Articles by "PPDB"
Tampilkan postingan dengan label PPDB. Tampilkan semua postingan
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Inilah Ketentuan Pelaksanaan PPDB Jenjang RA, MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2021/2022
PPDB Madrasah 2021-2022
Kalender pendidikan madrasah memasuki masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021, baik jenjang Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun Madrasah Aliyah (MA) kategori reguler. PPDB inj berlangsung tiga bulan, Mei – Juli 2021.

“Kemenag tengah melaksanakan penerimaan siswa baru berbagai jenjang madrasah mulai dari RA, MI, MTs dan MA mulai awal Mei sampai akhir Juli 2021. Namun untuk madrasah program khusus, dilakukan lebih awal,”

Ketentuan pelaksanaan PPDB jenjang RA, MI, MTs dan MA Tahun pelajaran 2021/2022

  1. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) RA dan Madrasah dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) atau secara luring (luar jaringan/manual).
  2. PPDB pada madrasah harus memenuhi asas:
    • Obyektivitas, artinya bahwa PPDB maupun pindahan harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan;
    • Transparansi, artinya PPDB bersifat terbuka dan dapat diketahui oleh masyarakat termasuk orang tua peserta didik baru untuk menghindari segala penyimpangan yang mungkin terjadi;
    • Akuntabilitas, artinya PPDB dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, baik prosedur maupun hasilnya;
    • Tidak Diskriminatif, artinya PPDB pada madrasah tanpa membedakan suku, ras, golongan dan status sosial ekonomi masyarakat;
    • Kompetitif, artinya PPDB dilakukan melalui seleksi berdasarkan kompetensi yang disyaratkan oleh satuan pendidikan tertentu.
  3. Madrasah Berasrama (MTs dan MA berasrama) melaksanakan PPDB dari seleksi sampai pengumuman hasil dengan rentang waktu mulai bulan Maret sampai bulan Mei 2021 (rangkaian kegiatan PPDB diatur oleh satuan pendidikan masing-masing dan atau mengikuti kebijakan wilayah masing-masing)
  4. RA dan Madrasah (selain MAN IC, MAN PK, MAKN dan Madrasah Bersarama) melaksanakan PPDB mulai bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2021 (rangkaian kegiatan PPDB diatur oleh satuan pendidikan masing-masing, dan atau mengikuti kebijakan wilayah masing-masing).
  5. Jadwal PPDB Madrasah
    • Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC), Madrasah Aliyah Negeri Program Khusus (MAN PK), Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) (Januari s.d Maret 2021)
    • MI, MTs, MA, Negeri dan Swasta Berasrama (Maret s.d Mei 2021)
    • MA Reguler Negeri dan Swasta (Mei s.d Juli 2021)
    • MA Program Keterampilan Negeri dan Swasta (Mei s.d Juli 2021)
    • MTs Negeri dan Swasta (Mei s.d Juli 2021)
    • MI Negeri dan Swasta (Mei s.d Juli 2021)
    • RA (Mei s.d Juli 2021)
  6. Sebagai bagian dari kebijakan afirmatif bahwa madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah wajib menerima calon peserta didik dengan kriteria sebagai berikut:
    • Mempunyai prestasi akademik dan non-akademik (KSM, KSN, OPSI, MYRES, AKSIOMA dan kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Lainnya paling sedikit 5% (lima persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.
    • Berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu paling sedikit 15% (lima belas persen) dari jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP)/Program Keluarga Harapan (PKH)/Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)/Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diterbitkan oleh pemerintah daerah. Apabila peserta didik memperoleh SKTM dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan perolehannya, akan dikenakan sanksi pengeluaran dari Madrasah berdasarkan hasil evaluasi Madrasah bersama dengan Komite Madrasah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.
    • Berasal dari anak berkebutuhan khusus paling sedikit 10% (sepuluh persen) dari jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima bagi madrasah yang menyelenggarakan program pendidikan inklusi. Setiap Provinsi harus tersedia paling sedikit 1 (satu) Madrasah Negeri pada semua jenjang (MIN, MTsN, dan MAN) yang menyelenggarakan pendidikan inklusi.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Ketentuan Pelaksanaan PPDB Jenjang RA, MI, MTs dan MA Tahun Pelajaran 2021/2022. Semoga bermanfaat..
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Petunjuk Teknis PPDB  Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2021-2022
Juknis PPDB Jabar 2021
Mengenai landasan hukum  dari PPDB Provinsi Jabar Tahun 2021 ini adalah berdasarkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan dengan azas objektif, transparan dan akuntabel.

A. Syarat PPDB Jabar Tahun 2021


Terdapat dua Syarat PPDB Jabar Tahun 2021 yaitu syarat umu dan syarat khusus, berikut rinciannya :

1. Syarat Umum
  • Ijazah
  • Akta Kelahiran
  • Kartu Keluarga (minimal 1 tahun), KTP
  • Buku Rapor & Keterangan Ranking (lima semester)
  • Surat Tanggung Jawab Mutlak Orang Tua

2. Syarat Khusus
  • Kartu Program Penanganan Kemiskinan / Terdaftar pada DTKS (bagi jalur afirmasi KETM)
  • Surat Keterangan Domisili dari RT/RW (bagi jalur afirmasi korban bencana alam / sosial)
  • Surat Tugas Orang Tua (bagi jalur perpindahan tugas orang tua / wali / anak guru) dan bagi afirmasi penanganan Covid19
  • Piagam dan Dokumentasi Prestasi (untuk jalur prestasi kejuaraan)

B. Jalur PPDB SMA

Terdapat empat (4) jalur PPDB SMA yaitu :
  1. Zonasi minimal 50 %
  2. Afirmasi minimal 20% (Afirmasi KETM & Disabilitas 15% serta Kondisi Tertentu 5%)
  3. Perpindahan Tugas Orang Tua / Wali / Anak Guru maksimal 5 %
  4. Prestasi 25 % / sisa kuota (Nilai Rapor dan Kejuaraan Akademik / Non Akademik)

Afirmasi PPDB Tahun 2021 merupakan layanan PPDB yang ditujukan bagi masyarakat yang terdampak kondisi tertentu (petugas penanganan Covid19, korban bencana alam / sosial) yang dapat mengganggu kelancaran PPDB putra-putrinya.

C. Jalur PPDB SMK

  • Afirmasi Minimal 20% (KETM dan Disabilitas)
  • Prioritas Terdekat Maksimal 10%
  • Perpindahan Tugas Orang Tua / Wali / Anak Guru 5%
  • Prestasi 65 % (Rapor 60% dan Kejuaraan 5%). Untuk Rapor terdiri dari dua komponen yaitu Unggulan (Persiapan Kelas Industri) 35% dan Umum 25%.

D. Jadwal Persiapan PPDB Jabar

  • Tanggal 3 Mei 2021 Pembagian akun ke sekolah(SMP/MTs)
  • Tanggal 4-7 Mei 2021 Pembagian akun kepada siswa
  • Tanggal 5-21 Mei 2021 Upload Nilai Rapor
  • Tanggal 17-21 Mei 2021 Input kuota / daya tampung sekolah
  • Tanggal 17-21 Mei 2021 Verifikasi kuota sekolah
  • Tanggal 24 Mei - 4 Juni 2021 Upload Dokumen Khusus (Prestasi Kejuaraan : Piagam & Foto
  • Perpindahan orang tua / anak guru : Surat Tugas Jalur Afirmasi KETM : Kartu / terdaftar pada DTKS Kondisi Tertentu : Surat Tugas / SKTM Bencana)

E. Tata Cara Pendaftaran Penerimaan Siswa Baru

Dilakukan secara Daring Mandiri / Operator Sekolah Asal melalui laman ppdb.disdik.jabarprov.go.id
Sekolah Tujuan (jika tidak ada jaringan, penerapan Protokol Covid19)
Dibuka mulai jam 08.00 - 20.00

F. Jadwal Pendaftaran PPDB SMA


Tahap 1

  • Tanggal 7 s.d 11 Juni 2021
  • Jalur Afirmasi
  • Jalur Perpindahan Tugas
  • Jalur Prestasi (Nilai Rapor, Kejuaraan_

Tahap 2

  • Tanggal 24 s.d 30 Juni 2021
  • Jalur Zonasi
  • Keterangan "Jika tidak lolos Tahap 1 Dapat mendaftar di Tahap 2"

Download Juknis PPDB Jabar Tahun 2021

Untuk lebih jelasnya, silahkan Unduh Juknis PPDB Jabar Tahun 2021 pada tautan berikut.



Demikian informasi tentang Juknis PPDB Jawa Barat Tahun 2021 yang bisa kami bagikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat..
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Sebanyak 29 Sekolah Kedinasan dari Delapan Instansi Buka Pendaftaran Tahun 2021
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2021
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengumumkan pendaftaran sekolah kedinasan tahun anggaran 2021 resmi dibuka, Jumat (09/04). Sebanyak 29 sekolah kedinasan dari delapan instansi akan menerima sebanyak 6.464 calon siswa/siswi/taruna/taruni.

“Sebanyak 6.464 alokasi siswa hasil persetujuan prinsip disediakan bagi calon pegawai negeri sipil jalur sekolah kedinasan tahun 2021,” ungkap Menteri PANRB Tjahjo Kumolo pada acara KemenPANRB News Update di Jakarta, Jumat (09/04).

