Artikel Terbaru

Aplikasi

Pengunjung

SEJAK 1 MEI 2017

Flag Counter

Total Pageviews

Buku Literasi Digital, Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional

Diposkan Oleh On November 13, 2018

literasi digital
Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer. Bawden (2001) menawarkan pemahaman baru mengenai literasi digital yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi. Literasi komputer berkembang pada dekade 1980-an, ketika komputer mikro semakin luas dipergunakan, tidak saja di lingkungan bisnis, tetapi juga di masyarakat. Namun, literasi informasi baru menyebar luas pada dekade 1990-an manakala informasi semakin mudah disusun, diakses, disebarluaskan melalui teknologi informasi berjejaring. Dengan demikian, mengacu pada pendapat Bawden, literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi.

Buku Literasi Sains : Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional

Diposkan Oleh On November 13, 2018

Literasi Sains
Literasi sains dapat diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains (OECD, 2016). National Research Council (2012) menyatakan bahwa rangkaian kompetensi ilmiah yang dibutuhkan pada literasi sains mencerminkan pandangan bahwa sains adalah ansambel dari praktik sosial dan epistemik yang umum pada semua ilmu pengetahuan, yang membingkai semua kompetensi sebagai tindakan.

2.2 Prinsip Dasar Literasi Sains
  1. Kontekstual, sesuai dengan kearifan lokal dan perkembangan zaman;
  2. Pemenuhan kebutuhan sosial, budaya, dan kenegaraan;
  3. Sesuai dengan standar mutu pembelajaran yang sudah selaras dengan pembelajaran abad XXI;
  4. Holistik dan terintegrasi dengan beragam literasi lainnya; dan
  5. Kolaboratif dan partisipatif.
2.3 Ruang Lingkup Literasi Sains
Literasi sains merupakan bagian dari sains, bersifat praktis, berkaitan dengan isu-isu tentang sains dan ide-ide sains. Warga negara harus memiliki kepekaan terhadap kesehatan, sumber daya alam, kualitas lingkungan, dan bencana alam dalam konteks personal, lokal, nasional, dan global. Dari sini kita bisa melihat bahwa cakupan literasi sains sangat luas, tidak hanya dalam mata pelajaran sains, tetapi juga beririsan dengan literasi lainnya.

2.4 Indikator Literasi Sains
2.4.1 Indikator Literasi Sains di Sekolah
1. Basis Kelas
a. Jumlah pelatihan guru sains dan nonsains;
b. Intensitas pemanfaatan dan penerapan literasi sains dalam pembelajaran;
c. Jumlah pembelajaran sains berbasis permasalahan dan berbasis proyek;
d. Jumlah pembelajaran nonsains yang melibatkan unsur literasi sains;
e. Skor literasi sains dalam PISA/TIMSS/INAP; dan
f. Jumlah produk yang dihasilkan peserta didik melalui pembelajaran sains berbasis proyek.

2. Basis Budaya Sekolah
a. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi sains;
b. Frekuensi peminjaman bahan bacaan literasi sains;
c. Jumlah kegiatan literasi sains di sekolah;
d. Akses situs daring yang berhubungan dengan literasi sains;
e. Jumlah kegiatan bulan literasi sains;
f. Alokasi dana untuk literasi sains;
g. Adanya tim literasi sekolah;
h. Adanya kebijakan sekolah mengenai literasi sains; dan
i. Jumlah penyajian informasi literasi sains dalam berbagai bentuk (contoh: infografis dan alat peraga proses terjadinya hujan).

3. Basis Masyarakat
a. Jumlah sarana dan prasarana yang mendukung literasi sains; dan
b. Keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mengembangkan literasi di sekolah.

2.4.2 Indikator Literasi Sains di Keluarga
  1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi sains yang dimiliki keluarga;
  2. Frekuensi membaca bahan bacaan literasi sains dalam keluarga setiap harinya;
  3. Jumlah bahan bacaan literasi sains yang dibaca oleh anggota keluarga;
  4. Frekuensi kesempatan anak mengaplikasikan sains dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga;
  5. Jumlah permainan edukatif berbasis literasi sains dalam keluarga; dan
  6. Jumlah pelatihan literasi sains yang aplikatif dan berdampak pada keluarga.

2.4.3 Indikator Literasi Sains di Masyarakat
  1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi sains yang dimiliki setiap fasilitas publik;
  2. Frekuensi membaca bahan bacaan literasi sains setiap hari;
  3. Jumlah bahan bacaan literasi sains yang dibaca oleh masyarakat setiap hari;
  4. Jumlah partisipasi aktif komunitas, lembaga, atau instansi dalam penyediaan bahan bacaan literasi sains;
  5. Jumlah fasilitas publik yang mendukung literasi sains;
  6. Jumlah kegiatan literasi sains yang ada di masyarakat;
  7. Tingkat partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan literasi sains;
  8. Tingkat penggunaan data sains dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada masyarakat;
  9. Jumlah komunitas sains yang aktif di setiap daerah;
  10. Jumlah pelatihan literasi sains yang aplikatif dan berdampak pada masyarakat;
  11. Indeks kualitas lingkungan hidup (contoh: air, udara, tanah); dan
  12. Jumlah pelatihan literasi sains yang aplikatif dan berdampak pada masyarakat

    Download Buku Literasi Sains (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional)

    Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Literasi Sains (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional) ini silahkan unduh pada link di bawah ini:

    Unduh File:
    Buku Literasi Sains (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional)
    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Buku Literasi Sains (Materi Pendukung Gerakan Literasi Nasional). Semoga bisa bermanfaat.

    Panduan Penggunaan Aplikasi Elektronik Sasaran Kerja Pegawai (e-SKP) Kemdikbud

    Diposkan Oleh On November 12, 2018

    e-skp kemdikbud
    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal mengembangkan Sistem Aplikasi Elektronik Sasaran Kerja Pegawai (e-SKP) yang telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Ketentuan Teknis Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan bahwa tunjangan kinerja pegawai dibayarkan berdasarkan capaian kinerja pegawai setiap bulan.

    Jadwal Pelaksanaan dan Lokasi Ujian CAT SKD CPNS Kemenag Tahun 2018 Tahap 2

    Diposkan Oleh On November 10, 2018

    Ujian CAT SKD CPNS Kemenag Tahun 2018 Tahap 2
    Kementerian Agama Republik Indonesia baru-baru ini mengumumkan tentang Jadwal Pelaksanaan dan Lokasi Ujian CAT Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2018 tahap II. Surat yang bernomor : P-34522.2/SJ/B.II.2/Kp.00.1/11/2018 dapat Anda lihat dan baca seperti yang kamikutip berikut ini.

    Menindaklanjuti Pengumuman Nomor P-34209/SJ/B.ll.2/Kp.00.1|10/2018 tanggal 23 Oktober 2018 tentang Hasil Seleksi Administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2018, kecuali bagi 5 (lima) Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Gorontalo dan Sulawesi Barat, masih menunggu penjadwalan dari BKN dan akan diumumkan pada tahap ke Il, bagi peserta yang dinyatakan Iulus seleksi administrasi wajib mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan lokasi ujian CAT, yang ditentukan oleh BKN dimulai dari tanggal 3 s.d. 14 November 2018, sebagaimana terlampir, dengan ketentuan sebagai berikut :

    1 . Pada saat Seleksi Kompetensi Dasar, peserta SKD wajib membawa:
    a. Cetakan (Print out) Kartu Peserta Ujian;
    b. Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) asli atau asli Surat Keterangan telah melakukan perekaman kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil/Kecamatan bagi yang belum memiliki e-KTP;
    c. Bagi peserta yang tidak membawa KTP asli karena hilang, wajib menunjukkan Kartu Keluarga asli yang mencantumkan NIK sesuai dengan yang terdaftar di SSCN BKN;
    d. Bagi peserta yang NIK pada KTP-nya berbeda dengan NIK pada Kartu Peserta Ujian, wajib melampirkan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil/Kecamatan serta wajib membawa asli identitas lain seperti SIM, Paspor.

    2. Pakaian pada saat pelaksanaan SKD .
    a. Pria : atasan kemeja putih polos, celana panjang berbahan kain warna gelap polos, mengenakan pita hijau di lengan kanan (ditempel peniti), dan menggunakan sepatu (rapi dan sopan).
    b. Wanita : atasan kemeja putih polos, rok panjang/dibawah lutut (sopan) berbahan kain warna gelap polos, mengenakan pita hijau di lengan kanan (ditempel peniti), dan menggunakan sepatu (rapi dan sopan), bagi yang berkerudung warna gelap polos;

    3. Peserta wajib hadir 120 (seratus dua puluh) menit sebelum pelaksanaan ujian dimulai.

    4. Bagi peserta yang tidak hadir dan/atau tidak mampu mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar dengan alasan apapun pada jadwal dan lokasi yang ditetapkan, maka dinyatakan gugur.

    5. Kepada seluruh peserta agar selalu memantau perkembangan informasi melalui situs resmi www.kemenag.go.id dan sscn.bkn.go.id.

    6. Kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri. Jika ada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apa pun, maka hal tersebut merupakan tindakan penipuan dan diluar tanggung jawab panitia.

    7. Kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman serta jadwal dan lokasi menjadi tanggung jawab peserta sendiri.

