Kabar Terbaru

Pengunjung

SEJAK 1 MEI 2017

Flag Counter

Total Pageviews

Panduan Kerja Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah Terbaru

Diposkan Oleh On January 15, 2018

panduan kerja administrasi sekolah
Pada kesempatan kali ini, blog Guru Madrasah akan membagikan sebuah berkas Contoh Format Administrasi Sekolah dan Madrasah Terbaru Lengkap dalam Buku Panduan Kerja Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah. Format lampiran ini adalah file berformat .docx Microsoft Word dan PDF. Silakan bagi rekan guru dan para administrator sekolah atau madrasah dapat mengunduhnya melalui tautan link yang kami berikan pada akhir psotingan ini.

Adapun isi dari Contoh Format Administrasi Sekolah dan Madrasah Terbaru Lengkap dalam Buku Panduan Kerja Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah ini terdiri dari lampiran-lampiran format administrasi antara lain:

Pelayanan Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
  1. Contoh Buku Kegiatan Harian
  2. Contoh Surat Instruksi Kepala Sekolah
  3. Contoh Surat Kuasa
  4. Contoh Surat Keputusan
  5. Contoh Surat Keputusan
  6. Contoh Lembar Supervisi Administrasi Kepegawaian
  7. Contoh Lembar Supervisi Administrasi Keuangan
  8. Contoh Lembar Supervisi Administrasi Sarana dan Prasarana
  9. Contoh Lembar Supervisi Administrasi Persuratan dan Pengarsipan
  10. Contoh Lembar Supervisi Administrasi Kesiswaan
  11. Contoh Program Kerja Kepala TAS
  12. Contoh Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)
  13. Contoh Pembagian Tugas Tenaga Administrasi Sekolah
  14. Contoh Pembagian Tugas Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan
  15. Contoh Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Perubahan
Pelaksanaan Urusan Administrasi Kepegawaian
  1. Contoh Buku Kegiatan Harian
  2. Contoh Surat Keterangan
  3. Contoh Daftar Hadir Guru
  4. Contoh Laporan Bulanan Daftar Nominatif Pegawai
  5. Contoh Laporan Bulanan Daftar Hadir Kerja Pegawai
  6. Contoh Laporan Bulanan Daftar Jumlah Pegawai
  7. Contoh Laporan Bulanan Mutasi Data Pegawai
  8. Contoh Laporan Bulanan Rekapitulasi Jumlah Pegawai
  9. Contoh Format Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  10. Contoh Format Program Kerja Pelaksana Urusan Kepegawaian
  11. Contoh Format Surat Pengusulan Kenaikan Pangkat
  12. Contoh Format Analisis Kebutuhan Guru
  13. Contoh Format Analisis Kebutuhan Guru (SMK)
  14. Contoh Format Analisis Kebutuhan Tenaga Administrasi Sekolah
  15. Contoh Surat Pengusulan Pensiun
  16. Contoh Persyaratan Administrasi Pengajuan Pensiun
  17. Contoh Surat Pengusulan Pensiun Batas Usia Penuh
  18. Contoh Blangko Penelitian Berkas Persyaratan Pensiun BIP/APS/Meninggal Dunia
  19. Contoh Persyaratan Administrasi Pengajuan Pensiun PNS Yang Meninggal Dunia (Pensiun Anak)
  20. Contoh Formulir Permohonan Karis/Karsu/Taspen
  21. Contoh Formulir Permohonan Karis/Karsu/Taspen
Pelaksanaan Urusan Administrasi Keuangan
  1. Contoh Buku Kegiatan Harian
  2. Contoh Laporan Keuangan Barang dan Jasa
  3. Contoh Rencana Penggunaan Anggaran Biaya Operasional Pendidikan (BOP)/Sekolah (BOS)
  4. Contoh Laporan Keuangan BOP/BOS 41 Contoh Format Buku Kas Umum Bulanan 42 Contoh Format Buku Pembantu Kas Bulanan 43 Contoh Format Buku Pembantu Bank Bulanan 44 Contoh Format Buku Pembantu Pajak Bulanan 45 Contoh Surat Kenaikan Gaji Berkala
  5. Contoh Program Kerja Pelaksana Urusan Keuangan
Dan masih banyak lagi format yang lainnya sehingga untuk lebih jelasnya rekan guru dapat mengunduh contoh format diatas melalui tautan link berikut ini :

