Articles by "Kurikulum"

bahasa inggris k 13 ma kelas 11
Kebutuhan akan adanya buku pegangan guru dan siswa di sekolah atau madrasah sangatlah penting demi keberlangsungan proses belajar mengajar. Perubahan jaman dan majunya sistem informasi di Indonesia mulai merubah peranan buku pada sebuah lembaga pendidikan. saat ini ketersediaan buku tidak hanya berupa lembaran kertas-kertas hasil cetakan semata, namun bisa juga diakses melalui dunia maya alias internet.

Ketersediaannya buku elektronik ini semakin memberikan angin sega bagi sekolah atau madrasah yang keulitan untuk mendapatkan buku pegangan siswa atau guru ini. Dan untuk semakin memudahkan rekan guru madrasah, kali ini blog Guru Madrasah akan membagikan buku Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Inggris untuk kelas 11 Madrasah Aliyah. Adapun spesifikasi buku Bahasa Inggris ini adalah sebagai berikut :

Judul: BAHASA INGGRIS SEMESTER 1
Edisi: 1
Pengarang: Mahrukh Bashir.
Penerbit: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
ISBN / ISSN: 978-602-282-479-4 / 978-602-282-482-4
Tahun Terbit: 2014
Kelas: MA / Kelas 11
Jenis File: .pdf

Baca Juga : Contoh RPP dan Silabus K 13 untuk SMP/MTs

Judul: BAHASA INGGRIS SEMESTER 2
Edisi: 1
Pengarang: Mahrukh Bashir.
Penerbit: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
ISBN / ISSN: 978-602-282-479-4 / 978-602-282-483-1
Tahun Terbit: 2014
Kelas: MA / Kelas 11
Jenis File: .pdf

dan untuk rekan guru madrasah yang sedang mencari referensi buku Bahasa Inggris MA kelas 11 ini, silakan bisa mengunduhnya pada tautan link berikut ini :

Download File :

Demikian informasi mengenai buku bahasa Inggris MA Kelas 11 Kurikulum 2013 untuk semester 1 dan 2 yang bisa di unduh secara gratis dan mudah di blog Guru Madrasah ini. Jangan lupa untuk selalu berkunjung di blog ini untuk mendapatkan aplikasi dan info yang bermanfaat...


contoh rencana kerja madrasah untuk MI
Rencana Kerja Madrasah dibuat untuk menyusun perencanaan Madrasah selama lima tahun kedepan. Untuk itu agar mutu Madrasah ada peningkatan, maka perlu membuat perencanaan yang baik. Rencana Kerja Madrasah dibuat berdasarkan Evaluasi Diri Madrasah untuk mengukur kinerja serta kemampuan Madrasah, khususnya Madrasah Ibtidaiyah. Demi suksesnya dalam membuat Rencana Kerja Madrasah maka harus melibatkan semua jabatan yang berkepentingan, seperti Ketua Yayasan, Komite Madrasah, Kepala Madrasah, dan Dewan Guru. Jika dirasa sangat perlu, gunakan juga Tokoh Masyarakat sekitar.

Tentunya dengan dibuatnya Rencana Kerja Madrasah ini akan sangat banyak manfa’at yang akan dirasakan yang antara lain diantaranya, Rencana Kerja Madrasah adalah sebagai tolak ukur keberhasilan Madrasah untuk mengimplementasikan berbagai macam program Madrasah. Selanjutnya Rencana Kerja Madrasah bisa dijadikan acuan demi mecapai target sasaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam kurun waktu yang telah ditetapkan.

Rencana Kerja Madrasah (RKM) sebagaimana Evaluasi Diri Madrasah sangat disarankan agar Madrasah setiap lima tahun sekali menyusunnya. Diharapkan dengan dibuatnya Rencana Kerja Madrasah khusus Madrasah Ibtidaiyah mencapai target pendidikan sesuai dengan yang telah direncanakan. Dengan begitu sasaran dan tujuan Madrasah bisa tercapai karena semua kegiatan dalam lima tahun kedepan telah direncanakan dalam Rencana Kerja Madrasah.