    8. Apabila dalam pelaksanaan tahapan seleksi atau dikemudian hari setelah adanya pengumuman kelulusan hasil akhir, diketahui terdapat keterangan/data/dokumen yang tidak sesuai/tidak benar, Panitia Seleksi dapat menggugurkan kelulusan yang bersangkutan.clip_image003

    9. Penetapan/keputusan Panitia Pengadaan CPNS Kementerian Agama tahun 2018 bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

    Adapun mengenai Pengumuman Tentang Jadwal Pelaksanaan dan Lokasi Ujian CAT Seleksi Kompetensi Dasar Kementerian Agama RI Tahun Anggaran 2018 Tahap II bisa Anda unduh melalui tautan link yang kami sediakan berikut ini.

    Unduh File :
    Demikian Informasi mengenai Jadwal Pelaksanaan dan Lokasi Ujian CAT SKD CPNS Kemenag Tahun 2018 Tahap 2 yang dapat Admin bagikan. terima kasih telah berkunjung, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.

    sumber : https://kemenag.go.id

    Juknis Pendataan Calon Peserta UN (CPUN) 2018/2019 SMP, SMA, dan SMK Sederajat

    Diposkan Oleh On November 09, 2018

    juknis pendataan cpun smp sma smk
    Petunjuk teknis ini disusun dalam rangka memberikan arahan dan pedoman secara teknis bagi panitia UN di tingkat provinsi, kota/kab, dan sekolah, sehingga data yang diperoleh mampu meningkatkan kualitas dan aksesbilitas, akuntabilitas serta kredibilitas sistim Ujian Nasional. Petunjuk teknis ini mencakup: (1) Pendahuluan, (2) Penjelasan Umum, (3) Tugas dan tanggungjawab, (4) Mekanisme, dan (5) Jadwal pendataan.

    Buku Manual Pendataan Calon Peserta Ujian Nasional 2018- 2019 SMP, MTs dan SMPTK

    Diposkan Oleh On November 09, 2018

    Sistem Pendataan Calon Peserta Ujian Nasional Online 2019 SMP merupakan suatu sistem terpadu dalam mendata calon peserta ujian nasional khusus tingkat SMP yang dilakukan secara bersamaan. Proses pendataan dilakukan secara langsung di semua propinsi dimana setiap sekolah di setiap daerah bisa secara langsung melakukan proses input/edit ataupun upload data siswanya ke dalam sistem.

    Selanjutnya yang harus dilakukan pihak sekolah adalah melakukan proses pengentrian data siswa ke dalam sistem yang dilakukan oleh seksi pengolahan data dalam hal ini disebut sebagai operator. Dimana di setiap sekolah harus disediakan suatu Komputer yang terhubung secara langsung ke Server Pendataan Online melalui internet untuk melakukan proses pengentryan data tersebut melalui situs web khusus (situs operator). Setiap operator di sekolah akan diberikan suatu account khusus (User Name dan Password) yang digunakan untuk login ke dalam sistem.

    SPESIFIKASI

    1. SPESIFIKASI KOMPUTER
    Pada modul ini akan dijelaskan mengenai spesifikasi komputer yang akan digunakan untuk melakukan proses pengentrian ke dalam sistem Pendataan online. Dimana spesifikasi tersebut akan dibagi menjadi 2 yaitu sepesifikasi perangkat keras (Hardware) dan spesifikasi perangkat lunak (Software). Untuk perangkat keras sebaiknya komputer yang digunakan tidak akan terasa lambat dalam menjalankan aplikasi atau pun menampilkan informasi dari internet, bebas virus atau pun gangguan lainnya yag disebabkan oleh perangkat keras ataupun sistem operasinya. Dibawah ini akan ditampilkan rekomendasi hardware dan software yang sebaiknya digunakan dalam proses pendataan Online.

    1.1 Perangkat Keras
    Sebaiknya menggunakan komputer dengan spesifikasi minimum:
    Prosesor : Pentium Core 2 dan diatasnya (atau AMD)
    Memori : 2 GB
    Adapter : VGA 64 Bit (512 Mb) dengan resolusi 1024 x 800
    Printer : Laser jet / Deskjet (printer tinta atau laser)

    1.2 Perangkat Lunak
    Dalam hal ini lebih menunjuk ke dalam sistem operasi (OS) yang digunakan minimum Windows 7, Windows 8, Windows 10

    2 SPESIFIKASI APLIKASI
    Pada modul ini akan dijelaskan mengenai spesifikasi aplikasi yang harus tersedia atau terinstall di dalam komputer user yang berhubungan dengan proses pengentryan data.

    2.1 Browser Internet
    Merupakan suatu aplikasi yang digunakan untuk menampilkan halaman-halaman web yang berhubungan dengan proses pengentrian data, pengolahan atau pengeditan data. Browser ini sangat diperlukan karena modul-modul dalam sistem Pendataan Calon Peserta UN online adalah berupa halaman web yang diletakkan pada situs World Wide Web (www). Sehingga memungkinkan user melakukan proses entry pendaftaran siswa melalui jaringan internet tanpa harus menggunakan aplikasi khusus.

    Detail spesifikasi browser yang disarankan adalah:
    Nama Browser : Google Chrome / Mozilla Firefox
    Produksi : Google / Mozilla

    2.2 Microsoft Excel
    Merupakan suatu aplikasi keluaran Microsoft Corporation yang digunakan untuk menampilkan informasi dalam bentuk spreadsheet. Aplikasi ini dibutuhkan untuk mendukung sistem Pendataan Calon Peserta UN Online karena Laporan yang dihasilkan ada dalam bentuk xls (entension dari microsoft excel). Sehingga dengan bantuan atau fitur-fitur yang tersedia di microsoft excel memungkinkan Anda untuk mempercantik bentuk tampilan laporan sebelum Anda mencetaknya.

    Detail spesifikasi minimum yang diminta adalah :
    Nama : Microsoft Excel versi 2007 atau diatasnya
    Produksi : Microsoft

    3. SITUS WEB ENTRY DATA
    Situs Pendataan Calon Peserta UN merupakan situs khusus yang digunakan oleh operator untuk melakukan proses pengentrian data siswa. Dimana di dalam situs operator ini diperlukan suatu account khusus yang diberikan untuk login ke dalam sistem dengan proteksi khusus.

    Sistem login ini akan menetukan otorisasi atau hak akses dari masing-masing operator Provinsi/Kabupaten/Kota/Sekolah mengenai modul-modul yang boleh diakses oleh operator sesuai dengan ketentuan yang diberikan. Dan juga digunakan untuk mengidentifikasi operator tersebut.

    4. AUTO LOG OUT
    Pada sistem ini terdapat fasilitas auto log out. Maksudnya yaitu bila dalam periode tertentu Anda tidak melakukan aktifitas apa pun terhadap sistem maka sistem secara otomatis akan log out atau kembali ke form login. Sehingga jika Anda harus memasukkan kembali account Anda untuk masuk ke dalam Sistem yang sudah log out.

    5. DOWNLOAD FILE
    Pada sistem Pendataan Online terdapat mekanisme perolehan file data laporan dari sistem mengenai daftar siswa atau statistik yang bisa anda download dari server Pendataan Online ke dalam terminal komputer Anda. Dimana ketika Anda mendownload file Anda akan menjumpai kotak dialog download file yang muncul di halaman situs web yang sedang aktif. Dibawah ini merupakan pilihan respons dari kotak dialog download file yaitu:

    Open
    Menyatakan bahwa Anda akan membuka file tersebut dengan program yang telah terregistrasi dengan format file yang akan Anda Download.

    Save
    Menyatakan bahwa Anda akan menyimpan file tersebut ke dalam komputer Anda / ke dalam media penyimpanan yang telah ditentukan untuk dibuka di suatu waktu. Disarankan Anda menyimpan file tersebut dengan menambah nama file yang sudah diberikan otomatis dengan menambah tanggal waktu download agar mudah dikenali, misalnya Anda akan mendownload file biodata siswa tanggal 12-11-2019 disarankan menggunakan nama file “BIO0101_12112019.zip”

    Cancel
    Menyatakan bahwa Anda akan melakukan proses pembatalan download file dari server Pendataan Online ke terminal komputer Anda / media tempat penyimpanan lain .

    PENGGUNAAN MODUL
    Identifikasi User
    Sistem Pendataan Calon Peserta UN online ini telah dilengkapi dengan prosedur keamanan data sehingga hanya user yang memiliki otorisasi saja yang bisa mengakses atau melakukan poses pengentryan data pendataan siswa. Dalam hal ini yang dimaksud dengan user adalah operator masing- masing Provinsi/Kabupaten/Kota/Sekolah. Setiap user akan memiliki user name dan password yang bersifat unik yang digunakan untuk login ke dalam sistem pada saat akan melakukan proses pengentryan data. Identitas masing-masing user telah terekam di dalam Database server online sehingga pada saat user login akan otomatis teridentifikasi nama operator yang melakukan login ke dalam sistem.

    Melalui sistem ini setiap operator Provinsi/Kabupaten/Kota/Sekolah diberikan hak untuk menentukan/mengganti password sendiri yang nantinya digunakan untuk login ke dalam sistem pada saat akan mengentry data siswa.

    1. LOGIN KE DALAM SISTEM
    login capesun
    Tampilan Form Login
    Pertama-tama yang harus Anda lakukan sebelum melakukan proses pengentryan data siswa adalah melakukan login ke dalam sistem. Untuk login ini Anda harus mengetahui username dan password yang telah diberikan.

    Prosedur Login, adalah :
    Langkah 1 : Pada saat pertama kali dibuka maka Anda akan berada di halaman web form login
    Langkah 2 : Masukkan Username pada kolom User Name dan password pada kolom Password
    Langkah 3 : Masukkan kode Captcha sesuai dengan yang muncul di layar pada kolom Security Code
    Langkah 4 : Klik tombol Login. Bila muncul pesan kesalahan berarti Anda salah memasukkan User Name atau Password, Anda harus mengulangi pengisiannya
    Langkah 5 : Selanjutnya bila telah berhasil login Anda akan di bawa ke modul Utama Sistem yang berisi Informasi pengguna yang sesuai dengan profil Anda.