Download File:
  • Buku Panduan Kerja Tenaga Administrasi Sekolah.pdf - DOWNLOAD
  • Buku Panduan Kerja Tenaga Administrasi Sekolah.docx - DOWNLOAD
Demikian yang bisa Blog Guru Madrasah sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh Format Administrasi Sekolah dan Madrasah Terbaru Lengkap dalam Buku Panduan Kerja Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah. Semoga bisa bermanfaat.

Contoh RPP PAI Sekolah Dasar Kelas 1 2 3 4 5 dan 6 Kurikulum 2013

Diposkan Oleh On January 09, 2018

contoh rpp pai sd
Berikut ini merupakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk kelas 1 sampai kelas 6 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtida’iyah (SD/MI). Bapak/Ibu guru ingin mendapatkan RPP ini?, silakan download dari salah satu link yang kami sediakan pada postingan kali ini.

Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Contoh RPP PAI (Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti) untuk SD  Kelas 1 2 3 4 5 6 Kurikulum 2013 ini silahkan bapak/ ibu guru bisa unduh file lainnya pada link di bawah ini:

Download File:
  • Contoh RPP PAI SD Kelas 1 Kurikulum 2013.docx - DOWNLOAD
  • Contoh RPP PAI SD Kelas 2 Kurikulum 2013.docx - DOWNLOAD
  • Contoh RPP PAI SD Kelas 3 Kurikulum 2013.docx - DOWNLOAD
  • Contoh RPP PAI SD Kelas 4 Kurikulum 2013.docx - DOWNLOAD
  • Contoh RPP PAI SD Kelas 5 Kurikulum 2013.docx - DOWNLOAD
  • Contoh RPP PAI SD Kelas 6 Kurikulum 2013.docx - DOWNLOAD
Demikian yang bisa Blog Guru Madrasah sampaikan mengenai keterangan berkas dan share file Contoh RPP PAI (Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti) untuk SD  Kelas 1 2 3 4 5 6 Kurikulum 2013. Semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa untuk like fanspage facebook Guru Madrasah untuk mendapatkan update seputar informasi dunia pendidikan.

Buku Panduan BK Untuk SD, SMP, SMA dan SMK Kurikulum 2013

Diposkan Oleh On November 20, 2017

buku panduan bk lengkap
Pengalaman awal belajar yang mengasyikkan dan bermakna untuk anak mendorong anak untuk memahami faedah belajar untuk dirinya dan memotivasi guna menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Pada saat ini peserta didik hidup dalam masyarakat semakin heterogen, teknologi semakin canggih, dan peluang berkembang semakin luas. Peserta didik menghadapi tantangan-tantangan yang menarik dan bervariasi, yang dominan pada pertumbuhan pribadi, sosial, belajar, dan karir.

Untuk menolong peserta didik menjadi generasi penerus yang siap menghadapi situasi tersebut, diperlukan dukungan orangtua, guru, guru tuntunan dan konseling atau konselor, serta orang-orang dewasa yang berada di sekitarnya.

Masa sekolah di Sekolah Dasar adalah waktu yang baik untuk peserta didik guna mengembangkan konsep diri dan perasaan dapat serta percaya diri sebagai pembelajar. Peserta didik mulai mengembangkan kemampuan mengambil keputusan, berkomunikasi, dan kemampuan hidup.

Di samping itu, peserta didik pun mengembangkan dan menguasai sikap yang tepat terhadap sekolah, diri sendiri, rekan sebaya, kumpulan sosial, dan keluarga.