Dan untuk bapak/ibu guru madrasah khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI), pada kesempatan ini Guru Madasah akan berbagi file contoh rencana kerja madrasah secara lengkap. Adapun isi file tersebut adalah sebagai berikut :
  • Format Rencana Remedial Test.xls
  • Format Jurnal dan Presentasi Remedial Teaching.xls
  • Manajemen kelas mengguanakan aplikasi panitia.pptx
  • Model Dokumen 1 KTSP Madrasah Final.doc
  • Model RKM.doc
  • Model RKT.xls
  • Pedoman RKM.doc
  • Peraturan Akademik Madrasah.doc
  • Rencana Anggaran RKM.xls
Untuk memudahkan pengunduhan, bapak/ibu bisa mengunduhnya hanya dalam satu file saja, silakan klik tautan berikut :
Demikian info mengenai contoh Rencana Kerja Madrasah untuk MI. Semoga info ini bisa bermanfaat buat rekan guru Madrasah dimanapun berada..


soal latihan un smp 2017Pada kesempatan kali ini Guru Madrasah akan berbagi berbagi informasi tentang prediksi "soal dan kunci jawaban siap Ujian Nasional/UN 2017. Dan perlu diingat bahwa ini adalah sekedar latihan dan bukan acuan untuk suksenya Ujian para peserta didik semua, namun ketika kita berusaha dan memiliki tekad yang kuat maka hasil positif pasti akan mengiringi langkah adik-adik semua khususnya dalam menghadapi ujian nanti. Dan tentunya untuk bisa sukses dalam mengerjakan UN 2017 nanti, sangat diperlukan usaha yang keras semisal semakin rajin belajar, memperbanyak latihan mengerjakan soal-soal, dan bagian terpenting adalah perbanyak berdoa.

Baca Juga : Latihan Soal UN SMP/MTs 2017

Sebagai rasa peduli terhadap kemajua pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan madrasah, maka blog Guru Madrasah merasa berkewajiban untuk sekedar sedikit berbagi informasi seputar kumpulan soal latihanUjian Nasional 2016/2017. Pada dasarnya, soal-soal ini hampir sama dengan soal-soal pada UN sebelumnya. Tapi tidak ada salahnya jika rekan guru madrasah mencoba untuk membahasnya dengan peserta didik agar semakin memperkaya bentuk-bentuk soal yang ada.

Dan bagi rekan guru madrasah yang ingin memiliki soal -soal untuk latihan, langsung saja Anda mengunduhnya secara gratis pada tulisan Download, berikut link yang kami sajikan :
  • Bahasa Indonesia Versi A - Download
  • Bahasa Indonesia Versi B - Download
  • Kunci Jawaban Soal Bahasa Indonesia Versi A dan Versi B - Download
  • Bahasa Inggris Versi A - Download
  • Bahasa Inggris Versi B - Download
  • Kunci Jawaban Soal Bahasa Inggris Versi A dan Versi B - Download
  • IPA Versi A - Download
  • IPA Versi B - Download
  • Kunci Jawaban Soal IPA Versi A dan Versi B - Download
  • Matematika Versi A - Download
  • Matematika Versi B - Download
  • Kunci Jawaban Soal Matematika Versi A dan Versi B - Download
Demikian info mengenai soal latihan Ujian Nasional 2017. Semoga dengan adanya soal ini bisa membantu para rekan guru madrasah untuk menjadi bahan latihan atau try out Ujian Nasional di madrasah masing-masing.


silabus PAI dan bahasa arab kelas VII K13
Guru Madrasah | Rekan guru madrasah yang semoga selalu semangat mengabdikan diri untuk kemajuan pendidikan amdrasah, sudah kita ketahui bersama bahwa dari sekian banyak perangkat pembelajaran yang ada, RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembejaran adalah satu jenis perangkat yang paling sering membuat guru gelisah. Selain juga prota dan promes. Sementara untuk Silabus, buku siswa, prota, promes, kaldik biasanya sudah banyak disediakan dan tersebar di dunia maya. Bahkan untuk Kurikulum 2013, guru tidak perlu lagi memusingkan Silabus, karena itu memang sudah disediakan oleh negara.