    Note:
    Mohon diperhatikan bahwa ketika Anda telah login ke dalam sistem dan berada pada modul utama, jangan sampai Anda menekan tombol Back dan Refresh yang terdapat pada menu browser Internet Explorer. Hal ini akan menyebabkan Anda terlempar ke luar dari sistem, sehingga menyebabkan perubahan data yang telah Anda lakukan tidak akan masuk ke dalam Database. Untuk kembali ke dalam sistem Anda harus melakukan prosedur login di dalam form login.

    2. INFORMASI PENGGUNA
    Setelah Anda login ke dalam sistem maka Anda akan berada di dalam modul utama dari sistem online ini yang akan menampilkan informasi pengguna yang sedang login. Dimana Anda bisa melihat nama dan unit kerja Anda apakah sesuai atau tidak dengan User ID Anda jika tidak sesuai mohon laporkan kasus ini pada Panitia Pendataan Calon Peserta UN Online pusat di Puspendik.
    info pengguna

    Modul yang dapat ditangani oleh operator provinsi akan otomatis muncul sesuai dengan hak akses yang telah ditentukan. Misal jika user tidak memiliki hak akses untuk menginput siswa maka menu tersebut tidak akan muncul.

    Note:
    Setelah Anda login ke dalam sistem dan berada pada modul utama, sebaiknya anda melengkapi data identitas pada menu “EDIT ACCOUNT”. Hal ini mengetahui informasi lengkap dari user.

    Data Master
    Pada modul data master ini terdapat tiga sub menu lagi yaitu menu Master Propinsi, Master Kota/Kabupaten dan Master Sekolah. Modul – modul ini digunakan untuk melakukan setup (tambah, edit dan hapus) terhadap data- data master propinsi, kota/kabupaten dan juga sekolah yang akan digunakan di dalam system. User Provinsi/Kota/Kabupaten/Sekolah dapat melengkapi data-data yang diperlukan. User pusat yang bisa melakukan proses penambahan dan penghapusan data master sedangkan user propinsi, kabupaten/kota dan sekolah tidak diberikan akses terhadap modul ini.

    Untuk lebih jelasnya mengenai Modul ini akan dijelaskan di bawah ini.

    1. KOTA KABUPATEN
    Modul ini digunakan untuk melakukan setup terhadap data master Kota/Kabupaten.

    Prosedur Edit Data Kota Kabupaten, adalah:
    Langkah 1 : Pilih Kota Kabupaten yang akan Anda edit di grid
    Langkah 2 : Klik Command Edit (gambar pencil) yang ada pada grid kolom paling kiri
    Langkah 3 : Lakukan proses editing seperti ganti nama dinas dan lain sebagainya
    Langkah 4 : Klik tombol simpan untuk menyimpan data perubahan ke dalam database

    Untuk proses delete langkahnya tinggal pilih Kota Kabupaten yang akan dihapus lalu klik command delete yang ada di kolom paling kanan di grid .

    2. SEKOLAH
    Pada dasarnya proses untuk setup master sekolah tidak jauh berbeda dengan proses master Kota/Kabupaten sehingga tidak akan dijelaskan secara lebih rinci.
    form sekolah
    Tingkatan : Tingkatan sekolah default SMP/MTs
    Propinsi : Propinsi default Login user
    Kota/Kab : Pilih kota/kab yang akan di tampilkan
    Status : Pilih status sekolah yang akan di tampilkan (Negeri/Swasta/ ALL)
    Jenis Sekolah : Centang jenis sekolah yang akan di tampilkan (SMP/MTs/SMP Terbuka/SMPLB)

    Hak Akses
    Hak akses ini merupakan modul untuk melakukan setup hak akses ataupun melakukan reset password terhadap user kota/kabupaten dan sekolah di dalam system. Dimana modul hak akses ini merupakan modul yang berjenjang. Misalnya User propinsi bisa menentukan hak akses dan juga mereset password terhadap kota/kabupaten dan juga sekolah yang berada di propinsinya, dan kota/kabupaten pun bisa menentukan hak akses dan juga mereset password terhadap sekolah-sekolah yang berada di kota/ kabupatennya. Sedangkan yang menentukan hak akses propinsi adalah user pusat.

    Di dalam hak akses ini user dengan jenjang lebih tinggi bisa menentukan hak akses dari user yang berada di bawahnya apakah hanya view saja atau pun full akses. Tetapi untuk mengubah user hak aksesnya menjadi full maka user yang akan diubah hak aksesnya tersebut harus melakukan proses ganti password terlebih dahulu.

    1. KOTA/KABUPATEN
    Prosedur ini hanya bisa dilakukan oleh user Provinsi
    Langkah 1 : Pilih Menu Hak Akses, lalu pilih Kota/Kabupaten
    Langkah 2 : Pilih Kota/Kabupaten atau nama user tambahan yang akan Anda ubah hak aksesnya
    Langkah 3 : Selanjutnya jika Anda akan mengubah hak akses pilih hak aksesnya apakah Rayon (Full) atau Rayon (View).
    Langkah 4 : Klik Tombol Update untuk mengubah hak aksesnya.
    Langkah 5 : Jika Anda akan mereset password dari username Kota/Kabupaten yang telah Anda pilih klik tombol Reset Password. (Reset password akan mengembalikan password ke kondisi default password awal)

    2. SEKOLAH
    Default untuk hak akses sekolah hanya View yang mana hanya diberikan hak untuk mengakses beberapa menu saja, Bila sekolah hendak diberikan hak Akses yang Full maka sekolah tersebut harus mengganti password awal yang diberikan. Dan User Prov atau Rayon bisa merubah Hak aksesnya. Hal ini harus dicermati secara teliti agar tidak terjadi kesalahan.

    Biodata Siswa
    Pada menu biodata siswa ini terdapat empat sub menu yaitu Entri Nopes UASBN, Entri Siswa tambahan, Edit biodata, dan Edit Per Field.

    1. EDIT BIODATA
    Edit biodata ini digunakan untuk mengedit biodata siswa yang telah terinput di suatu sekolah. Dimana setelah kita input siswa pada proses Entri Nopes UASBN langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah melakukan proses edit terhadap siswa tersebut seperti mengupdate nama orang tua, hobi, transportasi, jarak pekerjaan ortu dan lain sebagainya

    Prosedur Edit Biodata, adalah:
    Langkah 1 : Pilih Biodata Siswa, lalu pilih Edit biodata
    Langkah 2 : Pilih siswa yang akan Anda Edit lalu klik Command edit yang ada di grid kolom paling kiri (gambar pencil)
    Langkah 3 : lakukan proses editing seperti isi nama ortu, alamat, dan lain sebagainya
    Langkah 4 : Klik tombol simpan jika telah selesai

    2. EDIT PER FIELD
    Edit Per Field ini digunakan untuk mengedit data-data siswa yang telah terinput di suatu sekolah secara global perfield misal jika disuatu sekolah terdapat 200 siswa dan kita akan mengedit NISN dari 200 siswa tersebut maka modul ini bisa digunakan dengan memilih field NISN lalu klik edit maka seluruh siswa bisa langsung diedit no induknya secara bersamaan.

    Prosedur Edit Per Field, adalah:
    Langkah 1 : Pilih Biodata Siswa, lalu pilih Edit Per Field
    Langkah 2 : Masukkan kelas yang akan Anda Edit Fieldnya (kosongkan jika Anda memilih semua kelas).
    Langkah 3 : Pilih field yang akan Anda Edit
    Langkah 4 : Klik tombol Edit
    Langkah 5 : Lakukan proses editing
    Langkah 6 : Klik Tombol Simpan

    Note: Jika Anda akan mengedit No Absen maka kelas harus diisi.

    DOWNLOAD
    Download ini merupakan suatu modul yang digunakan untuk mendowload data kota/kabupaten ataupun siswa ke dalam format DBF yang nantinya akan digunakan untuk mengupdate database pada program biodata offline. Jadi jika operator akan melakukan proses edit misal data sekolah atau kota/kabupaten maka sekolah tersebut harus melakukan proses edit di system online kemudian mendownload data tersebut lalu gantikan file ke data base di program offlinenya. Menu Download ini terbagi menjadi tiga submenu yaitu download Kota/Kabupaten, Download Sekolah dan Download Siswa.

    Selengkapnya mengenai Buku Manual (Panduan) Pendataan Calon Peserta UN 2019 SMP MTs SMPTK ini silahkan  unduh pada link di bawah ini:

    Unduh File:
    Buku Manual Online Pendataan Calon Peserta UN SMP-MTs-SMTK 2019 
    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Buku Manual (Panduan) Pendataan Calon Peserta UN 2019 SMP MTs SMPTK. Semoga bisa bermanfaat.

    sumber: www.berkasedukasi.com

    Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi

    Diposkan Oleh On November 07, 2018

    Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi
    Guru sebagai pendidik pada jenjang satuan pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik sehingga menjadi determinan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Pentingnya peran guru dalam pendidikan diamanatkan dalam Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3 yang berbunyi: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik. Sudah sangat jelas fungsi guru dalam mengembangkan kemampuan peserta didik dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonsia

    Peran guru profesional dalam pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar peserta didik dan mengahasilkan lulusan yang berkualitas. Guru profesional adalah guru yang kompeten dalam membangun dan mengembangkan proses pembelajaran yang baik dan efektif sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang pintar dan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut menjadikan kualitas pembelajaran sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama menyangkut kualitas lulusan peserta didik.

    Pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan program yang dikembangkan sebagai upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada tahun 2018 telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS).

    Peningkatan kualitas peserta didik salah satunya dilakukan oleh guru yang berfokus padapeningkatan kualitas pembelajaran di kelas dengan berorientasi pada keterampilanberpikir tingkat tinggi. Desain peningkatan kualitas pembelajaran ini merupakan upayapeningkatan kulaitas peserta didik yang pada akhirnya meningkatkan kualitas Pendidikandi Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, maka diperlukan sebuah buku pegangan guruyang memberikan keterampilan mengembangkan pembelajaran yang berorientasi padaketerampilan berpikir tingkat tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaranyang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas lulusan peserta didik.

    Dengan adanya Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan BerpikirTingkat Tinggi ini diharapkan dapat menjembatani pemahaman para guru dalam halperencanaan dan pelaksanaan pembelajaran lebih baik lagi sehingga mereka dapatmeningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia

    Download Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi

    Untuk lebih jelasnya mengenai Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi ini silakan bisa Anda unduh melalui tautan link yang kami sediakan berikut ini.

    Unduh File :
    Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi
    Demikian informasi atau postingan singkat mengenai Buku Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi yang dapat Guru Madrasah sampaikan. Semoga bermanfaat...Aamiin.


    Buku Ice Breaking For Teacher, Untuk Efektifitas Pembelajaran

    Diposkan Oleh On November 06, 2018

    ice breaking for teacher
    Ice Breaking atau kegiatan hiburan adalah proses kegiatan peralihan situasi dari kondisi yang menjenuhkan, membosankan, menegangkan serta lainnya menjadi kondisi yang santai dan nyaman, dengan tujuan agar perhatian kembali tertuju pada materi yang diajarkan.

    Ice breaking akan menjadi sebuah hal yang menarik saat penerima ice breaking tidak mengetahui alur dari ice breaking tersebut. Singkatnya ice breaking yang diberikan merupakan hal baru bagi para peserta ice breaking. Jika, penerima atau peserta ice breaking mengetahui alur ice breaking yang akan diberikan, maka ice breaking akan menjadi kurang segar saat diberikan dan tidak menimbulkan efek menghibur yang signifikan.

    Ice Breaking sangat diperlukan oleh dalam proses pembelajaran karena ice breaking berperan sebagai pemberi energi tambahan. Memanfaatkan ice breaking sebagai selingan akan meningkatkan fokus pelajaran dari para siswa. Siswa yang jenuh memikirkan pelajaran akan merasa diberi sebuah ruang untuk sejenak berfikir ringan (melupakan sebentar pelajaran yang sedang diajarkan).

    Hal seperti ini tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi seorang siswa. Mengapa demikian? Karena siswa akan dibawa kedalam sebuah pemikiran yang tidak mereka terka-terka sebelumnya. Pemberian ice breaking akan menjadi sebuah hal yang baru dan segar bagi seorang siswa, namun jika ice breaking yang diberikan merupakan produk lama maka akan menjadikan hal yang membosankan. Karena pemirsanya sudah tentu bisa menerka hal yang akan terjadi selama ice breaking atau alur ice breaking tersebut sudah dibaca di awal sehingga menjadi tidak menarik.

    Bagaimana Cara Guru Memberikan Ice Breaking?

    Kita akan berfokus pada ice breaking yang diberikan oleh guru. Sebenarnya kalau kita melihat di sekolah banyak sekali guru yang melakukan ice breaking dengan atau tanpa mereka sadari. Guru akan memberikan selingan ditengah-tengah kegiatan pembelajaran agar peserta didiknya kembali fokus kepada materi yang diajarkan.

    Pendidik tentunya tidak menutup mata dan telinga mereka rapat-rapat, mereka tentu tahu bahwa kemampuan menyimak dan fokus peserta didiknya memiliki ketahanan yang terbatas. Artinya jika ambang batas ke kuatan mereka menyimak sudah selesai maka materi yang diberikan pun akan terbuang sia-sia dan siswa cenderung untuk tidak mampu menerima pelajaran lebih lanjut (berubah menjadi jenuh).

    Pemberian ice breaking paling tepat diberikan pada waktu yang kritis, yaitu saat kondisi siswa mengalami kelelahan dan kejenuhan yang sangat tinggi. Kondisi ini terjadi biasanya saat mereka menerima pembelajaran yang sangat berat atau materi yang sulit, pelajaran pada waktu siang hari (mendekati pulang sekolah) dan kondisi lainnya. Kondisi-kondisi kritis seperti ini paling tepat untuk dihadirkan ice breaking.

    Nah, jika bapak/ibu guru berminat untuk berlatih Ice Breaking, berikut beberapa Ice Breaking yang telah disusun oleh Bapak Ferdinal Laferdy dari Shafira Tama Edukasi, semoga dapat membatu guru-guru di Nusantara.

    Unduh File :
    Ice Breaking For Teacher
    Demikian postingan dari Guru Madrasah mengenai Buku Ice Breaking For Teacher, Untuk Efektifitas Pembelajaran. Semoga bermanfaat...

    Buku Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS)

    Diposkan Oleh On November 05, 2018

    hots
    Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik yang meliputi aspek: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian sikap dilakukan oleh pendidik untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik. Penilaian pengetahuan dilakukan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta didik, sedangkan penilaian keterampilan dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu. Penilaian hasil belajar oleh pendidik i n i bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.

    Penyempurnaan kurikulum 2013 antara lain pada standar isi diperkaya dengan kebutuhan peserta didik untuk berpikir kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional, sedangkan pada standar penilaian memberi ruang pada pengembangan instrumen penilaian yang mengukur berpikir tingkat tinggi. Penilaian hasil belajar diharapkan dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills /HOTS), karena berpikir tingkat tinggi dapat mendorong peserta didik untuk berpikir secara luas dan mendalam tentang materi pelajaran.

    Penilaian berorientasi HOTS bukanlah sebuah bentuk penilaian yang baru bagi guru dalam melakukan penilaian. Tetapi penilaian berorientasi HOTS ini memaksimalkan keterampilan guru dalam melakukan penilaian. Guru dalam penilaian ini harus menekankan pada penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan yang bisa meningkatkan keterampilan peserta didik dalam proses pembelajaran berorientasi HOTS.

    Peran guru profesional dalam pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar peserta didik dan mengahsilkan lulusan yang berkualitas. Guru profesional adalah guru yang kompeten dalam membangun dan mengembangkan proses pembelajaran yang baik dan efektif sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang pintar dan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut menjadikan kualitas pembelajaran sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama menyangkut kualitas lulusan peserta didik.

    Pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan program yang dikembangkan sebagai upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada tahun 2018 telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter dan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS).

    Peningkatan kualitas peserta didik salah satunya dilakukan melalui peningkatan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kualitas pembelajaran juga perlu diukur dengan penilaian yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS). Sejalan dengan hal tersebut, maka diperlukan sebuah buku pegangan guru yang memberikan keterampilan penilaian pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas penilaian yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas lulusan peserta didik.

    Dengan adanya Buku Pegangan Penilaian Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi ini diharapkan dapat menjembatani pemahaman para guru dalam hal penilaian pembelajaran lebih baik lagi sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia.

    Download Buku Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS)

    Untuk lebih jelasnya mengenai Buku Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS) ini silakan rekan-rekan guru dapat mengunduhnya melalui tautan link berikut ini.

    Unduh File :
    Buku Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS)
    Demikian informasi mengenai Buku Penilaian Berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS) yang dapat Guru Madrasah sampaikan. Semoga bermanfaat...

    Mekanisme Pendataan Calon Peserta Ujian Nasional Melalui Emis Tahun Pelajaran 2018-2019

    Diposkan Oleh On November 02, 2018

    PENDATAAN CAPESUN EMIS 2018
    Education Management Information System (EMIS) merupakan sebuah metode manajemen formal dalam penyediaan informasi pendidikan yang akurat dan tepat waktu sehingga proses pengambilan keputusan, perencanaan, pengembangan proyek, dan fungsi-fungsi manajemen pendidikan lainnya dapat dilaksanakan secara efektif. Dalam pengertian lain EMIS adalah sekelompok informasi dan dokumentasi yang terorganisasi dalam melaksanakan pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, analisis, dan penyebaran informasi yang digunakan untuk manajemen dan perencanaan pendidikan. Sistem EMIS digunakan untuk mengatur data dan informasi pendidikan dalam jumlah besar yang dapat dibaca, diambil kembali, diproses, dianalisis, dan disajikan dan disebarkan.

    Inti dari pengertian tersebut adalah sebuah sistem informasi manajemen pendidikan yang mengatur data dan informasi pendidikan untuk disimpan, dikelola, dianalisis, dan digunakan dalam pengambilan keputusan pendidikan.

    Pada tanggal 31 Oktober 2018 telah dilaksanakan Koordinasi Pendataan Ujian Nasional Tahun 2019 oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemdikbud yang bertempat di Jakarta.

    Dalam rapat tersebut menghasilkan sebuah Petunjuk Pelaksanaan atau Juklak tentang Mekanisme Pendataan Calon Peserta Ujian Nasional Melalui Emis Tahun Pelajaran 2018-2019. Adapun juklak tersebut dapat Anda unduh pada akhir postingan ini pada link yang telah kami sediakan.

