Terbaru

Aplikasi

Pengunjung

SEJAK 1 MEI 2017

Flag Counter

Pageviews

Petunjuk Teknis Pelaksanaan OGN Guru SMA, SMK dan SLB Tahun 2019

Diposkan Oleh On January 14, 2019

Petunjuk Teknis Pelaksanaan OGN Guru SMA, SMK dan SLB Tahun 2019
Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sebagai pendidik profesional, guru dituntut memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Selaras dengan kebijakan pembangunan yang meletakkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan nasional, maka kedudukan dan peran guru semakin bermakna strategis dalam mempersiapkan SDM yang cerdas intelektual dan berkualitas karakternya, sehingga memiliki daya saing tinggi dan kompetitif di era globalisasi.

Dalam rangka menyelaraskan kebijakan pembangunan tersebut, maka perlu adanya kegiatan yang dapat menjadi sarana pengembangan kompetensi dan profesionalitas guru, baik pada tataran nasional, regional, maupun internasional. Salah satu kegiatan tersebut adalah pelaksanaan Olimpiade Guru Nasional (OGN). Pelaksanaan OGN diharapkan dapat digunakan oleh guru sebagai sarana untuk pengembangan kompetensi diri melalui pengujian terhadap materi ajar yang diampunya, pengembangan bahan ajar dan/atau media pembelajaran.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2019. Pada kegiatan OGN tahun 2019 ini akan diikuti oleh guru SMA/SMK/SLB yang mengampu mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris; guru SMA/SMK yang mengampu mata pelajaran Fisika, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, dan Bahasa Jepang; serta guru SLB yang mengampu mata pelajaran Program Kebutuhan Khusus. Pedoman ini disusun sebagai acuan pelaksanaan OGN tingkat provinsi dan nasional yang objektif, transparan, dan akuntabel.

Dasar Hukum
  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian;
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah;
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan;
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Tujuan
  1. Menumbuhkembangkan budaya kompetitif yang sehat di kalangan guru SMA/SMK/SLB;
  2. Meningkatkan wawasan pengetahuan, motivasi, kompetensi, profesionalisme, dan kinerja guru SMA/SMK/SLB dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi;
  3. Membina dan mengembangkan kesadaran ilmiah guru SMA/SMK/SLB untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi era global;
  4. Membangun komitmen guru SMA/SMK/SLB untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup yang diatur dalam pedoman ini meliputi bidang yang dilombakan, cakupan materi, kriteria peserta, kriteria penilai, tahapan kegiatan, mekanisme dan organisasi pelaksana, hadiah dan penghargaan, serta jadwal pelaksanaan.

Hasil yang Diharapkan
  1. Terpilihnya pemenang OGN SMA/SMK/SLB mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris di tingkat provinsi dan nasional.
  2. Terpilihnya pemenang OGN SMA/SMK mata pelajaran Fisika, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, dan Bahasa Jepang di tingkat provinsi dan nasional.
  3. Terpilihnya pemenang OGN SLB mata pelajaran Program Kebutuhan Khusus di tingkat provinsi dan nasional.
  4. Peningkatan kompetensi dan profesionalitas guru SMA/SMK/SLB mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Bahasa Jepang dan Program Kebutuhan Khusus.
Pengertian OGN
OGN merupakan ajang kompetisi bagi guru mata pelajaran di satuan pendidikan SMA/SMK/SLB.

Mata pelajaran yang Dilombakan
a. Matematika : guru SMA/SMK/SLB
b. Bahasa Indonesia : guru SMA/SMK/SLB
c. Bahasa Inggris : guru SMA/SMK/SLB
d. Fisika : guru SMA/SMK
e. Biologi : guru SMA/SMK
f. Ekonomi : guru SMA/SMK
g. Sosiologi : guru SMA/SMK
h. Bahasa Jepang : guru SMA/SMK
i. Program Kebutuhan Khusus : guru SLB

Sasaran
Sasaran kegiatan OGN adalah guru SMA/SMK/SLB yang mengampu mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris; guru SMA/SMK yang mengampu mata pelajaran Fisika, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, dan Bahasa Jepang serta guru SLB yang mengampu mata pelajaran Program Kebutuhan Khusus.

