Kabar Terbaru

Pengunjung

SEJAK 1 MEI 2017

Flag Counter

Total Pageviews

KI dan KD Kurikulum 2013 untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MAK

By On October 17, 2017

KI dan KD Kurikulum 2013
Berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah bahwasannya Kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah mencakup Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK).

Kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas:
  • Kerangka dasar kurikulum; dan
  • Struktur kurikulum.
Pelaksanaan pembelajaran pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dilakukan dengan pendekatan pembelajaran tematik-terpadu, kecuali untuk mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri untuk kelas IV, V, dan VI.

Pelaksanaan pembelajaran pada Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) dilakukan dengan pendekatan pembelajaran sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri.

Selanjutnya pada Bab II Permendikbud RI Nomor 24 Tahun 2016 dicantumkan tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI dan KD)

Kompetensi inti pada kurikulum 2013 merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas.

Kompetensi dasar merupakan kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti.

Kompetensi inti pada kurikulum 2013 terdiri atas:
  • Kompetensi inti sikap spiritual;
  • Kompetensi inti sikap sosial;
  • Kompetensi inti pengetahuan; dan
  • Kompetensi inti keterampilan.
Kompetensi dasar pada kurikulum 2013 berisi kemampuan dan materi pembelajaran untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti.

Kompetensi inti dan kompetensi dasar digunakan sebagai dasar untuk perubahan buku teks pelajaran pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, maka ketentuan yang mengatur tentang Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Muatan Pembelajaran dalam Struktur Kurikulum, Silabus, Pedoman Mata Pelajaran, dan Pembelajaran Tematik Terpadu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Lebih jelasnya mengenai KI dan KD ini rekan guru bisa mengundunya pada tautan link berikut.
Download File :
 Demikian mengenai KI dan KD untuk semua jenjang pendidikan. Semoga bermanfaat...

Download Dokumen 1 Kurikulum 2013 SMP/ MTs Terbaru

By On October 15, 2017

dokumen 1 mts kurikulum 2013
Dokumen 1 Kurikulum 2013 SMP/ MTs ini merupakan salah satu dokumen sekolah yang sangat penting, karena dokumen 1 ini berisi sebuah kurikulum yang akan diberlakukan disekolah. Baik KTSP maupun Kurikulum 2013, tiap sekolah wajib memiliki Dokumen 1 sebagai Kurikulum yang akan dijalankannya. Bagi sekolah baru yang belum memiliki Kurikulum/ Dokumen 1 sendiri silahkan download saja langsung filenya.

Dokumen 1 Kurikulum 2013 berisi tentang acuan pengembangan Kurikulum 2013 Sekolah yang memuat latar belakang, tujuan dan prinsip pengembangan, tujuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan. Penyusunan Dokumen 1 harus mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana yang terdapat Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006, dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan Kurikulum yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).


Dokumen 1  Kurikulum 2013 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Standar Isi, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri.
SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Contoh Dokumen 1 pada K13/Kurtilas kami bagikan secara lengkap pada program kerja sekolah/rencana kerja sekolah pada bidang kurikulum, jika kita ketahui dokumen 2 berupa rpp, silabus, prota dan promes kurikulum 2013 nah pada format contoh dokumen 1 Kurikulum 2013 menyangkut rencana kerja/RKS pada bidang Kurikulum untuk mengatur segala jenis ketentuan yang dimiliki sekolah.

Diharapkan dengan Dokumen 1 Kurikulum 2013 SMP/ MTs (Update 2017) ini dapat membantu anda dalam membuat Dokumen 1 disekolahnya. Kritik dan saran senantiasa saya harapkan demi kemajuan blog ini dimasa yang akan datang. Dalam blog ini juga saya sediakan banyak Administrasi Sekolah Lengkap lainnya baik yang menyangkut Administrasi Pembelajaran, TU, Kepala Sekolah, Keuangan, dan lain sebagainnya.

Lebih lengkapnya mengenai contoh Dokumen 1 Kurikulum 2013 ini bisa rekan guru unduh pada tautan link berikut ini :

Download File :


Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Contoh dokumen 1 Kurikulum 2013 untuk SMP/MTs yang terbaru. Semoga bermanfaat.

Apa itu PPK, Literasi, HOTS dan 4C Pada Kurikulum 2013 Revisi 2017

By On October 12, 2017

hots, 4c dan literasi
Pada Kelas 4 Semester 1 dan 2 RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Revisi Terbaru Tahun 2017 diantaranya adalah memuat emapt hal, yaitu memuat informasi Integrasi PPK, Lieterasi, HOTS, 4C. Dan sesuai dengan Buku K13 Revisi 2017 dan Prota Promes Kurtilas Revisi 2017.

Sehingga pada kesempatan kali ini Guru Madrasah mencoba menjelaskan sedikit pengertian dari empat hal diatas yaitu PPK, Literasi, HOTS, 4C yang termuat dalam RPP Kelas 4 Kurikulm 2013 Edisi Revisi Tahun 2017.
  • Terintegari Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang. Pengintegrasian dapat berupa :  Pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);  Pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;  Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;
  • Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi ;  Literasi Dini (Early Literacy), Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).
  • 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.
  • Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Demikian informasi yang dapat Guru Madrasah sampaikan. Semoga bermanfaat

Inilah Daftar Madrasah Penyelenggara Kurikulum 2013 Tahun 2017

By On October 11, 2017

madrasah penyelenggara k 13
Berikut ini Guru Madrasah sampaikan mengenai Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3525 Tahun 2017 tentang Penetapan Madrasah Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2017/2018. SK Dirjen ini memuat daftar 17.885 madrasah yang ditetapkan menjadi pelaksana Kurikulum 2013 mulai tahun pelajaran 2017/2018 ini. Jenjang madrasah mulai dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, hingga Madrasah Aliyah. Dengan status baik madrasah swasta maupun madrasah negeri.

Bagi bapak ibu guru atau kepala madrasah bisa cek madrasah masing-masing, apakah sudah termasuk dalam SK Dirjen tersebut dengan mengunduhnya melalui tautan link yang nantinya akan kami sediakan dalam postingan kali ini.