    Tujuan Emis

    1. Menelola data pokok Pendidikan Islam.
    2. Mendukung program kerja unit-unit kerja di lingkup Ditjen Pendis terkait dengan penyediaan data dan informasi pendidikan Islam yang lengkap, akurat dan tepat waktu.
    3. Menyediakan data untuk perencanaan dan penganggaran program Pendidikan Islam.
    4. Meningkatkan kinerja tata kelola data dan informasi pendidikan Islam.

    Peluang dan Tangtangan EMIS

    Peluang :
    • EMIS semakin dikenal dan menjadi brand Ditjen Pendis bahkan Kemenag.
    • EMIS sebagai referensi utama data perencanaa dan pengambilan kebijakan.
    • Semakin tingginya kesadaran pimpinan akan pentingnya data yang terintegrasi. EMIS diharapkan menjadi sumber utama data pendidikan Islam.
    • Terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 440 tahun 2018 tentang Pengelolaan Data dan Informasi pada Kementerian Agama.
    Tantangan :
    • Semakin dikenal, tuntutan dari berbagai pihak terhadap EMIS semakin besar.
    • Munculnya sistem-sistem pengelolaan data yang lain dilingkup Pendis.
    • Tuntutan akan terwujudnya integrasi/sinkronisasi data (Internal dan eksternal)
    • Tuntutan untuk selalu berinovasi mengikuti perkembangan teknologi, dan
    • Keterbatasan anggaran pendataan dan SDM pengelola data.
    Dan untuk lebih jelasnya mengenai Mekanisme Pendataan Calon Peserta Ijian Nasional Melalui Emis Tahun Pelajaran 2018-2019 ini bisa Anda unduh melalui tautan link yang kami sediakan dibawah ini.

    Unduh File :
    Mekanisme Pendataan Calon Peserta Ujian Nasional Melalui Emis TP 2018-2019
    Demikian informasi mengenai Juklak atau Juknis tentang Mekanisme Pendataan Calon Peserta Ujian Nasional Melalui Emis Tahun Pelajaran 2018-2019 yang dapat Blog Guru Madrasah sampaikan. Semoga bermanfaat

    Panduan Penggunaan Aplikasi Rapor Digital Madrasah MI,MTs dan MA Tahun 2018

    Diposkan Oleh On November 01, 2018

    ard madrasah 2018
    Dalam rangka efektifitas dan efisiensi pengelolaan penilaian hasil pembelajaran di madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, telah menerbitkan SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 5161 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar pada MI, Nomor 5162 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar pada MTs dan Nomor 3751 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Hasil Belajar pada MA, disertai dengan Aplikasi Rapor Digital (ARD) Madrasah baik jenjang MI, MTsdan MA

    Aplikasi Rapor Digital (ARD) Madrasah tersebut diterapkan pada Madrasah Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, disampaikan hal-hal sebagai berikut:
    1. ARD Madrasah diterapkan mulai semester ganjil Tahun Pelajaran 2018-2019;
    2. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi segera melakukan sosialisasi kepada Kemenag Kabupaten/Kota dan Madrasah di wilayahnya;
    3. Penggunaan ARD Madrasah TIDAK DIPUNGUT BIAYA;
    4. Alamat ARD Madrasah: www.sikurma.kemenaq.go.id/ard
    5. Setiap madrasah akan mendapat Username dan Pasword dari Tim Teknis Kanwil Kemenag Provinsi;
    6. Bila mengalami kendala penggunaan ARD Madrasah dapat menghubungi Tim Teknis/lnstruktur di provinsi masing-masing.
    Aplikasi Rapor Digital Madrasah dapat diakses langsung melalui alamat http://sikurma.kemenag.go.id/ard/ dan memilih jenjang madrasah yang tersedia. Di bawah ini alamat url untuk masing-masing jenjang MI MTs dan MA:
    Untuk lebih jelasnya mengenai Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 1594/DJ.I/DT.II.I/KS.00/10/2018 tentang Penggunaan Aplikasi Rapor Digital Madrasah MI, MTs dan MA tahun 2018 dan juga lampiran Panduan Penggunaan Aplikasi ARD ini silahkan bisa rekan-rekan guru atau operator madrasah unduh pada link di bawah ini:

    Download File:

    Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Panduan ARD Madrasah.pdf
    Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Panduan Penggunaan Aplikasi Rapor Digital Madrasah MI,MTs dan MA 2018. Semoga bisa bermanfaat.
    Sumber: http://pendis.kemenag.go.id 

    Prosedur Penyelenggaran Seleksi dengan Metode CAT (Computer Assisted Test) BKN untuk CPNS

    Diposkan Oleh On October 31, 2018

    Computer Assisted Test
    Menurut Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dimaksut dengan pengertian Computer Assisted Test (CAT) adalah suatu metoda seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendaptkan standart minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS. Standart kompetensi dasar pelamar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil ) diperlukan untuk mewujudkan profesionalisme PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan CAT dipercaya bisa menjamin standar kompetensi dasar CPNS dalam TKD (Tes Kompetensi Dasar)

    Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Renovasi Bangunan SMA 2018

    Diposkan Oleh On October 27, 2018

    pedoman renovasi bangunan sma 2018
    Kondisi bangunan sekolah seiring dengan bertambahnya usia layan akan mengalami penurunan keandalan bangunan dan nilai estetika. Penurunan keandalan ini dapat diakibatkan oleh pola penggunaan bangunan, kondisi cuaca dan perubahan fungsi ruang. Kondisi bangunan sekolah yang menurun keandalannya akan berpengaruh pada performansi fungsi bangunan. Pada sisi lain nilai estetika bangunan SMA khususnya pada bangunan-bangunan SMA dengan model standar, seiring dengan berjalannya waktu perlu menyesuaikan dengan perkembangan arsitektur lingkungan. Untuk itu upaya peningkatan kualitas dan kondisi fisik bangunan, atau yang dikenal sebagai Renovasi Sekolah perlu dilakukan pada bangunan-bangunan SMA.

    Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 menjadi payung hukum dalam upaya Renovasi Sekolah sekolah. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 dan PP Nomor 36 Tahun 2008 menjelaskan bahwa persyaratan pemenuhan fungsi utama bangunan ditinjau pada dua persyaratan teknis yaitu, 1) persyaratan tata bangunan dan lingkungan; 2) persyaratan keandalan bangunan, khususnya terhadap aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Aspek-aspek tersebut menjadi salah satu pertimbangan dasar perlunya dilakukan upaya Renovasi Sekolah SMA.

    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 menyebutkan bahwa usia bangunan SMA dipersyaratkan dapat berfungsi dengan baik hingga 20 tahun. Namun pada umumnya dijumpai di berbagai daerah banyak bangunan SMA, melalui upaya 20 tahun, tinjauan perlunya Renovasi Sekolah merupakan bentuk tanggung jawab teknis dari pengguna bangunan. Direktorat Pembinaan SMA pada tahun 2013 telah melaksanakan kegiatan renovasi pada sekilah-sekolah sasaran. Hasil pengamatan di lapangan menunjukan bahwa kondisi bangunan-bangunan SMA yang telah direnovasi menunjukkan peningkatan kualitas fungsi dan perwajahan sekolah yang lebih baik, dan menunjang peningkatan kualitas dan standar ruang belajar dan ruang penunjang yang ada di lingkungan sekolah.

    Pertimbangan dari kondisi faktual bangunan sekolah dan pemenuhan terhadap prasyarat teknis dari aspek hukum dari suatu bangunan sekolah, menjadi dasar perlunya upaya kegiatan Renovasi Sekolah SMA oleh Direktorat Pembinaan SMA. Program ini dijalankan dengan mengedepankan identifikasi dan pemenuhan syarat teknis yang diperlukan bagi pelaksanaan Renovasi Sekolah pada sekolah yang menjadi sasaran.

    Tujuan
    Tujuan pelaksanaan kegiatan Renovasi Sekolah SMA adalah:
    1. Meningkatkan kualitas dan kondisi fisik bangunan SMA, sehingga dapat memenuhi fungsinya sebagai prasarana pendidikan dan pembelajaran di sekolah;
    2. Terpenuhinya aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan dari prasyarat teknis bangunan, oleh pengguna dan pengelola bangunan SMA;
    3. Membangun citra baru bangunan SMA yang tertata dan berpenampilan menarik, tidak kusam dan biasa.
    Sasaran Renovasi
    Sasaran bantuan adalah 100 paket Renovasi Sekolah untuk sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria dan persyaratan sebagai penerima bantuan;

    Satuan Biaya Bantuan Pemerintah
    Nilai satuan biaya (unit cost) bantuan pemerintah Renovasi Sekolah SMA disesuaikan dengan Indek Kemahalan Konstruksi (IKK) pada masing-masing Kabupaten/Kota. Data IKK yang digunakan adalah publikasi dari Biro Pusat Statistik yaitu Indek Kemahalan Konstruksi Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2017.

    Penerima dan Pelaksanaan BantuanPenanggung jawab bantuan adalah Kepala Sekolah, sebagai wakil dari Sekolah. Sedangkan Pelaksanaan bantuan adalah Panitia Pembangunan yang dibentuk oleh Kepala Sekolah.

    Kriteria dan Persyaratan Penerima Bantuan
    Diprioritaskan pada SMA yang memiliki kondisi, diantaranya:
    1. Usia bangunan SMA lebih dari 20 tahun;
    2. Sasaran bangunan yang direnovasi adalah perwajahan bagian depan sekolah;
    3. Sebagian besar kondisi bangunan lama, sudah tidak layak fungsi sehingga dapat membahayakan atau mengganggu ketenangan dalam proses belajar mengajar;
    4. Mengalami musibah (kebakaran, bangunan runtuh, kerusuhan, dll) atau bencana alam (rob, gempa, banjir, longsor, dll);
    5. Memiliki kemampuan dan komitmen internal dalam bentuk dana sharing (imbal swadaya), untuk mendukung penyelesaian lingkup pekerjaan renovasi yang telah direncanakan khususnya untuk pekerjaan non standar atau luasan bangunan tambahan yang akan direnovasi;
    6. Memiliki dokumen masterplan sebagai rencana pengembangan sekolah jangka panjang;
    7. Renovasi Sekolah diarahkan pada sebagian atau keseluruhan dari bangunan lama yang akan dipugar atau dibongkar, dan selanjutnya dibangun kembali dengan tampilan dan disain bangunan baru sesuai dengan site plan sekolah;
    8. Bangunan sekolah yang masuk kategori cagar budaya, tidak diperkenankan menjadi sasaran bangunan yang akan direnovasi;
    9. Melakukan proses pengurusan penghapusan aset, khususnya pada sasaran bangunan renovasi yang sudah tidak mendukung fungsi bangunan yang dibutuhkan sesuai dengan perencanaan pengembangan sekolah;
    10. Untuk bangunan yang akan direnovasi namun tidak melalui proses penghapusan aset, maka klausulnya menjadi peningkatan fungsi bangunan;
    11. Proses penghapusan aset dikeluarkan oleh pejabat daerah yang berwenang dan diterima oleh pihak sekolah, serta selanjutnya ditembuskan kepada Direktorat PSMA;
    12. Kategorisasi lingkup Renovasi Sekolah sekolah: a. Kategori I, dengan kondisi lingkup renovasi mencakup: Mengembalikan fungsi ruang sehingga layak digunakan kembali; b. Kategori II, dengan kondisi lingkup renovasi mencakup: Mengembalikan fungsi ruang sehingga layak digunakan kembali; Terjadinya penambahan kapasitas dan jenis fungsi ruang; c. Kategori III, dengan kondisi lingkup renovasi mencakup: Mengembalikan fungsi ruang sehingga layak digunakan kembali; Penambahan kapasitas dan jenis fungsi ruang, serta perubahan alokasi fungsi ruang; Perubahan model tampak bangunan dan/atau penambahan asesoris bangunan;
    13. Bangunan yang akan direnovasi berada di atas tanah yang memiliki kejelasan status sebagai hak milik sekolah, yang diperkuat dengan penyertaan sertifikat hak milik dan/atau akta jual beli (sertifikasi sedang dalam proses);
    14. Bantuan renovasi tidak diperuntukkan untuk pembangunan bangunan baru;
    15. Pencapaian kualitatif yang harus dipenuhi dari bangunan yang telah direnovasi adalah: a. Peningkatan nilai fungsi bangunan; b. Disain dan tata letak bangunan yang baru; c. Bangunan dipugar dan dibangun baru; d. Kapasitas bangunan yang baru;
    16. Sekolah telah mengisi data online dengan alamat http://pendataan.dikmen.kemendikbud.go.id, dibuktikan dengan dilampirkannya no NSPN untuk sekolah yang bersangkutan;
    17. Tidak termasuk sekolah yang belum menyampaikan laporan.

    Prinsip-Prinsip Bantuan Renovasi Sekolah SMA
    1. Partisipatif. Pengelolaan bantuan dilakukan, direncanakan, dikerjakan dan diawasi sendiri dengan melibatkan warga sekolah dan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam memberikan dukungan terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pekerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sedangkan untuk peralatan melalui penyedia barang dengan menerapkan prinsip-prinsip pengadaan barang/jasa yaitu efesiensi, efektifitas dan mengutamakan produk dalam negeri serta dapat dipertanggungjawabkan.
    2. Transparan. Pengelolaan dana bantuan harus dilakukan secara terbuka agar warga sekolah dan masyarakat dapat memberikan saran, kritik, serta melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan pekerjaan.
    3. Akuntabel. Pengelolaan dana bantuan harus dapat dipertanggungjawabkan secara kualitas, kuantitas pekerjaan maupun penggunaan keuangan, sesuai dengan proposal yang telah disetujui.
    4. Demokratis. Penyusunan perencanaan, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah ditempuh melalui jalan musyawarah/mufakat dengan memberikan kesempatan kepada setiap individu mengajukan saran, kritik atau pendapat.
    5. Efektif dan Efisien. Pemanfaatan dana bantuan harus efektif dan efisien. Hindari pemborosan dan penggunaan uang untuk pekerjaan yang kurang bermanfaat. Utamakan pemberdayaan potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh warga sekolah dan masyarakat sekitar.

      Download Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Renovasi Bangunan SMA Tahun 2018

      Selengkapnya mengenai Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Renovasi Bangunan SMA Tahun 2018 ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

      Download File:
      Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Renovasi Bangunan SMA Tahun 2018
      Demikian yang bisa Guru Madasah sampaikan mengenai Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Renovasi Bangunan SMA Tahun 2018. Semoga bisa bermanfaat.

      sumber: https://psma.kemdikbud.go.id

      Pedoman Pelaksanaan Bantuan Pemerintah USB (Unit Sekolah Baru) SMA Tahun 2018

      Diposkan Oleh On October 27, 2018

      usb sma 2018
      Penyediaan prasarana layanan pendidikan menengah dalam bentuk pembangunan unit sekolah baru (USB), merupakan wujud kegiatan dalam mendukung program pendidikan menengah universal dan rintisan wajib belajar 12 (dua belas) tahun. Sehingga akan memperluas daya tampung bagi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau sederajat yang memiliki minat melanjutkan pendidikan ke SMA.

      Juknis Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja PAI Siswa SMA/SMK Tahun 2018

      Diposkan Oleh On October 25, 2018

      lkir 2018
      Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Lebih lanjut dalam Bab III Pasal 4 ditegaskan, penyelenggaraan pendidikan setidaknya harus memenuhi prinsip-prinsip ( 1) sebagai suatu proses pemberdayaan dan pembudayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat; (2) diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas.

      Jadwal Updating Data Emis Madrasah, PD-Pontren dan PAI Semester Ganjil 2018-2019

      Diposkan Oleh On October 24, 2018

      updating emis 2018-2019
      Pemutakhiran data Emis Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019 akan dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan. Tepatnya pendataan akan dibuka sejak tanggal 23 Oktober 2018 dan berakhir pada 21 Desember 2018. Namun bukan berarti setiap lembaga (madrasah) memiliki waktu selama dua bulan untuk menyelesaikan pendataan emis. Karena total waktu yang dialokasikan tersebut akan dibagi dalam jadwal pergelombang/wilayah yang nantinya rekan-rekan operator bisa mengunduh jadwal pada akhir psotingan kali ini.

      Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam nomor 4175/DJ.I/Set.I/OT.01.1/10/2018 tertanggal 22 Oktober 2018 tentang Pengantar Pemutakhiran Data EMIS Madrasah, PD-Pontren, dan PAI Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Dalam surat yang menandai dimulainya pemutakhiran emis tersebut juga dicantumkan lampiran berupa jadwal update emis.

      Dan dijelaskan pula dalam surat edaran tersebut, beberapa hal penting sebagai berikut:
      1. Aplikasi Pendataan Emis dapat diakses melalui laman web berikut:
      2. Waktu pelaksanaan Pemutakhiran terhitung tanggal 23 Oktober 2018 s/d 21 November 2018. 
      3. Untuk efektivitas dalam pelaksanaan pemutakhiran Emis, disusunlah jadwal untuk tiap daerah.
      Lebih jelasnya mengenai Jadwal Updating Data Emis Madrasah, PD-Pontren dan PAI Semester Ganjil 2018-2019, bisa rekan-rekan operator unduh melalui tautan berikut ini:

      Unduh File :
      Surat Pengantar Dan Jadwal Pemutakhiran Emis Semester Ganjil Tahun 2018-2019
      Demikian informasi tentang Jadwal Updating Data Emis Madrasah, PD-Pontren dan PAI Semester Ganjil 2018-2019. Semoga bermanfaat.

      Buku Panduan Aplikasi RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah)

      Diposkan Oleh On October 18, 2018

      panduan aplikasi rkas
      Manajemen keuangan merupakan salah satu substansi manajamen sekolah yang akan turut menentukan berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah. Sebagaimana yang terjadi di substansi manajemen pendidikan pada umumnya, kegiatan manajemen keuangan dilakukan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian.

      Manajemen keuangan dapat pula diartikan sebagai tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan. Sebagai suatu lembaga pendidikan perlu ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan pembangunan disegala bidang baik segi sarana dan prasarana Pendidikan, fasilitas kerja maupun kesejahteraan yang layak bagi seluruh tenaga Pendidik. Untuk memenuhi sasaran tersebut sangat diperlukan biaya yang cukup dan administrasi yang tertib. Salah satu pendanaan yang diberikan pihak pemerintah kepada sekolah yaitu dengan adanya dana Bantuan Operasioanl Sekolah atau lebih kita kenal dengan dana BOS.

