Kabar Terbaru

Pengunjung

SEJAK 1 MEI 2017

Flag Counter

Total Pageviews

Surat Dirjen Pendis Tentang Percepatan Pembayaran TPG

By On December 10, 2016

surat percepatan tpg
Madrasah Kita | Berikut ini adalah surat tentang percepatan Pembayaran TPG pada Ditjen Pendidikan Islam, surat yang tertaggal 6 Desember ini di tujukan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi, kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/kota dan kepala Madrasah Negeri.

Berdasarkan evaluasi serapan anggaran tunjangan profesi guru PNS dan Non PNS pada Madrasah dan PAI disekolah umum ada beberapa hal yang harus dilakukan.
Realisasi TPG Madrasah dan PAI pada sekolah umum Per 5 Desember 2016 masih menyisakan anggaran yang cukup besar, sehingga dengan sisa waktu yang tersedia agar satuan kerja dapat mempercepat realisasi tunjangan profesi guru tersebut.

Jika sudah terealisasi semua bisa untuk membayar yang terhutang, lebih jelasnya Download Percepatan Pembayaran TPG Pada Ditjen Pendidikan Agama Islam melalui tautan di bawah ini :

Surat Dirjen Pendis tentang Percepatan Pembayaran TPG

Demikian info mengani Surat Dirjen Pendis tentang Percepatan Pembayaran TPG. Semoga bermanfaat….



Definisi Pendekatan Saintifik, Prinsip dan Langkah-Langkah Pembelajarannya

By On December 08, 2016

pendekatan saintifikPendekatan Saintifik | Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar  peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapanmengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami  berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber  melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu.

Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Dalam melaksanakan proses-proses tersebut, bantuan guru diperlukan. Akan tetapi bantuan guru tersebut harus semakin berkurang dengan semakin bertambah dewasanya siswa atau semakin tingginya kelas siswa.

Pengertian Pendekatan Saintifik

Sebenarnya apa Pendekatan saintifik itu? Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diterapkan pada Kurikulum 2013. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui), merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mencoba/mengumpulkan data (informasi) dengan berbagai teknik, mengasosiasi/ menganalisis/mengolah data (informasi) dan menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Langkah-langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencipta.

Prinsip-prinsip kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013, yakni :

1. Peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu;
2. Peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar;
3. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah;
4. Pembelajaran berbasis kompetensi;
5. Pembelajaran terpadu;
6. Pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi;
7. Pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;
8. Peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills;
9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan , membangun kemauan , dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran
11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
12. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
13. Pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang budaya peserta didik; dan
14. Suasana belajar menyenangkan dan menantang.

Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Dalam pengertian pendekatan saintifik ada beberapa langkah-langkah, menurut Peraturan pemerintah pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV, proses pembelajaran terdiri atas lima kegiatan pengalaman belajar pokok yaitu: Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi/Eksperimen, Mengasosiasikan/Mengolah Informasi, Dan, Mengkomunikasikan.

Mengamati
Dalam proses mengamati peserta didik diharapkan dapat menyaksikan tentang apa yang di sajikan guru, misalnya video atau film yang terkait materi, guru juga bisa menampilkan gambar-gamba yang juga terkait dengan materi. Selain itu pengamatan juga dapat dilakukan pada saat guru melakukan simulasi.

Menanya
Setelah peserta didik mengamati, kemudian peserta didik merumuskan pertanyaan atas apa yang telah di tampilkan guru, apabila sudah ada pertanyaan-pertanyaan pada peserta didik diharapkan dengan pertanyaan itu nantinya akan membuat peserta didik lebih memperhatikan materi dan mampu mencari sendiri jawaban dari pertanyaannya itu.

Mengumpulkan Informasi/Eksperimen
Pada tahap ini, setelah peserta didik mempunyai pertanyaan yang diperoleh melalui pengamatan terhadap media yang sudah ditampilkan guru, maka tugas peserta didik selanjutnya adalah mengumpulkan informasi, informasi tersebut untuk menjawab pertanyaan yang sudah dibuat, informasi tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber belajar seperti buku, setudi perpustakaan,internet. Disinilah peserta didik di tuntut untuk aktif bekerja sama dalam kelompoknya.

Mengasosiasikan/Mengolah Informasi
Setelah mendapatkan informasi dan data yang cukup, peserta didik dalam kelompoknya berbagi tugas untuk mengasosiasikan atau mengolah informasi yang sudah di dapat dengan yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang sudah dirumuskan. Dan menampilkannya dalam laporan kelompok.

Mengkomunikasikan
Dalam proses ini peserta didik di harapkan mampu mengkomunikasikan dengan kelompok lain tentang informasi apa yang sudah di olah dalam kelompoknya. Disinilah inti dari saintifik yaitu peserta didik diharapkan untuk saling bertukar informasi dengan kelompok lain. Sehingga akan tercipta kondisi peserta didik yang aktif, dan menjadikan peserta didik menjadi subjek belajar.

Demikian mengenai definisi pendekatan saintifik dan langkah-langkahnya. Semoga bermanfaat..

Inilah Beberapa Perbedaan Antara UN dan USBN

By On December 06, 2016

UN madrasahMadrasah Kita | Pemerintah akan menghentikan ujian nasional (UN) mulai 2017, lalu mengganti dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Ada dua terobosan yang membedakan secara siginifikan antara UN dan USBN. Walaupun ini baru sekedar wacana namun kita harus tahu sejak dini ada perbedaan antara keduanya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, perbedaan pertama adalah dalam USBN akan ditambahkan materi soal berupa esai. Perbedaan kedua, materi pembuatan soal akan diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk jenjang SMA/SMK, dan pemerintah kota/kabupaten untuk jenjang SMP.

Kebijakan moratorium UN (ujian nasional) oleh Muhajir Efendy selaku menteri pendidikan memunculkan pertanyaan di masyarakat tentang apakah yang akan menggantikan ujian nasional tersebut dalam mengukur pencapaian belajar siswa selama 3 tahun selain itu hal yang biasanya muncul dibenak seseorang ketika mendengar wacana/informasi, UN (ujian nasional) akan di ganti dengan UASBN (ujian sekolah berstandar nasional) salah satunya adalah menanyakan apa perbedaa antara UN dan UASBN.

Walaupun muncul pro dan kontra tentang pergantian sistem UN tahun depan menjadi USBN apakah lebih efektif dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Namun beberapa pihak berpandangan bahwa penghapusan ujian nasional dan diganti menjadi ujian sekolah berstandar nasional dinilai sebagai suatu terobosan baru, karena UN yang selama ini diterapkan pemerintah justru memunculkan banyak polemik dalam penerapannya sehingga menimbulkan maslah-masalah baru ketika UN berlangsung.

Ada beberapa perbedaan antara Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), dintaranya adalah :

1. Ruang lingkup
Perbedaan pertama UN dan USBN adalah ruang lingkup pelaksanaannya, jika UN dilaksanakan secara nasional (sentralisasi) maka USBN berlaku sesuai dengan ketetapan daerah masing-masing (desentralisasi) namun tetap berpatokan pada standar ujian nasional.

2. Jumlah Mata Pelajaran
Dalam UN hanya terdapat beberapa mata pelajaran tertentu yang dimasukkan dalam daftar mata pelajaran ujian nasional maka pada USBN semua mata pelajaran masuk dalam daftar mata pelajaran untuk ujian USBN (mata pelajaran lokal belum dipastikan masuk dalam USBN)

3. Jenis soal
Jika pada UN (ujian nasional)  jenis soal yang digunakan adalah pilihan ganda maka pada USBN (ujian sekolah berstandar nasional) selain terdapat pilihan ganda juga terdapat esai namun komposisi soalnya belum pasti berapa.

4. Tingkat kesukaran
Diperkirakan tingkat kesukaran soal antara suatu daerah dengan daerah lain berbeda namun tetap tidak boleh berada di bawah standar nasional. hal ini terjadi karena tingkat kemampuan peserta didik di suatu daerah dengan daerah lain berbeda contohnya saja anatara jakarta dan merauke.

5. Pengelolaan
Jika selama ini soal UN dikelola oleh pemerintah pusat maka pada USBN pemerintah daerah diberi mandat untuk mengelola ujian namun tetap dalam koordinasi pemerintah pusat.

Demikianlah menganai perbedaan UN dan USBN walaupun pergantian UN menjadi USBN baru sekedar wacana namun bisa dipastikan jika hal tersebut terjadi maka kemungkinan poin-poin yang disebutkan di atas benar akan terealisasi. Namun hrapan kita sebagai pendidik hendaklah jika terjadi pergantian ini akan lebih memudahkan pihak-pihak yang melaksanakannya dan dapat tercapainya tujuan pendidikan. Semoga bermanfaat buat kita semua

Perlu Diketahui, Inilah Daftar 47 Jenis Pungli Di Sekolah

By On November 30, 2016

stop pungli
Madrasah Kita | Pungli atau pungutan liar adalah berbagai macam tarikan yang dibebankan oleh sekolah kepada siswa sebagai pembiayaan berbagai macam kegiatan. Pungli terjadi karena tidak adanya partisipasi dan transparansi masyarakat dalam penyusunan RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah). Pungutan yang dikeluarkan oleh sekolah dapat digolongkan sebagai pungutan liar apabila dikeluarkan tanpa persetujuan wali siswa (orang tua murid) dan mengandung paksaan dalam pembayarannya. Secara sederhana pungli itu terjadi karena tidak ada dasar hukumnya.

Ada 47 jenis tarikan berdasarkan pengaduan masyarakat yang dimasukkan pungutan liar (pungli). Tarikan yang dibebankan kepada siswa dapat digolongkan sebagai pungli, apabila besaran tarikan diputuskan secara sepihak oleh sekolah tanpa melibatkan pendapat orang tua siswa, serta mengandung unsur pemaksaan dalam hal pembayaran.

Pungutan liar dengan segala jenis dan bentuknya, merupakan masalah yang harus segera diselesaikan, jika tidak, pelayanan publik yang menjadi tugas utama pemerintah akan bergeser menjadi barang yang diperjualbelikan.

Jika masalah seperti alokasi anggaran, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tidak dilakukan, maka pungutan liar akan terus berkembang dan jadi jalan ilegal untuk menjawab kebutuhan sekolah. Tim Saber Pungli untuk bekerja serius memberantas pungli yang terjadi pada sektor-sektor pelayanan dasar.

Lalu, tarikan apa sajakah yang bisa digolongkan sebagai Pungli?


Berdasarkan laporan FMPP (Forum Masyarakat Peduli Pendidikan), ada 48 tarikan yang berpotensi Pungli di kota dan kabupaten Malang, di antaranya:

1. Uang Pendaftaran Masuk
2. Uang Komite
3. Uang Osis
4. Uang Ekstrakurikuler
5. Uang Ujian
6. Uang Daftar ulang
7. Uang Studi Tour
8. Uang Les
9. Uang Buku Ajar
10. Uang Paguyuban
11. Uang Syukuran
12. Uang Infak
13. Uang Foto Copy
14. Uang Perpustakaan
15. Uang Bangunan
16. Uang LKS
17. Uang Buku Paket
18. Uang Bantuan Insidental
19. Uang Foto
20. Uang Perpisahan
21. Uang sumbang Pergantian Kepala Sekolah
22. Uang Seragam
23. Uang Pembuatan Pager/Bangunan Fisik
24. Uang Pembelian Kenang-kenangan
25. Uang pembelian
26. Uang Try Out
27. Uang Pramuka
28. Uang Asuransi
29. Uang Kalender
30. Uang Partisipasi Masyarakat untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
31. Uang Koperasi
32. Uang PMI
33. Uang Dana Kelas
34. Uang Denda Jika Siswa Melanggar Peraturan
35. Uang UNAS
36. Uang Ijazah
37. Uang Formulir
38. Uang Jasa Kebersihan
39. Uang Dana Sosial
40. Uang Jasa Penyeberangan Siswa
41. Uang Map Ijazah
42. Uang Legalisasi
43. Uang Administrasi
44. Uang Panitia
45. Uang Jasa untuk Mendaftarkan Siswa ke Sekolah
46. Uang Listrik
47. Uang Gaji GTT( Guru Tidak Tetap).

Demikian info mengenai macam-macam pungli atau pungutan liar disekolah. Semoga info ini bisa bermanfaat dan bisa mengurangi pungutan-pungutan yang tidak diatur dalam perundang-undangan yang sudah ditentukan. Salam Madrasah.......

Beberapa Permasalahan Verval UN di EMIS

By On November 11, 2016

Beberapa Permasalahan Verval UN di EMISMadrasah Kita | Berbagai Permasalahan di EMIS Verval UN - Berbagai Permasalahan Masih Menghantui EMIS Verval U - Baiklah teman-teman operator, saatnya kini menjawab semua pertanyaan rekan-rekan yang terlontar baik melalui komentar di blog maupun di sosial media yang tergabung dalam group serta fanspage Operator Sekolah. Karena banyaknya pertanyaan saya jelas tidak mampu menjawab satu-persatu, namun sekian banyak pertanyaan tersebut terkait dengan munculnya problem di emis verval un sudah saya baca semua. Saya merangkum pertanyaan-pertanyaan yang merupakan problem / permasalahan yang dihadapi oleh para operator dalam mengerjakan emis verval UN.

Sistem Emis verval UN Sebenarnya adalah sebuah sistem yang smple bagi operator. Mengapa saya katakan demikian ? Sistem ini hampir sama dengan Verval pd operator hanya cukup melakukan verval (Verifikasi dan Validasi) yaitu pengecekan terhadap data list peserta ujian nasional. Data-data tersebut seharusnya sudah disajikan oleh emis verval un karena data tersebut diambil dari data emis yang telah diupload. Namun pada kenyataanya para operator sangat mengalami kesulitan bahkan berlarut larut dalam mengerjakanya. Bukan karena sulit, bukan karena tidak bisa tapi hal ini hanya faktor kurang sempurnanya sistem emis verval un.

Permasalahan yang muncul terkait EMIS Verval UN diantaranya adalah :

  1. Server Eror. atau tidak dapat mengakses situs emis verval un ( http://emispendis.kemenag.go.id/vervalun/ ) hal ini dikarenakan server sedang down atau server sedang ada masalah  atau bisa juga maintance. jadi masalah bukan di operator. Solusi : Bersabar menunggu hingga server pulih kembali.
  2. Gagal Login Ke sistem padahal email dan password sudah benar. Hal ini disebabkan program mengalami eror pada bagian session register. Entah memang programnya yang ada masalah atau memang akun anda (user dan password) anda lenyap dari database, atau mungkin bisa jadi belum tersinkronkan. Solusi : bersabar Lapor ke Admin kab/kota agar segera ditindak lanjuti.
  3. Data Calon Peserta Ujian Nasional Kosong. Ini permasalahan yang juga saya alami. Mulanya data baik-baik saja namun setelah server mengalami eror kemudian server kembali normal saya cek data siswa capesun malah kososng yang muncul hanya data di kolom NIK sementera jumlah data juga menunjukan angka yang sudah benar. Mungkin ada dari teman-teman yang juga mengalami silahkan curhat via komoentar. Solusi dari permasalahan ini adalah bersabar dan laporkan ke admin kab/kota agar diteruskan ke pusat.
  4. Data Lengkap Namun setelah dicetak data di file pdf kosong. ada juga yang unik lagi yaitu data di emis verval un lengkap seolah-olah baik baik saja namun setelah dicetak capesun dan berita acara data tersebut tidak muncul alias kosong (0). Solusi : Laporkan ke admin kabupaten/kota.
  5. Data Lengkap Namun setelah dietak yang muncul siswa milik madrasah lain. ini lebih aneh lagi, data di emis verval un lengkap kemudian dicetak juga muncul datanya namun bukan data milik madrasah yang mencetak tersebut melainkan milik madrasah/lembaga lain. Solus : Bersabar dan laporkan ke admin/kab.kota.
  6. Menambahkan data siswa pindah masuk / kelas akselerasi, sudah klik simpan tapi data tetap saja tidak masuk ke list. Solusi : Bersabar sistem masih perlu dibenahi.
  7. Siswa yang pindah / keluar sudah dihapus tapi tetap saja muncul datanya di emis verval un. Solusi bersabar, sistem juga buatan manusia pasti ada kekuranganya nanti akan segera dibenahi karena saat ini teman kita di bagian perencanaan sistem pusat juga sedang bekerja keras demi lebih baiknya sistem emis verval un.
  8. Data peserta UN hilang semua dari emis verval un jadi 0. Banyak yang mengalami demikian. ini diakibatkan karena para programer masih melakukan pembenahan program. Solusi : Para operator harus bersabar dan terus membantu dengan doa agar para programer sistem emis bisa terus berjuang menyelesaikan problem yang ada.  

Demikian kira-kira berbagai pertanyaan dan keluhan yang muncul dalam pengerjaan sistem pendataan peserta ujian nasional melalui emis verval UN. Saat ini teman-teman kita para programer di pusat sedang berjuang tanpa henti membenahi sistem demi terciptanya sistem yang lebih baik, kita para operator harus bersabar dan terus berdoa agar permasalahn ini cepat selesai.

  Kemenag Akan Selenggarakan Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah

By On November 08, 2016

Guru PembelajarSekolah Kita | Agama Islam mewajibkan pemeluknya untuk terus menerus belajar dan mengembangkan kemampuan nalarnya secara kontinyu bukan saja terhadap obyek-­obyek di luar dirinya, tetapi juga terhadap kehidupannya sendiri baik sebagai perorangan maupun komunitas. Adapun dalam dunia pendidikan, sifat pembelajar harus senantiasa dimiliki oleh tidak hanya siswa, melainkan juga guru sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional.
Kementerian Agama dalam hal ini Ditjen Pendidikan Islam yang menaungi satuan­satuan kerja pendidikan Islam yang menyebar merata di seluruh Indonesia, memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat Undang­undang Dasar Republik Indonesia.

Oleh karenanya dalam rangka meningkatkan mutu pendidik pada Madrasah seraya bergandeng tangan dengan Kemendikbud, Kemenag akan selenggarakan Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah dimana program ini akan lebih menyentuh guru sebagai ujung tombak pendidikan dengan tiga metode yang akan diterapkan yang sifatnya berkesinambungan.

Setelah sukses menyelenggarakan Ujian Kompetensi Guru (UKG) di tahun 2015 meskipun baru bersifat piloting, selanjutya Ditjen Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Madrasah mencanangkan program yang koheren dengan Kemendikbud sebagai upaya membangun mutu kompetensi guru baik dari sisi profesionalisme (materi subyek ajar) maupun pedagogik (kemampuan mengajar).

Kepala Pusdiklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama, Bapak Mahsusi dalam acara Koordinasi Penyiapan Program Guru PembelajarTahun 2016 yang telah dilaksanakan pada beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa Kemenag selama ini bersama­sama beriringan dengan Kemendikbud melakukan UKG untuk meningkatkan kompetensi, program guru pembelajar diharapkan bisa menunjang Ujian Kompetensi Guru (UKG).

Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah direncanakan akan dilaksanakan mulai tahun 2017, program ini akan terselenggara bagi guru­guru madrasah di seluruh Indonesia dengan tiga metode yakni;
  1. Metode tatap muka (diklat);
  2. Metode daring/moda jejaring (tanpa tatap muka namun tetap diberikan tugas); dan
  3. Kombinasi tatap muka dan daring.
  4. Ketiga metode tersebut juga akan dinilai dan dipantau oleh Kementerian Agama mana yang memberikan dampak yang paling signifikan bagi peningkatan mutu guru­-guru madrasah dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Demikian informasi mengenai Direktorat Pndidikan Madrasah akan selenggarakan Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah, semoga dapat sedikit memberi gambaran tentang kapan adanya Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah dimana program tersebut saat ini telah dilaksanakan pada sekolah, kia tunggu saja. Semoga bermanfaat...

Bagaimana Nasib Madrasah Setelah Portal Padamu Negeri Ditutup

By On September 16, 2015

guru madrasahInformasi Seputar Dunia Pendidikan | Penutupan potral Padamu Negeri tentunya sedikit banyak memberikan kabar baik terutama bagi para operator yang merasa direpotkan dengan keberadaan Padamu Negeri karena dirasa cukup rumit dan menyita banyak waktu untuk pengerjaannya. Penutupan portal Padamu Negeri ini berdasarkan surat edaran Dirjen GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Nomor 16587/B/PTK/2015 tertanggal 29 Juni 2015 perihal Surat Edaran tentang Penggunaan Dapodik Dalam Pendataan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Kepala LPPKS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah), Kepala LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), dan Kepala Sekolah TK, Kepala Sekolah SD/SDLB, Kepala Sekolah SMP/SMPLB, dan Kepala Sekolah SMA/SMALB/SMK di seluruh Indonesia dan SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri).

Pada surat tersebut, tertera jika semua pendataan kembali kepada Dapodik. Dapodik menjadi satu pintu pendataan untuk seluruh data sekolah di Indonesia yang legal. Oleh karena itu aplikasi Padamu Negeri yang selama ini menjadi portal penjaringan guru dan tenaga kependidikan dinyatakan tidak dioperasikan lagi.

Lalu Bagaimana Dengan Nasib Madrasah?

Pertanyaan ini mungkin terlontar dari para operator yang berada di lingkungan Madrasah yang notabene bernaung dibawah Kementerian Agama. Seperti kita ketahui bersama  bahwa portal padamu Negeri cukup berperan penting bagi Madrasah meskipun selama ini Madrash sudah mempunyai aplikasi sendiri yaitu EMIS. Lalu seberapa besar sebenarnya portal Padamu Negeri bagi Madrasah ini?. Tidak dipungkiri bahwa Madrasah masih ketergantungan terhadap Portal Padamu Negeri ini diantaranya adalah untuk hal-hal berikut ini :

  • Proses pengajuan NUPTK bagi Guru Madrasah;
  • Untuk Verval Nomor Registrasi Guru;
  • Data calon peserta sertifikasi guru Madrasah tahun 2015 diambil berdasarkan data hasil verifiaksi dan validasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang dalam hal ini menggunakan portal Padamu Negeri ini.
  • Dokumen pendukung Subsidi Tunjangan Fungsional Guru Bukan PNS (STF-GBPNS) tahu 2015 salah satunya adalah adanya print out NUPTK (S08) yang didapat dari Padamu Negeri.

Dan jika kita lihat ternyata dalam surat edaran Ditjen GTK tersebut sama sekali tidak menyinggung bahkan tidak ada tembusan kepada Kememterian Agama, apalagi kata Madrasah sejauh ini dapat diartikan bahwa aplikasi Padamu Negeri yang selama ini digunakan untuk penjaringan data guru dan tenaga kependidikan dinyatakan tidak dioperasikan lagi lebih tepatnya kalimat ini diperuntukkan bagi sekolah dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bukan untuk Madrasah yang berada dibawah naungan Kementerian Agama.

Dengan demikian lalu apakah Madrasah masih menggunakan aplikasi Padamu Negeri sebagai salah satu portal penjaringan data guru dan tenaga kependidikan untuk melengkapi EMIS yang telah ada? Atau nanti akan disinkronkan dengan data EMIS, saya sendiri kurang tahu karena memang bukan kewenangan kita.Saat ini belum ada kejelasan mengenai hal ini, namun saat ini operator Madrasah fokus dalam pengerjaan EMIS sebagai salah satu aplikasi resmi yang digunakan di madrasah.

Kita hanya berharap semoga ada kepastian kebijakan dari Kementerian Agama terkait hal ini yang mudah-mudahan bisa menjadi hal yang terbaik bagi Madrasah dan khususnya para operator Madrasah sehingga tidak terbenani lagi.

Demikian mengenai dampak ditutupnya portal Padamu Negeri bagi Madrasah, semoga bermanfaat....


Pendataan Guru dan Tenaga Kependidikan Mulai Tahun Pelajaran 2015/2016 Kembali Ke Dapodik

By On September 16, 2015

Padamu Negeri TutupInformasi Seputar Dunia Pendidikan | Portal Padamu Negeri yang telah menemani operator sekolah hampir 3 tahun telah resmi ditutup. Hal ini berdasarkan surat edaran Dirjen GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Nomor 16587/B/PTK/2015 tertanggal 29 Juni 2015 perihal Surat Edaran tentang Penggunaan Dapodik Dalam Pendataan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Kepala LPPKS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah), Kepala LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), dan Kepala Sekolah TK, Kepala Sekolah SD/SDLB, Kepala Sekolah SMP/SMPLB, dan Kepala Sekolah SMA/SMALB/SMK di seluruh Indonesia dan SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri).

Berikut isi surat edaran Dirjen GTK tersebut selengkapnya :

Sehubungan dengan pelaksanaan Instruksi Menteri Nomor 2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan dan surat edaran Mendikbud Nomor 0293/MPK.A/PR/2014 yang menyatakan bahwa tidak ada lagi penjaringan data di luar sistem pendataan Dapodik. Maka sekretaris Jenderal Kemdikbud telah mengeluarkan Surat Keterangan Penugasan untuk Tim Ad hoc yang tugasnya menyatukan data Padamu Negeri dengan Dapodik.

Kami sampaikan bahwa sejak ditetapkannya surat ini maka pendataan di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan wajib menggunakan Dapodik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Oleh karena itu, aplikasi Padamu Negeri yang selama ini digunakan untuk penjaringan data guru dan tenaga kependidikan dinyatakan tidak dioperasionalkan lagi. Dengan demikian hal-hal yang terkait dengan kegiatan yang mengatasnamakan pendataan Padamu Negeri tidak menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Pada surat tersebut, tertera jika semua pendataan kembali kepada Dapodik. Dapodik menjadi satu pintu pendataan untuk seluruh data sekolah di Indonesia yang legal. Dalam hal ini, tentunya menjadi kabar gembira bagi operator sekolah, karena notabene pendataan di Padamu Negeri terlihat lebih rumit dan juga tidak sesimpel Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Alasan lain juga dikarenakan efektivitas dalam pendataan, kenapa harus ada dualisme dalam pendataan kalau satu pintu saja sudah komplit dan valid. Namun pastinya penutupan Padamu Negeri, yang telah menemani operator sekolah meninggalkan bekas kenangan dan sedikit dampak bagi operator sekolah, baik itu positif maupun negatif. Berikut dampak penutupan portal Padamu Negeri :

1. Berkurangnya Tugas Operator Sekolah

Ditiitpnya portal Padamu Negeri tentunya banyak operator yang menyambut baik, karena tidak bisa dipungkiri, jika portal Padamu Negeri selama ini membuat sebagian besar operator sekolah merasa kesusahan dibuatnya. Bukan hanya rumit, namun juga pendataan pada Padamu Negeri 100% mengandalkan konektivitas internet. Beda dengan Dapodik, yang memanfaatkan local host, walaupun tidak tersambung dengan internet, para operator masih bisa mengerjakan tugasnya. Karena konektivitas internet hanya dibutuhkan pada saat proses sinkronisasi.

2. Tidak Ada 'Tambahan" Buat Operator Sekolah

Penutupan Padamu Negeri juga berdampak pada “tambahan” yang biasanya kita peroleh dari PTK-PTK yang telah ikhlas menyisihkan rizkinya untuk kerja keras operator sekolah yang telah membantu memasukan datanya. Karena perlu diketahui, jika pendataan di Padamu Negeri bersifat individu per PTK, hanya data instansilah yang merupakan tugas operator sekolah. Namun pada kasus ini, tidak jarang juga operator menelan “pil pahit” karena tidak mendapatkan apa-apa. Namun demikian karena sudah menjadi tugas operator maka niatnya adalah membantu para PTK dengan ikhlas.

3. Operator Sekolah Bisa Lebih Fokus Mengerjakan Tugas Lain

Tidak dipungkiri banyak dari operator sekolah yang merangkap tugas dan jabatan sehingga pekerjaannya berat. Maka dengan tidak adanya Padamu Negeri ini, operator yang juga mungkin merangkap menjadi tenaga administrasi bisa dengan leluasa mengerjakan tugas-tugas yang lainnya seperti EMIS dan yang lainnya.

Demikian mengenai info telah ditutupnya situs resmi Padamu Negeri, semoga bermanfaat....



Inilah Agenda Padamu Negeri Semester 1 Tahun Pelajaran 2015/2016

By On June 23, 2015

Agenda Padamu Negeri Semester 1 Tahun Pelajaran 2015/2016

Mengisi Liburan Anak Agar Bermanfaat dan Tidak Membosankan

By On June 06, 2015

mengisi liburanMengisi Liburan Anak Agar Bermanfaat dan Tidak Membosankan | Liburan adalah satu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap pelajar dimanapun dan dalam jenjang apapun. Tentulah setelah mereka disibukan dengan pelajaran dan tugas-tugas rutin selama berada disekolah, liburan ini merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu mereka, terutama anak-anak yang duduk di sekolah dasar dan menengah. Oleh Karena itu, liburan sekolah menjadi momen penting bagi anak-anak untuk melepas segala penat.

Liburan merupakan sarana untuk penyegaran serta pembaharuan setelah melakukan kegiatan-kegiatan rutin setiap harinya. Liburan ditujukan untuk membuat seseorang terhindar dari perasaan jenuh dan menurunnya semangat ketika harus berhadapan kembali dengan rutinitas yang sama. Namun tentunya liburan bukanlah saatnya berhenti dari segala aktifitas.

Saat liburan anak-anak memiliki waktu luang yang lebih banyak sehingga mereka juga memiliki waktu lebih banyak untuk bersantai-santai dirumah. Namun terkadang waktu luang yang tersedia tidak bisa dimanfaatkan anak dengan maksimal sehingga banyak waktu liburan yang terbuang sia-sia tanpa adanya kegiatan positif yang telah dilakukan oleh anak.

Kebanyakan anak-anak saat ini mengisi liburannya dihabiskan di depan televisi atau asyik dengan gadget-gadget bermerk yang diberikan orang tua mereka sehingga waktunya habis hanya untk bermain game dan sesuatu yang tidak penting lainnya. Padahal sangat disayangkan jika mereka hanya menghabiskan liburan dengan rutinitas yang demikian.

Nah agar menjadikan liburan sekolah tetap bermanfaat untuk anak-anak, maka pada kesempatan kali ini Sekolah Kita akan membagikan beberapa tips dalam mengisi liburan sekolah. Lalu kira-kira hal positif apa sajakah yang bisa mengisi liburan sekolah sehingga memberikan dampak yang baik bagi seorang siswa yang melakukannya, berikut beberapa tipsnya:

1. Pergi Ketempat Hiburan Atau Wisata

Tempat hiburan merupakan tujuan yang biasanya pertama kali dituju ketika masa liburan tiba. Saat bermain ditempat hiburan, dalam sejenak anak akan melupakan segala kejenuhan serta kepenatan aktivitas belajar yang setiap hari dilakukannya. Bermain ke tempat hiburan atau tempat ekresai entah itu di pantai, mall, taman bermain atau yang lainnya akan membantu anak menyegarkan kembali pikiran serta tubuhnya.

2. Bersepeda Santai Bareng Keluarga

Bersepeda santai bisa dijadikan sarana liburan sekaligus olahraga bagi anak. Selain untuk menyegarkan pikiran dengan bersepeda santai tubuh anak bisa menjadi lebih bugar karena terus menggerakan tubuhnya. Namun tentunya hal ini tidak bisa dilakukan tidak setiap hari, hanya waktu-waktu tertentu di saat liburan saja. Bersepeda santai tentunya tidak asyik jika dilakukan sendiri-sendiri sehingga disarankan dengan anggota kelaurga lainnya, seperti kakak, Ayah, Ibu atau lainnya.

3. Memuaskan Hobbi Anak

Setiap anak tentunya punya hobbi dan kesenangan masing-masing yang kadang kala tidak sempat tersalurkan karena kesibukan sekolahnya. Sehingga saat liburan merupakan salah satu waktu yang tepat untuk dimanfaatkan sebagi waktu untuk penyaluran hobbi. Saat inilah waktu yang tepat untuk memupuk bakat anak melalui hobbi-hobbinya sehingga menjadikan liburan mereka menyenangkan dan tidak membosankan karena diisi dengan kesenangan mereka.

4. Murojaah Al-Qur’an atau Membaca Buku

Saat ini banyak lembaga pendidikan terutama Pondok Pesantren yang mencetak para hafizh Qur’an, mereka saat di pesantren tentunya disibukkan untuk menghafal dan memperlancar hafalan mereka. Sehingga saat liburan adalah saat yang rawan untuk mereka karena dikhawatirkan ketika berada dirumah lupa dengan hafalannya. Maka para orang tua hendaknya memonitor segala kegiatan anak-anaknya. Hal lain adalah dengan mengisi liburan dengan membaca buku, mungkin walaupun terkesan mebosankan tapi membaca buku memang dapat membuat seseorang menjadi lebih santai. Dibandingkan membuang-buang waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak penting maka membaca buku-buku kesukaan merupakan alternatif liburan paling mudah.

5. Membantu Membersihkan Rumah

Mungkin ini hal yang jarang dilakukan oleh anak-anak, namun mengisi liburan dengan membersihkan rumah adalah momen yang bisa jadi menyenangkan bagi mereka. Salah satunya adalah jika anda punya kolam ikan, ini dapat menjadi ide tersendiri untuk mengisi liburan yang menyenangkan bagi mereka. Ajak anak untuk mengenal seluk beluk rumah dan latih dia untuk merasa memilikinya.

Mungkin anak akan enggan melakukan pada awalnya. Namun, Anda dapat mengakalinya dengan membuat perlombaan atau kompetisi. Misalnya, siapa yang dapat membersihkan kamar tercepat atau siapa yang dapat menghias kamarnya seindah mungkin akan diberikan reward yang menarik.

Demikian beberapa hal yang dapat mengisi liburan sekolah untuk anak-anak agar liburan mereka menjadi lebih bermanfaat dan menyenangkan. Namun itu semua tergantung dari kondisi dan situasi keluarga masing-masing, karena tentunya tiap keluarga dan punya tips liburan yang sesuai dengan lingkungan dimana mereka tinggal.

10 Jenis Metode Mengajar Pada Kurikulum 13

By On June 03, 2015

belajar mengajar10 Jenis Metode Mengajar Pada Kurikulum 13 | Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.

Pada penerapan Kurikulum 13 ini banyak perubahan terutama dalam segi metode pangajaran di kelas. Pada Kurikulum K 13 ini lebih berorientasi kepada student center atau siswalah yang lebih aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Untuk metode pengajaran pada K 13 ini sebenarnya ada 32 metode, namun pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menyampaikan 10 dari 32 metode pengajaran tersebut. Metode ini dapat disesuaikan dengan kondisi mata pelajaran dan kelas masing-masing dan tersedianya alat peraga yang ada. Jadi intinya guru harus lebih kreatif untuk menciptakan kelas yang betul-betul menjadi student center ini. Adapun jenis-jenis metode pembelajaran yang terangkum dalam artikel ini adalah sebagai  berikut:

1. EXAMPLES NON EXAMPLES
Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD
Langkah-langkah :
  1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
  2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
  3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
  4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
  5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
  6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan

2. PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Menyajikan materi sebagai pengantar
  3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
  4. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
  5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
  6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
  7. Kesimpulan/rangkuman
3. NUMBERED HEADS TOGETHER (Kepala Bernomor, Spencer Kagan, 1992)
Langkah-langkah :
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  6. Kesimpulan
4. COOPERATIVE SCRIPT (Dansereau Cs., 1985)

Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
  2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap serta membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
  5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
  6. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
  7. Penutup
5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR  (Modifikasi Dari Number Heads)
Langkah-langkah :
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
  3. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
  4. Kesimpulan
6. STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TIM SISWA KELOMPOK     PRESTASI (SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah :
  1. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
  2. Guru menyajikan pelajaran
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
  4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
  5. Memberi evaluasi
  6. Kesimpulan
7. JIGSAW (MODEL TIM AHLI) (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, 1978)
Langkah-langkah :
  1. Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
  2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
  3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
  4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
  5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
  6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
  7. Guru memberi evaluasi
  8. Penutup
8. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)
(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)
Langkah-langkah :
  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
  2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
  3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
  4. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
  5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
9. ARTIKULASI
Langkah-langkah :
  1. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
  2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
  3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
  4. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
  5. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
  6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
  7. Kesimpulan/penutup
10. MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
  3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
  4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
  5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
  6. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
Itulah 10 jenis model pembelajaran yang dilengkapi dengan langkah-langkahnya. Semoga postingan ini bermanfaat buat para guru untuk lebih meningkatkan kembali mutu peserta didik dengan mengacu kepada Kurikulum 13 ini.


Info Beasiswa Pemberian DIKTI 2015

By On June 02, 2015

Info Beasiswa DIKTI 2015Info Beasiswa Pemberian DIKTI 2015  | Setidaknya setiap tahun ada 20% APBN yang dianggarkan untuk dunia pendidikan, pada kesempatan kali ini kita akan membahas janji pemerintah mengenai subsidi dana pendidikan apakah sudah dirasakan atau belum, Beasiswa yang diberikan pemerintah ada banyak bentuknya mulai dari yang paling terkenal adalah Beasiswa Bidik Misi diperuntukan bagi mereka yang kurang mampu.

Selanjutnya ada beasiswa PPA yang diberikan pemerintah melalui kerjasama dengan BUMN, beasiswa ini bisa dinikmati setelah masuk kuliah dan terbukti memiliki index prestasi baik. Selain itu ada juga BBM, et jangan salah ya bukan yang lagi naik sekarang tetapi beasiswa BBM diperuntukan untuk mereka yang kurang mampu dengan syarat sudah kuliah.

Selain itu ada juga beasiswa untuk S2 seperti beasiswa dalam negeri, atau mungkin beasiswa luar negeri bekerjasama dengan dikti selain itu ada juga beasiswa S3 telent Scouting diperuntukan untuk para dosen yang ingin meningkatakan prestasi melalui jalur ini dan masih banyak lagi beasiswa dikti yang diberikan kepada mahasiswa.

Saat ini diprediksi beasiswa perguruan tinggi akan semakin banyak sebab saat ini tidak hanya DIKTI yang mengurusi perguruan tinggi tetapi sudah dinaungi oleh kementerian perguruan tinggi dan riset, pasti untuk prioritas dana pendidikan lebih baik lagi. Jika bisa disimpulkan ada banyak sekali beasiswa yang diberikan pemerintah melalui DIKTI seperti yang telah admin sebutkan sebelumnya.

Tetapi secara garis besar beasiswa ini dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok beasiswa dari sebelum kuliah dan beasiswa sesudah masuk kuliah dengan kata lain beasiswa untuk mendapatkannya harus memenuhi beberapa persyaratan seperti sudah bisa mengusulkan dari mulai pertama mendaftar atau harus masuk ke kampus tertentu terlebih dahulu untuk dapat bisa mendapatkan beasiswa yang di inginkan.

Tujuan dari postingan kali ini adalah memberikan beberapa infomasi yang belum anda ketahui seputar beasiswa dikti yang paling populer dari sekian banyak beasiswa akan kita bahas satu persatu dibawah ini simak selengkapnya berikut informasi sekaligus cara pendaftaran online beasiswa dikti :

1. Beasiswa Bidik Misi DIKTI

Beasiswa ini diperuntukan untuk mereka berasal dari keluarga tidak mampu tetapi memiliki prestasi gemilang dalam dunia akademik dan mau melanjutkan kuliah meski tidak ada biaya hal ini dibuktikan dengan besaran penghasilan perkapita kepala keluarga, jadi harapannya melalui beasiswa bidik misi DIKTI bisa memberikan peluang baru untuk yang kurang mampu agar dapat bersekolah ke jenjang perguruan tinggi negeri. Pendaftaran Beasiswa Bidik Misi dapat dilakukan sejak pertama kali masuk dengan kata lain beasiswa yang diberikan 100%.

Pemerintah akan memberikan dana pendidikan seperti biaya persemester, biaya kost, biaya makan perbulan dan biaya buku untuk yang lolos dalam seleksi, tentu tidak semudah itu untuk mendapatkan beasiswa ini sebab ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Untuk informasi pendaftaran dan persyaratan dapat akses situs resmi di bidikmisi.dikti.go.id catatan beasiswa ini diprioritaskan untuk jenjang pendidikan S1.

2. Beasiswa BBM DIKTI

Melalui beasiswa ini tidak jauh berbeda dengan beasiswa bidik misi diperuntukan bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi tetapi berbeda dengan bidik misi, BBM mengunakan sistem beasiswa tunjangan yang diberikan setelah anda masuk kuliah dan dibuktikan dengan IPK baik untuk mengajukan. Beasiswa ini diberikan untuk mereka melalui kampus tempat anda lulus PTN.

Untuk pendaftaran anda dapat mengecek setiap semester baru melalui situs resmi perguruan tempat anda kuliah, sebenarnya beasiswa ini diberikan oleh dikti tetapi tidak 100 persen dan lebih kepada beasiswa yang diberikan melalui kerjasama antara kampus dan pihak BUMN tertentu dan dinaungi oleh dikti sifatnya beasiswa untuk pembayaran semester saja kisaran besarnya 2 jutaan beasiswa ini ada di jenjang S1 dan S2.

3. Beasiswa PPA DIKTI

Beasiswa ini sama seperti BBM tetapi untuk PPA diberikan kepada mereka yang memiliki prestasi akademik baik dan sangat baik dibuktikan dengan IPK terakhir pendaftaran sama seperti beasiswa BBM untuk melakukan pendaftaran anda dapat cek di situs resmi kampus anda, biasanya beasiswa ini diberikan kepada jenjang pendidikan S1 dan ada juga S2.

4. Beasiswa Dalam Negeri DIKTI

Jika informasi beasiswa diatas lebih di dominasi dengan jenjang pendidikan S1 untuk beasiswa Dalam negeri ini diberikan DIKTI untuk S2, beasiswa ini diberikan kepada mereka yang berprestasi lulusan S1 seleksi yang dilakukan sejak awal dan beasiswa ini diberikan lebih kepada biaya pendidikan untuk makan dan uang kost kembali kepada mahasiswa. Sekedar bocoran untuk beasiswa dalam negeri DIKTI ini masih sangat dikit sekali peminatnya padahal beasiswa ini diperuntukan bagi mereka yang mau melanjutkan S2 nantinya dibiayai DIKTI.

Utuk pendaftaran akan dibuka mulai bulan Januari setiap tahun siap-siap, sedangkan untuk cara pendaftaran online Beasiswa dalam negeri DIKTI dapat langsung cek melalui situs resmi di beasiswa.dikti.go.id silahkan registrasi dan buat username dan pasword kemudian ikuti semua langkah yang ada.

5. Beasiswa Luar Negeri DIKTI

Kalau satu ini sama seperti sebelumnya tetapi tujuan belajar adalah luar negeri DIKTI akan menaggung biaya pendidikan anda agar dapat kuliah S2 di Luar Negeri tetapi sebelum mendaftar anda juga harus cek persyaratan sebab harus mahir berbasa inggris dibuktikan dengan hasil nilai tofel 500 dan nilai tes bahasa inggris lainya. Untuk pendaftarana online silahkan sek di beasiswa.dikti.go.id pilih portal beasiswa luar negeri.

6. Beasiswa Talent Scouting DIKTI

Untuk satu ini beasiswa ini diberikan bagi mereka yang sudah menjadi dosen dan ingin mengembakan kemampuan riset dibidang ilmu kalian dan melanjutkan kuliah S3 dan S2 ke luar negeri nantinya yang lulus akan mengikuti pelatihan selama beberapa hari jika semua sudah selesai baru bisa sekolah untuk jalur ini hanya dosen yang sudah mengajar saja yang bisa mendaftar ada beberapa persaratan yang bisa dilengkapi untuk informasi pendaftaran silahkan cek di beasiswa.dikti.go.id/talentscouting.

Tidak ada biaya untuk lanjut kuliah bukan lagi alasan ada banyak contoh yang sudah ada seperti lulusan beasiswa uness yang berlatar belakang orang tua sebagai tukang becak mampu memberikan IPK tertinggi dan membuktikan bahwa dengan beasiswa dapat melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan tinggi. Dimana ada kemauan disana ada jalan. [sumeber]


Download Juknis PPGJ Sertifikasi Guru Tahun 2015

By On June 01, 2015

Download Juknis PPGJ Sertifikasi Guru Tahun 2015Download Juknis PPGJ Sertifikasi Guru Tahun 2015 | Sertifikasi guru melalui PPGJ diperuntukkan bagi guru dalam jabatan yang berstatus PNS dan bukan PNS pada semua jenjang pendidikan baik sekolah negeri maupun swasta di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memenuhi persyaratan.  Jumlah sasaran secara nasional ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Penetapan sasaran peserta per provinsi dan per kabupaten/kota didasarkan pada data hasil uji kompetensi awal (UKA), termasuk guru yang bertugas di sekolah Indonesia luar negeri (SILN).

Guru yang belum memiliki kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik wajib memenuhi kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak berlakunya Undang-Undang  Nomor 14 Tahun 2014 tentang Guru dan Dosen (Pasal 82).baca PPG Dalam Jabatan Tetapkan Bidang Studi Sertifikasi Linear dengan Ijazah Akademik

Sertifikasi guru dalam jabatan dilakukan melalui dua tahap, yaitu:
Bagi guru yang sudah berprofesi sebagai guru sebelum ditetapkannya Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (sebelum tanggal 30 Desember 2005) dilaksanakan melalui:(1) Pemberian Sertifikat Pendidik secara Langsung (PSPL), (2) Portofolio (PF),dan (3) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).  Lihat Cara Seleksi Sertifikasi Jalur PPG Tahun 2015

Bagi guru yang diangkat setelah ditetapkannya Undang-Undang No. 14 Tahun 2005, sertifikasi dilaksanakan melalui Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPGJ).
Sertifikasi guru melalui PPGJ sebagai salah satu upaya peningkatan mutu guru diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan pada satuan pendidikan formal secara berkelanjutan.

Persyaratan Peserta

  1. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  2. Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dan masih aktif mengajar di sekolah di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kecuali guru Pendidikan Agama.
  3. Guru yang telah memiliki sertifikat pendidik dengan ketentuan: Guru PNS yang sudah dimutasi sebagai tindak lanjut dari SKB 5 menteri harus memiliki Surat Keputusan Mutasi dari Bupati/Walikota. Guru bukan PNS yang sudah dimutasi oleh yayasan pada bidang studi sertifikasi yang berbeda karena alasan linearitas, diusulkan oleh kepala sekolah dan disetujui oleh kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota.
  4. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan. Guru bukan PNS: pada sekolah swasta yang memiliki SK pengangkatan sebagai guru tetap dari penyelenggara pendidikan (GTY), pada sekolah negeri harus memiliki SK pengangkatan dari Bupati/Walikota, masa kerja minimum 2 tahun secara terus menerus yang dibuktikan dengan SK dimaksud.  Pada tanggal 1 Januari 2016 belum memasuki usia 60 tahun. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter. 
Rekognisi Pembelajaran Lampau/ RPL adalah suatu sistem penghargaan terhadap wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang mencerminkan pengalaman kerja dan hasil belajar yang dimiliki guru sebagai pengurang beban studi yang wajib ditempuh dalam sertifikasi guru melalui PPGJ.

Pengalaman kerja yang dimaksud dalam hal ini berkaitan dengan masa bakti, kemampuan dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran, dan prestasi tertentu yang dicapai.  Hasil belajar yang dimaksud dalam hal ini berkaitan dengan kualifikasi akademik yang telah diperoleh, pendidikan dan pelatihan yang pernah diikuti, dan prestasi akademik yang dicapai.

Pengalaman mengajar adalah masa kerja dalam melaksanakan tugas sebagai guru pada satuan pendidikan tertentu yang dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) dari lembaga yang berwenang (pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau kelompok penyelenggara pendidikan).
Bukti fisik dari sub komponen ini dapat berupa surat keputusan/surat keterangan yang sah dari lembaga yang berwenang.

Pengalaman mengajar yang diakui harus memenuhi persyaratan: (1) relevansi antara komponen RPL dengan bidang studi sertifikasi yang diajukan dalam PPGJ, (2) lama mengajar (3) dokumen komponen RPL harus orisinal (benar dan memenuhi asas legalitas).
Selengkapnya.

Lebih jelasnya anda bisa mendownload Juknis Pendidikan Profesi Guru Tahun 2015 DISINI