Dari ke-17.885 madrasah tersebut tersebar di seluruh Indonesia dengan pembagian sebagai berikut:
  1. Provinsi Aceh : 176 madrasah
  2. Provinsi Sumatera Utara : 329 madrasah
  3. Provinsi Sumatera Barat : 17 madrasah
  4. Provinsi Riau : 495 madrasah
  5. Provinsi Jambi : 351 madrasah
  6. Provinsi Sumatera Selatan : 1023 madrasah
  7. Provinsi Bengkulu : 134 madrasah
  8. Provinsi Lampung : 389 madrasah
  9. Provinsi DKI Jakarta : 245 madrasah
  10. Provinsi Jawa Barat : 699 madrasah
  11. Provinsi Jawa Tengah : 2913 madrasah
  12. Provinsi DI Yogyakarta : 31 madrasah
  13. Provinsi Jawa Timur : 6959 madrasah
  14. Provinsi Kalimantan Barat : 166 madrasah
  15. Provinsi Kalimantan Tengah : 367 madrasah
  16. Provinsi Kalimantan Selatan : 194 madrasah
  17. Provinsi Bali : 15 madrasah
  18. Provinsi Nusa Tenggara Barat : 832 madrasah
  19. Provinsi Sulawesi Selatan : 505 madrasah
  20. Provinsi Sulawesi Tengah : 189 madrasah
  21. Provinsi Sulawesi Utara : 169 madrasah
  22. Provinsi Sulawesi Tenggara : 237 madrasah
  23. Provinsi Maluku : 313 madrasah
  24. Provinsi Maluku Utara : 138 madrasah
  25. Provinsi Banten : 748 madrasah
  26. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung : 9 madrasah
  27. Provinsi Gorontalo : 46 madrasah
  28. Provinsi Kepulauan Riau : 12 madrasah
  29. Provinsi Papua Barat : 3 madrasah
  30. Provinsi Kalimantan Utara : 181 madrasah
Download SK Dirjen Pendis Nomor 3525 Tahun 2017
Untuk daftar selengkapnya,baik SK Dirjen Pendis Nomor 3525 Tahun 2017 tentang Penetapan Madrasah Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2017/2018 maupun Lampirannya, silakan unduh di tautan berikut ini.
  • SK Dirjen Pendis Nomor 3525 Tahun 2017 - DOWNLOAD
  • Lampiran SK Dirjen Pendis Nomor 3525 Tahun 2017 - DOWNLOAD
Demikianlah artikel tentang daftar Madrasah Penyelenggara K 13 Tahun 2017 sesuai dengan Keputusan Dirjen Pendis Nomor 3525 Tahun 2017 tentang Penetapan Madrasah Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2017/2018. Semoga bermanfaat bagi madrasah yang bersangkutan.

Naskah Model Peminatan dan Lintas Minat untuk SMA/MA

By On October 04, 2017

model peminatan dan lintas minat
Berikut ini adalah berkas buku atau Naskah Model Peminatan dan Lintas Minat untuk SMA/MA. Download file PDF. Naskah Model Penyelenggaraan Peminatan di SMA ini merupakan naskah pendukung implementasi Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemdikbud RI.

Peminatan adalah suatu keputusan yang dilakukan peserta didik untuk memilih kelompok matapelajaran sesuai minat, bakat, dan kemampuan selama mengikuti pembelajaran di SMA. Pemilihan peminatan dilakukan atas dasar kebutuhan untuk melanjutkan keperguruan tinggi.

Struktur kurikulum merupakan sekelompok matapelajaran yang dapat diikuti dan diambil selama peserta didik menempuh pendidikan seperti tertuang dalam PP No. 32 tahun 2013,Pasal 77B ayat(1) Struktur Kurikulum merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, muatan Pembelajaran, matapelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan, dalam ayat (4) Struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pengorganisasian matapelajaran untuk setiap satuan pendidikan dan/atau program pendidikan, serta ayat (7) Struktur Kurikulum untuk satuan pendidikan menengah terdiri atas: a. muatan umum; b. muatan peminatan akademik; c. muatan akademik kejuruan; dan d. muatan pilihan lintas minat/peminatan.

 Demikian juga struktur kurikulum SMA sebagaimana tercantum dalam Permendikbud nomor 69 tahun 2013 matapelajaran yang dapat diikuti dan diambil terdiri atas Kelompok Matapelajaran Wajib dan Matapelajaran Pilihan. Matapelajaran pilihan terdiri atas pilihan akademik untuk Sekolah Menengah Atas. Matapelajaran pilihan ini memberi corak kepada fungsi satuan pendidikan, dan didalamnya terdapat pilihan sesuai dengan minat peserta didik. Struktur ini menerapkan prinsip bahwa peserta didik merupakan subjek dalam belajar yang memiliki hak untuk memilih matapelajaran sesuai dengan minatnya.

Selengkapnya mengenai Naskah Model Peminatan dan Lintas Minat untuk SMA/MA dapat rekan guru unduh pada tautan link berikut ini.

Download File :
MODEL PEMINATAN DAN LINSTAS MINTA SMA/MA
Demikian mengenai Naskah Model Peminatan dan Lintas Minat untuk SMA/MA yang dapat blog Guru Madrasah sampaikan. Semoga bermanfaat.

Langkah Menyusun Kisi-Kisi Soal Ulangan Yang Baik dan Benar

By On September 29, 2017

membuat kisi-kisi soal
Seperti sudah rekan guru madrasah ketahui bahwa penilaian hasil belajar dilakukan secara terpadu sebagaimana dijelaskan di Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, bahwa maksud terpadu, berarti penilaian oleh pendidik   merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan  dari kegiatan pembelajaran. Sehingga penilaian ini adalah hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran.

Adapun secara garis besar, fungsi penilaian hasil belajar diantaranya adalah :
  1. Alat untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Dengan fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari kompetensi mata pelajaran
  2. Umpan balik bagi perbaiakn proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan antara lain : dalam hal tujuan pembelajaran, kegiatan atau pemgalaman belajar siswa, strategi pembelajaran yang digunakan guru, media pembelajaran
  3. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. Dalam laporan tersebut  dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang study atau mata pelajaran dalam bentuk nilaiprestasi yang dicapai
Dalam melakukan penilaian hasil belajar, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan yaitu :
1.    Penentuan tujuan tes
2.    Penyusunan Kisi-kisi
3.    Penulisan soal
4.    Penelaahan soal (validasi soal)
5.    Perakitan soal menjadi perangkat Tes
6.    Uji Coba soal termasuk analisisnya
7.    Bank soal
8.    Penyajian tes kepada siswa
9.    Skoring ( pemeriksaan jawaban siswa)

Kisi-kisi adalah suatau format berupa matriks yang memuat pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi suatu tes. Kisi-kisi berfungsi sebagai pedoman dalam penulisan soal dan atau dalam melakukan perakitan tes.

Syarat-syarat Kisi-kisi yang baik adalah sebagai berikut :

1.    Mewakili isi kurikulum / kemampuan yang akan diujikan
2.    Komponen-komponennya rinci, jelas dan mudah dipahami
3.    Soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indicator dan bentuk soal yang ditetapkan

Komponen kisi-kisi terdiri atas
A.    Kelompok Identitas
1.    Jenis Institusi/lembaga
2.    Program/Jurusan
3.    Bidang Study/mata pelajaran
4.    Tahun Pelajaran
5.    Kurikulum yang digunakan
6.    Jumlah Soal
7.    Bentuk soal

B.    Kelompok matriks
1.    Kompetensi dasar
2.    Materi yang akan dijadikan soal
3.    Indikator
4.    Nomor urut soal

Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah kemampuan minimal yang harus dikuasai siswa setelah mempelajari materi pelajaran tertentu. Kompetensiini diambil dari Kurikulum yang digunakan

Materi
Materi meruapakan bahan ajar yang harus dikuasaisiswa berdasarkan kompetensi yang akan diukur. Penentuan materi ( bahan ajar ) yang akan diambil disesuaikan dengan indicator yang akan disusun
Untuk pembuatan soal, kita harus bisa memilih materi esensial yang akan dikeluarkan dalam tes.