Namun demikian untuk memudahkan para rekan guru madrasah menemukan Silabus dan RPP untuk mata pelajaran PAI maka pada postingan kali ini Guru Madrasah mencoba berbagi RPP dan Silabus untuk mata pelajaran PAI khusus kelas VII saja. Setelah sebelumnya kami sudah membagikan Silabus dan RPP mata pelajaran umum. Semoga ini bisa membantu para rekan guru madrasah dalam menyusun program pengajaran.

RPP PAI MTs Kurikulum 2013 Kelas VII Terbaru ini dalam penerapannya menggunakan metode pembelajaran tematik yang mengambil pokok bahasan pelajaran berdasarkan tema dengan menggabungkan beberapa pelajaran menjadi satu.

Baiklah buat guru rekan madrasah yang memerlukan RPP dan silabus mata pelajaran PAI silakan bisa mengklik tautan berikut ini :
  • RPP Akidah Akhlak Kelas VII Kurikulum 2013 - Download
  • RPP Al-Qur’an Hadist Kelas VII Kurikulum 2013 - Download
  • RPP Fiqih Kelas VII Kurikulum 2013 - Download
  • RPP SKI Kelas VII Kurikulum 2013 - Download
  • RPP Bahasa Arab Kelas VII Kurikulum 2013 - Download
Untuk silabus dari mata pelajaran diatas, silakan bisa mendownloadnya pada tauan berikut :

DOWNLOAD SILABUS BAHASA ARAB DAN PAI MTs KELAS VII

Demikian tadi mengenai Silabus dan RPP untuk mata pelajaran bahasa arab dan PAI untuk MTs kelas VII. Besar harapan kami postingan ini bisa bermanfaat buat rekan guru mdrasah dimanapun berada.



Madrasah Kita | Bapak Ibu guru SD, berikut ini adalah aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 yang sesuai dengan Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015. Aplikasi ini sangat cocok digunakan bagi Anda seorang guru dengan sekolah pengimplementasi kurikulum 2013 baik kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.

Walupun memang saat ini, Kurikulum 2013 masih menjadi polemik di semua kalangan. Namun, dengan adanya revisi K13 di tahun 2016 ini diharapkan semua sistem maupun perangkat pembelajaran sudah siap ketika di tahun pelajaran 2016/2017 K13 benar-benar sudah berjalan.

Dan aplikasi penilaian Kurikulum 2013 ini sudah disesuaikan dengan ketentuan yang tertuang dalam buku panduan Penilaian Sekolah Dasar terbaru dari Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan Pusat Penilaian Pendidikan dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan)

Gambaran Apilkasi :
Aplikasi Penilaian K13 ini dibuat oleh Bapak Untung Sutikno, S.Pd yang menjabat sebagai kepala sekolah SDN Randegan 02.
Berikut ini adalah preview dari aplikasi penilaian tersebut :

Menu Utama :
1. Menu Input Data
2. Deskripsi KI-1 dan 2
3. Nilai KI-3 Pengetahuan
4. Nilai KI-4 Ketrampilan
5. Hasil
6. Bonus Instrumen

Bagaimana cara menjalankan aplikasi ini?

Dalam aplikasi ini sudah disediakan panduannya, jadi tidak perlu khawatir. Silahkan unduh Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Sesuai dengan Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 disini :

Aplikasi Penilaian K13

Demikian info mengenai aplikasi penilaian Kurikulum 13 SD sesuai dengan permendikbud tahun 2015. Semoga bermanfaat dan salam madrasah....


Mengenal Lebih Jauh Metode Pembelajaran Mind Mapping Metode Pembelajaran Mind Mapping | Dalam proses belajar mengajar, penggunaan metode pengajaran yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap ketercapaian pemahaman murid. Tentunya semua metode pengajarn yang pernah diterapkan selama ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Terlepas dari semua itu, metode pengajaran yang sering diterapkan oleh guru-guru kita saat ini adalah cenderung untuk hanya mengaktifkan salah satu sisi otak sang murid saja. Karena pada hakekatnya otak manusia terbagi menjadi dua, yaitu otak kiri dan otak kanan.

