Articles by "Simpatika"
Tampilkan postingan dengan label Simpatika. Tampilkan semua postingan
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Inilah Asesmen Kompetensi Guru (AKG) di Platform Digital SIMPATIKA 2020
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwasannya Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama merencanakan asesmen kompetensi bagi guru, kepala dan pengawas Madrasah (AKG, AKK, dan AKP).

Rencana strategis ini di harapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan islam dalam peningkatan mutu pembelajaran melalui peningkatan mutu guru, kepala madrasah dilaksanakan melalui skema Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB). Fokus program tersebut dilakukan di kelompok kerja terdekat yaitu melalui kegiatan dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK), Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah.

Linimasa Platform Digital SIMPATIKA

  1. 2015 = Rilis SIMPATIKA
  2. 2016 = Verval NRG
  3. 2017 = Linieritas TPG
  4. 2018 = SKMT & SKBK
  5. 2019 = SKAKPT & PPG
  6. 2020 = AKG, PKB dan Program GTK Lainnya

Alur Untuk Guru

  1. Guru login di SIMPATIKA menggunakan akun individu masing - masing
  2. Jika guru belum melakukan verval ijazah maka wajib melakukan verval ijazah terlebih dahulu
  3. Guru memilih mata pelajaran AKG berdasarkan linieritas sertifikat pendidiknya atau ijazah S1/D4nya. Pemilihan mata pelajaran juga dilihat berdasarkan jenjang satminkalnya.
  4. Guru memilih Tempat Asesmen Guru (AKG) yang terdekat dari satminkalnya.
  5. Kankemenag Kabupaten/Kota memberikan persetujuan/penolakan berdasarkan profil dan kuota dari calon peserta di wilayahnya.
  6. Guru mencetak surat keterangan peserta AKG

Catatan Lokasi Ujian AKG

  1. Pendataan kandidat lokasi ujian dilaksanakan oleh Kankemenag Kab/Kot
  2. Tempat / Lokasi ujian sebaiknya tersedia minimal 1 tempat di setiap Kab/Kota
  3. Asumsi satu lokasi ujian memiliki min. 20 PC (20 peserta ujian) per sesi (2 jam persesi) dan 3 sesi per hari (9 sesi dalam 3 hari). Total kapasitas 180 peserta ujian perlokasi dalam 3 hari
  4. Jumlah lokasi ujian disesuaikan dengan jumlah calon peserta AKG di setiap wilayah Kab/Kota yang ditentukan oleh Kankemenag Kab/Kota.

Download Asesmen Kompetensi Guru (AKG) Di Platform Digital SIMPATIKA 2020

Selengkapnya mengenai Asesmen Kompetensi Guru (AKG) Di Platform Digital SIMPATIKA 2020 bisa anda unduh >> DISINI

Demikian informasi mengenai Asesmen Kompetensi Guru (AKG) di Platform Digital SIMPATIKA 2020 yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat..
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Surat Keputusan SOP Layanan Program GTK Madrasah melalui Simpatika Tahun 2020
Sertifikasi guru bertujuan untuk meningkatkan mutu dan menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sedangkan secara rinci, tujuan diselenggarakannya sertifikasi guru adalah sebagai berikut :
  1. Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional;
  2. Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan;
  3. Meningkatkan martabat guru;
  4. Meningkatkan profesionalitas guru;
  5. Melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak citra profesi guru;
  6. Melindungi profesi guru dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional; dan
  7. Meningkatkan kesejahteraan guru;

Manfaat Sertifikasi Guru

  1. Melidungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak citra profesi guru;
  2. Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan profesional;
  3. Menjadi wahana penjaminan mutu bagi LPTK, dan kontrol mutu dan jumlah guru bagi pengguna layanan pendidikan;
  4. Menjaga lembaga penyelenggara pendidikan (LPTK) dari keinginan internal dan tekanan eksternal yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku;
  5. Memperoleh tunjangan profesi bagi guru yang lulus ujian sertifikasi.

Anda bisa mengunduh file lengkap SK SOP Layanan Program GTK Madrasah melalui SIMPATIKA Tahun 2020 ini >>>> DISINI

Demikian informasi mengenai Surat Keputusan SOP Layanan Program GTK Madrasah melalui Simpatika Tahun 2020 yang dapa tkami sampaikan. Semoga bermanfaat...
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Tanggal 24 Juli 2020, Dirjen GTK telah mengeluarkan sebuah surat pemberitahuan terkait dengan Pengelolaan Simpatika Semester I Tahun Pelajaran 2020-2021. Dalam surat tersebut ada 6 poin penting yang perlu kita perhatikan bersama yaitu:
  1. Pembukaan verifikai dan validasi (verval) keaktifakn Guru dan Tenaga Kependidikan madrasah di Simpatika akan dimulai pada tanggal 03 Agustus 2020. 
  2. Implementasi Kurikulum Madrasah sesuai Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah dan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah. 
  3. Pendataan Sertifikat Kepala Madrasah melalui penerbitan Nomor Unik Kepala Madrasah (NUKM) dan notifikasi penilaian kinerja kepala madrasah di Simpatika. 
  4. 4. Pelaksanaan sinkronisasi seluruh data Guru PNS Madrasag dengan database SIMPEG Biro Kepegawaian melalui Verval Guru PNS. 
  5. Proses pemetaan (mapping) Ijazah S1/D4 di Simpatika bagi seluruh guru madrasah yang sudah bersertifikasi maupun yang belum bersertifikasi tetap dilanjutkan sebagaimana mestinya. 
  6. Penerbitan (generating) dokumen SKAKPT untuk kelayakan tunjangan bulan sebelumnya dilakukan paling lambat tanggal 2 setiap bulannya.
Untuk pengelolaan Simpatika pada semester I Tahun Pelajaran 2020-2021 ini ada perubahan yang terjadi saat ini terkait Simpatika, yaitu pada poin yang ke-6. Perubahan tersebut adalah pada proses generating dokumen SKAKPT yang mana biasanya dilakukan tiap tanggal 7 setiap bulannya, maka mulai saat ini akan dilakukan paling lambat tanggal 2 setiap bulannya.

Mengingat hal tersebut diatas maka kepada para admin Simpatika pada tiap Madrasah harus tepat waktu menyelesaikan Absensi Simpatika atau S35 tepat di akhir bulan sebelumnya, agar SKAKPT bisa tergenarate di bulan berikutnya.

Download Surat Edaran Pengelolaan Simpatika Semester I Tahun 2020/2021


Selengkapnya mengenai Surat Edaran Pengelolaan Simpatika Semester I Tahun 2020/2021 ini dapat anda download pada link yang kami sediakan diabawah ini.


Demikian informasi yang dapat kami bagikan mengenai Surat Edaran Pengelolaan Simpatika Semester I Tahun 2020/2021 ini. Semoga bermanfaat...
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Untuk mendukung Teaching From Home (TFH) yang diterapkan menyusul kondisi darurat akibat wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), guru madrasah dapat memanfaatkan akses pembelajaran daring melalui situs https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/ secara gratis.

"Situs Guru Berbagi dapat diakses oleh guru madrasah dengan cara login menggunakan user dan password SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama)," jelas Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemenag Suyitno, di Jakarta, Senin (13/04).
Media Belajar Daring Guru Madrasah Berbagi Melalui Akun Simpatika

Suyitno menyampaikan, hal tersebut dimungkinkan, karena Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah telah menjalin sinergi dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini mengharapkan kebijakan ini akan memberikan ruang kepada guru madrasah untuk berbagi informasi seputar kegiatan pembelajaran. Setidaknya ada tiga informasi seputar pembelajaran yang terdapat dalam situs tersebut.

Pertama, desain atau strategi pembelajaran di madrasah, yang didukung dengan berbagai dokumentasi yang inspiratif seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kedua, artikel pendidikan, karya tulis yang disertai foto dan video. Ketiga, inspirasi praktik pendidikan dengan memuat foto atau video.

"Dengan demikian, platform ini akan memperkaya referensi dan menjadi sumber inspirasi dalam meningkatkan kualitas dan mutu guru madrasah, ujarnya," harap Suyitno.

Sementara Kepala Seksi Bina Guru MI dan MTs Kemenag Mustofa Fahmi menjelaskan, keterlibatan aktif para guru madrasah dalam situs Guru Berbagi ini sekaligus dapat menjadi bukti otentik kinerja guru selama masa TFH.

"Setiap aktifitas dan produk yang dibagi oleh guru madrasah ke situs Guru Berbagi akan direkam secara otomatis ke dalam SIMPATIKA. Selanjutnya, itu akan menjadi bukti otentik yang dapat dijadikan dokumen pendukung dalam penilaian kinerja, penilaian angka kredit (PAK) guru, dan sejenisnya," jelas Fahmi.

Download Surat Edaran Pemanfaatan Guru Berbagi melalui Simpatika


Selengkapnya mengenai Surat Edaran Pemanfaatan Guru Berbagi melalui Simpatika bisa anda unduh >>> DISINI

Fahmi menambahkan pihaknya telah menyampaikan kebijakan tersebut ke seluruh Kakanwil Kemenag Provinsi untuk diteruskan kepada guru madrasah di seluruh Indonesia. "Kami juga melibatkan Pengawas Madrasah, Widyaiswara pada Pusdiklat maupun Balai Diklat Keagamaan Provinsi, bahkan unsur pejabat Direktorat yang ditugaskan sebagai Kurator dalam melakukan penilaian artikel yang dibagi oleh guru madrasah di situs Guru Berbagi," kata Fahmi.

sumber : https://kemenag.go.id/
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Simpatika Semester 2 Tahun 2019-2020 Sudah Dibuka, Ini Jadwal dan Jenis Layanannya
Selamat datang kembali di Blog Guru Madrasah yang selalu memberikan informasi terkini seputar dunia pendidikan. Nah pada kesempatan ini kami akan berbagi inormasi mengenai Jadwal dan Layanan Simpatika Semester 2 Tahun ajaran 2019-2020 yang sudah dibuka pertanggal 1 Februari 2020 yang lalu.