Untuk memilih materi esensial kita dapat berpedoman pada kriteria-kriteria berikut ini :
1.    Merupakan materi lanjutan
2.    Pendalaman dari satu materi yang sudah dipelajari sebelumnya
3.    Merupakan materi penting yang harus dikuasai oleh siswa
4.    Merupakan materi yang sering dibutuhkan
5.    Untuk mempelajari bidang study lain
6.    Merupakan materi yang berkesinambungan yang terdapat pada semua jenjang kelas
7.    Merupakan materi yang memiliki nilai terapan dalam kehidupan sehari-hari

Indikator
Indikator:berisi ciri-ciri perilaku yang dapat diukur sebagai petunjuk untuk membuat soal. Indikator dikembangkan sesuai dg karakteristik siswa, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dg kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
Syarat-syarat indikator yang baik adalah : 
  1. Memuat ciri-ciri kompetensi dasar yang akan diukur.
  2. Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur.
  3. Berkaitan dengan materi (bahan ajar) yang dipilih.
  4. Dapat dibuatkan soalnya.
Teknik Perumusan Indikator : 
  1. Bila Soal Terdapat Stimulus, maka rumusan indikatornya: “Disajikan …, siswa dapat menjelaskan ….”
  2. Bila Soal Tidak Terdapat Stimulus, maka rumusan indikatornya: “Siswa dapat membedakan ….”
Contoh indikator soal :
Disajikan sebuah teks report tentang hewan, siswa menentukan gambaran umum teks tersebut dengan tepat.
Keterangan :
Teks berwarna biru = condition
Teks berwarna hitam = audience
Teks berwarna merah = behavior
Teks berwarna ungu = degree

SOAL

Soal disusun berdasarkan indikator. Untuk di sekolah, biasanya kita sering memakai 3 jenis soal yaitu soal pilihan ganda, dan soal uraian, masing-masing memiliki keunggulan dan keterbatasan.
Soal pilihan ganda
Keunggulan 
  1. mengukur berbagai jenjang kognitif
  2. penskorannya mudah, cepat, objektif, dan dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi/kdyang luas
  3. bentuk ini sangat tepat untuk ujian yang pesertanya sangat banyak atau yang sifatnya massal
Keterbatasan 
  1. memerlukan waktu yang relatif lama untuk menulis soalnya
  2. sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi
  3. terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban

Soal uraian :

Soal uraian  merupakan Soal bentuk uraian adalah suatu soal yang jawabannya menuntut siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis. Soal uraian terdiri dari soal uraian objektif dan soal uraian non objektif.

Soal uraian objektif  merupakan rumusan soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif). Sedangkan soal uraian non objektif merupakan rumusan soal yang menuntut sehimpunan jawaban berupa pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing siswa, sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif).
Keunggulan
  1. Dapat mengukur kemampuan siswa dalam hal mengorganisasikan pikiran, mengemukakan pendapat, dan mengekspresikan gagasan-gagasan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat siswa sendiri
  2. Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyatakan gagasan/pendapat
  3. Penyusunan tes lebih mudah.
  4. Faktor menebak jawaban dapat dikurangi
Keterbatasan :
  1. Jumlah materi yang ditanyakan terbatas
  2. Waktu penskoran lama
  3. Penskoran hanya dapat dilakukan oleh orang yang menguasai bidang studi tersebut.
  4. Penskoran relatif subjektif
  5. Reliabilitas relatif lebih rendah daripada bentuk soal Pilihan Ganda
Contoh format kisi-kisi soal :
  1. Satuan Pendidikan                              : ………………………
  2. Program/Jurusan                                 : ………………………
  3. Bidang studi/matapelajaran              : ………………………
  4. Tahun nelajaran                                     : ……………………
  5. Kurikulum yang diacu/dipergunakan: ………………………
  6. Jumlah soal                                         : ……………………
  7. Bentuk soal                                          : ……………………
No. Urut
Kompetensi  Dasar
Materi 
Indikator Soal
No. Soal




Sekian yang dapat Blog Guru madrasah sampaikan dan semoga bermanfaat serta menambah sedikit wawasan dan menjadi tambahan referensi bagi para pendidik di seluruh Indonesia. [sumber : www.pgrionline.com]

Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Tingkat SMA/MA Revisi Tahun 2017

By On September 17, 2017

penilaian k 13 sma/ma
Rekan guru madrasah, sudah kita maklumi bersama bahwa dengan berubahnya kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 tentunya akan mengalami banyak perubahan yang berhubungan dengan penilaian bagi siswa - siswinya disekolah karena dengan adanya kurikulum 2013 penilaian akan menggunakan angka yang kecil seperti 1 sampai 4 dan itu berbeda dengan kurikulum KTSP yang menggunakan angka nilai yang besar 10-100 maka dari itu para guru diseluruh Indonesia agar betul - betul memperhatian dalam pemberian nilai kepada siswa - siswinya disekolah atau madrasahnya masing-masing.

Dalam memberikan penilaian kepada siswa - siswinya tentunya seorang guru haruslah memperhatikan terlebih dahulu panduan yang sudah diberikan oleh pemerintah untuk sekolah - sekolah atau madrasah diseluruh Indonesia maka dari itu agar tidak salah dalam memberikan penilaian kepada siswa - siswa seorang guru harus wajib membanca panduan penilaian kurikulum 2013.

Dan jika sekiranya rekan guru belum mempunyai panduan tersebut maka kami sudah mempersiapkan semuanya khusus buat rekan guru SMA/MA agar mau mendownload file yang sudah kami siapkan tentang Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Jenjang SMA/MA edisi revisi tahun 2017.

Lebih lengkapnya mengenai panduan kurikulum 2013 ini bisa rekan guru download melalaui tautan link berikut ini.

Download FIle :

Semoga dengan pemberian file berupa Panduan Penilaian Kurikulum 2013 SMAMA Tahun 2017 ini dapat memudahkan rekan guru madrasah dalam pemberian nilai kepada siswa - siswi sekolah serta tidak akan ada kesalahan dalam pemberian nilai dan semoga file yang kami berikan dapat berguna serta memberikan banyak manfaat. Silakan bagikan file ini kepada rekan guru yang lain yang kebetulan sedang memerlukannya.

Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Untuk Jenjang SD/MI Edisi Terbaru

By On September 17, 2017

panduan penilaian k 13 sd/mi terbaru
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Pusat Penilaian Pendidikan dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan) telah menyusun dan menerbitkan Panduan Penilaian pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, di antaranya adalah Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD/MI). Panduan penilaian tersebut dipergunakan sebagai rambu-rambu bagi para pendidik dan satuan pendidikan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik yang meliputi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, juga menjadi pedoman untuk merencanakan, melaksanakan, mengolah, dan membuat laporan hasil penilaian secara akuntabel dan informatif.

Seiring dengan perkembangan, terdapat perubahan kebijakan dalam bidang pendidikan khususnya Kurikulum 2013 yang mengatur standar-standar di dalamnya, kebijakan terkait dengan penilaian antara lain :
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
Selain untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan perubahan kebijakan diatas, hasil kajian pelaksanaan Kurikulum 2013 menunjukkan bahwa salah satu kesulitan pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 adalah dalam perencanaan, pelaksanaan, pengolahan, pemanfaatan dan pelaporan penilaian. Pada perencanaan penilaian, pendidik kesulitan merumuskan indikator instrumen penilaian, menentukan teknik penilaian yang tepat sesuai dengan kompetensi dasar yang diajarkan, mengembangkan butir-butir instrumen penilaian dan rubrik penilaian.

Pada pelaksanaan penilaian, pendidik kesulitan melakukan penilaian sikap dengan berbagai teknik penilaian dalam waktu yang terbatas. Pendidik juga mengalami kesulitan dalam mengolah dan mendeskripsikan capain hasil penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Satuan pendidikan mengalami kesulitan dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), merumuskan kriteria kenaikan kelas, dan kriteria kelulusan peserta didik. Permasalahan lain yang sering muncul adalah penetapan KKM dan secara teknis menerapkannya pada setiap Kompetensi Dasar (KD) sebagai kompetensi minimal untuk selanjutnya menjadi KKM mata pelajaran. Di samping itu, pendidik mengalami kesulitan dalam menentukan nilai hasil remedial berkaitan dengan KKM.

Memperhatikan permasalahan-permasalahan di atas, mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak serta hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013, maka Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar melaksanakan review dan revisi pada panduan penilaian yang diterbitkan sebelumnya, dengan harapan buku panduan penilaian dapat lebih memenuhi kebutuhan pengguna, yaitu para pendidik dan satuan pendidikan agar dapat melaksanakan penilaian dengan baik dan benar.

Untuk lebih jelasnya mengenai panduan penilaian Kurikulum 2013 Untuk Jenjang SD/MI terbaru ini, silakan rekan guru bisa mengunduhnya melalui tautan link berikut ini.

Download File :

Demikian yang dapat admin Guru Madrasah sampaikan, semoga hal ini bisa bermanfaat buat rekan guru semua. Jangan lupa untuk like fanspage kami.

Ketuntasan Belajar Minimal Kurikulum 2013 Terbaru

By On August 19, 2017

Ketuntasan Belajar Minimal Kurikulum 2013 Terbaru
Untuk mengakhiri tahun pelajaran, diadakan evaluasi belajar pada kelas VII dan VIII. Evaluasi belajar kenaikan kelas yang dulu disebut dengan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) sekarang berubah istilah menjadi Penilaian Akhir Tahun (PAT). dan untuk Penilaian Akhir Tahun (PAT) untuk Kurikulum 2013 ini dilaksanakan dengan komposisi materi soal meliputi semester GANJIL sebesar 25 % dan semester GENAP 75 %.

Berikut ini adalah Pedoman Penilaian-KBM Sesuai Kurikulum 2013 Terbaru yang akan kami paparkan pada psotingan kali ini. Menurut Pedoman Penilaian-KBM Sesuai Kurikulum 2013 Terbaru Siswa dapat dinyatakan Tuntas jika >= Ketuntasan Belajar Minimal (KBM). Misalnya KBM mapel tertentu adalah 60, jika:
  1. Semester Gasal memperoleh 55
  2. Dan semester Genap memperoleh 65
maka totalnya adalah 120 yang jika dibagi 2 maka hasilnya 60. Nilai tersebut menunjukkan seorang siswa telah Tuntas

Siswa dinyatakan TIDAK NAIK KELAS, jika:
  1. Memiliki 3 nilai Mapel yang KBM-nya tidak TUNTAS.
  2. Untuk nilai Pengetahuan Ki.3 harus Tuntas.
  3. Untuk nilai Ketrampilan Ki.4 harus Tuntas.
  4. Dan untuk Ki.1 dan Ki.2 harus BAIK.
Kriteria Ketuntasan Belajar (KBM) semua mapel sama.

Baca juga: Buku Kelas 8 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2017 Semua Mata Pelajaran

Perlu diketahui oleh rekan guru madrasah semua bahwa untuk penulisan dalam jurnal, Ki 1 dan Ki 2 Observasi guru yang ditulis hanya yang KURANG dan yang AMAT BAIK saja.

Kriteria Tuntas Menurut K-13 Terbaru

  1. Sikap dikatakan Tuntas bila predikat minimal B (baik)
  2. Pengetahuan & Keterampilan, kategori Tuntas bila predikat Minimal C.
  3. Dalam K-13, satu mapel dikatakan Tuntas bila aspek Pengetahuan dan keterampilan Tuntas.
  4. Dalam K-2006, satu mapel disebut tuntas bila aspek pengetahuan, keterampilan (jika ada keterampilan), dan sikap tuntas.
  5. Tidak perlu cemas dengan predikat C pada mapel Pengetahuan dan Keterampilan, sebab C berarti sudah Tuntas.
  6. Predikat untuk Pengetahuan dan Keterampilan, didasarkan pada KBM masing-masing sekolah.
Sebagai contoh sebagaimana ilustrasi berikut ini:
Jika mapel tertentu mempunyai KBM sebesar 75, maka
< 75. = D (tidak tuntas)
75-82. = C (tuntas dg cukup)
83 - 90. = B (tuntas dg baik)
91-100. = A (tuntas dengan sangat baik)

Melalui Pedoman Penilaian-KBM Sesuai Kurikulum 2013 Terbaru ini maka pihak sekolah diharap tidak mengatrol nilai sekedar untuk mengejar B dan atau menurunkan Ketutasan Belajar Minimal (KBM) dari yang telah ditetapkan oleh sekolah. Predikat dalam aspek pengetahuan dan keterampilan tidak mepunyai pengaruh terhadap SNMPTN.

Buku Pegangan Guru dan Siswa Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2016

By On July 18, 2017

buku guru dan siswa kelas 7 smp/mts kurikulum 2013
Untuk mengawali Tahun Pelajaran baru ini admin Guru Madrasah akan mencoba berbagi Buku Sekolah Elektronik atau BSE. Buku ini adalah diperuntukkan untuk SMP/MTs yang dapat rekan guru unduh secara gratis untuk mememenuhi kebutuhan buku, baik pegangan guru ataupun siswa.

Bagi rekan-rekan guru yang di sekolah atau madrasahnya menerapkan Kurikulum 2013 di Tahun Pelajaran baru ini dapat menggunakan buku ini sebagai referensi dalam pembelajaran di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah untuk semester 1 maupun semester 2 lengkap.

Baca Juga : Buku Guru dan Siswa Mapel PAI Kelas 7 MTs Kurikulum 2013

Langsung saja, silahkan  links download buku Kurikulum 2013 Edisi Revisi Tahun 2016 untuk Kelas VII (Tujuh) SMP/MTs seluruh mata pelajaran untuk semester 1 dan semester 2 yakni buku pegangan guru dan buku pembelajaran siswa Kurikulum 2013 Revisi 2016 dengan klik pada setiap tautan yang tersedia di bawah ini

Buku Pegangan Guru SMP/MTs Kurikulum 2013 :
Buku Pegangan Guru Kurikulum 2013 Matematika - DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kurikulum 2013 IPA - DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kurikulum 2013 IPS -DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia - DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kurikulum 2013 Bahasa Inggris - DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kurikulum 2013 PKn - DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kurikulum 2013 Penjas Orkes - DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kurikulum 2013 Prakarya - DOWNLOAD
Buku Pegangan Guru Kurikulum 2013 Seni Budaya - DOWNLOAD

Buku Pegangan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 :
Buku Pegangan Siswa Kurikulum 2013 Matematika - DOWNLOAD
Buku Pegangan Siswa Kurikulum 2013 IPA - DOWNLOAD
Buku Pegangan Siswa Kurikulum 2013 IPS - DOWNLOAD
Buku Pegangan Siswa Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia - DOWNLOAD
Buku Pegangan Siswa Kurikulum 2013 Bahasa Inggris - DOWNLOAD
Buku Pegangan Siswa Kurikulum 2013 PKn - DOWNLOAD
Buku Pegangan Siswa Kurikulum 2013 Penjas Orkes - DOWNLOAD
Buku Pegangan Siswa Kurikulum 2013 Prakarya - DOWNLOAD
Buku Pegangan Siswa Kurikulum 2013 Seni Budaya - DOWNLOAD

Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat buat rekan guru mata pelajaran pada tingkat SMP/MTs khususnya untuk guru kelas 7. Terimakasih sudah berkunjung di blog Guru Madrasah

Download Soal Pre Test dan Post Test Bimtek Kurikulum 2013 Tahap II Tahun 2017

By On July 08, 2017

soal pre dan post test bimtek k 13 2017
Berikut ini kami sampaikan contoh Soal Pre Test Post Test Bimtek Kurikulum 2013 Tahap II Tahun 2017, contoh soal ini merupakan file yang dibagikan untuk dipelajari kembali agar lebih paham lagi dalam Kegiatan Bimtek Kurikulum 2013 pada tahap selanjutnya. Soal Pre Test dan Post Test pada Bimtek Kurikulum 2013 Tahap II Tahun 2017 ini merupakan contoh format resmi yang digunakan pada Kegiatan Bimtek Kurikulum 2013 Tahap II yang diselenggarakan di TPK diseluruh kecamatan di indonesia.

Harapan kami semoga Soal Pre Test Bimtek Kurikulum 2013 Tahap II Tahun 2017 yang akan kami bagikan nanti akan dapat bermanfaat bagi rekan guru madrasah dimana pun anda berada.

Baca Juga : Format Administrasi Supervisi Kepala Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK

Soal Post Test Bimtek Kurikulum 2013 Tahap II Tahun 2017 yang akan kami bagikan ini silahkan bisa rekan guru pelajari dengan seksama dibaca sampai mengerti biar lancar dalam mengikuti kegiatan Bimtek Kurikulum 2013 pada Tahap II di Tahun 2017 ini. Bagi rekan guru yang kebetulan membutuhkan file Soal Pre Test Post Test Bimtek Kurikulum 2013 Tahap II Tahun 2017 ini, silakan dapat mendownload / mengunduhnya pada link berikut ini.

Download File :

Semoga dengan adanya file Tentang Soal Pre Test Post Test Bimtek Kurikulum 2013 Tahap II Tahun 2017 yang kami bagikan/Share di atas bisa membantu dan memenuhi semua kelengakapan administrasi di sekolah/madrasah masing-masing demi peningkatan mutu pendidikan dalam menghadapi era globlisai dan modernisasi. Terimakasih atas kunjungan anda di blog Guru Madrasah.

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah

By On June 30, 2017

permendikbud nomor 23 tahun 2017
Pemberlakuan hari sekolah yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah dituangkan dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Dimana sebelum-sebelumnya wacana itu mendapatkan pro dan kontra. Ada yang menyatakan bahwa negara ini belum siap dengan sistem pendidikan full day school, ada pula yang menganggap 5 hari kerja membebani kemampuan belajar siswa karena jam pelajaran sekolah bisa sampai sore dan lain sebagainya

Dalam Permendikbud nomor 23 Tahun 2017 ditetapkan pada Pasal 2 Tentang Hari Sekolah adalah sebagai berikut :
  1. Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
  2. Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat 1, termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
  3. Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat 2, Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.
  4. Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat 3 tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada aya 1.
Pada pasal 8 Penetapan Hari Sekolah sebagaiman dimaksud pada pasal 2 mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2017/2018.


Untuk selengkapknya silahkan download Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 pada tautan link di bawah ini:

Download File :

Demikianlah beberapa pasal yang menjadi inti dari penetapan Hari Sekolah yang berlaku mulai tahun pelajaran 2017/2018 Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah. Semoga bermanfaat buat rekan guru semua.

Buku Bahasa Inggris Kurikulum 2013 Madrasah Aliyah Kelas 11

By On March 22, 2017

bahasa inggris k 13 ma kelas 11
Kebutuhan akan adanya buku pegangan guru dan siswa di sekolah atau madrasah sangatlah penting demi keberlangsungan proses belajar mengajar. Perubahan jaman dan majunya sistem informasi di Indonesia mulai merubah peranan buku pada sebuah lembaga pendidikan. saat ini ketersediaan buku tidak hanya berupa lembaran kertas-kertas hasil cetakan semata, namun bisa juga diakses melalui dunia maya alias internet.