Persyaratan Peserta
1. Persyaratan Administrasi
a. Mendaftar secara online pada laman www.kesharlindungdikmen.id
b. Guru SMA/SMK/SLB Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau bukan PNS (dibuktikan dengan Surat Keputusan sebagai Guru Tetap Yayasan (GTY) ).
c. Memiliki NUPTK dan atau yang belum memiliki NUPTK tercatat di Data Pokok Pendidikan (DAPODIK Kemdikbud) yang dibuktikan dengan tangkapan layar (screenshot) Dapodik dan dilegalisir oleh Dinas Pendidikan Provinsi.
d. Memiliki masa kerja sebagai guru SMA/SMK/SLB secara terus-menerus, sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun dibuktikan dengan SK CPNS atau SK Pengangkatan bagi guru bukan PNS.
e. Memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau D4.
f. Surat pernyataan sebagai guru yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah.
g. Tidak sedang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah atau sedang dalam proses pengangkatan sebagai Kepala Sekolah atau sedang dalam transisi alih tugas ke unit kerja di luar satuan pendidikan.
h. Belum pernah menjadi finalis pada semua kegiatan lomba tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Subdit Kesharlindung Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus dalam 2 (dua) tahun terakhir (2017-2018).
i. Bidang lomba yang diikuti sesuai dengan tugas yang diampu.
j. Mengirimkan artikel/gagasan ilmiah.

Semua persyaratan administrasi diunggah pada laman www.kesharlindungdikmen.id

Persyaratan Akademik
Guru yang unggul dilihat dari kompetensi pedagogik dan profesional:
1) Kompetensi pedagogik, yaitu pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan kompetensi diri;

2) Kompetensi profesional, yaitu tingkat penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metode keilmuannya.

    Download Juknis Pelaksanaan OGN Guru SMA SMK dan SLB Tahun 2019

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Juknis Pedoman Pelaksanaan serta informasi lainnya mengenai OGN Guru SMA SMK dan SLB Tahun 2019 ini silahkan bisa Anda download pada link di bawah ini:

    Download File:

    Pedoman OGN Dikmen & Diksus Tahun 2019
    Surat Informasi Pelaksanaan OGN 2019
    Pamflet-OGN- Tahun 2019

    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Juknis Pedoman Pelaksanaan OGN Guru SMA SMK dan SLB Tahun 2019. Semoga bisa bermanfaat.

    sumber: https://kesharlindungdikmen.id


    Petunjuk Teknis Izin Operasional Pondok Pesantren

    Diposkan Oleh On January 10, 2019

    Petunjuk Teknis Izin Operasional Pondok Pesantren
    Pendidikan keagamaan Islam, pada umumnya diselenggarakan oleh masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Jauh sebelum Indonesia merdeka, lembaga pendidikan keagamaan sudah lebih dulu berkembang. Selain menjadi akar budaya bangsa, agama disadari merupakan bagian tak terpisahkan dalam pendidikan. Pendidikan keagamaan juga berkembang akibat mata pelajaran/kuliah pendidikan agama yang dinilai menghadapi berbagai keterbatasan. Sebagian masyarakat mengatasinya menyelenggarakan pendidikan keagamaan di rumah, rumah ibadah, atau di perkumpulan-perkumpulan yang kemudian berkembang menjadi satuan atau program pendidikan keagamaan formal, nonformal atau informal.

    Secara historis, keberadaan pendidikan keagamaan berbasis masyarakat menjadi sangat penting dalam upaya pembangunan masyarakat belajar, terlebih lagi karena bersumber dari aspirasi masyarakat yang sekaligus mencerminkan kebutuhan masyarakat sesungguhnya akan jenis layanan pendidikan. Sebagai komponen Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan keagamaan perlu diberi kesempatan untuk berkembang, dibina dan ditingkatkan mutunya oleh semua komponen bangsa, termasuk Pemerintah dan pemerintah daerah.