Kedua belahan otak manusia ini memiliki tugas dan cara kerja yang berbeda. Otak kiri bekerja untuk hal-hal yang terkait dengan kata, angka dan daftar. Sementara otak kanan berkerja untuk hal-hal yang terkait dengan kesadaran, imajinasi, warna, keindahan. Sebagaimana dua kaki dan tangan, aktivitas manusia akan mudah dikerjakan bila kedua pasang organ tersebut bekerja dengan baik. Tentunya berjalan dengan dua kaki akan jauh lebih optimal dibandingkan dengan jalan satu kaki. Demikianlah perumpamaannya dengan otak kita.

Pengertian Mind Mapping

Mind Maping (Peta Pikiran) pertama kali dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris. Beliau adalah penemu  Mind Map (Peta Pikiran), Ketua Yayasan Otak, pendiri Klub Pakar (Brain Trust) dan pencipta konsep Melek Mental. Mind map diaplikasikan di bidang pendidikan, seperti teknik, sekolah, artikel serta menghadapi ujian.

Mind maping dapat diartikan sebagai proses memetakan pikiran untuk menghubungkan konsep-konsep permasalahan tertentu dari cabang-cabang sel saraf membentuk korelasi konsep menuju pada suatu pemahaman dan hasilnya dituangkan langsung di atas kertas dengan animasi yang disukai dan gampang dimengerti oleh pembuatnya. Sehingga tulisan yang dihasilkan merupakan gambaran langsung dari cara kerja koneksi-koneksi di dalam otak.

Mind maping adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut. Mind maping mengembangkan cara berpikir divergen dan berpikir kreatif. Mind mapping yang sering kita sebut dengan peta konsep adalah alat berpikir organisasional yang sangat hebat yang juga merupakan cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi itu ketika dibutuhkan (Tony Buzan , 2008:4).

Menurut Tony Buzan, Mind Maping dapat membantu kita untuk banyak hal seperti : merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan baik, belajar lebih cepat dan efisien serta melatih gambar keseluruhan.
contoh mind mapping

Manfaat Mind Maping

Ditinjau dari segi waktu Mind maping juga dapat mengefisienkan penggunaan waktu dalam mempelajari suatu informasi. Hal ini utamanya disebabkan karena metode ini dapat menyajikan gambaran menyeluruh atas suatu hal, dalam waktu yang lebih singkat. Dengan kata lain, Mind maping mampu memangkas waktu belajar dengan mengubah pola pencatatan linear yang memakan waktu menjadi pencatatan yang efektif yang sekaligus langsung dapat dipahami oleh individu.

Beberapa manfaat metode pencatatan menggunakan Mind mapping, antara lain:
  1. Tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah.
  2. Level keutamaan informasi teridentifikasi secara lebih baik. Informasi yang memiliki kadar kepentingan lebih diletakkan dengan tema utama.
  3. Hubungan masing-masing informasi secara mudah dapat segera dikenali.
  4. Lebih mudah dipahami dan diingat.
  5. Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur Mind mapping, sehingga mempermudah proses pengingatan.
  6. Masing-masing Mind mapping sangat unik, sehingga mempermudah proses pengingatan.
  7. Mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci.
  8. Membuat Mind Maping
Mind Map  adalah alat berpikir kreatif yang mencerminkan cara kerja alami otak. Mind map memungkinkan otak menggunakan semua gambar dan asosiasinya dalam pola radial dan jaringan sebagimana otak dirancang, seperti yang secara internal selalu digunakan otak, dan terhadap mana perlu memberiarkannya membiasakan diri kembali.

Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada dibawah ini, yaitu:

  1. Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah. Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia.
  2. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama. Dari tema utama Sejarah Indonesia, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari: Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll.
  3. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol. Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut. Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang miskin warna.
  4. Gunakan huruf besar. Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci
  5. Buat peta pikiran dikertas polos dan hilangkan proses edit. Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.
  6. Sisakan ruangan untuk penambahan tema. Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Mind mapping merupakan tehnik penyusunan catatan demi membantu siswa menggunakan seluruh potensi otak agar optimum. Caranya, menggabungkan kerja otak bagian kiri dan kanan. Metode ini mempermudah memasukan informasi kedalam otak dan untuk kembali mengambil informasi dari dalam otak. Mind mapping  merupakan teknik yang paling baik dalam membantu proses berfikir otak secara teratur karena menggunakan teknik grafis yang berasal dari pemikiran manusia yang bermanfaat untuk menyediakan kunci-kunci universal sehingga membuka potensi otak.

belajar mengajar10 Jenis Metode Mengajar Pada Kurikulum 13 | Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.