Pelayanan tuntunan dan konseling adalah bagian integral dari program edukasi di sekolah yang seyogianya dilaksanakan oleh guru tuntunan dan konseling atau konselor yang mempunyai kompetensi yang dipercayakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 mengenai Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.

Kompetensi tersebut mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Idealnya masing-masing sekolah dasar mempunyai guru tuntunan dan konseling atau konselor.

Guru tuntunan dan konseling atau konselor saling bahu-membahu dengan guru ruang belajar dan guru mata latihan dalam menolong peserta didik menjangkau perkembangan optimal. Pada situasi belum terdapat guru tuntunan dan konseling atau konselor bisa ditugaskan guru ruang belajar terlatih untuk mengadakan layanan tuntunan dan konseling.

Guru tuntunan dan konseling atau konselor di Sekolah Dasar dapat diusung dengan jangkauan tugas pada masing-masing sekolah atau di tingkat gugus sekolah untuk menolong guru mengembangkan potensi dan mengentaskan masalah peserta didik.

Guru tuntunan dan konseling atau konselor di tingkat gugus berkantor di sekolah induk yang diputuskan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dalam situasi sekolah induk tidak mempunyai ruang yang cukup, maka berkantor di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan atau unit edukasi yang setingkat (Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014, Lampiran butir V.A).

Lebih jelasnya mengenai Buku BK untuk SD, SMP, SMA dan SMK ini, silahkan rekan guru bisa unduh melalui link di bawah ini:
Demikian materi seputar Buku Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Implementasi Kurikulum 2013 yang dapat Guru Madrasah bagikan pada kesempatan ini.Semoga bermanfaat.

Format Rekap Penilaian K 13 SMP/MTs Aspek Pengetahuan Revisi 2017-2018

Diposkan Oleh On November 12, 2017

format penilaian k 13
Pada postingan kali ini akan kami bagikan contoh Format rekap penilaian Aspek pengetahuan Kurikulum 2013 untuk SMP yang telah di revisi tahun 2017 dan juga file excel yang siap di download untuk bapak ibu rekan guru semua.

Adapun isi dari format rekap penilaian k13 aspek pengetahuan jenjang SMP adalah Penilaian Harian (PH), Nilai Ulangan Tengah Semester (NUTS), Nilai Ulangan Akhir Sekolah (NUAS) dan nilai rapor. nah mengenai rumus mencari nilai rapor adalah sebagai berikut. (2xPH+1xNUTS)+(1xNUAS) . Dan pada kolom terakhir baru didapatlah pembulatan.

Setelah penilaian aspek pengetahuan selesai, maka didapatlah predikat dan deskripsi. Nah mengenai contoh isian deskripsi k13 untuk penilaian aspek pengetahuan siswa SMP adalah sebagai berikut

Contoh Deskripsi Penilaian Aspek Pengetahuan:
Sangat menguasai pada identifikasi menu ikon perangkat lunak, menguasai fungsi menu ikon dan pada pembuatan dokumen pengolah kata sederhana kurang menguasai
penampakkan gambar dibawah merupakan contoh format Penilaian kurikulum 2013 Aspek Pengetahuan Untuk SMP.


Nah bagi bapak dan ibu guru yang membutuhkan format penilaian K13 dalam bentuk Excel silahkan anda unduh melalui tautan link berikut.
FORMAT PENILAIAN SMP K 13 REVISI 2017/2018
Demikianlah yang bisa kami bagikan tentang salah satu format penilaian k13 SMP aspek pengetahuan. Semoga bermanfaat

Apa itu PPK, Literasi, HOTS dan 4C Pada Kurikulum 2013 Revisi 2017

Diposkan Oleh On October 12, 2017

hots, 4c dan literasi
Pada Kelas 4 Semester 1 dan 2 RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Revisi Terbaru Tahun 2017 diantaranya adalah memuat emapt hal, yaitu memuat informasi Integrasi PPK, Lieterasi, HOTS, 4C. Dan sesuai dengan Buku K13 Revisi 2017 dan Prota Promes Kurtilas Revisi 2017.

