adsvertise

Saturday, December 21, 2019

Buku 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences

Buku 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences



Buku 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences
95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences: Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa adalah buku keempat Alamsyah Said setelah buku Sekolah Anak-anak Juara: Sekolah Berbasis Kecerdasan Jamak dan Pendidikan Berkeadilan yang ditulis bersama pemilik Sekolahnya Manusia, Munif Chatib. Dan, buku 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences: Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa adalah buku pertama bagi Andi Budimanjaya, tentu saja, secara intelektualitas kami bersyukur atas karya besar ini.

Kita tidak menafikan jika selama ini dominan metode (paling umum) yang digunakan guru saat mengajar adalah ceramah, selain disuksi dan tanya jawab. Tentu, hal yang digunakan guru tersebut adalah benar, namun apakah sebagian besar siswa merasa “bahagia dan nyaman” ketika siswa belajar dengan metode ceramah atau metode itu-itu saja? Marilah kita flashback kembali, ketika kita mengalami proses belajar di mana sang guru berceramah dari assalamu’alaikum/selamat pagi sampai wassalamu’alaikum/sampai ketemu besok, kebanyakan dari kita adalah tidak merespons dengan baik, kita mungkin menunjukkan dengan bercerita di belakang dengan siswa lain, kita menulis kalimat tertentu yang sering kali diucapkan guru secara berulang sampai kita menyimpulkan telah 50x guru itu mengatakan “ya” selama ia mengajar, atau kita menggambar wajah guru dengan sedikit parodi. Benar-benar terjadi... bahwa saat guru mengajar (kita sebagai siswa) belum tentu belajar. Ini mengacaukan kita untuk berproses menjadi pandai.

Dalam penelitian-penelitian pengajaran terkini, yang dimulai dari Dr. Georgi Lozanov, setelah ia sukses mengembangkan accelerated learning di Bulgaria, sampai padanannya quantum learning yang sukses diterapkan di Super Camp oleh Bobbi Deporter. Semua penelitian pengajaran tersebut telah dipraktikkan di beberapa negara Eropa, Amerika, dan sebagian Asia. Hasil penelitian yang kami kutip dari Adi W. Gunawan (2004); bahwa pengajaran guru yang berbasis kerja otak, kekuatan memori, neuro-linguistic programming, motivasi, konsep diri, kepribadian, emosi, perasaan, pikiran, metakognisi, gaya belajar, kecenderungan kecerdasan jamak (multiple intelligences) dan modalitas belajar dan lainnya menjadi basic power untuk siswa belajar sampai pada tingkatan ... ahaa aku paham. Dalam situasi ini, cara guru mengajar sama dengan cara siswa belajar menjadikan pelajaran mudah dimengerti.

Pada Bab Pertama, kami ingin menyadarkan kepada para guru dan orangtua mengenai pentingnya mengetahui fungsi kerja otak dan tumbuh kembang otak pada objek didik kita. Sebab pada dasarnya, sepanjang anak atau siswa kita memiliki otak dalam batok kepalanya dan sehat secara medis PASTI anak/siswa itu CERDAS. Dalam melakukan aktivitas pembelajaran, penting jika harus mengetahui jenis kecerdasan terbaiknya sebelum kita memilih strategi pengajaran. Intinya dalam Bab Pertama adalah tak ada kecerdasan tanpa otak, siswa bodoh itu mitos, dan mengajarlah dengan cara masukkan informasi lewat pintu kecerdasan siswa yang “terbuka lebar”.

Di Bab Kedua, sebagaimana pada bab pertama, bahwa guru dan orangtua yang mengajar siswa dan anaknya dengan cara masukkan informasi lewat pintu kecerdasan siswa yang “terbuka lebar”, adalah suatu kesadaran bagi guru untuk memenuhi hakikat filosofis bahwa mengajar sesuai cara kerja otak adalah suatu pemenuhan hak asasi siswa dalam proses pendidikan. Sahabat guru... Pengajaran yang disukai siswa adalah rahasia menjadi Guru Super.

Di Bab Ketiga, kami ingin mengonfirmasi dan menegaskan bahwa belajar adalah sebuah upaya dan proses untuk mencapai indikator hasil belajar pada setiap kompetensi. Sejatinya pengajaran yang menyesuaikan dengan pola kerja otak sesuai gaya belajar siswa adalah mementingkan usaha yang menyeluruh (the best process), di mana konsekuensi logis dari usaha menyeluruh dan proses terbaik belajar siswa harus dinilai secara autentik (penilaian berbasis proses). Proses terbaik sepertinya akan menghasilkan hasil (produk) terbaik. Dan pada bab ini juga diberikan contoh praktis dan mudah membuat rubrik penilaian autentik.

Pada Bab Keempat, kami membantu para guru dan orangtua mengenai strategi mengajar multiple intelligences yang diklasifikasikan berdasarkan jenis-jenis dominan kecerdasan jamak atau multiple intelligences. Dalam bab ini juga kami secara lengkap memberi definisi pada setiap strategi-strategi untuk memudahkan guru dan orangtua memahami konteks strategi yang akan digunakan. Termasuk prosedur penerapan setiap strategi, rekomendasi penerapan suatu strategi pada jenjang pengajaran siswa, pendekatan multiple intelligences serta modalitas belajar terhadap strategi yang digunakan, contoh rubrik penilaian strategi serta contoh hasil penilaian berbasis proses (penilaian autentik) siswa pada setiap strategi.

Download 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences: Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa


Selengkpanya mengenai buku 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences: Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa ini bisa anda unduh atau download melalui link yang kami sediakan berikut ini.

Unduh File :
95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Buku 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences: Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa. Semoga bermanfaat...

sumber : gurusd.web.id

Baca Juga :



Copyright © 2019. Guru Madrasah - Portal Informasi Guru Madrasah Indonesia