Ketersediaannya buku elektronik ini semakin memberikan angin sega bagi sekolah atau madrasah yang keulitan untuk mendapatkan buku pegangan siswa atau guru ini. Dan untuk semakin memudahkan rekan guru madrasah, kali ini blog Guru Madrasah akan membagikan buku Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Inggris untuk kelas 11 Madrasah Aliyah. Adapun spesifikasi buku Bahasa Inggris ini adalah sebagai berikut :

Judul: BAHASA INGGRIS SEMESTER 1
Edisi: 1
Pengarang: Mahrukh Bashir.
Penerbit: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
ISBN / ISSN: 978-602-282-479-4 / 978-602-282-482-4
Tahun Terbit: 2014
Kelas: MA / Kelas 11
Jenis File: .pdf

Baca Juga : Contoh RPP dan Silabus K 13 untuk SMP/MTs

Judul: BAHASA INGGRIS SEMESTER 2
Edisi: 1
Pengarang: Mahrukh Bashir.
Penerbit: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
ISBN / ISSN: 978-602-282-479-4 / 978-602-282-483-1
Tahun Terbit: 2014
Kelas: MA / Kelas 11
Jenis File: .pdf

dan untuk rekan guru madrasah yang sedang mencari referensi buku Bahasa Inggris MA kelas 11 ini, silakan bisa mengunduhnya pada tautan link berikut ini :

Download File :

Demikian informasi mengenai buku bahasa Inggris MA Kelas 11 Kurikulum 2013 untuk semester 1 dan 2 yang bisa di unduh secara gratis dan mudah di blog Guru Madrasah ini. Jangan lupa untuk selalu berkunjung di blog ini untuk mendapatkan aplikasi dan info yang bermanfaat...


Contoh Rencana Kerja Madrasah Untuk MI Lengkap

By On March 03, 2017

contoh rencana kerja madrasah untuk MI
Rencana Kerja Madrasah dibuat untuk menyusun perencanaan Madrasah selama lima tahun kedepan. Untuk itu agar mutu Madrasah ada peningkatan, maka perlu membuat perencanaan yang baik. Rencana Kerja Madrasah dibuat berdasarkan Evaluasi Diri Madrasah untuk mengukur kinerja serta kemampuan Madrasah, khususnya Madrasah Ibtidaiyah. Demi suksesnya dalam membuat Rencana Kerja Madrasah maka harus melibatkan semua jabatan yang berkepentingan, seperti Ketua Yayasan, Komite Madrasah, Kepala Madrasah, dan Dewan Guru. Jika dirasa sangat perlu, gunakan juga Tokoh Masyarakat sekitar.

Tentunya dengan dibuatnya Rencana Kerja Madrasah ini akan sangat banyak manfa’at yang akan dirasakan yang antara lain diantaranya, Rencana Kerja Madrasah adalah sebagai tolak ukur keberhasilan Madrasah untuk mengimplementasikan berbagai macam program Madrasah. Selanjutnya Rencana Kerja Madrasah bisa dijadikan acuan demi mecapai target sasaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam kurun waktu yang telah ditetapkan.

Rencana Kerja Madrasah (RKM) sebagaimana Evaluasi Diri Madrasah sangat disarankan agar Madrasah setiap lima tahun sekali menyusunnya. Diharapkan dengan dibuatnya Rencana Kerja Madrasah khusus Madrasah Ibtidaiyah mencapai target pendidikan sesuai dengan yang telah direncanakan. Dengan begitu sasaran dan tujuan Madrasah bisa tercapai karena semua kegiatan dalam lima tahun kedepan telah direncanakan dalam Rencana Kerja Madrasah.

Dan untuk bapak/ibu guru madrasah khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI), pada kesempatan ini Guru Madasah akan berbagi file contoh rencana kerja madrasah secara lengkap. Adapun isi file tersebut adalah sebagai berikut :
  • Format Rencana Remedial Test.xls
  • Format Jurnal dan Presentasi Remedial Teaching.xls
  • Manajemen kelas mengguanakan aplikasi panitia.pptx
  • Model Dokumen 1 KTSP Madrasah Final.doc
  • Model RKM.doc
  • Model RKT.xls
  • Pedoman RKM.doc
  • Peraturan Akademik Madrasah.doc
  • Rencana Anggaran RKM.xls
Untuk memudahkan pengunduhan, bapak/ibu bisa mengunduhnya hanya dalam satu file saja, silakan klik tautan berikut :
Demikian info mengenai contoh Rencana Kerja Madrasah untuk MI. Semoga info ini bisa bermanfaat buat rekan guru Madrasah dimanapun berada..


Soal Latihan Ujian Nasional SMP/MTs 2017 Beserta Kunci Jawabannya

By On February 21, 2017

soal latihan un smp 2017Pada kesempatan kali ini Guru Madrasah akan berbagi berbagi informasi tentang prediksi "soal dan kunci jawaban siap Ujian Nasional/UN 2017. Dan perlu diingat bahwa ini adalah sekedar latihan dan bukan acuan untuk suksenya Ujian para peserta didik semua, namun ketika kita berusaha dan memiliki tekad yang kuat maka hasil positif pasti akan mengiringi langkah adik-adik semua khususnya dalam menghadapi ujian nanti. Dan tentunya untuk bisa sukses dalam mengerjakan UN 2017 nanti, sangat diperlukan usaha yang keras semisal semakin rajin belajar, memperbanyak latihan mengerjakan soal-soal, dan bagian terpenting adalah perbanyak berdoa.

Baca Juga : Latihan Soal UN SMP/MTs 2017

Sebagai rasa peduli terhadap kemajua pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan madrasah, maka blog Guru Madrasah merasa berkewajiban untuk sekedar sedikit berbagi informasi seputar kumpulan soal latihanUjian Nasional 2016/2017. Pada dasarnya, soal-soal ini hampir sama dengan soal-soal pada UN sebelumnya. Tapi tidak ada salahnya jika rekan guru madrasah mencoba untuk membahasnya dengan peserta didik agar semakin memperkaya bentuk-bentuk soal yang ada.

Dan bagi rekan guru madrasah yang ingin memiliki soal -soal untuk latihan, langsung saja Anda mengunduhnya secara gratis pada tulisan Download, berikut link yang kami sajikan :
  • Bahasa Indonesia Versi A - Download
  • Bahasa Indonesia Versi B - Download
  • Kunci Jawaban Soal Bahasa Indonesia Versi A dan Versi B - Download
  • Bahasa Inggris Versi A - Download
  • Bahasa Inggris Versi B - Download
  • Kunci Jawaban Soal Bahasa Inggris Versi A dan Versi B - Download
  • IPA Versi A - Download
  • IPA Versi B - Download
  • Kunci Jawaban Soal IPA Versi A dan Versi B - Download
  • Matematika Versi A - Download
  • Matematika Versi B - Download
  • Kunci Jawaban Soal Matematika Versi A dan Versi B - Download
Demikian info mengenai soal latihan Ujian Nasional 2017. Semoga dengan adanya soal ini bisa membantu para rekan guru madrasah untuk menjadi bahan latihan atau try out Ujian Nasional di madrasah masing-masing.