Pendaftaran sekolah kedinasan dilakukan melalui Sistem Seleksi Calon ASN (SSCASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada laman dikdin.bkn.go.id. Untuk lokasi seleksi akan dilakukan di Kantor Pusat BKN, Kanreg dan UPT BKN, serta lokasi mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing sekolah kedinasan.

Menteri Tjahjo menegaskan, seleksi sekolah kedinasan diselenggarakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Jadwal kegiatan seleksi sekolah kedinasan akan disesuaikan apabila terdapat perubahan kebijakan pemerintah terkait status pandemi Covid-19 sehingga tidak memungkinkan melaksanakan kegiatan tersebut.

“Rencana kegiatan perkuliahan diatur masing-masing kementerian dan lembaga dengan memperhatikan perkembangan status pandemi Covid-19,” tegas Menteri Tjahjo.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Teguh Widjinarko menjelaskan bahwa alokasi siswa untuk sekolah kedinasan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk membentuk calon aparatur sipil negara (ASN) dibidang teknis. “Melalui sekolah kedinasan ini, kita mencari lulusan yang spesifik. Sehingga sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa memperbanyak tenaga teknis,” ujarnya.

Pendaftaran sekolah kedinasan dibuka pada 9-30 April 2021. Dalam memilih sekolah kedinasan, calon pelamar harus yakin dengan pilihannya karena hanya dapat memilih satu sekolah kedinasan.

Teguh juga menjelaskan berkas-berkas yang diperlukan untuk mendaftar sekolah kedinasan. Beberapa berkas tersebut adalah pas foto, KTP atau surat keterangan, Kartu Keluarga, ijazah atau surat keterangan lulus, rapor SMA/sederajat, serta dokumen lain yang diatur masing-masing instansi.

pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2021

Sekolah Kedinasan Beserta Jumlah Persetujuan Prinsip Alokasi Siswa:
  1. Kementerian Dalam Negeri
    • Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN): 1.164 kursi
  2. Kementerian Keuangan
    • Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN): 275 kursi
  3. Kementerian Hukum dan HAM
    • Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip): 300 kursi
    • Politeknik Imigrasi (Poltekim): 300 kursi
  4. Kementerian Perhubungan: 3.210 kursi
    • Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD)
    • Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
    • Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PTKJ) Tegal
    • Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Poltrans SDP) Palembang
    • Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali
    • Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
    • Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
    • Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya
    • Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
    • Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatra Barat
    • Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten
    • Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh
    • Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara
    • Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong
    • Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong
    • Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug
    • Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar
    • Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan
    • Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya
    • Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Jayapura
    • Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang
  5. Badan Intelijen Negara (BIN)
    • Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN): 250 kursi
  6. Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG)
    • Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG): 265 kursi
  7. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
    • Politeknik Siber dan Sandi Negara: 100 kursi
  8. Badan Pusat Statistik (BPS)
    • Politeknik Statistika STIS: 600 kursi
Demikian informasi kami mengenai Sebanyak 29 Sekolah Kedinasan dari Delapan Instansi Buka Pendaftaran Tahun 2021. Semoga bermanfaat..

sumber: menpan.go.id 
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
SNPDB MAN IC, MANPK dan MAKN 2021
SNPDB MAN IC, MANPK dan MAKN 2021
Dalam rangka memberikan kesempatan kepada lulusan terbaik tingkat Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu di Madrasah Aliyah Negri Insan Cendikia, Madrasah Aliyah Negri Program Keagamaan, dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri perlu melaksanakan seleksi Nasional Peserta Didik Baru dengan sistem merit yang objektif, transparan, dan akuntabel.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah melaksanakan Seleksi melalui jalur tes berbasis komputer (Computer Based Test) pada Seleksi Nasional Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Negri Insan Cendekia, Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri pada tanggal 27 - 28 Februari 2021.

Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang penetapan Nama-Nama Calon peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia, Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri yang dinyatakan Lulus seleksi jalur tes pada seleksi Nasional penerimaan peserta didik baru Madrasah aliyah negeri insan cendikia, Madrasah aliyah negeri program keagamaan dan Madrasah aliyah kejuaruan negeri tahun pelajaran 2021/2022.

Download Pengumuman Kelulusan Peserta Didik Baru MAN IC, MANPK dan MAKN pada SNPDB Tahun 2021

Selengkapnya mengenai Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang penetapan Nama-Nama Calon peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia, Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri yang dinyatakan Lulus seleksi jalur tes pada seleksi Nasional penerimaan peserta didik baru Madrasah aliyah negeri insan cendikia, Madrasah aliyah negeri program keagamaan dan Madrasah aliyah kejuaruan negeri tahun pelajaran 2021/2022 ini bisa anda download melalui link yang kami sediakan dibawah ini.

Download File:
Kelulusan Peserta Didik Baru MAN IC, MANPK dan MAKN 2021 - DOWNLOAD

Demikian informasi mengenai Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang penetapan Nama-Nama Calon peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia, Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri yang dinyatakan Lulus Tahun 2021. Semoga bermanfaat...
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Contoh Draft SK Panitia PPDB SD SMP SMA dan SMK Tahun Pelajaran 2021-2022
Contoh SK Panitia PPDB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeleluarkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Hal ini berarti bahwa Satuan Pendidikan diharapkan untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan matang untuk mensukseskan PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022.

Di dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 dijelaskan bahwa Jalur Pendaftaran PPDB dibagi menjadi empat yaitu :
  1. Jalur Zonasi
  2. Jalur Afirmasi
  3. Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua / Wali
  4. Jalur Prestasi
Berdasarkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Juknis PPDB TK SD SMP SMA SMK Tahun Pelajaran 2021/2022, yang dimaksud Penerimaan Peserta Didik Baru di sini adalah penerimaan peserta didik baru pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK yang dilaksanakan secara objektif, transparan; dan akuntabel.  

Juga dilakukan tanpa diskriminasi kecuali bagi sekolah yang secara khusus dirancang untuk melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu.

Pada Tahun Pelajaran 2021/2022, Pendafaran PPDB di Satuan Pendidikan dapat dilakukan secara daring maupun luring.

Menakisme daring dilakukan dengan mengunggah dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan ke laman pendaftaran PPDB yang telah ditentukan dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.

Tetapi apabila Satuan Pendidikan tidak tersedia fasilitas jaringan, maka PPDB dapat dilaksanakan melalui mekanisme luring dengan melampirkan fotokopi dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan.

Sebelum PPDB dilaksanakan oleh sekolah, sebagai langkah awalnya adalah Satuan Pendidikan menentukan Panitia Penerimaan Peserta Didik baru. Dimana fungsi pembentukan panitia adalah menentukan nama petugas beserta rincian tugasnya. Dengan harapan, pembagian tugas akan lebih tertata sehingga PPDB dalam pelaksanaannya nanti akan meraih hal yang positif dan sukses.

Surat Keputusan tentang Panitia PPDB ini sangatlah penting bagi Satuan Pendidikan, bukan hanya sebagai arsip tetapi juga sebagai bukti fisik saat akreditasi nantinya

Download Contoh Draft SK Panitia PPDB SD SMP SMA dan SMK Tahun Pelajaran 2021-2022

Selengkapnya mengenai Contoh Draft SK Panitia PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 untuk Jenjang Pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK ini bisa anda download melalui lini yang kami sediakan dibawah ini.

Contoh Draft SK Panitia PPDB SD SMP SMA dan SMK Tahun Pelajaran 2021-2022 [DOWNLOAD]

Demikian informasi tentang Contoh Draft SK Panitia PPDB SD SMP SMA dan SMK Tahun Pelajaran 2021-2022 yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat...
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Juknis PPDB TK SD SMP SMA dan SMK 2021/2022
Juknis PPDB TK SD SMP SMA dan SMK 2021-2022
Berdasarkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Juknis PPDB TK SD SMP SMA SMK Tahun Pelajaran 2021/2022, yang dimaksud Penerimaan Peserta Didik Baru di sini adalah penerimaan peserta didik baru pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK yang dilaksanakan secara objektif, transparan; dan akuntabel. 
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Petunjuk Teknis PPDB RA, MI, MTs, MA dan MAK Tahun Pelajaran 2021/2022
Juknis PPDB RA dan Madrasah 2021-2022
Kementerian Agama telah menerbitkan Petunjuk Teknis Juknis PPDB tahun 2021/2022 untuk jenjang RA, MI, MTS, MA, dan MAK Kementrian Agama yang tertuang dalam Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Nomor 7292 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Pada Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan Tahun Pelajaran 2021/2022.

Salah satu pertimbangan diterbitkan SK Dirjen Pendis Nomor 7265 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) tahun pelajaran 2020/2021 yang didalamnya berisi agar pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru di lingkungan Kementerian Agama dapat meningkatkan akses pendidikan Islam yang bermutu dengan memberikan kesempatankepada anak-anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikannya pada tingkat yang lebih tinggi.

Jadwal Pelaksanaan PPDB RA, MI, MTs, MA dan MAK Tahun Pelajaran 2021/2022

Waktu pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru bagi RA dan Madrasah di tahun 2021 ini diatur dengan penjadwalan sebagai berikut:
  1. MAN Insan Cendekia (IC), MAN PK, dan MAKN; dilaksanakan pada Januari sampai Maret 2021;
  2. MI, MTs, MA Negeri maupun Swasta Berasrama; dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2021;
  3. MA Reguler baik Negeri maupun Swasta; dilaksanakan pada Mei sampai Juli 2021;
  4. MA Program Keterampilan baik Negeri maupun Swasta; dilaksanakan pada Mei sampai Juli 2021;
  5. MTs Negeri dan Swasta; dilaksanakan pada 6 sampai Juli 2021;
  6. MI Negeri dan Swasta; dilaksanakan pada Mei sampai Juli 2021;
  7. RA; dilaksanakan pada Mei sampai Juli 2021;

Persyaratan PPDB RA, MI, MTs, MA dan MAK Tahun Pelajaran 2021/2022

Raudhatul Athfal

  1. berusia 4 - 5 tahun untuk kelompok A dan
  2. berusia 5 - 6 tahun untuk kelompok B. Usia ini dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir.

Madrasah Ibtidaiyah (MI)

  1. calon peserta didik yang berusia 7 tahun (per 1 Juli) wajib diterima dengan mempertimbangkan batas daya tampung yang dimiliki madrasah
  2. calon peserta didik yang berusia 6 tahun (per 1 Juli) dapat diterima dengan mempertimbangkan batas daya tampung yang dimiliki madrasah
  3. calon peserta didik yang berusia kurang dari 6 tahun namun memiliki kecerdasan atau bakat istimewa atau kesiapan belajar, dapat diterima yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional. maka rekomendasi dapat dilakukan oleh guru Sekolah/Madrasah.

Madrasah Tsanawiyah (MTs)

  1. berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan
  2. memiliki ijazah (Surat Tanda Tamat Belajar) MI/SD/Program Paket A/Program Kesetaraan Pada Ponpes Salafiyah Tingkat Ula atau yang sederajat
  3. Khusus bagi calon siswa baru dari sekolah luar negeri wajib mendapatkan Surat Keterangan Kesetaraan Ijazah dari Kemenag atau Kemdikbud

Madrasah Aliyah (MA)

  1. berusia paling tinggi 21 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan
  2. memiliki ijazah (Surat Tanda Tamat Belajar) MTs/SMP/Program Paket B/Program Kesetaraan Pada Ponpes Salafiyah Tingkat Wustho atau yang sederajat
  3. memiliki SHUN MTs/SMP/Program Paket B/Program Kesetaraan Pada Ponpes Salafiyah Tingkat Wustho atau yang sederajat. Khusus bagi calon peserta didik dari MTs, memiliki SHUAMBN, Bagi calon peserta didik dari luar negeri dapat dikecualikan apabila di negara tersebut tidak menerbitkan hasil ujian nasional.
  4. Khusus bagi calon siswa baru baik warga negara Indonesia atau warga negara asing untuk kelas 10 yang berasal dari sekolah luar negeri wajib mendapatkan Surat Keterangan Kesetaraan Ijazah dari Kemenag atau Kemdikbud.

Download Petunjuk Teknis PPDB RA, MI, MTs, MA dan MAK Tahun Pelajaran 2021/2022


Selengkapnya mengenai  Juknis PPDB RA, MI, MTs, MA dan MAK Tahun Pelajaran 2021/2022 ini bisa anda download DISINI.

Demikian informasi mengenai Petunjuk Teknis PPDB RA, MI, MTs, MA dan MAK Tahun Pelajaran 2021/2022 yang dapat kami sampaikan. Semoga bemanfaat..

Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Juknis Seleksi Nasional Peserta Didik Baru MAN IC, MANPK dan MAKN Tahun Pelajaran 2021/2022
Juknis SNPD Baru MAN IC, MANPK dan MAKN
Direktur Jenderal Pendidikan Islam baru-baru ini telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 7291 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Khusus Seleksi Nasional Peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia, Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri Tahun Pelajaran 2021/2022.
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Inilah Syarat Usia dan Aturan Proses PPDB DKI Jakarta Tahun 2020
Aturan kriteria usia dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta menuai banyak kritik. Sejumlah orang tua menilai syarat kriteria usia PPDB Jakarta diskriminatif kepada calon peserta didik yang usianya lebih muda.

Aturan soal penerimaan siswa berdasarkan kriteria usia tercantum dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021.

Dalam beleid yang diteken pada 11 Mei lalu, salah satu poin dalam surat keputusan itu mengenai proses seleksi melalui jalur zonasi dan jalur afirmasi. Dalam hal jumlah calon peserta didik baru yang mendaftar dalam zonasi, afirmasi serta jalur prestasi akademik dan luar DKI Jakarta yang melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia tertua ke usia termuda

Secara lebih rinci, Dinas Pendidikan Jakarta mengkategorikan sembilan kriteria usia PPDB. Berikut penjelasan dan ketetapan usia yang diatur oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta:

1. PPDB Jalur Inklusi

Jalur Inklusi diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus, yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Psikolog atau Dokter serta pihak yang berkompeten.

Rincian kriteria usia yang diperuntukkan sebagai berikut:
a. Untuk jenjang SD berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2020. Serta, calon PDB yang berusia paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 dapat mendaftar
b. Untuk jenjang SMP berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2020
c. Untuk jenjang SMA dan SMK, berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli 2020

2. PPDB Jalur Afirmasi

Jalur afirmasi diperuntukan bagi siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu. Siswa yang mendaftar lewat jalur ini bisa memilih sekolah di dalam maupun luar wilayah zonasi domisili.

Hal ini dibuktikan melalui keikutsertaan siswa dalam program keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat atau daerah. Orang tua atau wali harus menyertakan surat bersedia diproses hukum jika terbukti memalsukan bukti.

Rincian kriteria usia yang diperuntukkan sebagai berikut:
a. Untuk jenjang SD berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2020. Serta, calon PDB yang berusia paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 dapat mendaftar
b. Untuk jenjang SMP berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2020
c. Untuk jenjang SMA dan SMK, berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli 2020

3. PPDB Jalur Prestasi

Jalur prestasi dapat ditempuh menggunakan nilai ujian sekolah atau ujian nasional, dan hasil perlombaan atau penghargaan di bidang akademik atau non akademik.

Karena ujian nasional ditiadakan tahun ini, siswa bisa menggunakan nilai ujian sekolah atau akumulasi nilai raport. Hasil lomba dan penghargaan yang dapat digunakan pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional dan internasional.

Bukti atas prestasi diterbitkan paling singkat enam bulan dan paling lama tiga tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB. Dalam jalur prestasi, dikategorikan lagi dalam dua bidang, yakni jalur prestasi non-akademik dan jalur prestasi akademik dan luar DKI Jakarta.

Rincian kriteria usia yang diperuntukkan jalur prestasi non-akademik dan jalur prestasi akademik dan luar DKI Jakarta sebagai berikut:
a. Untuk jenjang SMP berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2020
b. Untuk jenjang SMA dan SMK, berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli 2020

4. PPDB Jalur perpindahan tugas orang tua atau wali

Siswa yang mendaftar lewat jalur perpindahan tugas orang tua atau wali harus menyertakan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan orang tua.

Selain untuk siswa perpindahan orang tua atau wali, jalur ini juga bisa digunakan untuk anak guru. Tiap sekolah diberikan kuota paling banyak menerima 5 persen dari daya tampung melalui jalur ini.

Rincian kriteria usia yang diperuntukkan sebagai berikut:

a. Untuk jenjang SD berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2020. Serta, calon PDB yang berusia paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 dapat mendaftar
b. Untuk jenjang SMP berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2020
c. Untuk jenjang SMA dan SMK, berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli 2020

5. PPDB Jalur Sekolah Luar Biasa (SLB)

Peserta didik pendidikan luar biasa adalah anak berkebutuhan khusus yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pihak yang berkompeten.

Rincian kriteria usia yang diperuntukkan sebagai berikut:
a. Untuk sekolah tujuan TKLB berusia 5 (lima) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 untuk kelompok A, atau berusia 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 untuk kelompok B
b. Untuk sekolah tujuan SDLB berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2020, atau calon PDB yang berusia paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 dapat melakukan pendaftaran
c. Untuk sekolah tujuan SMPLB berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli 2020
d. Untuk sekolah tujuan SMALB berusia paling tinggi 24 (dua puluh empat) tahun pada tanggal 1 Juli 2020

6. PPDB PAUD

Rincian kriteria usia yang diperuntukkan sebagai berikut:
a. berusia 2 (dua) hingga 7 (tujuh) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 untuk Taman penitipan anak
b. berusia 3 (tiga) hingga 5 (lima) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 untuk Satuan PAUD sejenis
c. berusia 5 (lima) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 untuk Kelompok A di TK dan di Satuan PAUD Sejenis
d. berusia 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 untuk Kelompok B di TK dan di Satuan PAUD Sejenis

7. PPDB SD

Rincian kriteria usia yang diperuntukkan sebagai berikut:

Berusia 7 (tujuh) sampai 12 (dua belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 atau berusia paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli 2020 dapat mendaftar

8. PPDB SMP dan SMA

Rincian kriteria usia yang diperuntukkan sebagai berikut:
a. Untuk jenjang SMP berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2020
b. Untuk jenjang SMA berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli 2020

9. PPDB SMK

Untuk jenjang SMA berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli 2020
Aturan pemeringkatan berdasarkan usia pada PPDB DKI Jakarta pertama kali diterapkan tahun ini. Kemendikbud mengatakan ini karena tahun sebelumnya nilai Ujian Nasional jadi faktor penentu utama kelulusan siswa.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana berdalih kebijakan ini diambil untuk membantu siswa ekonomi rendah yang tidak bisa bersaing secara akademis.