    Bentuk pengakuan Pendidikan Keagamaan sebagai salah satu jenis pendidikan dalam sistem pendidikan nasional diwujudkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 15 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: “Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus”. Kemudian pada pasal 30 ayat (1) menyebutkan: pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dan pemeluk agama, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam ayat (2) berbunyi: pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama. Dalam ayat (3) disebutkan: pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Dan ayat (4) berbunyi: pendidikan keagamaan berbentuk pendidikan diniyah, pesantren, pasraman, pabhaja samanera, dan bentuk lain yang sejenis. Sebagai tindak-lanjut amanat Pasal 12 ayat (4), Pasal 30 ayat (5), dan Pasal 37 ayat (4) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, negara memberikan payung hukum penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan, termasuk bagi pondok pesantren melalui Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Lebih lanjut, payung hukum tersebut diperkuat lagi dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam, Peraturan Menteri Agama Nomor 18 tentang Satuan Pendidikan Muadalah Pada Pondok Pesantren, dan Peraturan Menteri Agama Nomor 71 Tahun 2015 tentang Ma’had Aly.

    Pondok pesantren atau sering juga disebut sebagai pesantren diakui sebagai model lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Lembaga ini mulai berkembang sejak zaman para pendakwah di tanah Jawa, Walisongo, sekitar abad 15. Selain sebagai lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan, pesantren juga berkembang menjadi lembaga sosial kemasyarakatan melalui inovasi-inovasi yang dilakukannya. Sebagai local community organization yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat, pesantren yang berkembang melalui inovasi yang dilakukannya dari lembaga pendidikan menjadi lembaga pemberdayaan masyarakat yang terbukti telah memberikan banyak andil terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai aktivitas yang dilakukannya.

    Download Petunjuk Teknis Izin Operasional Pondok Pesantren

    Untuk lebih jelasnya mengenai Kepdirjen Pendis Nomor 3408 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis izin Operasional Pondok Pesantren ini bisa Anda unduh melalui tautan link yang kami sediakan berikut ini.

    Unduh File :
    Petunjuk Teknis Izin Operasional Pondok Pesantren
    Demikian informasi mengenai Kepdirjen Pendis Nomor 3408 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis izin Operasional Pondok Pesantren yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat....


    Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL dan Pengesahan DIPA

    Diposkan Oleh On January 10, 2019

    Penyusunan anggaran dalam dokumen RKA-K/L merupakan bagian dari penyusunan APBN, selain Rencana Dana Pengeluaran Bendahara Umum Negara (RDP-BUN) . Karena ada perbedaan dalam tata cara penyusunan antara anggaran Kementerian/ Lembaga dan anggaran Bendahara Umum Negara, dalam Lampiran Peraturan Menteri ini hanya berisi mengenai pedoman umum penyusunan RKA-K/L, yang didefinisikan sebagai dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian/ Lembaga yang disusun menurut Bagian Anggaran Kementerian/ Lembaga. Sementar itu, pedoman umum penyusunan RDP-BUN diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri.

    Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL dan Pengesahan DIPA
    Secara garis besar, proses penyusunan RKA-K/L mengatur 2 (dua) materipokok, yaitu: penclekatan penyusunan anggaran clan proses penganggaran.Penclekatan yang digunakan lalam penyusunan anggaran terdiri atas pendekatan: i) Penganggaran Terpadu, ii) Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK) ,dan iii) Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) . Selanjutnya, proses penganggaran merupakan uraian mengenai proses dan mekanisme penganggarannya, dimulai dari Pagu Indikatif sampai dengan penetapan Alokasi Anggaran K/L yang bersifat final. Sistem penganggaran tersebut harus dipahami secara baik dan benar oleh pemangku kepentingan (stakeholder) agar dapat dihasilkan APBN yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Download Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL dan Pengesahan DIPA (PMK 142 – 2018)

    Untuk lebih jelasnya mengenai Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL dan Pengesahan DIPA (PMK 142 – 2018) ini bisa anda unduh melalui tautan link berikut ini.

    Unduh File :
    Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL dan Pengesahan DIPA
    Demikian informasi mengenai Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL dan Pengesahan DIPA (PMK 142 – 2018). Semoga bermanfaat....