Pada penerapan Kurikulum 13 ini banyak perubahan terutama dalam segi metode pangajaran di kelas. Pada Kurikulum K 13 ini lebih berorientasi kepada student center atau siswalah yang lebih aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Untuk metode pengajaran pada K 13 ini sebenarnya ada 32 metode, namun pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menyampaikan 10 dari 32 metode pengajaran tersebut. Metode ini dapat disesuaikan dengan kondisi mata pelajaran dan kelas masing-masing dan tersedianya alat peraga yang ada. Jadi intinya guru harus lebih kreatif untuk menciptakan kelas yang betul-betul menjadi student center ini. Adapun jenis-jenis metode pembelajaran yang terangkum dalam artikel ini adalah sebagai  berikut:

1. EXAMPLES NON EXAMPLES
Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD
Langkah-langkah :
  1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
  2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
  3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
  4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
  5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
  6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan

2. PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Menyajikan materi sebagai pengantar
  3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
  4. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
  5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
  6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan/rangkuman
3. NUMBERED HEADS TOGETHER (Kepala Bernomor, Spencer Kagan, 1992)
Langkah-langkah :
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  6. Kesimpulan
4. COOPERATIVE SCRIPT (Dansereau Cs., 1985)

Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
  2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap serta membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
  5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
  6. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
  7. Penutup
5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR  (Modifikasi Dari Number Heads)
Langkah-langkah :
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
  3. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
  4. Kesimpulan
6. STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TIM SISWA KELOMPOK     PRESTASI (SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
  1. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
  2. Guru menyajikan pelajaran
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
  4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
  5. Memberi evaluasi
  6. Kesimpulan
7. JIGSAW (MODEL TIM AHLI) (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, 1978)
Langkah-langkah :
  1. Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
  2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
  3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
  4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
  5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
  6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
  7. Guru memberi evaluasi
  8. Penutup
8. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)
(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)
Langkah-langkah :
  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
  2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
  3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
  4. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
  5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
9. ARTIKULASI
Langkah-langkah :
  1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
  2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
  3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
  4. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
  5. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
  6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
  7. Kesimpulan/penutup
10. MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
  3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
  4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
  5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
  6. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
Itulah 10 jenis model pembelajaran yang dilengkapi dengan langkah-langkahnya. Semoga postingan ini bermanfaat buat para guru untuk lebih meningkatkan kembali mutu peserta didik dengan mengacu kepada Kurikulum 13 ini.


Dokumen 1 MTsDownload Contoh Pedoman 1 MTs Berbasis KTSP | KTSP SMP dan atau MTs atau juga biasa disebut sebagai Kurikulum Sekolah disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum Sekolah masing-masing. Tim Pengembang Kurikulum KTSP SMP/MTs melibatkan semua unsur terkait dengan kepentingan pembelajaran di sekolah tersebut yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah, Perwakilan Orang Tua, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pendidikan dan unsur lain yang dianggap akan memberikan kontribusi yang positif terhadap kualitas kurikulum dan pembelajaran.

Adapun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 yang saya dapatkan di wikipedia adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh, dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar, dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006, dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).[1]

Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur, dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.

Standar isi adalah ruang lingkup materi, dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:

  • Kerangka dasar, dan struktur kurikulum,
  • Beban belajar,
  • Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan
  • Kalender pendidikan.

SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru, dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi, dan kondisi lingkungan, dan kebutuhan masyarakat.

Bagi anda yang mungkin masih kebingungan bagaimana cara menyusun Dokumen 1 atau Kurikulum Sekolah ini, berikut saya sertakan link download sebagai contoh kurikulum. Adapaun untuk pengembangannya sendiri itu disesuiakan dengan kebutuhan sekolah masing-masing. Hal yang sedikit membedakan mungkin adalah dari muatan lokal dan kegiatan ekstra kulikulernya, karena biasanya tiap sekolah mempunyai ciri khas masing-masing.

Berikut adalah contoh Dokumen 1 atau Kurikulum Madrasah Tsanawiyah, bisa anda download DISINI.

Semoga bermanfaat....

MKRdezign

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget