas kinerja, sebagai berikut.

1. Representatif/dapat digeneralisasi

Tugas kinerja yang diberikan hendaknya dapat memberikan informasi yang memadai mengenai kompetensi yang dinilai. Untuk menilai satu kompetensi dasar dapat digunakan beberapa tugas yang berbeda.

Tugas-tugas tersebut hendaknya sebanding dan memberi informasi mengenai kompetensi yang dinilai sehingga peserta didik tidak dirugikan karena mendapat tugas kinerja yang berbeda.

2. Otentik

Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik merefleksikan kehidupan nyata. Tugas kinerja ini dilakukan pada saat aktivitas pembelajaran di kelas, di laboratorium atau dalam kehidupan sehari-hari.

3. Multidomain

Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik mengukur lebih dari satu aspek, yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terintegrasi.

4. Dapat diajarkan

Tugas kinerja yang diberikan berkaitan dengan materi yang diajarkan. Pendidik memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap hasil pekerjaan peserta didik, sehingga tugas kinerja yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman pengetahuan dan kemampuan keterampilan peserta didik.

5. Adil

Tugas kinerja yang diberikan tidak menguntungkan kelompok tertentu berdasarkan jenis kelamin, suku bangsa, agama, dan status sosial ekonomi.

6. Fisibel

Tugas kinerja yang diberikan dapat dilaksanakan, artinya harus mempertimbangkan faktor biaya, tempat, waktu, dan peralatan.

7. Dapat diskor

Tugas yang diberikan dapat diskor dengan akurat dan reliabel dengan menggunakan pedoman penskoran (rubrik) yang tepat.

Bentuk-bentuk Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja meliputi dua aktivitas pokok, yaitu : (1) pengamatan/observasi saat berlangsungnya unjuk kinerja atau keterampilan dan (2) penilaian hasil dari tugas kinerja yang diberikan.
Penilaian kinerja dilakukan dengan mengamati saat peserta didik melakukan aktivitas atau menciptakan suatu hasil karya yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, atau mengamati hasil/produk dari tugas kinerja yang diberikan, atau keduanya.

Keterampilan yang ditunjukkan peserta didik merupakan aspek yang akan dinilai. Penilaian terhadap keterampilan didasarkan pada kualitas kinerja peserta didik dengan target yang telah ditetapkan.

Proses penilaian dilakukan mulai persiapan dan pelaksanaan tugas sampai dengan hasil akhir yang dicapai. Bentuk-bentuk penilaian kinerja yang dapat diberikan kepada peserta didik dapat berupa penilaian praktik, penilaian produk, dan penilaian proyek.

Download Buku Panduan Penilaian Kerja (Performance Assessment)


Lebih lengkapnya mengenai Buku Panduan Penilaian Kerja (Performance Assessment) ini bisa anda unduh melalui tautan link yang kami sediakan berikut ini.

Unduh File :
Buku Panduan Penilaian Kerja (Performance Assessment)

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Buku Panduan Penilaian Kerja (Performance Assessment). Semoga bermanfaat...
Baca Juga :



Copyright © 2020. Guru Madrasah - Portal Informasi Guru Madrasah Indonesia