    Jadwal UN dan UAMBN MTs dan MA Tahun Pelajaran 2018-2019

    Diposkan Oleh On January 08, 2019

    Jadwal UN dan UAMBN MTs dan MA Tahun Pelajaran 2018-2019
    Rekan-rekan guru madrasah dimanapun berada, selain telah merilis kisi-kisi Ujian Nasional ( UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) selaku penyelenggara ujian nasional secara resmi telah merilis tanggal penting pelaksanaan UN 2019.

    Dalam Pedoman Operasional Standar (POS) Penyelenggaran UN Tahun Pelajaran 2018/2019 yang diterima Kompas.com, Ketua BNSP Bambang Suryadi menginformasikan jadwal penting terkait pelaksanaan UN SMP dan sederajat 2019 sebagai berikut:
    1. Sinkronisasi UN SMP/MTs: Jumat-Sabtu, 19-20 April 2019
    2. UN SMP/MTs: Senin-Kamis, 22-25 April 2019
    3. UN SMP/MTs Khusus di Provinsi Papua, Papua Barat, dan NTT: Selasa-Jumat, 23-26 April 2019
    4. Sinkronisasi UN Susulan SMP/MTs: Sabtu-Minggu, 27-28 April 2019
    5. UN Susulan SMP/MTs: Senin-Selasa, 29-30 April 2019
    6. Pemindaian UN dan UN Susulan: Selasa-Senin, 23 April-6 Mei 2019
    7. Pengiriman Hasil Pemindaian: Selasa, 7 Mei 2019
    8. Skoring: Rabu-Jumat, 8-24 Mei 2019
    9. Penyerahan Hasil UN ke Provinsi: Sabtu, 25 Mei 2019
    10. Pengumuman Hasil UN di Sekolah: Senin-Selasa, 27-28 Mei 2019
    Adapun untuk jadwal UAMBN MTs dan MA adalah sebagai berikut :
    1. UAMBN-BK MA (Utama) : Senin - Rabu, 11 - 13 Maret 2019
    2. UAMBN-BK MA (Susulan) : Kamis-JUmat, 14-15 Maret 2019
    3. UAMBN-BK MTs (Utama) : Senin - Rabu, 18-20 Maret 2019
    4. UAMBN-BK MTs (Susulan) : Kamis-Jumat, 21-22 Maret 2019

    Download Jadwal UN dan UAMBN MTs dan MA Tahun Pelajaran 2018-2019

    Lebih lengkapnya mengenai jadwal UN/UNBK dan UAMBN/UAMBN-BK untuk MTs dan MA Tahun Pelajaran 2018-2019 ini bisa Anda unduh melalui tautan link yang kami sediakan berikut ini.

    Unduh File:
    Jadwal UN dan UAMBN MTs dan MA Tahun Pelajaran 2018-2019
    BNSP juga menyertakan 2 alternatif metode untuk dapat mengunduh kisi-kisi UN dan UNBK tersebut yakni dengan memindai QR Code yang telah diberikan atau membuka tautan/link yang disediakan.

    Pemindaian kisi-kisi UN dan USBN dapat dilakukan melalui akun instagram Kemendikbud @kemdikbud.ri, sedangkan tautan kisi soal dapat diakses melalui:

    1. Kisi-kisi UN Tahun Pelajaran 2018/2019: https://s.id/kisi-kisiUN2019
    2. Kisi-kisi USBN Tahun Pelajaran 2018/2019: http://s.id/kisi-kisiUSBN2019

    Demikian informasi mengenai jadwal UN/UNBK dan UAMBN/UAMBN-BK untuk MTs dan MA Tahun Pelajaran 2018-2019 yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat...


    Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Kurikulum 2013 SMA/MA

    Diposkan Oleh On January 08, 2019

    peremendikbud no 36 tahun 2018A. Kompetensi Inti

    Kompetensi Inti Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki seorang peserta didik SMA/MA pada setiap tingkat kelas. Kompetensi Inti dirancang untuk setiap kelas. Melalui kompetensi inti, sinkronisasi horisontal berbagai kompetensi dasar antarmata pelajaran pada kelas yang sama dapat dijaga. Selain itu sinkronisasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada mata pelajaran yang sama pada kelas yang berbeda dapat dijaga pula.
    Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:
    1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
    2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
    3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
    4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
    B. Mata Pelajaran
    Struktur Kurikulum SMA/MA terdiri atas mata pelajaran umum kelompok A, mata pelajaran umum kelompok B, dan mata pelajaran peminatan akademik kelompok C. Mata pelajaran peminatan akademik kelompok C dikelompokkan atas mata pelajaran Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, mata pelajaran Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, dan mata pelajaran Peminatan Bahasa dan Budaya. Khusus untuk MA, dapat ditambah dengan mata pelajaran keagamaan yang diatur oleh Kementerian Agama.