      Perencanaan program BOS meliputi dua kegiatan utama yang dilakukan oleh kepala sekolah bersama Tim Manajemen BOS sekolah yaitu mengidentifikasi kebutuhan sekolah dan menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Dalam mengidentifikasi kebutuhan sekolah, kepala sekolah dan Tim Manajemen BOS sekolah perlu menentukan kondisi sekolah saat ini. Salah satunya dengan melakukan evaluasi diri. Dengan melakukan evaluasi diri akan menunjukkan kinerja sekolah misalnya, bagian yang mengalami perbaikan atau peningkatan, bagian yang tetap, dan bagian yang mengalami penurunan. Hal ini penting dilakukan karena dana BOS merupakan sumber utama bagi sekolah untuk memenuhi biaya penyelenggaraan sekolah, dan kebijakan pemerintah mengharuskan BOS menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan dasar yang bermutu. Setelah mengidentifikasi kebutuhan sekolah sesuai hasil evaluasi diri yang dilakukan oleh sekolah, maka kepala sekolah bersama Tim Manajemen BOS sekolah dapat menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah. Dalam penyusunan RAPBS, kepala sekolah dan Tim Manajemen BOS sekolah harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing sumber dana. Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. Program-program yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. Misalnya untuk pembangunan ruang komputer, laboratorium baru, gedung perpustakaan, dan sebagainya. Sedangkan yang berupa program rehab besar dana lebih diprioritaskan dari provinsi. Untuk program yang lebih operasional bisa dari dana blockgrant atau lainnya yang bersifat lebih luwes. Mengingat begitu pentingnya dalam melakukan manajemen keuangan sekolah terutama dana BOS dari pemerintah, maka diperlukan suatu sistem yang mampu melakukan pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan, Sistem tersebut adalah RKAS.

      RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) merupakan sebuah sistem informasi yang dibuat untuk menangani masalah manajemen keuangan sekolah mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian. Dengan sistem yang terdistribusi diharapkan berbagai pihak yang terlibat mampu berkoordinasi dengan baik. Capaian output terakhir yang diberikan sistem informasi ini adalah pelaporan, dimana setiap report yang dihasilkan sudah disesuaikan dengan format yang dikeluarkan pemerintah.

      Buku Panduan Sistem Informasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) merupakan buku petunjuk bagaimana langkah-langkah dalam menggunakan aplikasi RKAS. Dengan adanya buku panduan ini diharapkan bagi user yang menggunakan Aplikasi RKAS ini tidak menemukan kesulitan, sehingga dapat membantu pihak sekolah dalam membuat laporan-laporan keuangannya dengan baik.

      Buku panduan ini diharapkan dapat berguna dan membantu siapa saja yang membaca dan membutuhkan petunjuk penggunaan Sistem Informasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

      Pada tahapan instalasi yang merupakan tahapan awal untuk memasang aplikasi RKAS pada komputer kita. Langkah yang pertama kita lakukan adalah mendownload aplikasinya di alamat: http://rkas.dikdasmen.kemdikbud.go.id

      Sistem Informasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) merupakan sistem yang terpusat (terdistribusi), dimana dalam pengolahan datanya ada sebagian yang melibatkan pihak dinas pendidikan kabupaten. Namun demikian sistem ini juga dapat bekerja secara offline, sehingga tidak merepotkan para user yang menggunakannya.

      Daftar Isi Buku Panduan Aplikasi RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah):
      KATA PENGANTAR
      DAFTAR ISI
      PENDAHULUAN
      INSTALASI
      MANUAL BOOK RKAS
      A. Login
      B. Modul RKAS
      1. Menu Penanggung Jawab
      2. Menu RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah)
      3. Menu Indikator
      4. Menu Pengesahan
      5. Menu Cek Status
      6. Print RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah)
      7. Print RKA (Rencana Kerja dan Anggaran)
      8. Print APBS
      9. Print DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran)
      C. Modul Tata Usaha
      1. Menu Aktivasi Buku Kas Umum
      2. Buku Kas Umum
      3. Buku Kas Umum Sisa
      4. BKU (K3)
      5. Kas Pembantu (K4)
      6. Pembantu Bank (K5)
      7. Pembantu Pajak (K6)
      8. Report K7a
      D. Modul Utility
      E. Modul Windows & Help

      KMA Nomor 536 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kementerian Agama

      Diposkan Oleh On October 17, 2018

      kma no 536 tahun 2018
      Penyelenggaraan birokrasi yang baik akan tercermin pada hasil produk berupa layanan sehingga tingkat kepuasan stakeholdres menjadi lebih meningkat. Dalam rangka meningkatkan layanan kepada internal maupun eksternal, Kementerian Agama sudah memulai melaksanakan agenda reformasi birokrasi dimulai sejak tahun 2009 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 153 Tahun 2009 tentang Reformasi Birokrasi Departemen Agama. Dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025, Kementerian Agama semakin serius dan konsisten dalam melaksanakan program reformasi birokrasi sebagaimana diamanatkan dan diwajibkan oleh Peraturan Presiden tersebut sesuai dengan karakteristik masing-masing institusi. Sasarannya yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik.

      Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam pelaksanaan program reformasi birokrasi, kementerian/lembaga yang telah berhasil mengimplementasikan sasaran dari program reformasi birokrasi diberikan tunjangan kinerja yang besarannya ditetapkan dan disetujui oleh Tim Reformasi Birokrasi Nasional berkoordinasi dengan Tim Penjamin Kualitas Reformasi Birokrasi.

      Dalam melaksanakan proses reformasi birokrasi, tentunya harus mengacu kepada regulasi yang sudah dibuat oleh pemerintah. Hal ini sebagai dasar pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) Kementerian Agama agar sejalan dengan program prioritas nasional dalam ha! melaksanakan reformasi birokrasi. Hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2017 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 menghasilkan 10 Prioritas Nasional dan 30 Program Prioritas, salah satunya pelaksanaan reformasi birokrasi.

      Kementerian Agama merupakan salah satu kementerian yang memiliki jumlah satuan kerja (satker) dan pegawai yang sangat banyak, sehingga tidak mudah melakukan proses reformasi birokrasi dengan cepat. Bagi institusi pemerintahan yang rata-rata memiliki scope besar, tentu membutuhkan energi dan strategi khusus untuk mengimplementasikan reformasi birokrasi. Seiring dengan berjalannya waktu hingga kini perubahan-perubahan semakin dirasakan dengan tercapainya beberapa layanan yang diberikan oleh Kementerian Agama, baik internal maupun eksternal. 

      Sebagai bentuk perubahan pada Kementerian Agama yang telah dirasakan sampai saat ini adalah dapat terlihat pada tiga ha! yaitu 1) hasil Opini Laporan Keuangan Kementerian Agama (LKKA) dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian "WTP"; 2) nilai Indeks Reformasi Birokrasi Kementerian Agama yang seialu meningkat dari tahun ke tahun; 3) hasil peniiaian layanan pubiik yang dilakukan oleh Ombudsman RI (ORI), Sadan Pusat Statistik (BPS), dan lembaga lain yang melakukan survey terhadap kepuasan masyarakat.

      Berdasarkan amanat Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 dan regulasi lainnya yang terkait dengan "keharusan" setiap kementerian/lembaga dalam melaksanakan reformasi birokrasi, Kementerian Agama sudah menyusun rencana rinci reformasi birokrasi dari satu tahapan ke tahapan seianjutnya seiama Iima tahun dengan sasaran per tahun yang jelas. Rencana rinci tersebut dituangkan ke dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 447 Tahun 2015 tentang Road Map Reformasi Birokrasi Kementerian Agama tahun 2015-2019 yang seianjutnya disempurnakan ke dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 582 tentang Perubahan Atas Lampiran Keputusan Menteri Agama Nomor 447 tahun 2015 tentang Road Map Reformasi Birokrasi Kementerian Agarna Tahun 2015-2019.

      Dalam mengawal pelaksanaan reformasi birokrasi pada Kementerian Agama agar sesuai dengan road map yang sudah ditetapkan sehingga inline pelaksanaannya antara satuan kerja Pusat dan Daerah, perlu telah dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) Reformasi Birokrasi pada Kementerian Agama yang berperan dalam memonitoring pelaksanaan 8 (delapan) area perubahan sehingga dapat dianalisis permasalahan dan melakukan langkah perbaikan pada masing-masing area perubahan. Tim Pokja RB harus melaporkan kepada pimpinan satuan kerjanya terkait dengan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungannya sehingga pimpinan dapat secara nyata, jelas dan tegas dalam pengambilan langkah perbaikan.

      Selanjutnya, pelaksanaan program reformasi birokrasi pada seluruh satuan kerja Kementerian Agama dimonitor dan dievaluasi secara berkala oleh Menteri Agama c.q. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama.

      Berdasarkan beberapa hal tersebut, untuk mensinergikan dan mengakselerasi pelaksanaan reformasi birokrasi pada Kementerian Agama sehingga perlu disusunnya pedoman pelaksanaan reformasi birokrasi yang menjadi acuan bagi seluruh satuan kerja pada Kementerian Agama untuk dapat menjalankan program reformasi birokrasi secara optimal.

      Tujuan dan Sasaran
      Pedoman ini disusun bertujuan untuk memberikan keseragaman pemahaman kepada satuan kerja muiai dari unsur pimpinan sampai dengan pelaksana pada Kementerian Agama dalam pelaksanaan reformasi birokrasi.

      Adapun sasaran yang diharapkan dengan terimplementasikannya pedoman ini yaitu:
      1. memudahkan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi di seluruh satuan kerja Kementerian Agama;
      2. meningkatkan komitmen dan konsistensi pimpinan satuan kerja terhadap penerapan reformasi birokrasi di lingkungannya;
      3. mengelola sumber daya secara efektif, efisien, dan akuntabel (termasuk pengalokasian anggaran yang sesuai dengan program reformasi birokrasi) sampai dengan seluruh satuan kerja Kementerian Agama;
      4. meningkatkan indeks reformasi birokrasi Kementerian Agama; dan
      5. meningkatkan pelayanan internal dan eksternal yang diberikan oleh Kementerian Agama.