Hal ini sudah diumumkan oleh Admin Simpatika mengenai jadwal pembukaan layanan di Simpatika tersebut. Bagi para operator Simpatika biasanya mendapatkan pengumuman tersebut saat membuka beranda layanan Simpatika. Namun tentunya yang paling utama adalah lihat berdasarkan jadwal yang ada, karena proses pemutatakhiran data guru madrasah akan mulai dibuka pada 1 Februari 2020.

Jadwal dan Jenis Layanan Simpatika


Fitur baru pada layanan Simpatika semester 2 tahun 2019-2020 adalah adanya menu Verval Ijazah kualifikasi lulusan untuk S1/DIV, S2, hingga S3 dan yang diutamakan adalah PTK yang sudah sertifikasi.

Layanan Simpatika Tahun 2020


Lebih jelasnya mengenai layanan Simpatika semester 2 Tahun Pelajaran 2019-2020 adalah seperti yang akan kami sampaikan berikut ini.

1. Proses Operasional Simpatika


Setelah mengalami jeda dan berakhirnya semester 1 dan beberapa persiapan selama satu bulan lalu, maka terhitung pada tanggal 1 Februari 2020 proses operasional layanan Simpatika telah dibuka kembali. Tentunya para Guru dan Kepala Madrasah sudah dapat mulai melakukan pemutakhiran (update) data yang baru terutama untuk para admin atau operator Simpatika, sudah harus kembali bergelut dengan data.

Seperti biasanya untuk update data di sini ada beberapa hal diantaranya yang harus dikerjakan oleh masing-masing PTK, seperti:
  1. Keaktifan Diri dan Cetak Kartu GTK (wajib)
  2. Update Biodata PTK (jika ada)
  3. Mutasi Madrasah Induk PTK (jika ada)
  4. Alih Fungsi Jabatan yaitu PTK dari Tenaga Pendidik menjadi Pendidik maupun sebaliknya (jika ada)
  5. Pengajuan Sekolah Non Induk (jika ada)
  6. Registrasi PTK Baru (jika ada)
Adapun untuk update data yang harus dilakukan oleh Kepala Madrasah atau Operator Madrasah, meliputi diantaranya :
  1. Mengisi Jadwal Kelas Mingguan
  2. Mengangkat Wali Kelas
  3. Mengangkat Pejabat Madrasah atau tugas tambahan (seperti Wakil Kepala Madrasah, Kepala Laboratorium, Kepala Perpustakaan, dll, jika diperlukan)
  4. Update data pada siswa dan juga rombel (jika ada perubahan data)
  5. Melakukan Persetujuan Registrasi PTK Baru (jika ada)
  6. Melakukan Persetujuan Pengajuan Sekolah Non Induk (jika ada)
  7. Melakukan Non Aktif PTK (jika ada)
  8. Melakukan mutasi siswa (jika ada)
Sebelum mencetak S25 (Keaktifan Kolektif) ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Kepala Madrasah atau operator terkait dengan pemutakhiran data seperti berikut ini.

2. Verval Ijazah S1/DIV, S2, hingga S3


Verval Ijazah S1/DIV, S2, hingga S3 ini merupakan suatu hal yang baru. Untuk layanan ini akan dibuka mulai 3 Februari 2020.

Ketika seorang PTK melakukan login ke akun simpatika-nya, maka nantinya akan akan muncul sebuah notifikasi untuk mengajukan Verval Ijazah, yaitu untuk riwayat pendidikan jenjang S1. Nantinya seorang PTK tinggal mengklik tombol Verval Ijazah yang sudah ada di bagian bawah notifikasi.

Untuk verval Ijasah ini yang perlu diperhatikan para operator atau admin Simpatika adalah sebagai berikut:
  1. Untuk saat ini hanya yang telah sergur yang diwajibkan verval ijazah. Notifikasi nya, Sedangkan yang belum sergur tidak/belum wajib. Adapun untuk verval S1 ini acuannya adalah Lampiran 4 KMA 890/2019, bukan Lampiran 3.
  2. Para admin diharapkan meneliti dan memastikan keabsahan dan kesesuaian pada saat persetujuan verval ijazah harus asli (bukan akta IV, bukan legalisir/fotokopi/surat ket. lulus) 
  3. Pastikan Nama perguruan tinggi dan nama prodi sesuai dengan ijazah s1 nya tidak mengada2. Gunakan kata kunci (keyword) untuk pencarian nama perguruan tinggiCara Verval Ijazah di Simpatika

Untuk PTK yang akan melakukan Verval Ijazah maka dapat juga dengan mengklik menu "Perubahan Data kepegawaian" >>>>> "Verval Ijazah" >>>>> "Ajukan Verval".

Setelah muncul kotak "Ajuan Data Verval Ijazah S1/D4", selanjutnya silahkan klik tombol tombol "plus (+)" jika belum ada datanya, atau Anda bisa meng-klik segitiga di ujung kanan data kualifikasi pendidikan lalu klik "Ubah Data". Isikan data pada kolom-kolom yang kosong atau salah, termasuk mengunggah file scan ijazah.

3. Keaktifan Kolektif (S25) dan Analisa Tunjangan

Selanjutnya adalah untuk Fitur Keaktifan Kolektif (S25) dan juga Analisa Tunjangan akan mulai dibuka pada 10 Februari 2020.

Keaktifan kolektif (S25) ini dilakukan oleh Kepala Madrasah melalui akun PTK miliknya dan tentunya setelah proses-proses sebelumnya terselesaikan atau bisa juga dikerjakan oleh operator Madrasah masing-masing. Karena sudah melakukan cetak S25, maka ada beberapa fitur operasional PTK yang akan dikunci oleh sistem (tidak dapat diedit lagi) maka dalam hal ini perlu diteliti kembali jika sekiranya ada yang perlu dipernaiki atau diedit kembali.

Sebelumnya juga, untuk masing-masing PTK hendaknya melakukan pengecekan ulang di menu Analisa Tunjangan. Apakah jumlah : jam mengajar, ekuivalensi, dan juga tugas tambahan yang diampunya sudah sesuai atau tidak. Lebih utamanya dalam pemenuhan 24 JTM, karena ini sebagai syarat pencairan tunjangan profesi guru karena jika hal-hal tersebut belum terpenuhi otomatis akan berpengaruh atau bisa dikatakan juga tunjangan tidak akan dicairkan.

4. SKMT dan SKBK


Selanjutnya adalah setelah analisa tunjangan pada masing-masing guru sesuai dan kemudian Kepala Madrasah Mencetak S25 hingga proses ini disetujui oleh admin Kabupaten/Kota (terbit S25b), maka Seorang PTK dan Kepala Madrasah agar bisa segera melakukan pengajuan SKMT hingga SKBK.

Tentunya dalam pengajuan SKMT hingga SKBK ini melalui beberapa tahapan yang melibatkan Seorang PTK, Kepala Madrasah, PTK lagi, hingga admin Kabupaten/Kota.

Proses SKMT ini hingga terbitnya SKBK (S29e) dan ini harus sudah tuntas sebelum sistem menerbitkan SKAKPT.

5. SKAKPT


Langkah terakhir adalah surat Keputusan Analisa Kelayakan Penerima Tunjangan atau SKAKPT akan diterbitkan secara otomatis di setiap bulan bagi guru-guru yang sudah layak menerima tunjangan. Sesuai dengan pengumuman dan edaran khusus pada awal semester genap ini, SKAKPT pada bulan Januari dan Februari baru akan diterbitkan pada tanggal 7 Maret 2020.

Mengapa demikian? Ini bertujuan untuk memberi kesempatan waktu kepada Seorang PTK dan Kepala Madrasah untuk bisa melengkapi dan menuntaskan tahapan-tahapan sebelumnya. Utamanya adalah hingga terbitnya SKBK (S29e).

Secara ringkasnya, untuk jadwal dan jenis layanan Simpatika yang dibuka untuk semester 2 Tahun Pelajaran 2019-2020 adalah sebagai berikut:
  1. Proses operasional dapat dimulai tanggal 1 Pebruari 2020
  2. Verval Ijazah kualifikasi lulusan S1/DIV-S2-S3 dibuka mulai tanggal 3 Pebruari 2020
  3. Keaktifan S25 dan Analisa Tunjangan dibuka mulai tanggal 10 Pebruari 2020
  4. SKAKPT bulan Januari s/d Pebruari diterbitkan pada tanggal 7 Maret 2020

Dan berdasar jadwal layanan Simpatika 2020 tersebut, kesemua proses yang berujung pada disetujuinya SKBK (S29e) harus sudah tuntas sebelum 7 Maret 2020. Termasuk absen elektronik simpatika.