Sebelumnya, Gerombolan orang tua yang tergabung dalam Gerakan Emak dan Bapak Peduli Pendidikan dan Keadilan (GEPRAK) menyemut di depan Balai Kota Jakarta menyuarakan kritik soal PPDB 2020, Selasa (23/6).

Mereka meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghapus aturan usia PPDB Jakarta karena banyak yang anaknya tak lolos ke SMP dan SMA yang dituju. 

Daftar Sekolah yang melaksanakan PPBD Online Tahun 2020 klik DISINI. Dan anda juga bisa mendownload File PPDB 2020 dari Kemdikbud >>> DISINI

Demikian informasi tentang Syarat Usia dan Aturan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta Tahun 2020 Semoga bermanfaat dan Terima Kasih atas kunjungannya


sumber : https://www.cnnindonesia.com
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Rencana Pembukaan Pendaftaran Online Sekolah Kedinasan (Dikdin) Tahun 2020
Pemerintah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk seleksi sekolah kedinasan tahun 2020. Rencananya, pendaftaran dan seleksi sekolah kedinasan akan tetap dilaksanakan tahun ini. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menegaskan jadwal pelaksanaan seleksi tetap memperhatikan kebijakan pemerintah terkait status darurat pandemi Covid-19 apabila kedepan terdapat perubahan.

Pada awalnya, tahapan penerimaan calon siswa/siswi/taruna/taruni sekolah kedinasan dijadwalkan berlangsung pada April 2020. Namun, dengan merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia, rencana tersebut mundur dan dijadwalkan akan dilakukan pada awal Juni 2020.

Keterangan ini tertuang dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan nomor B/435/M.SM.01.00/2020. “Dipandang perlu untuk melakukan langkah-langkah antisipasi pendaftaran dan seleksi calon siswa/siswi/taruna/taruni pada sekolah kedinasan,” bunyi surat yang ditujukan kepada kementerian dan lembaga pengelola sekolah kedinasan serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) tersebut.

Surat yang ditandatangani oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo tersebut meminta kepada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai kementerian dan lembaga pengelola sekolah kedinasan untuk membuka pendaftaran sekolah kedinasan terkait. Sedangkan, Kementerian Keuangan sebagai pengelola Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN memutuskan untuk tidak membuka pendaftaran untuk tahun ajaran 2020. Hal ini sesuai dengan surat dari Kementerian Keuangan dengan Nomor: S-75.1/MK.1/2020 tertanggal 23 Maret 2020.

Adapun rencana jadwal pendaftaran dan seleksi akan dibagi menjadi empat tahap. Pertama, pengumuman pendaftaran direncanakan dimulai pada 1 Juni 2020 yang dilanjutkan dengan proses pendaftaran di portal SSCASN-BKN pada tanggal 8 hingga 23 Juni 2020.

Tahap ketiga yakni pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) dijadwalkan terlaksana pada rentang bulan Juli 2020. Seleksi terakhir, yakni pelaksanaan seleksi lanjutan untuk kemudian diatur oleh masing-masing kementerian dan lembaga pengelola sekolah kedinasan.

Pelaksanaan seluruh kegiatan pendaftaran dan seleksi sekolah kedinasan ini akan tetap memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19. Sehingga, tahapan demi tahapan rangkaian ini diselenggarakan tetap dengan memperhatikan pedoman serta protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Jadwal kegiatan sebagaimana dimaksud dapat dilakukan penyesuaian apabila terdapat perubahan kebijakan pemerintah tentang Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia,” lanjut isi surat yang bertanggal 6 Mei 2020 itu. Sehingga keputusan pelaksanaan tiap tahapan akan terus dikonsultasikan secara cermat dengan BNPB dan memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Disamping itu, rencana kegiatan perkuliahan juga diatur oleh setiap kementerian/lembaga (K/L). Masing-masing K/L pengelola mengatur rencana kegiatan perkuliahan dengan terus memperhatikan perkembangan pemberlakuan atau perubahan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Dalam hal ini, kementerian/lembaga pengelola sekolah kedinasan yang akan membuka pendaftaran tahun 2020 diminta untuk melaksanakan beberapa hal. Pertama, penyiapan dokumen persyaratan pengumuman pendaftaran dan persiapan teknis portal resmi/sistem pendaftaran terintegrasi bersama dengan BKN melalui SSCASN yang dilengkapi dengan Online Help Desk/Call Center. Kedua, persiapan teknis penyelenggaraan SKD dan proses administrasi PNBP dengan BKN. Ketiga, persiapan pelaksanaan seleksi lanjutan dan hasil seleksi disampaikan kepada BKN.

Keempat, pengalokasian anggaran untuk proses pendaftaran, seleksi, dan kegiatan perkuliahan TA 2020 serta pelaksanakan proses pendaftaran, seleksi, dan kegiatan perkuliahan agar sesuai dengan Pedoman dan/atau Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19. Yang terakhir, penyampaian kesiapan kegiatan kepada Kementerian PANRB sebelum pertengahan Mei 2020.

Dalam surat ini juga diberitahukan agar BKN segera melaksanakan persiapan teknis portal/sistem pendaftaran sekolah kedinasan (SSCASN) dan persiapan dokumen SOP tambahan serta koordinasi dengan Panitia Seleksi K/L agar pelaksananaan SKD dan Seleksi Lanjutan sesuai dengan Pedoman dan/atau Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19. Selanjutnya, BKN bersama-sama dengan Kementerian PANRB melakukan koordinasi dengan BNPB terkait dengan kesiapan pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan sesuai dengan Pedoman dan/atau Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Download SE Rencana Pembukaan Pendaftaran Online Sekolah Kedinasan (Dikdin) Tahun 2020

Surat Menteri PANRB terkait informasi tersebut bisa anda unduh >>>>>> DISINI

Demikian informasi tentang Rencana Pembukaan Pendaftaran Online Sekolah Kedinasan (Dikdin) Tahun 2020. Semoga bermanfaat...
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Inilah Mekanisme PPDB Madrasah 2020 ditengah Wabah Covid-19
Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB pada Madrasah merupakan agenda tahunan yang menjadi program rutin madrasah untuk dilaksanakan disetiap akhir tahun pelajaran hingga awal tahun pelajaran.

Jika kita melihat rujukan pada Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru pada Madrasah Tahun pelajaran 2020-2021, maka PPDB Madrasah sebenarnya sudah harus dilaksanakan mulai tanggal 06 Mei 2020.

Namun, dengan perubahan proses pembelajaran yang dilakukan secara daring melalui media online karena mewabahnya Virus Corona(Covid-19) membuat mekanisme PPDB Madrasah terdapat perubahan.

Adapun mekanisme PPDB Madrasah hanya terkait dengan proses penyelenggaraan PPDB Madrasah saja, namun tidak terkait dengan jadwal pelakasanaan.

Jadwal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru pada Madrasah Tahun 2020-2021 tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang merujuk pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 7265 Tahun 2019 tentang PPDB pada RA,MI,MTs,MA, dan MAK Tahun 2020-2021.

Dengan kondisi saat ini yakni wabah Covid-19, mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru pada Madrasah Tahun 2020 harus memperhatikan Protokol Kesehatan yang ditetapkan pemerintah untuk pencegahan penyebaran Covid-19 (Virus Corona).

Adapaun mekanisme PPDB Madrasah Tahun 2020-2021 dijelaskan dalam Surat Dirjen Pendis Nomor B-686.1/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/03/2020 tentang Mekanisme Pembelajaran dan Penilaian Madrasah dalam Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang ditandatangani di Jakarta pada 24 Maret 2020 oleh Direktur KSKK Madrasah A. Umar.

Pada masa darurat Corona (Covid-19) ini, PPDB Madrasah Tahun 2020 dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Madrasah diminta untuk mempersiapkan mekanisme dan tata cara pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2020 yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk melakukan pencegahan berkumpulnya siswa dan orangtua secara fisik di madrasah;
  2. PPDB dianjurkan untuk dilaksanakan secara online dan/atau bentuk lain dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan;

Download Mekanisme PPDB Madrasah 2020 ditengah Wabah Covid-19


Adapun terkait Mekanisme PPDB Madrasah 2020 ditengah Wabah Covid-19 ini dituangkan dalam Surat Dirjen Pendis Nomor B-686.1/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/03/2020 yang dapat Bapak/Ibu unduh disini >>>> UNDUH FILE.