RPP dan Silabus PAI dan Bahasa Arab MTs Kelas VII Kurikulum 2013

By On February 15, 2017

silabus PAI dan bahasa arab kelas VII K13
Guru Madrasah | Rekan guru madrasah yang semoga selalu semangat mengabdikan diri untuk kemajuan pendidikan amdrasah, sudah kita ketahui bersama bahwa dari sekian banyak perangkat pembelajaran yang ada, RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembejaran adalah satu jenis perangkat yang paling sering membuat guru gelisah. Selain juga prota dan promes. Sementara untuk Silabus, buku siswa, prota, promes, kaldik biasanya sudah banyak disediakan dan tersebar di dunia maya. Bahkan untuk Kurikulum 2013, guru tidak perlu lagi memusingkan Silabus, karena itu memang sudah disediakan oleh negara.

Namun demikian untuk memudahkan para rekan guru madrasah menemukan Silabus dan RPP untuk mata pelajaran PAI maka pada postingan kali ini Guru Madrasah mencoba berbagi RPP dan Silabus untuk mata pelajaran PAI khusus kelas VII saja. Setelah sebelumnya kami sudah membagikan Silabus dan RPP mata pelajaran umum. Semoga ini bisa membantu para rekan guru madrasah dalam menyusun program pengajaran.

RPP PAI MTs Kurikulum 2013 Kelas VII Terbaru ini dalam penerapannya menggunakan metode pembelajaran tematik yang mengambil pokok bahasan pelajaran berdasarkan tema dengan menggabungkan beberapa pelajaran menjadi satu.

Baiklah buat guru rekan madrasah yang memerlukan RPP dan silabus mata pelajaran PAI silakan bisa mengklik tautan berikut ini :
  • RPP Akidah Akhlak Kelas VII Kurikulum 2013 - Download
  • RPP Al-Qur’an Hadist Kelas VII Kurikulum 2013 - Download
  • RPP Fiqih Kelas VII Kurikulum 2013 - Download
  • RPP SKI Kelas VII Kurikulum 2013 - Download
  • RPP Bahasa Arab Kelas VII Kurikulum 2013 - Download
Untuk silabus dari mata pelajaran diatas, silakan bisa mendownloadnya pada tauan berikut :

DOWNLOAD SILABUS BAHASA ARAB DAN PAI MTs KELAS VII

Demikian tadi mengenai Silabus dan RPP untuk mata pelajaran bahasa arab dan PAI untuk MTs kelas VII. Besar harapan kami postingan ini bisa bermanfaat buat rekan guru mdrasah dimanapun berada.



Apliaksi Penilaian Kurikulum 13 SD Sesuai Permendikbud

By On December 13, 2016

Madrasah Kita | Bapak Ibu guru SD, berikut ini adalah aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 yang sesuai dengan Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015. Aplikasi ini sangat cocok digunakan bagi Anda seorang guru dengan sekolah pengimplementasi kurikulum 2013 baik kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.

Walupun memang saat ini, Kurikulum 2013 masih menjadi polemik di semua kalangan. Namun, dengan adanya revisi K13 di tahun 2016 ini diharapkan semua sistem maupun perangkat pembelajaran sudah siap ketika di tahun pelajaran 2016/2017 K13 benar-benar sudah berjalan.

Dan aplikasi penilaian Kurikulum 2013 ini sudah disesuaikan dengan ketentuan yang tertuang dalam buku panduan Penilaian Sekolah Dasar terbaru dari Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan Pusat Penilaian Pendidikan dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan)

Gambaran Apilkasi :
Aplikasi Penilaian K13 ini dibuat oleh Bapak Untung Sutikno, S.Pd yang menjabat sebagai kepala sekolah SDN Randegan 02.
Berikut ini adalah preview dari aplikasi penilaian tersebut :


Menu Utama :
1. Menu Input Data
2. Deskripsi KI-1 dan 2
3. Nilai KI-3 Pengetahuan
4. Nilai KI-4 Ketrampilan
5. Hasil
6. Bonus Instrumen

Bagaimana cara menjalankan aplikasi ini?

Dalam aplikasi ini sudah disediakan panduannya, jadi tidak perlu khawatir. Silahkan unduh Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Sesuai dengan Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 disini :

Aplikasi Penilaian K13

Demikian info mengenai aplikasi penilaian Kurikulum 13 SD sesuai dengan permendikbud tahun 2015. Semoga bermanfaat dan salam madrasah....


Mengenal Lebih Jauh Metode Pembelajaran Mind Mapping

By On June 22, 2015

Mengenal Lebih Jauh Metode Pembelajaran Mind Mapping Metode Pembelajaran Mind Mapping | Dalam proses belajar mengajar, penggunaan metode pengajaran yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap ketercapaian pemahaman murid. Tentunya semua metode pengajarn yang pernah diterapkan selama ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Terlepas dari semua itu, metode pengajaran yang sering diterapkan oleh guru-guru kita saat ini adalah cenderung untuk hanya mengaktifkan salah satu sisi otak sang murid saja. Karena pada hakekatnya otak manusia terbagi menjadi dua, yaitu otak kiri dan otak kanan.

Kedua belahan otak manusia ini memiliki tugas dan cara kerja yang berbeda. Otak kiri bekerja untuk hal-hal yang terkait dengan kata, angka dan daftar. Sementara otak kanan berkerja untuk hal-hal yang terkait dengan kesadaran, imajinasi, warna, keindahan. Sebagaimana dua kaki dan tangan, aktivitas manusia akan mudah dikerjakan bila kedua pasang organ tersebut bekerja dengan baik. Tentunya berjalan dengan dua kaki akan jauh lebih optimal dibandingkan dengan jalan satu kaki. Demikianlah perumpamaannya dengan otak kita.

Pengertian Mind Mapping

Mind Maping (Peta Pikiran) pertama kali dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris. Beliau adalah penemu  Mind Map (Peta Pikiran), Ketua Yayasan Otak, pendiri Klub Pakar (Brain Trust) dan pencipta konsep Melek Mental. Mind map diaplikasikan di bidang pendidikan, seperti teknik, sekolah, artikel serta menghadapi ujian.

Mind maping dapat diartikan sebagai proses memetakan pikiran untuk menghubungkan konsep-konsep permasalahan tertentu dari cabang-cabang sel saraf membentuk korelasi konsep menuju pada suatu pemahaman dan hasilnya dituangkan langsung di atas kertas dengan animasi yang disukai dan gampang dimengerti oleh pembuatnya. Sehingga tulisan yang dihasilkan merupakan gambaran langsung dari cara kerja koneksi-koneksi di dalam otak.

Mind maping adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut. Mind maping mengembangkan cara berpikir divergen dan berpikir kreatif. Mind mapping yang sering kita sebut dengan peta konsep adalah alat berpikir organisasional yang sangat hebat yang juga merupakan cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi itu ketika dibutuhkan (Tony Buzan , 2008:4).