Download Surat Edaran Pengelolaan Simpatika Semester 2 Tahun Pelajaran 2019-2020


Lebih jelasnya silakan anda bisa download Surat Edaran Pengelolaan Simpatika Semester 2 Tahun Pelajaran 2019-2020 >>>>> DISINI

Demikian tadi mengenai bebera hal yang harus dilakukan oleh seorang PTK dan Kepala Madrasah dan juga Operator Simpatika di awal bulan ini, semoga informasi ini bermanfaat bagi para PTK dan juga para pemangku kepentingan lainnya dalam Layanan Simpatika. 
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Simpatika telah menyediakan fitur Ajuan Tunjangan Insentif yang diberikan kepada guru bukan PNS yang bertugas pada madrasah.
ajuan gbpns simpatika



















Berikut kriteria guru madrasah yang dapat mengajukan tunjangan insentif GBPNS :
  1. Aktif mengajar di RA/MI/MTs/MA dan terdaftar di Simpatika;
  2. Belum lulus sertifikasi;
  3. Memiliki NPK dan/atau NUPTK;
  4. Aktif sebagai guru pada Satminkal Kementerian Agama selama 2 tahun berturut-turut;
  5. Memenuhi kualifikasi akademik S1/D4;
  6. Bertugas pada madrasah yang memiliki ijin operasional dari Kementerian Agama;
  7. Bukan penerima bantuan sejenis yang bersumber dari DIPA Kementerian Agama;
  8. Belum memasuki usia pensiun;
  9. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain Madrasah Kementerian Agama;
  10. Tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif atau legislatif.
Bagi PTK yang memenuhi syarat, silakan ikuti langkah-langkah berikut untuk dapat mengajukan tunjangan insentif GBPNS melalui akun Simpatika masing-masing :

  1. Login sebagai PTK pada layanan https://simpatika.kemenag.go.id/  LOGIN PTK-ADMIN
    LOGIN PTK
  2. Pada laman akun layanan, pilih layanan SIMPATIKA PTK.
  3. Selanjutnya pada beranda PTK, akses fitur Tunjangan Insentif GBPNS
    klik tunjangan intensif
  4. Pada laman Ajuan Tunjangan Insentif Guru Bukan PNS, klik tombol AJUKAN.
    kilik ajukan
     
  5. Pada kotak dialog, harap lengkapi formulir isian data rekening bank yang telah disediakan. Jika telah sesuai klik SIMPAN.
    simpan
  6. Klik tombol Cetak Surat Ajuan pada kotak dialog konfirmasi yang muncul. klik-cetak-surat-ajuan
    cetak surat ajuan
  7. Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS Anda Telah tersimpan, Silakan Cetak Surat Ajuan tersebut dan serahkan Surat Ajuan beserta lampiran dokumen pendukung kepada Kantor Kemenag Kota/Kab setempat untuk diverifikasi. Berikut contoh hasil cetak surat ajuan tersebut. s39a
    S39a
  8. Untuk memeriksa kembali data ajuan Anda, silakan klik tombol Periksa Ajuan.
    periksa ajuan
  9. Sistem akan menampilkan kotak dialog informasi data ajuan Anda, klik tombol Cetak Ulang Ajuan untuk mencetak ulang surat ajuan Anda.
    cetak ulang ajuan
  10. Sedangkan untuk memperbaiki data ajuan, silakan batalkan dahulu ajuan Anda (selama belum disetujui oleh admin Kemenag Kota/Kab), pada laman Ajuan Tunjangan Insentif, klik tombol Batalkan Ajuan dan ulangi ke-5 diatas dengan mengisikan data yang sesuai.
    batalkan ajuan
  11. Silakan tunggu persetujuan / proses verifikasi oleh admin Kemenag Kota/Kab setempat. Berikut contoh status ajuan PTK yang telah diverifikasi oleh admin Kemenag Kota/Kab setempat.
    verval kabupaten

Bagi PTK bukan PNS yang belum memenui syarat ajuan intensif GBPNS, saat akses fitur Tunjangan Insentif GBPNS, sistem akan memberikan informasi syarat ajuan yang belum terpenuhi seperti pada gambar dibawah ini :
memenuhi syarat tunjangan gbpns



















Demikian tadi mengenai Panduan Fitur Ajuan Tunjangan Insentif GBPNS di Simpatika. Semoga bermanfaat.

sumber : https://simpatika.kemenag.go.id/
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Dalam Rangka Persiapan Pelaksanaan Sertifikasi Guru Madrasah Dalam Jabatan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Guru dapat mengajukan PPG melalui layanan SIMPATIKA. Untuk tahun 2018 pendaftaran PPG melalui SIMPATIKA berlangsung pada tanggal 16 – 26 Mei 2018,
Panduan Ajuan PPG  Guru Madrasah Tahun 2018

Berikut syarat agar Guru dapat mengajukan PPG melalui layanan SIMPATIKA :
1.Memiliki Ijazah D4/S1
2. Memiliki NPK
3. Berusia Maksimal 58 Tahun
4. Guru yang diangkat sampai dengan tanggal 31 Desember 2005, kecuali :
    – Guru pada MAN Insan Cendekia
    – Guru Madrasah penyelenggara pendidikan madrasah luar biasa
    – Guru Madrasah penyelenggara inklusi

Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Pada semester dua (2)  tahun 2018 ini simpatika akan merilis fitur baru yang akan memberikan kemudahan pemerintah dalam mendata guru-guru yang ada dibawah kementrian agama, yang mana yang masih aktif dan yang sudah tidak aktif, mana yang layak mendapatkan tunjangan mana yang tidak layak mendapatkan tunjangan.

Seperti halnya fitur-fitur yang lain di simpatika , absensi guru dan staf merupakan fitur baru yang masih dalam tahap penyempurnaan. hari ini fitur absensi sudah ad menu pengaturan hari libur yang dimana pada rilis sebelumnya fitur absensi tidak ada menu untuk mengatur hari libur.

Untuk melakukan pengaturan hari libur pada fitur menu absensi di simpatika 2018 , rekan-rekan operator simpatika harus memiliki akses melalui akun kepala madrasah karena fitur abensi di simpatika tersebut hanya dapat di akses melalui akun kepala madrasah/sekolah. 

Cara Mengatur Hari Libur Absen Guru di SIMPATIKA Tahun 2018
Berikut ini adalah cara mengatur hari libur absen guru pada Simpatika Tahun 2018
  1. Langkah yang pertama adalah tentunya rekan semua harus login ke website resmi Simpatika (http://simpatika.kemenag.go.id/)
  2. Setelah itu klik menu Login Simpatika di Pojok kanan atas
  3. Klik menu login admin
  4. Isi Email dan kata sandinya, ( User menggunakan NUPTK Kepala Madrasah sedangkan passwordnya sesuai dengan akun kepala madrasahnya masing-masing)
    mengatur libur di simpatika
  5. Setelah itu klik login
  6. Jika sudah masuk ke dasbord akun madrasah, selanjutnya klik sekolah, pilih absen, klik absensi guru, setelah itu lihat absensinya.
    mengatur libur di simpatika
  7. Setelah tampil absen gurunya, setelah itu klik menu pengaturan hari libur.
  8. Setelah itu akan muncul hari-hari yang bisa dipilih untuk menentukan libur guru. Lihat gambar berikut ini :
    mengatur libur di simpatika
  9. Kemdian kita cheklis pada hari yang sesuai hari libur di madrasah, setelah selesai klik simpan.
  10. Maka di kalender absensi hari yang sudah kita cheklis akan berbentuk buram, itu artinya kita sudah sukses melakukan pengaturan hari libur pada absensi Simpatika tahun 2018.
Itulah penjelasan singkat mengenai Cara Mengatur Hari Libur Absen Guru di di SIMPATIKA Tahun 2018 yang dapat admin berikan. Semoga bermanfaat...
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
skakptSimpatika Kemenag saat ini terus melakukan pengembangan, hal ini adalah bentuk penyesuaian terhadap Petunjuk Teknis TPG Tahun 2018. Adapun informasi mengenai SKAKPT di Simpatika Kemenag 2018 bisa dibaca dalam uraian di bawah ini:

1. Harap semua kepala madrasah membatalkan ajuan s25 yang sudah di cetak di karenakan banyak tambahan fitur di simpatika yang akan di update setelah juknis tunjangan profesi keluar.

2.Salah satu fitur adalah absensi guru sistem secara default (bawaan) pada absensi guru terisi hadir semua, untuk pengisiannya hanya yang tidak hadir saja

Direncanakan mulai semester depan secara bertahap sudah mulai diubah default statusnya menjadi tidak hadir sehingga wajib tiap hari lapor. Selain itu direncakanan di semester depan akan diuji cobakan juga sistem kehadiran berbasis face recognition

Efek penyesuaian SIMPATIKA terhadap aturan baru khususnya SKAKPT (Surat Keputusan Analisa Kelayakan Penerima Tunjangan) sesuai Juknis TPG 2018 memerlukan "Masa Transisi" bagi guru untuk memutakhirkan data-datanya agar benar-benar valid. Karena dengan adanya SKAKPT ada fitur-fitur tambahan baru seperti: Update rekening, Update TMT Golongan PNS dan Masa Kerja Golongan, Kehadiran, dan lain yg terkait.

Manfaat SKAKPT
Adapun manfaat dari SKAKPT ini adalah untuk membantu penyederhanaan tugas para guru agar mereka tidak terbebani dengan proses administrasi panjang yang terkait dengan dirinya sendiri.

Sehingga untuk mendukung penyederhanaan itu, berkas yang pertama kali diajukan akan diberikan Surat Keputusan Analisa Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT). Guru yang sudah mendapatkan SKAKPT, pada pencairan selanjutnya tinggal melampirkan surat itu saja.

Sebagai gambaran efek dimaksud dijelaskan sbb:

Skenario SKAKPT di Simpatika 2018:
  1. Per individu guru disediakan akses ke lembar individu SKAKPT untuk monitoring status kelayakan dan validitas data-data yang termuat di SKAKPT masing-masing.
  2. Setiap satker disediakan akses SKAKPT yg memuat daftar individu "layak SKAKPT" sebagai acuan setiap satker dalam hal penerbitan SK Penerima Tunjangan masing-masing.
  3. Siklus SKAKPT diterbitkan bulanan tiap tanggal 1 setiap bulannya. Dimana setiap tgl 1 akan memuat data-data terbaru yg diupdate pada satu bulan sebelumnya. Misal: SKAKPT yg terbit tanggal 1 April 2018 memuat info update data selama bulan Maret 2018. Konsep penerbitan bulanan ini mirip skema siklus billing invoice tagihan telepon atau listrik PLN dan sejenisnya.
  4. Cetak daftar kehadiran juga berlaku siklus bulanan sama halnya dengan SKAKPT.
  5. Aplikasi Absensi sementara ini dibukakan melalui fitur di SIAP Sekolah karena keterbatasan waktu devel. Direncanakan mulai semester depan menggunakan aplikasi terbaru termasuk uji coba sistem kehadiran berbasis teknologi face recognition.
  6. Update TMT SK PNS dan TMT SK Golongan serta Masa kerja Golongan menggunakan prosedur S12 yang persetujuannya di tingkat Admin Kankemenag Kab/Kota.
  7. Karena pertimbangan masa transasi aturan terbaru yang memberikan kesempatan kepada guru untuk update dan cek ricek validasi data-data terkait SKAKPT seperti rekening, masa kerja golongan, kehadiran, dst. Maka untuk awal penerbitan perdana SKAPKT dijadwalkan per 1 Mei 2018. Dimana nanti generate SKAKPT tgl 1 Mei 2018 tersebut sekaligus juga mengenerate SKAKPT periode Januari, Februari, Maret dan April 2018
Demikian informasi mengenai Informasi SKAKPT Terbaru di Simpatika Kemenag Tahun 2018.  Mudah-mudahan bermanfaat bagi rekan guru semua.

Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
struktur kurikulum mts 2018
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, dostribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar  dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran.  Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.

Struktur kurikulum  juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai  posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan.

Kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah merupakan landasan filosofis, sosiologis, psikopedagogis, dan yuridis yang berfungsi sebagai acuan pengembangan struktur kurikulum pada tingkat nasional dan pengembangan muatan lokal pada tingkat daerah serta pedoman pengembangan kurikulum pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.

Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah merupakan pengorganisasian kompetensi inti, matapelajaran, beban belajar, kompetensi dasar, dan muatan pembelajaran pada setiap Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.

Pengembangan   kurikulum   perlu   dilakukan   karena   adanya berbagai tantangan  yang  dihadapi,  baik  tantangan  internal  maupun  tantangan eksternal.  Disamping  itu,  dalam  menghadapi  tuntutan  perkembangan zaman,  perlu  adanya  penyempurnaan  pola  pikir  dan  penguatan  tata kelola  kurikulum  serta  pendalaman  dan  perluasan  materi.  Selain  itu yang   tidak   kalah pentingnya   adalah   perlunya   penguatan   proses  pembelajaran  dan  penyesuaian  beban  belajar  agar  dapat  menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan.
1. Struktur Kurikulum MTs
struktur kurikulum mts 2018
Keterangan:
  • Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.
  • Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.
  • Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.
  • Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah.
  • Khusus untuk Madrasah Tsanawiyah struktur kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Kementerian Agama.
2. Beban Belajar di MTs
Beban belajar di MTs merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti siswa dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran.
  • Beban belajar di Madrasah Tsanawiyah dinyatakan dalam jam pembelajaran per mi Beban belajar satu minggu Kelas VII, VIII, dan IX adalah 46 jam pembelajaran. Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
  • Beban belajar di Kelas VII, VIII, dan IX dalam satu semester paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu.
  • Beban belajar dikelas IX pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu dan paling banyak 20 minggu.
  • Beban belajar dikelas IX pada semester genap paling sedikit 14 Minggu dan paling banyak 16 minggu.
  • Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan paling banyak 40 minggu.
3. Penugasasan
  • Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh siswa yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.
  • Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh siswa yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh siswa.
  • Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, paling banyak 50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan
4. Penambahan Beban Belajar
Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar 2 (dua) jam per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting.

5. Seni Budaya, Prakarya, dan Kewirausahaan
Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya, Prakarya, dan kewirausahaan, satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 dari 4 aspek yang disediakan. Siswa mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semester.

6. Kegiatan Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri berupa ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS), palang merah remaja (PMR), dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing satuan pendidikan.

Demikianlah informasi tentang Beban Belajar dan Struktur Kurikulum MTs Tahun 2018 yang dapat Blog Guru Madrasah sampaikan,  Semoga bermanfaat.
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
panduan simpatika v2.0 2018
Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama terus melakukan perbaikan manajemen data terhadap guru binaan Kementerian Agama. Salah satunya dengan meluncurkan Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (SIMPATIKA).

Data guru yang sangat dinamis setiap semester menuntut tersediannya sistem manajemen informasi yang canggih dan mudah diperbaharui. Dengan sistem manajemen informasi tersebut, data guru yang valid bisa dijadikan dasar untuk perencanaan program-program peningkatan mutu yang terkait dengan pendidik dan tenaga kependidikan, misalnya sertifikasi guru, tunjangan profesi guru, pelatihan-pelatihan untuk guru dan juga beasiswa untuk guru.  Dirjen Pendis berharap SIMPATIKA ini bisa membantu menyelesaikan berbagai masalah tentang pendidik dan tenaga kependidikan.

Dan saat ini Pusat layanan SIMPATIKA Kemenag telah menerbitkan Panduan SIMPATIKA KEMENAG Versi 2.0 Tahun 2018. Dalam Panduan tersebut dijelaskan secara rinci tentang langkah-langkah dasar pengerjaan layanan SIMPATIKA Kemenag di Tahun 2018.

Download Panduan SIMPATIKA KEMENAG V2.0 Tahun 2018

Selengkapnya mengenai Panduan Simpatika ini berikut adalah buku Panduan SIMPATIKA KEMENAG V2.0 Tahun 2018 yang dapat Anda unduh melalui tautan berikut ;

Downlaod File :
Panduan SIMPATIKA KEMENAG V2.0 Tahun 2018

Demikianlah informasi tentang Panduan SIMPATIKA KEMENAG V2.0 Tahun 2018, semoga bermanfaat.
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
pemutakhiran simpatika semester 2 2017/2018
Rekan Guru Madrasah khususnya rekan operator Simpatika dimanapun berada, semester 2 untuk Tahun Pelajaran 2017/2018 sudah berjalan beberapa waktu yang lalu. Dan kini saatnya rekan-rekan operator Simpatika akan mulai sibuk kembali dengan data-data karena saat ini sudah dibuka pemutkahiran Simpatika untuk semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018.

Dan pada kesempatan kali ini Blog Guru Madrasah akan berbagi info pengunguman penting terkait Simpatika ini yang admin dapatkan dari grup WA yang mengumumkan tentang pemutakhiran Simpatika dari admin pusat Simpatika. Berikut adalah cuplikan surat pemberitahuan tersebut :

PEMUTAKHIRAN SIMPATIKA UNTUK SEMESTER 2 TAHUN 2017/2018

Assalammualaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtera,
Kepada Pengguna SIMPATIKA Yth,

Sehubungan dengan telah dimulainya Semester 2 Th.2017/2018 maka Layanan SIMPATIKA akan disesuaikan dengan aturan dan regulasi yang ada.
Adapun pemutakhiran SIMPATIKA untuk Semester 2 Th.2017/2018 antara lain adalah sbb :

1. Syarat Pengangkatan Kepala Madrasah menyesuaikan dengan PMA No.58 Tahun 2017, yaitu :
- PNS bisa menjabat Kamad di Negeri maupun Swasta
- Non-PNS tidak bisa mejabat Kamad di Negeri
- Memiliki Sertifikat Pendidik (sudah verval NRG)
- Berusia paling tinggi 55 tahun saat diangkat
- Pengalaman mengajar paling sedikit 9 tahun di Negeri, atau paling sedikit 6 tahun di Swasta
- Paling rendah PNS Golongan III/c, dan untuk Non PNS setara (inpassing) III/C
- Kamad Negeri wajib memiliki sertifikat Kepala Madrasah paling lambat 3 tahun setelah diangkat
- Kamad di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) bisa dengan syarat Pengalaman mengajar paling sedikit 4 tahun dan Paling rendah PNS Golongan III/b
2. Penyesuaian Beban Kerja Guru :
- Kepala Madrasah RA/MI/MTS/MA = 24 Jam
- Wakil Kepala Madrasah MTS/MA = 12 Jam
- Koordinator Pendidikan MI = 12 Jam
- Kepala Perpustakaan = 12 Jam
- Kepala Laboratorium/ Kepala Bengkel/ Kepala Unit Produksi/ Kepala Workshop = 12 Jam
- Pembimbing Khusus pada satuan pendidikan Inklusi atau Terpadu = 6 Jam
- Wali Kelas = 6 Jam
- Pembina Ekstrakurikuler dan/atau Kokurikuler = paling banyak 6 Jam
- Pembina Pramuka/UKS/OSIS = 6 Jam
- Pembina Asrama bagi Madrasah = 6 Jam
3. Penyesuaian Mata Pelajaran pada biodata Guru mengikuti mata pelajaran sesuai dengan Jenjang Madrasah.
4. Verifikasi dan Validasi Nomor Statistik Madrasah (NSM) realtime dengan data dari EMIS

Demikian yang dapat kami sampaikan, dan mohon dapat menjadi perhatian bersama.

Wassalamualaikum wr.wb,
Hormat kami,
Admin Pusat

NB :
Selanjutnya akan ada beberapa fitur/pemutakhiran yang ada dalam tiap bulannya yang akan diumumkan kemudian, InsyaAllah antara lain yang direncanakan adalah Verval NIP PNS, Verval Kode Satker, Cetak SKMT/SKBK per-Triwulan, Cetak SK Tunjangan per-Triwulan, Penerbitan SP2D TPG per-Triwulan, Laporan Kehadiran Guru.

Demikian info penting mengenai Pemutakhiran Simpatika Untuk Semester 2 Tahun 2017/2018. Info lengkap silakan bisa buka laman web Simpatika Kemenag. Semoga bermanfaat khususnya buat para operator simpatika di Madrasah masing-masing...
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
acuan pengisian jadwal mingguan simpatika
Simpatika telah dibuka beberapa pekan lalu, tepatnya awal agustus 2017. Oleh kerana itu diharapkan para operator simpatika untuk segera melakukan tugasnya seperti waktu-waktu yang lalu. Ini merupakan tugas yang harus dikerjakan oleh setiap operator madrasah setiap awal tahun pelajaran utnuk jenjang MI, MTs maupun MA.

Ada beberapa tugas yang harus dilakukan oleh para oeperator madrasah dari mulai update siswa sampai dengan pengisian jadwal mingguan kemuadian cetak S25a dan seterusnya.

Jadwal mingguan adalah salah satu pekerjaan yang harus dikerjakan oleh para operator madrasah pada layanan simpatika Kemenag. Pengisian jadwal mingguan merupakan fitur yang mempengaruhi setiap kinerja guru, khususnya bagi guru yang telah mengikuti sertifikasi. Jika jadwal mingguan tidak diisi atau jadwalnya diisi semaunya, maka sudah dipastikan maka tunjangan profesi guru atau tunjangan sertifikasinya tidak akan cair.

Dan untuk membantu para oerator madrasah dalam mengisi jadwal mingguan di simpatika, blog Guru Madrasah sudah menyiapkan Acuan Pengisian Jadwal Simpatika, Lampiran KMA Nomor 165 Tahun 2014. Silakan bisa diunduh melalui tautan link berikut.

Dwonload File :

Demikian mengenai acuan pengisian jadwal simpatika lampiran KMA Nomor 165 Tahun 2014 yang dapat kami berikan untuk rekan guru madrasah. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk like fanspage kami.
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
cetak S25a
Ada beberapa hal yang musti diperhatikan sebelum mencetak S25a. Selain untuk meperlancar proses Ajuan Keaktifan Kolektif (S25a) juga untuk memastikan memperoleh hak-haknya dalam mengajar, tugas tambahan, dan tentunya tunjangan.

Hal ini mengingat S25 menjadi dasar dan basis data penerbitan SKBK (Surat Keterangan Beban Kerja) dan Pengesahan SKMT (Surat Keterangan Melaksanakan Tugas). SKBK dan SKMT ini salah satunya berfungsi sebagai penentu kelayakan seorang pendidik menerima Tunjangan Profesi.

Beberapa dari daftar ini, jika tidak dilakukan, akan menghambat proses cetak S25a. Selain itu, beberapa hal berikut ini tidak akan bisa diajukan kembali ataupun dirubah setelah S25a dicetak.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dibereskan terlebih dahulu antara lain:

1. PTK Sudah Aktif Semua
Pastikan PTK, baik Pendidik maupun Tenaga Kependidikan, telah aktif (melakukan Keaktifan Diri dan Cetak Kartu PTK). Karena jika ada PTK yang belum aktif, maka tombol Ajuan S25a belum mau muncul.

2. Jumlah Siswa Perkelas Sudah Benar
Di periode Verval Simpatika semester ini, kita tidak perlu mengupload dan memasukkan siswa ke dalam rombel. Karena Daftar Siswa, Rombel dan Daftar Peserta Rombel sudah terisi otomatis sesuai isian di semester satu kemarin.

Namun jika terjadi jumlah siswa yang kurang, rombel yang kurang benar, ataupun malah siswa belum masuk ke rombelnya (Daftar Peserta Rombel), segeralah membereskannya sebelum mencetak S25a. Karena setelah S25a dicetak, ketiga hal ini (Daftar Siswa, Rombel dan Daftar Peserta Rombel) tidak dapat diubah lagi tanpa membatalkan Ajuan S25a.

Jika S25a terlanjur diajukan dan disetujui oleh Admin Simpatika Kabupaten/Kota, maka perlu mengajukan pembatalan persetujuan keaktifan kolektif (S25b) baru kemudian melakukan pembatalan S25a.

Guru yang mengajar dengan rasio kurang dari 1 : 15 terancam tidak akan memperoleh tunjangan.

3. Jam Mengajar dalam Jadwal Kelas Mingguan Sudah Benar
Isian jam mengajar masing-masing guru dalam Jadwal Kelas Mingguan sudah benar dan sesuai dengan alokasi yang ditetapkan oleh kurikulum.

Untuk memudahkan memonitor jumlah isian jam mengajar pada masing-masing mata pelajaran sudah sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh Kementerian Agama, Simpatika menghadirkan fitur "Validasi Alokasi JTM". Validasi ini akan memunculkan peringatan jika pengisian jam melebihi alokasi dalam struktur kurikulum.
Jika S25a sudah dicetak, Jadwal Mengajar tidak dapat dirubah lagi.

Pendidik yang mengajar kurang dari 24 jam perminggunnya terancam tidak menerima tunjangan. Pun bagi guru yang mengajar tidak sesuai dengan struktur kurikulum (alokasi jam menurut kurikulum) atau peraturan yang berlaku lainnya tidak akan dihitung dalam SKBK.

4.  Wali Kelas
Wali Kelas merupakan salah satu tugas tambahan guru yang dalam KMA No. 103 Tahun 2015 diakui ekuivalen dengan 2 jam mengajar. Pengakuan ini tentu membantu guru untuk mencapai pemenuhan jam mengajar sebesar minimal 24 jam mengajar perminggu.

5. Pembina Ekstrakurikuler
Pembina Ektrakurikuler diperhitungkan sebagai jam tatap muka dengan ekuivalen 2 jam. Kegiatan ektrakurikuler yang diakui antara lain: Pramuka, Organisasi Intra Sekolah (OSIS), Palang Merah Remaja (PMR), Olimpiade atau Lomba Mata Pelajaran, Karya Ilmiah Remaja (KIR), Olahraga, Kesenian, Keagamaan Islam, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Pecinta Alam, Jurnalistik atau, Fotografi, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Kewirausahaan.
Untuk dapat diakui ekuivalen 2 jam tatap muka perminggu, kegiatan tersebut paling sedikit harus diikuti oleh 15 (lima belas) siswa. Jika diikuti oleh lebih dari 50 peserta dapat dibimbing oleh 2 pembina (berlaku untuk kelipatannya). Dan seorang guru paling banyak dapat menjadi pembimbing di dua kegiatan.

Untuk menambahkan atau edit Pembina Ekstra Kurikuler dalam layanan Simpatika menggunakan fitur Edit Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran dan Pembimbingan bagi Guru.

6. Pembimbing Kegiatan Pembelajaran Ko-korikuler
Setiap kegiatan ko-korikuler diperhitungkan setara dengan 2 jam tatap muka. Yang termasuk kegiatan kokorikuler antara lain Bimbingan Baca Tulis Al Quran (untuk mapel Al Quran Hadits); Bimbingan Kaligrafi Arab (untuk mapel Bahasa Arab); dan Bimbingan Seni Tari, Drama, atau Pertunjukan (untuk mapel Seni dan Budaya).

Untuk menambahkan atau edit Pembimbing Kegiatan pembelajaran Ko-korikuler dalam layanan Simpatika menggunakan fitur Edit Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran dan Pembimbingan bagi Guru.

7. Guru Piket
Guru Piket diperhitungkan ekuivalen 1 jam tatap muka perminggu. Untuk menambahkan atau edit Guru Piket menggunakan fitur Edit Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran dan Pembimbingan bagi Guru.

8. Wakil Kepala Madrasah
Wakil Kepala Madrasah merupakan tugas tambahan dengan ekuivalen 12 jam tatap muka perminggu. Menurut KMA 103 Tahun 2015, MTs dan MA yang mempunyai 9 rombel atau lebih dapat mengangkat paling banyak 4 orang Wakil Kepala Madrasah. Jika kurang dari 9 rombel? Menurut FansPage Resmi Simpatika, MTs dan MA yang memiliki kurang dari 9 rombel dapat mengangkat maksimal 3 orang Waka.

Wakil Kepala Madrasah tidak berlaku bagi RA dan MI.
Setelah melakukan Alih Tugas Tambahan jangan lupa untuk mencetak S30a dan mengajukannya ke Admin Simpatika Kabupaten/Kota. Karena tanpa persetujuan mereka, pengisian Waka tidak tertulis permanen di sistem termasuk tidak tercatat di S25a. Selain itu, setelah S25a dicetak maka S30a tidak dapat dicetak.

Pastikan S30a telah disetujui Admin Kabupaten/Kota baru mencetak S25a.

Bagi yang semester sebelumnya telah mengangkat Waka (melalui edit Portofolio di PTK) silakan lakukan pengecekan di fitur Alih Tugas Tambahan. Karena berdasarkan pengalaman penulis, Waka-waka yang pernah diangkat tersebut dihapus otomatis oleh sistem.

9. Kepala Perpustakaan dan Kepala Laboratorium
Dua lagi tugas tambahan yang dihitung ekuivalen 12 jam adalah Kepala Perpustakaan dan Kepala Laboratorium.

Prosedur dan tata cara pengajuannya seperti Wakil Kepala Madrasah.

10. Pejabat Madrasah Lainnya
Selain Waka dan Kepala Perpustakaan atau Kepala Laboratorium masih terdapat Tugas Tambahan lain yang diakui ekuivalen 12 jam. Tugas Tambahan itu adalah:
  • Pembina Asrama (khusus madrasah berasrama)
  • Ketua Program Keahlian
  • Kepala Bengkel atau Kepala Unit Produksi (bagi MA Program Keterampilan)
Prosedur dan tata cara pengajuannya seperti Wakil Kepala Madrasah.

pengangkatan pejabat Madrasah untuk Tugas Tambahan seperti Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, Pembina Asrama, Ketua Program Keahlian, dan Kepala Bengkel atau Kepala Unit Produksi, tentunya melihat kondisi Madrasah dan kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing guru. sumber : simpatikapati.com

Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Beberapa Hal yang Harus Dikerjakan PTK di Layanan Simpatika
Mengelola data kependidikan sejatinya menjadi tanggung jawab individu setiap Pendidik dan Tenaga Kependidikan di sebuah lembaga. Setiap PTK seharusnya mampu secara mandiri melakukan updating data untuk memastikan data kependidikannya telah benar dan tepat di masa Verval Simpatika yang tengah berjalan.

Berikut ini adalah daftar 11 jenis pekerjaan (tahapan) yang harus diselesaikan oleh setiap PTK. Beberapa hal diantaranya bersifat opsional dan sesuai kebutuhan. Daftar ini semoga dapat menjadi acuan bagi PTK dalam melaksanakan verval Simpatika sehingga tidak ada yang terlewat dan terkendala.

Berikut ini kesebelas hal yang harus dikerjakan oleh setiap PTK.