Demikianlah informasi tentang Mekanisme PPDB Madrasah 2020 ditengah Wabah Covid 19, semoga bermanfaat.
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) kembali menerima pendaftaran calon peserta didik baru Tahun Pelajaran 2020/2021. Ketentuan mengenai kegiatan tersebut Kami sampaikan sebagai berikut:

A. Waktu Pendaftaran


Pendaftaran dilaksanakan pada tanggal 10 s.d 22 Februari 2020

B. Cara Pendaftaran

  • Pendaftaran dilaksanakan secara online ke : www.ppdbonlinecmbbs.com
  • Calon peserta mengirim berkas pendaftaran secara lengkap
  • Berkas pendaftaran dimasukan ke dalam amplop coklat besar dan dikirimkan melalui Kantor Pos / jasa pengiriman lainnya paling lambat tanggal 22 Februari 2020 (cap pos) ke alamat :
Kepala SMA Negeri CMBBS Provinsi Banten
C.q Panitia PPDB 2020
Jl.Raya Pandeglang – Labuan Km.03 Kuranten Kec. Majasari – Kabupaten Pandeglang Kode Pos : 42216

Call Center Panitia : 081548492120, 085223685722, 08128812259

C. Jalur seleksi


PPDB SMAN CMBBS Tahun Pelajaran 2020/2021 melalui dua jalur, yaitu:
  • Jalur Tes yang meliputi tahapan Seleksi administrasi, Tes Akademik, Psikotes, Tes Keagamaan, dan Tes Kesehatan
  • Jalur Prestasi : OSN/KSM, Tahfidz Qur’an, atau MTQ

D. Pelaksanaan Seleksi

Seleksi Jalur Tes dilaksanakan melalui 4 (empat) tahap, yaitu:

1. Tahap I Seleksi Adminitrasi : 10 – 22 Februari 2020

Pengumuman hasil seleksi tahap I : 29 Februari 2020

Daftar Ulang I untuk Tes Akademik : 2 – 7 Maret 2020

2. Tahap II Tes Akademik : 14 Maret 2020

Pengumuman hasil seleksi tahap II : 28 Maret 2020

3. Tahap III Psikotes dan Tes Keagamaan : 5 April 2020

Pengumuman hasil seleksi tahap III : 15 April 2020
4. Tahap IV Tes Kesehatan : 27 April – 30 April 2020
Pengumuman Seleksi Tahap Akhir : 6 Juni 2020
Daftar Ulang II : 15 – 17 Juni 2020

E. Persyaratan Pendaftaran

1. Umum

  1. Memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang tinggi.
  2. Pada tanggal 1 Juli 2020 maksimal berusia 17 tahun dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah/kepala desa setempat sesuai dengan domisili calon peserta didik.
  3. Sehat jasmani dan rohani, tidak merokok dan bebas narkoba.
  4. Lulus SMP/MTs/Sederajat pada Tahun pelajaran 2019/2020
  5. Bersedia dididik dan menetap di asrama
  6. Berkomitmen tinggi dan bersedia mengikuti pendidikan di SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School sampai dengan selesai selama 3 tahun (tidak pindah sekolah) kecuali dengan sebab dikeluarkan oleh pihak sekolah karena melanggar tata tertib sekolah (sangat berat).
  7. Pendaftar berasal dari SMP/MTs/sederajat di Provinsi Banten atau orang tuanya berdomisili di wilayah Provinsi Banten.

2. Khusus

  1. Persyaratan khusus pendaftaran PPDB SMAN CMBBS Tahun pelajaran 2020/2021 meliputi:
  2. Mengisi formulir pendaftaran.
  3. Nilai raport minimal 70 (10-100) atau rata-rata minimal 75 pada aspek pengetahuan untuk mata pelajaran Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris (semester 1 s.d 5).
  4. Kelengkapan berkas pendaftaran yang meliputi:
  5. Foto copy raport kelas VII (semester 1 & 2), kelas VIII (semester 3 & 4), dan kelas IX (semester 5) dan dilegalisir oleh Kepala Sekolah/ madrasah/sederajat
  6. Surat Keterangan Peringkat kelas dan pararel dari Kepala SMP/ MTs/Sederajat.
  7. Surat rekomendasi dari Kepala SMP/MTs.
  8. Surat keterangan berkelakuan baik dari Kepala SMP/MTs.
  9. Pas foto berwarna ukuran 3×4 (2 lembar), 2×3 (2 lembar).
  10. Foto copy piagam prestasi/sertifikat (jika ada)
  11. Foto copy sertifikat Akreditasi Sekolah
  12. Foto copy Kartu Keluarga yang dilegalisir oleh pihak yang berwenang.
  13. Foto copy Kartu Indonesia Pintar (KIP)/Foto copy Kartu Indonesia Sehat (KIS)/Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Foto Rumah yang ditempati, dan rekening listrik (bagi yang tidak mampu).
  14. Surat keterangan dari direktur jenderal yang menangani bidang Pendidikan dasar dan menengah (khusus untuk calon peserta didik berasal dari sekolah di luar negeri)
Selain melengkapi point a, b, dan c tersebut, bagi calon peserta yang mengikuti jalur prestasi juga menyertakan:
  • Foto copy piagam/SK bukti Juara 1,2, atau 3 pada OSN/KSM SLTP/MTs Tingkat Nasional yang dilegalisasi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi / Kanwil Kemenag;
  • Surat keterangan/pernyataan bahwa calon peserta hafal sekurang-kurangnya 15 Juz Al Quran dan surat kesediaaan untuk mengikuti tes tahfidz Qur’an yang dilaksanakan oleh Panitia.
  • Foto kopi piagam/SK bukti Juara 1,2,3 MTQ sekurang-kurangnya tingkat Kabupaten/Kota yang dilegalisir oleh Kantor Kemenag serta surat kesediaan untuk mengikuti Tes Tilawah Al Qur’an yang dilaksanakan oleh Panitia.
Selengkapanya mengenai PPDB SMAN CMBBS Pandeglang tahun 2020-2021 bisa kunjungi link pendaftarannya >>>>>>>> DISINI

Demikian informasi mengenai Agenda, Syarat dan Prosedur Seleksi Masuk SMAN Cahaya Madani Boarding School Banten tahun 2020-2021. Semoga bermanfaat...
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Petunjuk Teknis PPDB RA, MI, MTs, MA dan MAK Tahun 2020-2021
Kementerian Agama telah menerbitkan Petunjuk Teknis Juknis PPDB tahun 2020/2021 untuk RA MI MTS MA MAK (kemenag) yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Nomor 7265 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Pesfrta Didik Baru Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) tahun pelajaran 2020/2021

Salah satu pertimbangan diterbitkan SK Dirjen Pendis Nomor 7265 tahun 2019 tentang Juknis PPDB tahun 2020/2021 untuk RA MI MTS MA MAK (kemenag) adalah agar pelaksanaan Penerimaan Pesfrta Didik Baru di lingkungan Kementerian Agama dapat meningkatkan akses pendidikan Islam yang bermutu dengan memberikan kesempatankepada anak-anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikannya pada tingkat yang lebih tinggi.

Berdasarkan diktum 1 SK Dirjen Pendis Nomor 7265 tahun 2020 tentang Juknis PPDB tahun 2020/2021 untuk RA MI MTS MA MAK (kemenag) dinyatakan bahwa salinan lengkap Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Barn Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Tahun Pelajaran 2019/2020 tercantum dalam lampiran keputusan Dirjen Pendis Nomor 7265 tahun 2019 ini.

Pada diktum 2 SK Dirjen Pendis Nomor 7265 tahun 2019 tentang Juknis PPDB tahun 2020/2021 untuk RA MI MTS MA MAK (kemenag) ditegaskan Petunjuk Teknis PPDB di lingkungan Kemenag ini merupakan panduan teknis bagi para pemangku kepentingan terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS), Madrasah Aliyah (MA) dan madrasahAliyah Kejuruan (MAK).

Berikut persyaratan siswa baru pada pelaksanaan PPDB RA MI MTS MA MAK Tahun 2020-2021
Persyaratan calon peserta didik baru Raudhatul Athfal (RA) berdasarkan Petunjuk Teknis atau Juknis PPDB Madrasah (RA MI MTS MA MAK) Tahun pelajaran 2020/2021 adalah sebagai berikut
  1. berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun untuk kelompok A; dan
  2. berusia 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun untuk kelompok B (dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang).
Persyaratan calon peserta didik baru Madrasah Ibtidaiyah (MI) berdasarkan Petunjuk Teknis atau Juknis PPDB Madrasah (RA MI MTS MA MAK) Tahun pelajaran 2020/2021 adalah sebagai berikut:
  1. calon peserta didik bat-u yang berusia 7 (tujuh) tahun wajib diterima sebagai peserta didik dengan mempertimbangkan batas daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar yang ditetapkan; dan
  2. calon peserta didik baru bet-usia paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan dapat diterima dengan mempertimbangkan batas daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar yang ditetapkan.
  3. calon peserta didik yang bet-usia kurang dan 6 (enam) tahun yang memiliki kecerdasan istimewa/bakat istimewa atau kesiapan belajar dapat diterima yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional. Dalam hal psikolog profesional tidak tersedia, maka rekomendasi dapat dilakukan oleh guru Sekolah/ Madrasah.

Persyaratan calon peserta didik baru Madrasah Tsanawiyah (MTs) berdasarkan Petunjuk Teknis atau Juknis PPDB Madrasah (RA MI MTS MA MAK) Tahun pelajaran 2020/2021 adalah sebagai berikut:
  1. berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; dan
  2. memiliki ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) MI/SD/Program Paket A/Program Pendidikan Kesetaraan Pada Pondok Pesantren Salafiyah Tingkat Ula atau bentuk lain yang sederajat. Bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus dapat diterima pada MTs yang menyelenggarakan program pendidikan inklusif tanpa hams mempertimbangkan faktor usia.
  3. Khusus bagi calon peserta didik baru baik warga negara Indonesia atau warga negara asing untuk kelas 7 (tujuh) yang berasal dan Sekolah di luar negeri wajib mendapatkan Surat Keterangan Kesetaraan Ijazah dan Kementerian Agama atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Persyaratan calon peserta didik baru Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) berdasarkan Petunjuk Teknis atau Juknis PPDB Madrasah (RA MI MTS MA MAK) Tahun pelajaran 2020/2021 adalah sebagai berikut:
  1. berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; dan
  2. memiliki ijazah/STPB MTs/SMP/Program Paket B/Program Pendidikan Kesetaraan Pada Pondok Pesantren Salafiyah Tingkat Wustho atau bcntuk lain yang sederajat dan
  3. memiiki SHUN MTs/SMP/Program Paket B/Program Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah Tingkat Wustho atau bentuk lain yang sederajat Untuk siswa MTs selain SHUN harus juga memiiki SHUAMBN. Bagi calon peserta didik yang bcrasal dan satuan pendidikan luar negeri dapat dikecualikan dan persyaratan kepemilikan SHUN/SHUAMBN, apabila satuan pendidikan luar negeri tersebut tidak menerbitkan hasil ujian nasional. Begitu juga bagi calon peserta didik yang berkebutuhan khusus dapat diterima path MA yang menyelenggarakan program pendidikan inklusif tanpa hams mempertimbangkan persyaratan usia dan kepemiikan SHUN/SHUAMBN.
  4. khusus bagi calon peserta didik baru balk warga negaraIndonesia atau warga negara asing untuk kelas 10 (sepuluh) yangberasal dan Sekolah di luar negeni wajib mcndapatkan Surat Keterangan Kesetaraan ljazah dan Kementerian Agama atau Kemencerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Persyaratan usia sebagaimana dimaksud dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir atau ijasah yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan domisili calon peserta didik.

Download Petunjuk Teknis PPDB RA, MI, MTs, MA dan MAK Tahun 2020-2021


Selengkapnya silahkan baca dan download Petunjuk Teknis PPDB RA, MI, MTs, MA dan MAK Tahun 2020-2021 >>>>>>>> DISINI

Demikian informasi tentang Petunjuk Teknis PPDB RA, MI, MTs, MA dan MAK Tahun 2020-2021. Semoga bermanfaat.
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Inilah Kuota Permadrasah untuk Pendaftaran ke MAN Insan Cendekia Tahun 2020
Kementerian Agama menerapkan Sistem Seleksi Nasional Peserta Didik Baru MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan (SNPDB MANIC-MANPK-MAKN). SNPDB MANIC-MANPK-MAKN ini merupakan salah satu instrumen untuk menjaring calon peserta didik yang potensial ditinjau dari sisi akademik, kepribadian, dan kesehatan, sehingga diharapkan dapat mengikuti pendidikan secara optimal di madrasah dengan sistem berasrama. Di samping itu, SNPDB MANIC-MANPK-MAKN Tahun Pelajaran 2019/2020 diharapkan dapat menjaring peserta didik yang berpotensi, yang dapat dilihat dari beberapa indikator tes bakat skolastik peserta didik berupa: kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif/numerik, kemampuan logika/penalaran, dan kepribadian, serta tes akademik yang meliputi bidang studi: Matematika, IPA (Fisika dan Biologi), Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Arab.

Tujuan SNPDB MANIC-MANPK-MAKN Tahun Pelajaran 2020/2021 ini adalah:

  1. memberikan kesempatan kepada lulusan terbaik MTs/SMP negeri dan swasta untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu di MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan.
  2. memberikan peluang kepada MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan untuk menjaring calon peserta didik baru yang memiliki potensi kecerdasan yang tinggi dan berkualitas di bidang akademik, keimanan, dan ketakwaan serta mempunyai wawasan kebangsaan yang tinggi.
Setiap MTs/SMP dapat merekomendasikan peserta didik terbaiknya untuk didaftarkan ke MAN Insan Cendekia berdasarkan hasil dari pelaksanaan ujian pada semester 5 di sekolah atau madrasah masing-masing.

Adapun kuota tiap madrasah berbeda beda tergantung jumlah rombongan belajar (rombel) dan juga tergantung daerahnya.

Berikut ini adalah kuota pendaftar per-madrasah/sekolah ke MAN Insan Cendekia yang bisa anda lihat pada tabel berikut ini :

No. Nama Madrasah Kuota Pendaftar di Provinsi Setempat Kuota Pendaftar di luar Provinsi
> 5 Rombel < 5 Rombel > 5 Rombel < 5 Rombel
1. MAN IC Serpong 10 5 10 5
2. MAN IC Gorontalo 30 15 30 15
3. MAN IC Jambi 30 15 20 10
4. MAN IC Aceh Timur 30 15 20 10
5. MAN IC Ogan Komering Ilir 30 15 20 10
6. MAN IC Siak 30 15 20 10
7. MAN IC Paser 30 15 20 10
8. MAN IC Pekalongan 20 10 20 10
9. MAN IC Bangka Tengah 30 15 20 10
10 MAN IC Padang Pariaman 20 10 20 10
11 MAN IC Kota Batam 30 15 20 10
12 MAN IC Bengkulu Tengah 30 15 20 10
13 MAN IC Tanah Laut 30 15 20 10
14 MAN IC Sambas 30 15 20 10
15 MAN IC Kota Kendari 40 25 20 10
16 MAN IC Kota Palu 40 25 20 10
17 MAN IC Sorong 40 25 20 10
18 MAN IC Tapanuli Selatan 30 15 20 10
19 MAN IC Lombok Timur 30 15 20 10
20 MAN IC Halmahera Barat 30 15 20 10
21 MAN IC Gowa 30 15 20 10
22 MAN IC Pasuruan 30 15 20 10
23 MAN IC Lampung Timur 30 15 20 10

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Kuota Permadrasah untuk Pendaftaran ke MAN Insan Cendekia Tahun 2020. Semoga bermanfaat...
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Surat Rekomendasi Kepala Madrasah Untuk Pendaftaran ke MAN Insan Cendekia Tahun 2020
Kementerian Agama menerapkan Sistem Seleksi Nasional Peserta Didik Baru MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan (SNPDB MANIC-MANPK-MAKN). SNPDB MANIC-MANPK-MAKN ini merupakan salah satu instrumen untuk menjaring calon peserta didik yang potensial ditinjau dari sisi akademik, kepribadian, dan kesehatan, sehingga diharapkan dapat mengikuti pendidikan secara optimal di madrasah dengan sistem berasrama. Di samping itu, SNPDB MANIC-MANPK-MAKN Tahun Pelajaran 2019/2020 diharapkan dapat menjaring peserta didik yang berpotensi, yang dapat dilihat dari beberapa indikator tes bakat skolastik peserta didik berupa: kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif/numerik, kemampuan logika/penalaran, dan kepribadian, serta tes akademik yang meliputi bidang studi: Matematika, IPA (Fisika dan Biologi), Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Arab.

Tujuan SNPDB MANIC-MANPK-MAKN Tahun Pelajaran 2020/2021 ini adalah:

  1. memberikan kesempatan kepada lulusan terbaik MTs/SMP negeri dan swasta untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu di MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan.
  2. memberikan peluang kepada MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan untuk menjaring calon peserta didik baru yang memiliki potensi kecerdasan yang tinggi dan berkualitas di bidang akademik, keimanan, dan ketakwaan serta mempunyai wawasan kebangsaan yang tinggi.

Salah satu persyaratan atau berkas yang harus diserahkan ketiak mendaftar di MAN Insan Cendekia adalah surat rekomendasi peserta didik terbaik dari Madrasah/Sekolah masing-masing.

Surat Rekomendasi adalah salah satu persyaratan yang wajib di Upload oleh Peserta Seleksi Nasional Peserta Didik Baru MAN IC, MAN PK dan MAKN , Surat rekomendasi ini harus di isi oleh Madrasah / Sekolah Asal Peserta.

Download Format Surat Rekomendasi Kepala Madrasah Untuk Pendaftaran ke MAN Insan Cendekia Tahun 2020


Silahkan download template surat rekomendasi dibawah ini dan di isi secara paralel oleh madrasah masing-masing.

Download File :
Surat Rekomendasi ke MAN Insan Cendekia Tahun 2020

Mohon Madrasah/Sekolah asal hanya mengeluarkan satu surat rekomendasi. 

Demikian informasi mengenai Format Surat Rekomendasi Kepala Madrasah Untuk Pendaftaran ke MAN Insan Cendekia Tahun 2020 yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat...
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Persyaratan Seleksi Peserta Didik Baru MAN Insan Cendekia Tahun 2020-2021
Kementerian Agama menerapkan Sistem Seleksi Nasional Peserta Didik Baru MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan (SNPDB MANIC-MANPK-MAKN). SNPDB MANIC-MANPK-MAKN ini merupakan salah satu instrumen untuk menjaring calon peserta didik yang potensial ditinjau dari sisi akademik, kepribadian, dan kesehatan, sehingga diharapkan dapat mengikuti pendidikan secara optimal di madrasah dengan sistem berasrama. Di samping itu, SNPDB MANIC-MANPK-MAKN Tahun Pelajaran 2020/2021 diharapkan dapat menjaring peserta didik yang berpotensi, yang dapat dilihat dari beberapa indikator tes bakat skolastik peserta didik berupa: kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif/numerik, kemampuan logika/penalaran, dan kepribadian, serta tes akademik yang meliputi bidang studi: Matematika, IPA (Fisika dan Biologi), Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Arab.
Seleksi Peserta Didik Baru MAN Insan Cendekia Tahun 2020-2021

Adapun tujuan SNPDB MANIC-MANPK-MAKN Tahun Pelajaran 2020/2021 ini adalah
  1. memberikan kesempatan kepada lulusan terbaik MTs/SMP negeri dan swasta untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu di MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan. 
  2. memberikan peluang kepada MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan untuk menjaring calon peserta didik baru yang memiliki potensi kecerdasan yang tinggi dan berkualitas di bidang akademik, keimanan, dan ketakwaan serta mempunyai wawasan kebangsaan yang tinggi.
Apa persyataran pendaftaran Calon peserta didik atau siswa baru MAN Insan Cendikia? Menurut Juknis Seleksi PPDB MAN Insan Cendikia, MAN Program Keagamaan dan Kejuruan Tahun Pelajaran 2020/2021 atau dikenal pula dengan istilah Juknis SNPDB-MANIC Tahun Pelajaran 2020/2021, persyataran pendaftaran Calon peserta didik atau siswa baru MAN Insan Cendikia jalur prestasi adalah sebagai berikut:

1. Persyaratan Sekolah atau Madrasah adalah sbb:
  • Mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Telah terdaftar di EMIS (bagi madrasah) dan DAPODIK (bagi sekolah) secara lengkap dan benar
  • Mempunyai Sertifikat Akreditasi dari BAN-S/M
2. Persyaratan Calon Peserta didik atau Calon siswa Baru
  • Tercatat sebagai peserta didik kelas IX MTs/SMP pada tahun pelajaran 2019/2020
  • Berusia maksimal 17 tahun pada 1 Juli 2020
  • Mendapatkan Surat Keterangan/ Rekomendasi dari Kepala Madrasah/Sekolah asal sebagai siswa berprestasi tingkat Nasional (OSN, KSM Nasional, OPSI, MYRES) serta penghargaan dari luar negeri yang merupakan lanjutan dari OSN seperti IMO, IBO, IPhO, IChO, IOI, IGeO, IESO, IAO, IOAA, IEO, IEYI, dan ASPC baik mendapatkan emas, perak, perunggu.
  • Memiliki NISN yang terdaftar pada EMIS (bagi MTs) atau DAPODIK (bagi SMP)
  • Mengunggah (upload) berkas persyaratan:
    • pas foto berwarna terbaru ukuran 3 cm x 4 cm (Max 300KB)
    • fotokopi rapor yang telah dilegalisasi (semester 3, 4 dan 5)
    • fotokopi Akte Kelahiran/Kenal Lahir
    • fotokopi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau kartu Program Keluarga Harapan (PKH) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) (bagi pendaftar yang mengajukan beasiswa pendidikan)
Sedangkan persyataran pendaftaran Calon peserta didik atau siswa baru MAN Insan Cendikia jalur Tes Tertulis adalah sebagai berikut

1. Persyaratan Sekolah atau Madrasah adalah sbb:
  • Mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Telah terdaftar di EMIS (bagi madrasah) dan DAPODIK (bagi sekolah) secara lengkap dan benar
  • Mempunyai Sertifikat Akreditasi dari BAN-S/M
2. Persyaratan Calon Peserta didik atau Calon siswa Baru
  • Tercatat sebagai peserta didik kelas IX MTs/SMP pada tahun pelajaran 2019/2020
  • Berusia maksimal 17 tahun pada 1 Juli 2020
  • Mendapatkan rekomendasi sebagai siswa terbaik dari Kepala Madrasah/Sekolah asal sesuai dengan kuota pendaftar per madrasah/sekolah yang ditetapkan.
  • Memiliki NISN yang terdaftar pada EMIS (bagi MTs) atau DAPODIK (bagi SMP)
  • Mengunggah (upload) berkas persyaratan:
    • pas foto berwarna terbaru ukuran 3 cm x 4 cm (Max 300KB)
    • fotokopi rapor yang telah dilegalisasi (semester 3, 4 dan 5)
    • fotokopi Akte Kelahiran/Kenal Lahir
    • fotokopi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau kartu Program Keluarga Harapan (PKH) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) (bagi pendaftar yang mengajukan beasiswa pendidikan)

Jadwal Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru atau calon Siswa Baru MAN Insan Cendikia Tahun Pelajaran 2020/2021 


Berikut ini Jadwal Pendaftaran Seleksi Nasional Calon Peserta Didik Baru atau calon Siswa Baru MAN Insan Cendikia berdasarkan Petunjuk Teknis Juknis SNPDB MANIC-MANPK-MAKN Tahun Pelajaran 2020/2021.


 Persyaratan Pendaftaran Seleksi Nasional Peserta Didik Baru MAN Insan Cendekia Tahun 2020/2021.

Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru atau calon Siswa Baru MAN Insan Cendikia (MANIC) dan MANPK-MAKN dilakukan secara online melalui situs yang dapat anda kunjungi di https://madrasah.kemenag.go.id/snpdb2020/

Download Juknis SNPDB MANIC-MANPK-MAKN Tahun Pelajaran 2020/2021


Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lengkap tentang Petunjuk Teknis SNPDB MANIC-MANPK-MAKN Tahun Pelajaran 2020/2021 bisa anda unduh melalui link yang kami sediakan dibawah ini.


Demikian informasi tentang Jadwal Dan Persyaratan Seleksi Peserta Didik Baru MAN Insan Cendekia Tahun 2020/2021. Semoga ada manfaatnya, terima kasih.
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Inilah Persyaratan Pendaftaran PPDB SMP Tahun 2020
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 sudah didepan mata. Sebaiknya para orang tua/wali juga calon peserta didik baru jenjang SMP wajib memperhatikan hal-hal berikut yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 yang ditetapkan Mendikbud Nadiem Makarim pada 10 Desember 2019 dijelaskan mengenai tata cara Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) tahun 2020 untuk masuk kelas 7 SMP.

Dan berikut ini adalah kutipan Permendikbud tersebut, yang mana ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mendaftar PPDB 2020 jenjang SMP.

Inilah Persyaratan Pendaftaran PPDB SMP Tahun 2020

1.Syarat khusus
  1. Calon peserta berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.
  2. Memiliki ijazah SD/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 6 SD.
2. Syarat umum
  1. Untuk syarat usia harus dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah/kepala desa atau pejabat setempat lain sesuai dengan domisili calon peserta didik.
  2. Bagi warga negara Indonesia (WNI) atau warga negara asing (WNA) serta berasal dari sekolah di luar negeri, selain memenuhi persyaratan, juga wajib mendapatkan surat keterangan dari direktur jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah.
  3. Peserta didik WNA wajib mengikuti matrikulasi pendidikan Bahasa Indonesia paling singkat 6 bulan yang diselenggarakan oleh sekolah yang bersangkutan.
  4. Khusus calon peserta didik penyandang disabilitas di sekolah juga dikecualikan dari syarat usia serta ijazah atau dokumen lain.
3. Jalur zonasi (50 persen)

  1. Diperuntukkan bagi peserta didik berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan pemerintah daerah. Kuota ini termasuk bagi anak penyandang disabilitas.
  2. Domisili calon peserta didik berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB.
  3. Sekolah memprioritaskan peserta didik yang memiliki KK atau surat keterangan domisili dalam satu wilayah kabupaten/kota yang sama dengan sekolah asal.
4. Jalur afirmasi (15 persen)

  1. Jalur ini diperuntukkan bagi peserta didik berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu.
  2. Harus dibuktikan dengan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat/daerah (Kartu Indonesia Pintar dan sejenisnya).
  3. Merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi sekolah bersangkutan.
  4. Bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat/daerah wajib dilengkapi dengan surat pernyataan dari orangtua/wali. Isinya menyatakan bersedia diproses hukum apabila terbukti memalsukan bukti keikutsertaan.
  5. Jika terdapat dugaan pemalsuan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat/daerah wajib melakukan verifikasi data dan lapangan serta menindaklanjuti hasil verifikasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

5. Jalur perpindahan tugas orangtua/wali (5 persen)

  1. Perpindahan tugas orangtua/wali dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan. Kuota jalur ini dapat digunakan untuk anak guru.
6. Jalur prestasi (30 persen)

  1. Ditentukan berdasarkan nilai ujian sekolah atau UN; dan atau
  2. Hasil perlombaan dan atau penghargaan di bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat internasional, nasional, provinsi, dan atau tingkat kabupaten/kota.
  3. Bukti atas prestasi hasil perlombaan/penghargaan itu diterbitkan paling singkat 6 bulan, dan paling lama 3 tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB.
Demikian informasi mengenai Persyaratan Pendaftaran PPDB SMP Tahun 2020 seperti yang tertuang dalam Permendikbud No 44 tahun 2019. Semoga bermanfaat..

sumber : https://amp.kompas.com
Blog tentang verval NUPTK, Padamu Negeri, Sertifikasi, Panduan BOS, Tes CPNS,NISN, Kurikulum dan Silabus, simpatika, emis
Syarat dan Panduan Pendaftaran TK, SD, SMP, SMA/SMK Tahun 2019
Ujian Nasional SMP/MTs atau UN SMP/MTs tahun ajaran 2018/2019 di seluruh Indonesia mulai digelar hari ini, Senin (22/4/2019).