    Keterangan:
    a. Mata pelajaran Kelompok A dan C merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.
    b. Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.
    c. Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.
    d. Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah
    e. Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 45 menit.
    f. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
    g. Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting, namun yang diperhitungkan Pemerintah maksimal 2 (dua) jam/minggu.
    h. Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya dan Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.
    i. Khusus untuk Madrasah Aliyah struktur kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Kementerian Agama.
    j. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS), palang merah remaja (PMR), dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masing- masing satuan pendidikan.

    1. Mata Pelajaran Umum
    Mata pelajaran umum kelompok A merupakan program kurikuler yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sebagai dasar penguatan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Mata pelajaran umum kelompok B merupakan program kurikuler yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik terkait lingkungan dalam bidang sosial, budaya, dan seni.

    2. Mata Pelajaran Peminatan Akademik
    Mata pelajaran peminatan akademik kelompok C merupakan program kurikuler yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik dalam sekelompok mata pelajaran keilmuan.

    3. Mata Pelajaran Pilihan
    Mata Pelajaran Pilihan merupakan mata pelajaran yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan perkembangan keilmuan, teknologi, dan seni yang memiliki tingkat urgensi yang tinggi dan memiliki manfaat jangka panjang bagi bangsa Indonesia.

    Kurikulum SMA/MA dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar berdasarkan minat mereka. Peserta didik diperkenankan memilih Mata Pelajaran Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat dan/atau Mata Pelajaran Informatika.

    a. Pemilihan Peminatan dan Pemilihan Mata Pelajaran Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat
    Pemilihan peminatan dilakukan peserta didik saat mendaftar pada SMA/MA berdasarkan nilai rapor Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) atau yang sederajat, nilai ujian nasional SMP/MTs atau yang sederajat, rekomendasi guru bimbingan dan konseling/konselor di SMP/MTs atau yang sederajat, dan hasil tes penempatan (placement test) ketika mendaftar di SMA/MA, atau tes bakat dan minat oleh psikolog. Peserta didik masih mungkin pindah peminatan paling lambat pada awal semester kedua di Kelas X sepanjang daya tampung peminatan baru masih tersedia, berdasarkan hasil pembelajaran berjalan pada semester pertama dan rekomendasi guru bimbingan dan konseling, peserta didik yang pindah peminatan wajib mengikuti dan tuntas matrikulasi mata pelajaran yang belum dipelajari sebelum pembelajaran pada peminatan baru dimulai.

    Peserta didik dapat memilih minimal 3 mata pelajaran dari 4 mata pelajaran yang terdapat pada satu peminatan, 1 mata pelajaran yang tidak diambil beban belajarnya dialihkan ke mata pelajaran lintas minat. Selain mengikuti mata pelajaran di peminatan yang dipilihnya, setiap peserta didik harus mengikuti mata pelajaran tertentu untuk lintas minat dan/atau pendalaman minat. Bila peserta didik mengambil 3 mata pelajaran dari peminatan yang dipilihnya, maka peserta didik tersebut dapat mengambil mata pelajaran lintas minat sebanyak 9 jam pelajaran (3 mata pelajaran) di Kelas X atau sebanyak 8 jam pelajaran (2 mata pelajaran) di Kelas XI dan XII. Sedangkan bila peserta didik mengambil 4 mata pelajaran dari peminatan yang dipilihnya, maka peserta didik tersebut dapat mengambil mata pelajaran lintas minat sebanyak 6 jam pelajaran (2 mata pelajaran) di Kelas X atau sebanyak 4 jam pelajaran (1 mata pelajaran) di Kelas XI dan XII.