1. Cetak Kartu Simpatika
Hal pertama yang harus sesegera mungkin dilakukan di setiap awal semester (begitu layanan Simpatika dibuka) adalah melakukan Keaktifan Diri dan Mencetak Kartu Simpatika. Pencetakan kartu ini menjadi penanda seorang PTK aktif di semester yang tengah berjalan. Sehingga bagi PTK yang tidak melaksanakan tahapan ini, akan dicatat tidak aktif oleh sistem. Pun akan mengganggu tahapan-tahapan lainnya, bagi PTK lain di lembaga yang sama.

Caranya cukup mudah dan singkat. Setelah login ke akun PTK masing-masing:
  • Klik menu Keaktifan 
  • Klik Cetak Kartu
  • Jika menggunakan Google Chrome akan muncul tab baru berisikan preview Kartu PTK, simpan atau cetak kartu tersebut
  • Jika menggunakan browser Firefox, muncul perintah untuk mengunduh kartu.
  • Selesai, PTK telah aktif untuk semester ini.
2. Update Biodata (S12)
Data pribadi setiap PTK di setiap saat tentu bisa saja mengalami perubahan. Biodata pribadi dan keluarganya, riwayat pendidikan, riwayat kepegawaian, serta fungsi dan jabatan yang diemban, bisa jadi mengalami perubahan.

Setiap terjadi perubahan data-data tersebut setiap PTK wajib untuk melakukan updating di layanan Simpatika. Caranya:
  • Login ke akun PTK masing-masing
  • Klik salah satu menu di kelompok menu Portofolio. Menu-menu ini meliputi, Biodata, Keluarga, Pendidikan, Karir, Diklat dan Sertifikasi, Pengawas Pembina, dan Cetak Portofolio.
  • Untuk melakukan update data klik tombol ikon 'tambah data' atau 'edit data' yang tersedia
  • Isikan data yang diinginkan
  • Lanjutkan proses pengisian hingga muncul pesan "Anda telah melakukan perubahan data, perubahan tersebut bersifat sementara'
  • Klik 'Jadikan Permanen' untuk mencetak S12
  • Kirim S12 ke Admin Kab/Kota untuk mendapatkan persetujuan perubahan data
  • Setelah disetujui (terbit S13) perubahan akan tercatat permanen di sistem Simpatika
Jika tidak ada data pribadi yang berubah, tahapan ini tidak perlu dilakukan.

3. Mutasi Madrasah Induk (SM01 atau SM02)
Tahapan inipun hanya harus dilakukan oleh PTK yang melakukan mutasi. Jika tidak maka tidak perlu melakukannya.

Ada bebarapa jenis mutasi. Namun secara umum langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Login ke akun PTK masing-masing
  • Klik menu Mutasi
  • Klik 'Cetak Surat Ajuan'
  • Pilih provinsi dan kabupaten instansi tujuan
  • Cari nama madrasah tujuan dengan memasukkan NPSN atau nama madrasah
  • Klik nama madrasah yang dituju
  • Cetak Surat Ajuan Mutasi (SM01)
  • Ajukan SM01 ke Admin Kab/Kota
4. Alih Fungsi (S16)
Alih fungsi adalah perubahan tugas dari seorang Tenaga kependidikan menjadi Pendidik atau sebaliknya. Atau juga perubahan golongan dari Non PNS menjadi PNS.

Caranya:
  • Login ke akun PTK masing-masing
  • Klik menu Alih Fungsi
  • Isi form yang muncul sesuai alih fungsi yang dilakukan
  • Klik Lanjut
  • Isi form yang tersedia
  • Lanjutkan tahapannya hingga muncul pesan "Anda telah melakukan perubahan data, perubahan tersebut bersifat sementara' di bagian atas.
  • Klik 'Jadikan Permanen' untuk mencetak S16
  • Ajukan S16 ke Admin Kab/Kota
5. Sekolah Non Induk (S20)
Ini adalah tahapan bagi guru yang saat ini harus mengajar di dua madrasah berbeda. Satu madrasah menjadi madrasah induk (satminkal) sedangkan lainnya menjadi sekolah non-induk. Hal ini bisa dikarenakan karena guru tersebut ketentuan minimal 24 JTM tidak tercukupi di sekolah induk sehingga harus menambah di madrasah lain.

Caranya:
  • Login ke akun PTK masing-masing
  • Klik menu 'Sekolah Non Induk'
  • Klik ikon 'tambah' di pojok kanan atas
  • Pilih sekolah tujuan/sekolah non induk, isi jabatan di sekolah non induk, pilih tahun bertugas, 
  • Klik Tambahkan untuk mencetak S20 (Ajuan Sekolah Non Induk)
  • Serahkan S20 tersebut ke Operator Madrasah atau Kepala Madrasah sekolah Non Induk yang dituju untuk dilakukan persetujuan.
  • Operator Madrasah atau Kepala Madrasah sekolah Non Induk yang dituju menyetujui dengan mencetak S21
Bagi yang tidak membutuhkan madrasah non-induk, tentu tidak perlu melakukan tahapan ini.

6. Verval NRG & Sertifikasi
Verval NRG dan Sertifikasi hanya dilakukan oleh guru yang memiliki NRG dan belum melakukan verval NRG pada masa verval Simpatika sebelumnya. Atau telah melakukan verval namun belum ditolak oleh Admin Kanwil Kemenag.

7. Verval Inpassing
Seperti verval NRG, verval Inpassing pun hanya bagi guru yang memiliki SK Inpassing dan belum melakukan Verval Inpassing di masa verval sebelumnya.

8. Mengecek Analisa Tunjangan
Tahapan ini wajib dilakukan oleh setiap PTK di setiap semester. Di menu Analisa Tunjangan ini PTK dapat mengecek mapel, rasio guru:siswa, dan jumlah JTM yang diampu masing-masing serta JTM yang diakui linier oleh sistem. Bagi guru bersertifikat pendidik, Analisa Tunjangan berfungsi juga untuk mengetahui seorang guru layak mendapatkan tunjangan profesi atau tidak.

Setiap PTK dapat mengecek Analisa Tunjangan ini setelah Operator Madrasah atau Kepala Madrasah mengisikan Jadwal Mengajar.

Jika dalam Analisa Tunjangan memunculkan hasil akhir 'Tidak layak Mendapat Tunjangan' atau ada isinya yang tidak sesuai, PTK dapat menghubungi Operator Madrasah dan Kepala Madrasah masing-masing agar dilakukan pembenahan. Termasuk jika Dalam Analisa Tunjangan tersebut masih belum terisi, bisa jadi Sang PTK tidak mendapatkan tugas apapun atau bahkan Kepala Madrasah belum melakukan entri jadwal.

Analisa Tunjangan dapat dibuka dengan membuka akun PTK masing-masing lalu mengklik menu Analisa Tunjangan.

9. Mengajukan SKMT (S29a, S29b, S29c)
Setiap guru wajib mengajukan SKMT (Cetak S29a, S29b, S29c) dari akun masing-masing. Form ini menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan SKBK. Karena itu, sebelum mencetak form ini pastikan 'Analisa Tunjangan' telah banar dan sesuai.

Surat ajuan SKMT (S29a, S29b, S29c) baru bisa dicetak setelah Kepala Madrasah mengajukan Keaktifan Kolektif (S25a) dan disetujui oleh Admin Kab/Kota. Sehingga jika menu cetak surat ajuan masih belum dapat diklik, berarti S25a belum disetorkan atau belum disetujui.

S29a adalah ajuan SKMT bagi guru di sekolah induk. Sedang S29b adalah ajuan SKMT bagi guru yang memiliki sekolah non induk dan sekolah tersebut masih di bawah naungan Kemenag. Sedangkan S29c adalah ajuan SKMT bagi guru yang mengajar juga di sekolah non induk Kemdikbud. Sehingga bagi guru yang hanya mengajar di satu madrasah, cukup mencetak S29a saja.

Untuk mencetak S29a, S29b, atau S2c, caranya adalah:
  • Login ke akun PTK masing-masing
  • Klik menu SKBK & SKMT
  • Klik menu 'Cetak Surat'
  • Sebelumnya cek dulu beban kerja yang dimiliki dengan cara mengklik menu 'Analisa Tunjangan' atau kotak berwarna di bagian atas menu 'Cetak Surat'
Setelah S29a, S2b, atau S29c tercetak jangan lupa untuk menyimpannya dalam bentuk softcopy. Tunggu hingga Kepala Madrasah melakukan penilaian dan pengesahan SKMT untuk dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya, Cetak Pengantar Pengajuan SKBK (S29d).

10. Mencetak Pengantar Pengajuan SKBK (S29d)
Masih di menu yang sama, pada poin kedua, akan muncul tombol untuk mencetak Surat Pengantar Pengajuan SKBK (S29d). Menu ini akan muncul setelah Kepala Madrasah melakukan penilaian dan pengesahan SKMT untuk PTK yang bersangkutan.

S29d bersama dengan S29a, S29b, dan S29c, menjadi syarat untuk mendapatkan SKBK.

Cara mencetaknya sama, yaitu:
  • Login ke akun PTK masing-masing
  • Klik menu SKBK & SKMT
  • Klik menu "Cetak Pengantar"
S29a/29b/29c, Lampiran S29, dan S29d diserahkan ke Admin Kab/Kota (bagi guru di madrasah swasta) atau kepada Kepala Madrasah (bagi guru di madrasah negeri) untuk mendapatkan SKBK (S29e).

11. Mengajukan Dispensasi Kelayakan
Tahapan ini khusus bagi guru yang terkendala dengan status kelayakan tunjangannya. Baik oleh rasio guru : siswa atau pun jumlah JTM yang kurang. Sehingga mengakibatkan status SKBK menjadi "Belum Layak mendapatkan Tunjangan"

Bagi guru di madrasah swasta dapat mengajukan dispensasi kelayakan ke Admin Kab/Kota sedangkan bagi guru di madrasah negeri mengajukannya kepada Kepala Madrasah.

sumber : https://ayomadrasah.blogspot.co.id/2017/08/hal-di-simpatika-harus-dikerjakan-ptk.html

Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
yang Harus Dikerjakan Operator dan Kamad di Layanan SimpatikaSetiap Kepala Madrasah memiliki dua akses di Simpatika. Yang pertama akses akun PTK pribadi layaknya guru-guru yang lain. Yang kedua akses untuk mengelola akun Madrasah. Untuk membantu pekerjaannya, Kepala Madrasah dapat mengangkat salah satu guru menjadi Operator Madrasah yang memiliki kewenangan mengelola data kelembagaan. Sehingga operator madrasahpun memiliki dua akses yaitu sebagai akun PTK dan akun Madrasah.