      Pengertian Umum
      Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan:
      1. Reformasi Birokrasi yang selanjutnya disingkat RB adalah upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan meliputi manajemen perubahan, penataan peraturan perundang-undangan, penataan organisasi, penataan tatalaksana, penataan sistern manajemen SOM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.
      2. Zona lntegritas yang selanjutnya disingkat ZI adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui Reformasi Birokrasi, khususnya dalam ha! pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
      3. Road Map Reformasi Birokrasi adalah peta jalan (road map) reformasi birokrasi yang berisi rencana pelaksanaan reformasi birokrasi sebagai panduan bagi pengelola reformasi birokrasi pada tingkat kementerian untuk melakukan langkah-langkah konkrit memperbaiki kualitas birokrasi pemerintahan.
      4. Satuan Kerja yang selanjutnya disingkat Satker meliputi unit kerja mulai dari Unit Eselon I Pusat, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran, Kantor Wilayah Kernenterian Agama Provinsi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Balai Litbang Agama dan Balai Diklat Keagamaan serta Asrama Haji pada Kementerian Agama yang melaksanakan reformasi birokrasi.
      5. Tim Reformasi Birokrasi yang selanjutnya disingkat Tim RB adalah tim yang dibentuk oleh pimpinan satker yang mempunyai tugas melaksanakan Reformasi Birokrasi pada Kementerian Agama.
      6. Kelompok Kerja Reformasi Birokrasi yang selanjutnya disingkat Pokja RB adalah salah satu unsur dalam Tim RB yang mempunyai tugas memastikan terlaksananya delapan area perubahan dalam pelaksanaan program reformasi birokrasi.
      7. Tim Kerja Zona Integritas yang selanjutnya disingkat Tim Kerja ZI adalah tim yang dibentuk oleh pimpinan satker yang mempunyai tugas melaksanakan pembangunan zona integritas pada seluruh satker Kementerian Agama.
      8. Agen perubahan adalah individu/kelompok terpilih yang menjadi pelopor dan mampu menggerakkan perubahan sekaligus dapat berperan sebagai panutan dalam berperilaku yang mencerminkan lima nilai budaya kerja dan memiliki kinerja tinggi.
      9. Wilayah Bebas dari Korupsi yang selanjutnya disingkat WBK adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja.
      10. Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani yang selanjutnya disingkat WBBM adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.
      Ruang Lingkup

      Format RPP Kurikulum 2013 Revisi 2018 untuk Jenjang SMP/MTs

      Diposkan Oleh On October 15, 2018

      format rpp k13 revisi 2018
      Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.

      Selanjutnya menurut Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, tahapan pertama dalam pembelajaran menurut standar proses adalah perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan peyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu mengacu pada silabus.

      Sementara itu menurut Panduan Teknis Penyusunan RPP di Sekolah Dasar, RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemua atau lebih. RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

      Setiap pendidik pada suatu pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema dan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.

      Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu maupun berkelompok dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar merupakan pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I sampai kelas VI.

      Prinsip-pirinsip Pengembangan RPP

      Pengembangan RPP mengikuti prinsip-prinsip berikut:
      Baris isi
      1. RPP merupakan terjemahan dari ide kurikulum yang berdasarkan silabus yang telah dikembangkan pada tingkat nasional ke dalam betuk rancangan proses pembelajaran untuk direalisasikan dalam pembelajaran.
      2. RPP dikembangkan sesuai dengan yang dinyatakan dalam silabus dengan kondisi pada satuan pendidikan baik kemampuan awal peserta didik, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan emosi, maupun gaya belajar.
      3. RPP mendorong partisipasi aktif peserta didik.
      4. RPP sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013 untuk menghasilkan peserta didik yang mandiri dan tak berhenti belajar.
      5. RPP mengembangkan budaya membaca dan menulis.
      6. Proses pembelajaran dalam RPP dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam bentuk tulisan.
      7. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, remedi, dan umpan balik.
      8. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belalajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
      9. RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

      Komponen dan sistematika RPP

      Menurut Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 Lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Pembelajaran, RPP paling sedikit memuat:
      1. Tujuan pembelajaran
      2. Materi pembelajaran
      3. Metode pembelajaran
      4. Sumber belajar
      5. Penilaian

      Format RPP K13 Kurikulum 2013 Revisi 2018 untuk SMP MTs

      Berikut ini kutipan teks/keterangan dari isi berkas Format RPP K13 Kurikulum 2013 Revisi 2018 untuk SMP MTs:

      Buku Guru dan Siswa Matematika Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi Terbaru

      Diposkan Oleh On October 15, 2018

      buku matematika kelas 7 kurtilas
      Matematika adalah bahasa universal dan karenanya kemampuan matematikasiswa suatu negara sangat mudah dibandingkan dengan negara lain. Selain dariitu, matematika juga dipakai sebagai alat ukur untuk menentukan kemajuanpendidikan di suatu negara. Kita mengenal PISA (Program for International StudentAssessment) dan TIMSS (The International Mathematics and Science Survey) yangsecara berkala mengukur dan membandingkan antara lain kemajuan pendidikanmatematika di beberapa negara.

      Standar internasional semacam ini memberikan arahan dalam merumuskanpembelajaran matematika di SMP/MTs. Hasil pembandingan antara yang kitaajarkan selama ini dengan yang dinilai secara internasional menunjukkan adanyaperbedaan, baik terkait materi maupun kompetensi. Perbedaan ini menjadi dasardalam merumuskan pembelajaran Matematika dalam Kurikulum 2013.

      Buku Guru Matematika Kelas VII SMP/MTs Kurikulum 2013 ini ditulis denganberdasarkan pada materi dan kompetensi yang disesuaikan dengan standarinternasonal tersebut. Terkait materi misalnya, sebagai tambahan, sejak kelas VIItelah diajarkan antara lain tentang bilangan, himpunan, aljabar dan penerapannya,perbandingan, geometri dan penyajian data. Keseimbangan antara matematikaangka dan matematika pola dan bangun selalu dijaga. Kompetensi pengetahuanbukan hanya sampai memahami secara konseptual tetapi sampai ke penerapanmelalui pengetahuan prosedural dalam pemecahan masalah matematika.

      Kompetensi keterampilan berpikir juga diasah untuk dapat memecahkan masalahyang membutuhkan pemikiran order tinggi seperti menalar pemecahan masalahmelalui permodelan, pembuktian dan perkiraan/pendekatan.

      Setiap awal bab pada buku ini disajikan kover bab. Bagian ini berisi ilustrasi dandeskripsi singkat yang menarik berkaitan dengan materi bab yang bersangkutan.Selain itu, di awal bab juga disajikan Kompetensi dasar, indikator dan PengalamanBelajar yang akan kalian capai dalam setiap bab. Kata-kata kunci merupakaninti dari materi. Bacalah terlebih dahulu kata-kata kuncinya sebelum kalianmempelajari isi materi.

      Pada buku Guru ini terdapat dua macam bentuk petunjuk membelajarkan, yaituPetunjuk Umum dan Petunjuk Khusus. Pada Petunjuk Umum disajikan tentangkonsep kurikulum 2013, keterkaitan antara KI-KD, karakteristik pembelajaranmatematik, petunjuk membelajarkan kegiatan saintifik, dan pedoman penilai.

      Pada Petunjuk Khusus disajikan tentang petunjuk kegiatan membelajarkan dalampendekatan ilmiah, yaitu mengamati, menanya, menggali informasi, menalar, danmengomunikasikan yang disajikan dengan ikon-ikon tertentu, yaitu Ayo Kita Amati,Ayo Kita Menanya, Ayo Kita Menggali Informasi/Sedikit Informasi/Ayo KitaMencoba, dan Ayo Kita Berbagi. Buku Guru pada petunjuk umum ini disertakanjuga kunci jawaban pada setiap kegiatan Ayo Kita Berlatih, Uji Kompetensi setiapbabnya dan Uji Kompetensi Semester. Buku Guru ini menjabarkan usaha minimalyang harus dilakukan Guru untuk mencapai kompetensi dan indikator yangdiharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013,Guru menjadi fasilitator siswa untuk mencari sumber belajar lain yang tersediadan terbentang luas di sekitarnya. Peran Guru sangat penting untuk meningkatkandan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersedian kegiatan pada buku Guruini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatanlain yang sesuai dan relevan yang besumber dari lingkungan sosial dan alam.

      Buku Guru ini merupakan edisi ketiga sebagai penyempurnaan dari edisi pertamadan kedua. Buku Guru ini masih sangat terbuka dan perlu terus dilakukan perbaikanuntuk penyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengundang para pembacamemberikan kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan padaedisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami mengucapkan terima kasih. Mudahmudahankita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikandalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

      Setelah mempelajari materi pada buku ini, siswa diharapkan memahami materiyang disajikan. Oleh karena itu, konsep yang disajikan pada buku ini disampaikansecara logis, sistematis, dan menggunakan bahasa yang sederhana. Selain itu, bukuini juga memiliki tampilan yang menarik sehingga siswa tidak akan merasa bosan.Akhir kata penulis ucapkan, semoga buku ini bermanfaat dan dapat digunakanuntuk pendamping belajar sebaik-baiknya.

      Download Buku Guru dan Siswa Matematika Kelas 7 SMP MTs Kurikulum 2013 Revisi Terbaru

      Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Buku Guru dan Siswa Matematika Kelas 7 SMP MTs Kurikulum 2013 Revisi Terbaru ini silahkan unduh pada link di bawah ini:

      Download File:


      Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai Buku Guru dan Siswa Mapel Matematika Kelas 7 SMP MTs Kurikulum 2013 Revisi Terbaru. Semoga bisa bermanfaat.