    Peserta didik yang mengambil Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, lintas minatnya harus diluar peminatan yang dipilihnya. Sedangkan peserta didik yang mengambil Peminatan Bahasa dan Budaya, dapat mengambil mata pelajaran lintas minat: (1) di luar; (2) di dalam; atau (3) sebagian di dalam dan sebagian di luar, peminatan yang dipilihnya. Mata pelajaran lintas minat yang dipilih sebaiknya tetap dari Kelas X sampai dengan XII.

    Sebagai contoh, peserta didik Kelas X yang memilih Peminatan Bahasa dan Budaya, dapat mengambil 3 mata pelajaran yaitu Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, dan Antropologi. Lintas minatnya dapat mengambil mata pelajaran: (1) Biologi, Fisika, dan Kimia; (2) Geografi, Sejarah, dan Ekonomi; (3) Matematika, Sosiologi, dan Bahasa Jerman; atau (4) Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, dan Bahasa Jepang. Alternatif (1), (2), dan (3) merupakan contoh lintas minat di luar peminatan yang dipilihnya, sedangkan alternatif (4) merupakan contoh lintas minat di dalam peminatan yang dipilihnya. Peserta didik dapat menentukan pilihannya masing-masing, sesuai dengan sumber daya (ketersediaan guru dan fasilitas belajar) yang dimiliki SMA/MA. SMA/MA yang tidak memiliki Peminatan Bahasa dan Budaya, dapat menyediakan pilihan mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Antropologi atau salah satu mata pelajaran dalam kelompok Bahasa Asing Lain sebagai pilihan mata pelajaran lintas minat yang dapat diambil peserta didik dari Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, sesuai dengan sumber daya (ketersediaan guru dan fasilitas belajar) yang dimilikinya.

    Bagi peserta didik yang menggunakan pilihan untuk menguasai satu mata pelajaran tertentu misalnya bahasa asing tertentu, dianjurkan untuk memilih mata pelajaran yang sama sejak Kelas X sampai Kelas XII.

    Dianjurkan setiap SMA/MA memiliki ketiga peminatan. Peserta didik di SMA/MA Kelas XII dapat mengambil mata kuliah pilihan di perguruan tinggi yang akan diakui sebagai kredit dalam kurikulum perguruan tinggi yang bersangkutan. Pilihan ini tersedia bagi peserta didik SMA/MA yang memiliki kerjasama dengan perguruan tinggi terkait.

    Pendalaman minat mata pelajaran tertentu dalam peminatan dapat diselenggarakan oleh satuan pendidikan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi di kelas XII.

    b. Mata Pelajaran Informatika
    Informatika merupakan salah satu disiplin ilmu yang berfungsi memberikan kemampuan berpikir manusia dalam mengatasi persoalan-persoalan yang semakin kompleks agar dapat bersaing di Abad ke-21. Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai salah satu bagian dari Informatika merupakan kebutuhan dasar peserta didik agar dapat mengembangkan kemampuannya pada era digital. Mata Pelajaran Informatika merupakan mata pelajaran pilihan yang diselenggarakan berdasarkan ketersediaan guru sesuai dengan kualifikasi akademik dan kompetensi, serta sarana prasarana pada satuan pendidikan.

    Alokasi waktu untuk Mata Pelajaran Informatika di Kelas X sebanyak 3 Jam Pelajaran; Kelas XI dan XII masing-masing sebanyak 4 Jam Pelajaran.

    C. Beban Belajar
    Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran.

    1. Beban belajar di SMA/MA dinyatakan dalam jam pelajaran per minggu.
    a. Beban belajar satu minggu Kelas X adalah minimal 42 jam pelajaran.
    b. Beban belajar satu minggu Kelas XI dan XII adalah minimal 44 jam pelajaran.
    2. Beban belajar di Kelas X dan XI dalam satu semester minimal 18 minggu.
    3. Beban belajar di kelas XII pada semester ganjil minimal 18 minggu
    4. Beban belajar di kelas XII pada semester genap minimal 14 minggu. Beban belajar bagi SMA/MA yang menyelengarakan Sistem Kredit Semester (SKS), diatur dalam pedoman SKS.