Pelajaran yang akan diujikan dalam Ujian Nasional SMP/MTs atau UN SMP/MTs ada empat yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Mata pelajaran pertama yang akan diujikan di Ujian Nasional SMP/MTs atau UN SMP/MTshari ini adalah Bahasa Indonesia pada Senin (22/4/2019) mulai pukul 07.30 WIB.

Kemudian berturut-turut hingga Kamis (25/5), mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional SMP/MTs atau UN SMP/MTs adalah Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Selanjutnya, setelah mengikuti Ujian Nasional SMP/MTs atau UN SMP/MTs, seluruh siswa yang dinyatakan lulus tentunya akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Cara pendaftaran berbeda dengan tahun sebelumnya

Pemerintah telah menerbitkan aturan baru yang mengatur tentang Penerimaan Peserta Didik Baru 2019 (PPDB 2019) atau penerimaan siswa baru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Aturan Penerimaan Peserta Didik Baru 2019 (PPDB 2019) atau penerimaan siswa baru ini tertuang dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 yang ditandatangani Mendikbud Muhadjir Effendy pada 31 Desember 2018.

Permendikbud yang mengatur Penerimaan Peserta Didik Baru 2019 (PPDB 2019) atau penerimaan siswa baru ini menggantikan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK yang dinilai tidak sesuai lagi dengan perkembangan kebutuhan layanan pendidikan.

Disebutkan dalam Permendikbud, sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru 2019 (PPDB 2019) atau penerimaan siswa baru pada bulan Mei setiap tahun.

Khusus untuk SMK, tahap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru 2019 (PPDB 2019) atau penerimaan siswa baru sebagaimana dimaksud dapat melakukan proses seleksi khusus yang dilakukan sebelum tahap pengumuman penetapan peserta didik baru.

Jenjang TK (Taman kanak-kanak)
a. berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun untuk kelompok A;
b. berusia 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun untuk kelompok B.

Jenjang SD
a. 7 (tujuh) tahun;
b. paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan

“Sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 (tujuh) tahun,” bunyi Pasal 7 ayat (2) Permendikbud ini.

Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun sebagaimana dimaksud, yaitu paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan, menurut Permendikbud ini, diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.

“Dalam hal psikolog profesional sebagaimana dimaksud tidak tersedia, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru Sekolah,” bunyi Pasal 7 ayat (4) Permendikbud ini.

Jenjang SMP
a. berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan;
b. memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar SD atau bentuk lain yang sederajat.

Jenjang SMA atau SMK
a. berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan
b. memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar SMP atau bentuk lain yang sederajat
c. memiliki SHUN (Sertifikat Hasil Ujian Nasional) SMP atau bentuk lain yang sederajat.

SMK dengan bidang keahlian, program keahlian, atau kompetensi keahlian tertentu, menurut Permendikbud ini, dapat menetapkan tambahan persyaratan khusus dalam penerimaan peserta didik baru kelas 10 (sepuluh).

Namun, persyaratan sebagaimana dimaksud dikecualikan bagi calon peserta didik yang berasal dari sekolah di luar negeri.

Syarat usia bagi calon peserta didik baru dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah/kepala desa setempat sesuai dengan domisili calon peserta didik.

Jika berdasarkan hasil seleksi PPDB, Sekolah memiliki jumlah calon peserta didik yang melebihi daya tampung, maka Sekolah wajib melaporkan kelebihan calon peserta didik tersebut kepada dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya.

Selanjutnya, Dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya wajib menyalurkan kelebihan calon peserta didik sebagaimana dimaksud pada pada Sekolah lain dalam zonasi yang sama.

Dalam hal daya tampung pada zonasi yang sama sebagaimana dimaksud tidak tersedia, menurut Permendikbud ini, peserta didik disalurkan ke Sekolah lain dalam zonasi terdekat.

JALUR PENDAFTARAN PPDB

Menurut Permendikbud ini, pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui jalur sebagai berikut:

a. zonasi
b. prestasi
c. perpindahan tugas orang tua/wali.

Jalur zonasi sebagaimana dimaksud, menurut Permendikbud ini, paling sedikit 90% (sembilan puluh persen) dari daya tampung Sekolah.

Sedangkan jalur prestasi sebagaimana dimaksud paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung Sekolah, dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali sebagaimana dimaksud paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung Sekolah.

“Calon peserta didik hanya dapat memilih 1 (satu) jalur dari 3 (tiga) jalur pendaftaran PPDB sebagaimana dimaksud dalam satu zonasi,” bunyi Pasal 16 ayat (5) Permendikbud ini.

Selain melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi sesuai dengan domisili dalam zonasi yang telah ditetapkan, menurut Permendikbud ini, calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur prestasi di luar zonasi domisili peserta didik.

Sementara dalam hal jalur perpindahan tugas orang tua/wali sebagaimana dimaksud tidak terpenuhi, menurut Permendikbud ini, sisa kuota dialihkan ke jalur zonasi atau jalur prestasi.

Ditegaskan dalam Permendikbud ini, dalam melaksanakan PPDB melalui jalur zonasi dengan kuota paling sedikit 90% (sembilan puluh persen) sebagaimana dimaksud, Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili sesuai zona yang ditetapkan Pemerintah Daerah.

Domisili calon peserta didik sebagaimana dimaksud, berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum pelaksanaan PPDB

Atau bisa juga diganti dengan surat keterangan domisili dari RT/RW yang dilegalisir oleh lurah/kepala desa setempat yang menerangkan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya surat keterangan domisili.

Menurut Permendikbud ini, ketentuan mengenai jalur pendaftaran PPDB melalui zonasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua/wali sebagaimana dimaksud dikecualikan untuk:

a. Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat
b. SMK yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah
c. Sekolah Kerja Sama
d. Sekolah Indonesia di luar negeri
e. Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus
f. Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan layanan khusus
g. Sekolah berasrama
h. Sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar
i. Sekolah di daerah yang jumlah penduduk usia Sekolah tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam 1 (satu) Rombongan Belajar.

Sekolah di daerah tertinggal atau terpencil.
Permendikbud ini juga menyebutkan, seleksi calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD hanya menggunakan jalur zonasi dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali.

Seleksi calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sebagai berikut:

a. usia sebagaimana dimaksud

b. jarak tempat tinggal terdekat ke Sekolah dalam zonasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota.

Adapun seleksi calon peserta didik baru kelas 7 (tujuh) SMP menggunakan jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali.

Untuk seleksi calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMA menggunakan jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali.

PPDB 2018 dan 2019
Berikut perbedaan mendasar pelaksanaan PPDB 2018 dan 2019:

1. Penghapusan SKTM

Pemerintah secara resmi menghapus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang sempat menimbulkan polemik di beberapa daerah lantaran disalahgunakan.

Selanjutnya siswa dari keluarga tidak mampu tetap menggunakan jalur zonasi ditambah dengan program pemerintah pusat (KIP) atau pemerintah daerah untuk keluarga tidak mampu.

2. Lama domisili

Dalam PPDB 2018, domisili berdasarkan alamat Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan minimal 6 bulan sebelumnya.

Sedangkan dalam Permendikbud baru untuk PPDB 2019 didasarkan pada alamat KK yang diterbitkan minimal 1 tahun senelumnya.

3. Pengumuman daya tampung

Untuk meningkatkan transparansi dan menghindari praktik jual-beli kursi, Permendikbud baru ini mewajibkan setiap sekolah peserta PPDB 2019 untuk mengumumkan jumlah daya tampung pada kelas 1 SD, kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA/SMK sesuai dengan data rombongan belajar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Permendikbud sebelumnya belum mengatur secara detil perihal daya tampung ini hanya menyampaikan “daya tampung berdasarkan ketentuan peraturan perundangan (standar proses)”.

4. Prioritas satu zonasi sekolah asal

Dalam aturan 2019 ini juga diatur mengenai kewajiban sekolah untuk memprioritaskan peserta didik yang memiliki Kartu Keluarga (KK) atau surat keterangan domisili sesuai dengan satu wilayah asal (zonasi) yang sama dengan sekolah asal.

Hal ini untuk mengantisipasi surat domisili palsu atau ‘bodong’ yang dibuat jelang pelaksaan PPDB.

Terkait pemalsuan surat mutasi domisili maupun surat mutasi kerja, serta praktik jual-beli kursi, Mendikbud mengatakan akan menindak-tegas hal ini karena sudah masuk dalam ranah pungli, pemalsuan, maupun penipuan.

“Bilamana terdapat unsur pidana seperti pemalsuan dokumen maupun praktik korupsi, maka Kemendikbud mendorong agar dapat dilanjutkan ke proses hukum,” tegas Mendikbud, Muhadjir Effendy.

sumber : https://siberklik.com