Menurut Tony Buzan, Mind Maping dapat membantu kita untuk banyak hal seperti : merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan baik, belajar lebih cepat dan efisien serta melatih gambar keseluruhan.
contoh mind mapping

Manfaat Mind Maping

Ditinjau dari segi waktu Mind maping juga dapat mengefisienkan penggunaan waktu dalam mempelajari suatu informasi. Hal ini utamanya disebabkan karena metode ini dapat menyajikan gambaran menyeluruh atas suatu hal, dalam waktu yang lebih singkat. Dengan kata lain, Mind maping mampu memangkas waktu belajar dengan mengubah pola pencatatan linear yang memakan waktu menjadi pencatatan yang efektif yang sekaligus langsung dapat dipahami oleh individu.

Beberapa manfaat metode pencatatan menggunakan Mind mapping, antara lain:
  1. Tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah.
  2. Level keutamaan informasi teridentifikasi secara lebih baik. Informasi yang memiliki kadar kepentingan lebih diletakkan dengan tema utama.
  3. Hubungan masing-masing informasi secara mudah dapat segera dikenali.
  4. Lebih mudah dipahami dan diingat.
  5. Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur Mind mapping, sehingga mempermudah proses pengingatan.
  6. Masing-masing Mind mapping sangat unik, sehingga mempermudah proses pengingatan.
  7. Mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci.
  8. Membuat Mind Maping
Mind Map  adalah alat berpikir kreatif yang mencerminkan cara kerja alami otak. Mind map memungkinkan otak menggunakan semua gambar dan asosiasinya dalam pola radial dan jaringan sebagimana otak dirancang, seperti yang secara internal selalu digunakan otak, dan terhadap mana perlu memberiarkannya membiasakan diri kembali.

Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada dibawah ini, yaitu:

  1. Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah. Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia.
  2. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama. Dari tema utama Sejarah Indonesia, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari: Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll.
  3. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol. Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut. Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang miskin warna.
  4. Gunakan huruf besar. Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci
  5. Buat peta pikiran dikertas polos dan hilangkan proses edit. Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.
  6. Sisakan ruangan untuk penambahan tema. Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Mind mapping merupakan tehnik penyusunan catatan demi membantu siswa menggunakan seluruh potensi otak agar optimum. Caranya, menggabungkan kerja otak bagian kiri dan kanan. Metode ini mempermudah memasukan informasi kedalam otak dan untuk kembali mengambil informasi dari dalam otak. Mind mapping  merupakan teknik yang paling baik dalam membantu proses berfikir otak secara teratur karena menggunakan teknik grafis yang berasal dari pemikiran manusia yang bermanfaat untuk menyediakan kunci-kunci universal sehingga membuka potensi otak.

10 Jenis Metode Mengajar Pada Kurikulum 13

By On June 03, 2015

belajar mengajar10 Jenis Metode Mengajar Pada Kurikulum 13 | Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.

Pada penerapan Kurikulum 13 ini banyak perubahan terutama dalam segi metode pangajaran di kelas. Pada Kurikulum K 13 ini lebih berorientasi kepada student center atau siswalah yang lebih aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Untuk metode pengajaran pada K 13 ini sebenarnya ada 32 metode, namun pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menyampaikan 10 dari 32 metode pengajaran tersebut. Metode ini dapat disesuaikan dengan kondisi mata pelajaran dan kelas masing-masing dan tersedianya alat peraga yang ada. Jadi intinya guru harus lebih kreatif untuk menciptakan kelas yang betul-betul menjadi student center ini. Adapun jenis-jenis metode pembelajaran yang terangkum dalam artikel ini adalah sebagai  berikut:

1. EXAMPLES NON EXAMPLES
Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD
Langkah-langkah :
  1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
  2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
  3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
  4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
  5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
  6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan

2. PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Menyajikan materi sebagai pengantar
  3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
  4. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
  5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
  6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan/rangkuman
3. NUMBERED HEADS TOGETHER (Kepala Bernomor, Spencer Kagan, 1992)
Langkah-langkah :
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  6. Kesimpulan
4. COOPERATIVE SCRIPT (Dansereau Cs., 1985)

Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
  2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap serta membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
  5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
  6. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
  7. Penutup
5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR  (Modifikasi Dari Number Heads)
Langkah-langkah :
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
  3. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
  4. Kesimpulan
6. STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TIM SISWA KELOMPOK     PRESTASI (SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
  1. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
  2. Guru menyajikan pelajaran
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
  4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
  5. Memberi evaluasi
  6. Kesimpulan
7. JIGSAW (MODEL TIM AHLI) (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, 1978)
Langkah-langkah :
  1. Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
  2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
  3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
  4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
  5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
  6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
  7. Guru memberi evaluasi
  8. Penutup
8. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)
(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)
Langkah-langkah :
  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
  2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
  3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
  4. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
  5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
9. ARTIKULASI
Langkah-langkah :
  1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
  2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
  3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
  4. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
  5. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
  6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
  7. Kesimpulan/penutup
10. MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
  3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
  4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
  5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
  6. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
Itulah 10 jenis model pembelajaran yang dilengkapi dengan langkah-langkahnya. Semoga postingan ini bermanfaat buat para guru untuk lebih meningkatkan kembali mutu peserta didik dengan mengacu kepada Kurikulum 13 ini.


Download Contoh Pedoman 1 MTs Berbasis KTSP

By On June 02, 2015

Dokumen 1 MTsDownload Contoh Pedoman 1 MTs Berbasis KTSP | KTSP SMP dan atau MTs atau juga biasa disebut sebagai Kurikulum Sekolah disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum Sekolah masing-masing. Tim Pengembang Kurikulum KTSP SMP/MTs melibatkan semua unsur terkait dengan kepentingan pembelajaran di sekolah tersebut yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah, Perwakilan Orang Tua, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pendidikan dan unsur lain yang dianggap akan memberikan kontribusi yang positif terhadap kualitas kurikulum dan pembelajaran.

Adapun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 yang saya dapatkan di wikipedia adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh, dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar, dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006, dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).[1]

Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur, dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.

Standar isi adalah ruang lingkup materi, dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:

  • Kerangka dasar, dan struktur kurikulum,
  • Beban belajar,
  • Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan
  • Kalender pendidikan.

SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru, dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi, dan kondisi lingkungan, dan kebutuhan masyarakat.

Bagi anda yang mungkin masih kebingungan bagaimana cara menyusun Dokumen 1 atau Kurikulum Sekolah ini, berikut saya sertakan link download sebagai contoh kurikulum. Adapaun untuk pengembangannya sendiri itu disesuiakan dengan kebutuhan sekolah masing-masing. Hal yang sedikit membedakan mungkin adalah dari muatan lokal dan kegiatan ekstra kulikulernya, karena biasanya tiap sekolah mempunyai ciri khas masing-masing.

Berikut adalah contoh Dokumen 1 atau Kurikulum Madrasah Tsanawiyah, bisa anda download DISINI.

Semoga bermanfaat....