    D. Kompetensi Dasar
    Kompetensi Dasar dirumuskan untuk mencapai Kompetensi Inti. Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan kemampuan peserta didik, dan kekhasan masing- masing mata pelajaran. Kompetensi Dasar meliputi empat kelompok sesuai dengan pengelompokan Kompetensi Inti sebagai berikut:
    1. kelompok 1: kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1;
    2. kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2;
    3. kelompok 3: kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3; dan
    4. kelompok 4: kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4.

      Download Silabus RPP IPA SMP MTs Kurikulum 2013 Kelas VII, VIII, IX

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 SMA/MA ini silahkan unduh pada link di bawah ini:Download File:
      Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 SMA/MA
      Demikian yang bisa Guru Madrasah sampaikan mengenai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Semoga bisa bermanfaat.

      Sumber: https://jdih.kemdikbud.go.id


      Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 Tentang KI dan KD Kurikulum 2013 Pendidikan Dasar dan Menengah

      Diposkan Oleh On January 08, 2019

      ki dan kd dikdasmenKementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah mengeluarkan Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 Tentang KI dan KD Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK) dan mulai berlaku tahun pelajaran 2016/2017.

      Dengan mulai berlaku peraturan menteri ini, maka ketentuan yang mengatur tentang Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Muatan Pembelajaran dalam Struktur Kurikulum, Silabus, Pedoman Mata Pelajaran, dan Pembelajaran Tematik Terpadu sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK) , dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

      Diharapkan pada guru SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK yang menerapkan Kurikulum 2013 agar memperbaharui dokumen Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI/KD) sesuai Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.

      Download Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 Tentang KI dan KD Kurikulum 2013 Pendidikan Dasar dan Menengah

      Selengkapnya mengenai Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 Tentang KI dan KD Kurikulum 2013 SD/MI SMP/MTs SMA/MA ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Download File:
      Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 Tentang KI dan KD Kurikulum 2013 Pendidikan Dasar dan Menengah
      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 Tentang KI dan KD Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Semoga bisa bermanfaat.

      sumber: https://jdih.kemdikbud.go.id


      Buku Kurikulum 2013 Kelas 3 SD/MI Semester 2 Revisi 2018

      Diposkan Oleh On January 01, 2019

      k13 kelas 3 sd/mi semester 2 revisi 2018

      Buku Kelas 3 Kurikulum 2013 mengalami revisi di tahun 2018 ini. Setelah buku kelas 3 semester 1 revisi 2018 dikeluarkan, kali ini kemendikbud mengeluarkan Buku K13 SD Semester 2 Revisi 2018. Buku ini bisa dipergunakan guru untuk pembelajaran di semester 2 tahun pelajaran 2018/2019.

      Buku K13 SD Semester 2 Revisi 2018 ini terdiri dari Buku Guru Kelas 3 Tema 5 Revisi 2018, Buku Guru Kelas 3 Tema 6 Revisi 2018, Buku Guru Kelas 3 Tema 7 Revisi 2018, Buku Guru Kelas 3 Tema 8 Revisi 2018, Buku Siswa Kelas 3 Tema 6 Revisi 2018, Buku Siswa Kelas 3 Tema 7 Revisi 2018, dan Buku Siswa Kelas 3 Tema 8 Revisi 2018.

      Download Buku Kurikulum 2013 Kelas 3 SD/MI Semester 2 Revisi 2018

      Untuk lebih jelasnya mengenai Buku Kurikulum 2013 Kelas 3 SD/MI Semester 2 Revisi 2018 ini bisa Anda unduh atau download melalui tautan link yang kami sediakan berikut ini.

      Unduh File :
      1. Buku Guru Kelas 3 Tema 5 Revisi 2018
      2. Buku Guru Kelas 3 Tema 6 Revisi 2018
      3. Buku Guru Kelas 3 Tema 7 Revisi 2018
      4. Buku Guru Kelas 3 Tema 8 Revisi 2018
      5. Buku Siswa Kelas 3 Tema 5 Revisi 2018
      6. Buku Siswa Kelas 3 Tema 6 Revisi 2018
      7. Buku Siswa Kelas 3 Tema 7 Revisi 2018
      8. Buku Siswa Kelas 3 Tema 8 Revisi 2018
      Demikian informasi mengenai Buku K13 SD Semester 2 Revisi 2018. Semoga bermanfaat.