Pertanyaannya, apa saja yang harus dikerjakan oleh Kepala Madrasah (dan Operator Madrasah) pada masa verval Simpatika ini? Berikut ini hal-hal yang harus dilaksanakan oleh Kamad atau Operator Madrasah.

1. Mengecek Keaktifan Setiap PTK
Kepala Madrasah atau Operator Madrasah, melalui akun PTK Kepala Madrasah, dapat mengecek keaktifan diri setiap PTK yang ada di lembaganya. Jangan sampai ada salah satu guru dan tenaga kependidikan yang masih belum aktif dan mencetak Kartu Simpatika.

Pengecekan dapat dilakukan di akun PTK Kepala Madrasah (bukan akun PTK Operator Madrasah) dengan mengklik menu Keaktifan >> Data Guru dan Data Staf. Di bagian ini akan ditampilkan siapa PTK yang sudah aktif dan siapa PTK yang belum melakukan keaktifan diri.

Operator dan Kamad harus memotivasi PTK di lembaganya untuk segera melakukan keaktifan diri dan mencetak Kartu PTK.

2. Mengelola Siswa
Mengelola siswa merupakan salah satu pekerjaan dasar yang wajib dilakukan di setiap awal tahun pelajaran. Tahapan ini menjadi sangat penting karena jumlah siswa yang dimasukkan akan menjadi dasar dalam penghitungan rasio guru : siswa. Rasio menjadi salah satu penentu layak tidaknya seorang guru mendapatkan tunjangan.

Mengelola siswa terdiri atas empat tahapan, yaitu:
  • Mengunduh data siswa tahun pelajaran sebelumnya.
  • Mengedit data siswa hasil unduhan terkait dengan siswa naik kelas, siswa lulus, dan mutasi siswa. Pun menambahkan data siswa baru di tahun pelajaran berjalan.
  • Upload data siswa
  • Memasukkan siswa ke dalam rombongan belajar masing-masing
Pengelolaan siswa di Simpatika dapat dilakukan baik oleh Operator Madrasah maupun oleh Kepala Madrasah di akun Madrasah.

Pengelolaan ini hanya dilaksanakan satu tahun sekali yakni pada awal tahun pelajaran. Kecuali jika terjadi mutasi siswa atau siswa putus sekolah. Pada dua kondisi terakhir ini pengerjaannya cukup pada siswa yang bersangkutan saja tanpa harus melibatkan siswa-siswa lainnya.

Lebih lengkapnya terkait dengan pengelolan siswa ini dapat dibaca di artikel sebelumnya, 4 Tahap Pengelolaan Siswa di Layanan Simpatika.

3. Persetujuan Guru Non Induk (S20)
Untuk memenuhi kekurangan jam, guru dapat mengajukan mengajar di lebih dari satu madrasah. Madrasah yang selain madrasah utama (satminkal) disebut sebagai sekolah non induk.

Operator dan Kepala Madrasah dapat melakukan persetujuan pengajuan Madrasah Non Induk bagi guru yang mengajukan. Untuk melakukan persetujuan, Operator Madrasah atau Kamad, login dengan Akun Madrasah kemudian memilih menu Pendidik & Tenaga Kependidikan >> Registrasi PTK >> Entri Formulir S20.

4. Melakukan Non Aktif Guru (SM04) 
Guru yang telah tidak aktif di lembaga tersebut harus dinonaktifkan (kecuali melakukan mutasi). Nonaktif ini bisa dikarena meninggal dunia, memasuki usia pensiun, atau sebab-sebab lainnya.

Untuk melakukan non aktif guru atau mencetak SM04, Kepala Madrasah atau Operator madrasah masuk ke layanan Simpatika pada layanan Akun Madrasah. Kemudian pilih menu Pendidik & Tenaga Kependidikan >> PTK Non Aktif >> Laporkan PTK Non Aktif. Setelahnya Kepala Madrasah mengajukan persetujuan Non Aktif ke Admin Kab/Kota.

5. Mengangkat Pejabat Sekolah (S30)
Pejabat sekolah di sini meliputi Wakil Kepala, Kepala Laboratorium, Kepala Perpustakaan, Pembina Asrama, Pembimbing Khusus Inklusi, Kordinator Bidang Pendidikan, dan Pembina Pramuka. Masing-masing pejabat sekolah tersebut akan memiliki jam tambahan yang diakui ekuivalen sebagai jam mengajar sesuai ketentuan.

Untuk mengangkat pejabat sekolah, Operator atau Kepala Madrasah masuk dengan akses Akun Madrasah. Pilih menu Pendidik & Tenaga Kependidikan >> Direktori PTK >> Daftar Pejabat Sekolah. Dalam mengangkat pejabat sekolah harus mendapat persetujuan Admin Kab/Kota.

6. Mengangkat Wali Kelas
Setiap wali kelas berhak atas 2 jam ekuivalen. Karena itu setiap rombongan belajar harus memiliki wali kelas.

Pengangkatan wali kelas dilakukan oleh Kepala Madrasah atau operator melalui Akun Madrasah. Pilih menu Sekolah >> Kelas >> daftar Kelas >> Edit Kelas >> Pilih Wali.

7. Edit Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran dan Pembimbingan bagi Guru
Edit ekuivalen kegiatan pembelajaran dan pembimbingan bagi guru ini berlaku untuk Guru Piket, Pembina Ekstrakurikuler, Pembina Inklusi, Tutor Piket. Masing-masing akan mendapatkan 2 - 1 jam ekuivalen.

Untuk melakukan edit ekuivalen kegiatan pembelajaran dan pembimbingan, Kepala Madrasah atau Operator masuk melalui Akun Madrasah. Selanjutnya pilih menu Sekolah >> Jadwal >> Edit Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran dan Pembimbingan bagi Guru.

8. Edit JTM Guru BK/TIK
Agar jam tatap muka guru BK/TIK dapat otomatis dihitung oleh sistem (berdasarkan jumlah siswa) dan diakui sebagai JTM, Kepala Madrasah atau Operator harus melakukan edit JTM guru BK/TIK.

Edit JTM Guru BK/TIK ini dlakukan melalui Akun Madrasah. Pilih menu Sekolah > Jadwal > Edit JTM Guru BK/TIK.

9. Isi Jadwal Kelas Mingguan (Jadwal Mengajar Guru)
Pengisian jadwal mengajar mingguan (Jadwal Kelas) untuk seluruh rombel di madrasah tersebut menjadi tugas Kepala Madrasah atau Operator Madrasah. Jadwal yang diisikan nantinya akan menjadi JTM bagi masing-masing guru dan dihitung sebagai salah satu penentu kelayakan menerima tunjangan.

Pengisian Jadwal Kelas Mingguan dilakukan melalui Akun Madrasah Sekolah > Jadwal > Lihat Jadwal Mingguan.

Sedangkan untuk mengecek JTM yang dibebankan pada setiap guru (hasil dari entri jadwal mengajar) dapat dilihat di akun setiap PTK pada menu Analisa Tunjangan dan menu Cetak Portofolio. Atau pada akun PTK Kepala Madrasah di menu Keaktifan >> Data Guru. Di menu terakhir ini akan ditampilkan Beban (JTM), Total JTM, Rombel yang diampu, Siswa yang diampu, Rasio, dan status keaktifan dari setiap guru.
Selama dan setelah tahapan ini setiap PTK dan Kepala Madrasah harus proaktif untuk mengecek JTM masing-masing. Sehingga tidak akan ada guru yang kekurangan JTM ataupun terkendala rasio yang menyebabkan tunjangan tidak layak diberikan.

10. Update Biodata (S12)
Jika diperlukan (ada perubahan data), Operator maupun Kepala Madrasah pun harus melakukan update biodata pribadi layaknya PTK yang lain. Update ini bisa meliputi biodata pribadi dan keluarga, riwayat pendidikan, riwayat pegawai, fungsi dan jabatan. Perubahan biodata ini wajib mendapatkan persetujuan dari Admin Kab/Kota.

11. Mengajukan Keaktifan Kolektif (S25)
Setelah semua tahapan di atas Kepala Madrasah melakukan Ajuan Keaktifan Kolektif atau cetak S25a. Cetak S25a ini dilakukan melalui Akun PTK Kamad pada menu Keaktifan >> Ajukan Verval.

Sebelum mencetak S25a pastikan semua tahapan di atas sudah dilakukan, karena beberapa updating data tidak bisa dilakukan setelah S25 dicetak. Jangan lupa juga untuk mengarsipkan S25a, karena menu cetak S25 akan hilang setelah mendapat persetujuan dari Admin Kab/Kota.

Setelah dicetak S25 diajukan ke Admin Kab/Kota untuk mendapatkan persetujuan (S25b) agar tahapan verval Simpatika dapat berlanjut ke proses pengajuan SKMT dan SKBK.

12. Cetak Kartu PTK Kepala Madrasah
Kepala Madrasah baru bisa mencetak kartu sekaligus berstatus aktif pada semester berjalan setelah ajuan S25 mendapatkan persetuan Admin Kab/Kota (mendapat S25b).

Untuk mencetak Kartu PTK Kepala Madrasah, Kamad masuk melalui Akun PTK Kepala Madrasah kemudian memilih menu Keaktifan >> Cetak Kartu (menu ini hanya muncul setelah S25a disetujui).

13. Mengajukan SKMT (S29a)
Sebagaimana guru lainnya, Kepala Madrasah pun harus mengajukan S29a (SKMT). Sehingga namanya akan muncul di menu Pengesahan dan penilaian SKMT bersama guru-guru lainnya.

Untuk mengajukan SKMT (Cetak S29a) langkahnya adalah masuk ke Simpatika dengan Akun PTK Kepala Madrasah. Klik menu SKBK & SKMT >> Pengajuan SKBK >> Cetak Surat.

Menu Cetak Surat SKMT hanya muncul setelah S25a disetujui. Setelah mencetaknya jangan lupa untuk mengarsipkan S29a tersebut.

14. Pengesahan dan Penilaian SKMT (Lampiran S29a)
Setelah semua guru mencetak S29a (serta S29b dan S29c bagi guru non induk) tugas Kepala Madrasah berikutnya adalah melakukan penilaian dan pengesahan SKMT atau Cetak Lampiran S29 untuk semua guru di lembaga tersebut (baik yang satminkal maupun non induk), termasuk bagi Kepala Madrasah sendiri.
Cara mencetak lampiran S29 adalah dengan masuk ke Akun PTK Kepala Madrasah lalu pilih menu SKBK & SKMT >> Pengesahan SKMT >> Pilih guru yang dinilai.

15. Cetak Surat Pengantar SKBK (S29d)
Seperti guru lainnya, Kepala Madrasah pun harus mencetak S29d (Surat Pengantar SKBK). S29d bersama dengan S29a dan lampiran S29, diajukan ke Admin Kab/Kota untuk mendapatkan SKBK (S29e).

Untuk mencetak s29d caranya adalah dengan masuk ke Akun PTK Kepala Madrasah lalu pilih menu SKBK & SKMT >> Pengajuan SKBK >> Cetak Surat Pengantar. Menu ini baru akan muncul setelah Kepala Madrasah mencetak Lampiran S29.

Semoga rangkuman hal-hal yang harus dikerjakan ini dapat menjadi pedoman yang memudahkan setiap operator dan Kepala Madrasah sehingga pelaksanaan Verval Simpatika dapat berjalan dengan sukses.

sumber : https://ayomadrasah.blogspot.co.id/2017/08/yang-harus-dikerjakan-operator-kamad-simpatika.html
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
pendaftaran sertifiaksi 2017 melalui simpatika
Pada postingan terdahulu, admin Guru Madrasah telah mempublikasikan Surat Edaran tentang Persiapan Pelaksanaan Sertifikasi Guru Madrasah Tahun 2017. Dan pada kesempatan kali ini, kami akan membagiakan informasi mengenai tata cara pelaksanaan sertifikasi tersebut. Pada tahun 2017 ini sertifikasi guru Madrasah sudah berbasis Simpatika Kemenag, dan jika dan Guru Madrasah yang TMT-nya mulai tahun 2015 dan berlum ikut sertifikasi maka ada fitur baru di akun simaptika masing-masing yaitu notifikasi atau pemberitahuan bahwa guru yang sudah memenuhi persyaratan akan mendapatkan tawaran untuk ikut sertifikasi tahun 2017 dengan model PLPG.

Namun dalam hal ini setidaknya ada 4 syarat yang harus dipenuhi guru madrasah jika ingin mendapatkan tawaran untuk mengikuti sertifikasi tahun 2017n ini, diantaranya adalah :
  1. Berstatus sebagi PNS atau Guru Tetap Yayasan (GTY) bagi guru bukan PNS di madarasah negeri ataupun swasta yang berada dibawah naungan Kemneterian Agama.
  2. Belum pernah memiliki sertifikat pendidik
  3. Diangka tdalam jabatan fungsional guru sebelum tanggal 30 Desember 2005, kecuali bagi guru yang mengajar di MAN Insan Cendekia se-Indonesia
  4. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/DIV dari perguruan tinggi yang terakreditasi dan memiliki prodi yang telah memiliki izin penyelanggaraan.
Nah jika data PTK yang telah memnehui syarat seperti admin sebutkan diatas, maka silaakn bisa melakukan perbaikan data (edit data) dan lakukan ajuan S12 ke admin Simpatika Kab/Kota untuk mendapatkan persetujuan (S13)

Daftar Sertifikasi Tahun 2017 melalui Simpatika Kemenag

Rekan guru madrasah yang akan melakukan pendaftaran calon peserta Sertifikasi Guru Madrasah Tahun 2017, silakan bisa mengikuti langkah-langkahnya sebagai berikut :
  • Login ke akun PTK masing-masing, jangan akun milik tetangga yah ☺
  • Saat masuk dasbor PTK akan muncul notifikasi / pesan untuk pendaftaran calon Peserta Sertifiaksi, seperti pada gambar beikut.
  • Kemudian klik pada menu "Mata Pelajaran" untuk memilih data mata pelajaran yang diinginkan sesuai dengan kompetensi PTK masing-masing
  • Jika sudah, kemudian klik "Lanjut"
  • Setelah itu akan muncul pesan tentang rangkuman isian yang telah dipilih. Dan jika sudah benar, silakan kilik "Simpan" Dan jika ada kesalhan maka bisa kkloik "Kembali" untuk melakukan pengeditan ulang.
Demikian informasi mengenai pendaftaran sertifikasi guru Madrasah tahun 2017 melalui akun simpatika secara online. Semoga bermanfaat apa yang kami sampaikan.
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
cara terbaru cetak s30 simpatika
Sesuai peraturan pada KMA nomor 103 Tahun 2015 , maka PTK yang memiliki tugas tambahan akan memperoleh penambahan jumlah jam mengajar. Tugas tambahan sebagaimana dimaksudkan dalam regulasi tersebut diantaranya adalah : Tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah/Kepala Madrasah, tugas tambahan sebagai Wakamad, Pembina Asrama, Ketua Program Keahlian, Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium dan Kepala Bengkel Bagi PTK yang mempunyai tugas tambahan sebagai Kepala Madrasah, maka sistem secara otomatis akan mencatat Jumlah Jam Mengajar (JJM) diluar JTM yang terjadwal dalam Jadwal Kelas Mingguan.

Baca Juga : Cara Cetak Ajuan SKMT dan SKBK tahun Yang Lalu

Sedangkan untuk PTK yang mendapatkan tugas tambahan selain Kepala Madrasah dan agar tugas tambahan tersebut bisa memperoleh jam tambahan dan sekaligus diakui serta tercatat dalam sistem pendataan di Simpatika, maka PTK yang bersangkutan harus melakukan prosedur Alih Tugas Tambahan. Untuk lebih jelasnya rekan guru Madrasah dapat melihat tutorial dibawah ini :


Demikian informasi mengenai  Cara Terbaru Cetak S30 Simpatika Kemenag, Tugas Tambahan Guru. Semoga bermanfaat dan jangan lupa berkunjung kembali di blog Guru Madrasah

sumber : opm madrasah
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
revisi lampiran juknis tpg 2017
Baru-baru ini Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada para Kepala Kanwil Kementerian Agama Propinsi cq. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam di Seluruh Indonesia dengan Nomor 1472 A/DJ.I/KP.07.4/04/2017 tentang Revisi Lampiran Juknis Penyaluran TPG Guru Madrasah 2017 dan Penetapan NRG Melalui Simpatika.

Baca Juga : Silabus PAI dan Bahasa Arab MTs Kurikulum 2013 Lengkap

Adapun isi dari surat edaran tersebut adalah sebagai berikut,

Sehubungan dengan telah terbitnya Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru bagi Guru Madrasah Tahun Anggaran 2017, bersama ini kami sampaikan hal-hal berikut :
  1. Pada Bab III poin A.3 yang awalnya tertulis "Memenuhi Kualifiaksi Akademik S-1 atau D-IV. Khusus Guru PNS yang masih Gol II namun sudah lulus S-1/D-IV sebelum tanggal 31 Desember 2015 dan telah memenuhi persyaratan yang diatur melalui Surat Sekjen Kementerian Agama Nomor : 7362/SJ/Kp.01.1/10/2016" direvisi sehingga berbunyi sebagai berikut: "Memenuhi Kualifiaksi Akademik Minimum S-1/D-IV. Khusus Guru PNS yang saat ini berada dalam golongan II namun sudah lulus S-1/D-IV sebelum tanggal 31 Desember 2015 dan telah memenuhi persyaratan yang diatur melalui Surat Sekjen Kementerian Agama Nomor : 7362/SJ/Kp.01.1/10/2016 sehingga masih dalam proses penyesuaian terhadap golongan ruang dan kepangkatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan"
  2. Nomor Registrasi Guru (NRG) yang telah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam secara resmi melalui sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan tenaga Kependidikan Kementerian Agama (SIMPATIKA) secara otomatis;
  3. Penetapan NRG sebagaimana dimaksuda pada poin 2 dilakukan secara gigital berupa format S26e dan/atau Piagam NRG. Pencetakan format S26e dapat dilakukan melalui SIMPATIKA dengan menggunakan akun individu yang dimiliki oleh guru dan tenaga kependidikan.
  4. Guru dan tenaga kependidikan yang sebelumnya telah memiliki NRG melaui SK Dirjen Pendidikan Islam, kartu NRG, dan Format Lembaran BPSDMPK-PMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Namun mengalami perubahan NRG sebagaimana yang tercantum diformat S26e, maka NRG yang digunakan adalah yang tercantum dalam format S26e.
  5. Penyaluran Tunjangan Profesi Guru sepenuhnya berpedoman penuh kepada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7394 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru bagi Guru Madrasah Tahun 2017.
Lebih lengkapnya mengenai Revisi Lampiran Juknis Penyaluran TPG Guru Madrasah 2017 dan Penetapan NRG Melalui Simpatika dapat diunduh pada tautan link berikut.

Download File :

Demikian info mengenai Revisi Lampiran Juknis Penyaluran TPG Guru Madrasah 2017 dan Penetapan NRG Melalui Simpatika dari Guru Madrasah. Semoga bermanfaat dan silakan berkunjung kemabali di blog ini untuk mendapatkan update informasi seputar kabar madrasah.