Sehingga pada kesempatan kali ini Guru Madrasah mencoba menjelaskan sedikit pengertian dari empat hal diatas yaitu PPK, Literasi, HOTS, 4C yang termuat dalam RPP Kelas 4 Kurikulm 2013 Edisi Revisi Tahun 2017.
  • Terintegari Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang. Pengintegrasian dapat berupa :  Pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);  Pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;  Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;
  • Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi ;  Literasi Dini (Early Literacy), Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).
  • 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.
  • Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Demikian informasi yang dapat Guru Madrasah sampaikan. Semoga bermanfaat

Langkah Menyusun Kisi-Kisi Soal Ulangan Yang Baik dan Benar

Diposkan Oleh On September 29, 2017

membuat kisi-kisi soal
Seperti sudah rekan guru madrasah ketahui bahwa penilaian hasil belajar dilakukan secara terpadu sebagaimana dijelaskan di Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, bahwa maksud terpadu, berarti penilaian oleh pendidik   merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan  dari kegiatan pembelajaran. Sehingga penilaian ini adalah hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran.

Adapun secara garis besar, fungsi penilaian hasil belajar diantaranya adalah :
  1. Alat untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Dengan fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari kompetensi mata pelajaran
  2. Umpan balik bagi perbaiakn proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan antara lain : dalam hal tujuan pembelajaran, kegiatan atau pemgalaman belajar siswa, strategi pembelajaran yang digunakan guru, media pembelajaran
  3. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. Dalam laporan tersebut  dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang study atau mata pelajaran dalam bentuk nilaiprestasi yang dicapai
Dalam melakukan penilaian hasil belajar, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan yaitu :
1.    Penentuan tujuan tes
2.    Penyusunan Kisi-kisi
3.    Penulisan soal
4.    Penelaahan soal (validasi soal)
5.    Perakitan soal menjadi perangkat Tes
6.    Uji Coba soal termasuk analisisnya
7.    Bank soal
8.    Penyajian tes kepada siswa
9.    Skoring ( pemeriksaan jawaban siswa)

Kisi-kisi adalah suatau format berupa matriks yang memuat pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi suatu tes. Kisi-kisi berfungsi sebagai pedoman dalam penulisan soal dan atau dalam melakukan perakitan tes.

Syarat-syarat Kisi-kisi yang baik adalah sebagai berikut :

1.    Mewakili isi kurikulum / kemampuan yang akan diujikan
2.    Komponen-komponennya rinci, jelas dan mudah dipahami
3.    Soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indicator dan bentuk soal yang ditetapkan

Komponen kisi-kisi terdiri atas
A.    Kelompok Identitas
1.    Jenis Institusi/lembaga
2.    Program/Jurusan
3.    Bidang Study/mata pelajaran
4.    Tahun Pelajaran
5.    Kurikulum yang digunakan
6.    Jumlah Soal
7.    Bentuk soal

B.    Kelompok matriks
1.    Kompetensi dasar
2.    Materi yang akan dijadikan soal
3.    Indikator
4.    Nomor urut soal

Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah kemampuan minimal yang harus dikuasai siswa setelah mempelajari materi pelajaran tertentu. Kompetensiini diambil dari Kurikulum yang digunakan

Materi
Materi meruapakan bahan ajar yang harus dikuasaisiswa berdasarkan kompetensi yang akan diukur. Penentuan materi ( bahan ajar ) yang akan diambil disesuaikan dengan indicator yang akan disusun
Untuk pembuatan soal, kita harus bisa memilih materi esensial yang akan dikeluarkan dalam tes.

Untuk memilih materi esensial kita dapat berpedoman pada kriteria-kriteria berikut ini :
1.    Merupakan materi lanjutan
2.    Pendalaman dari satu materi yang sudah dipelajari sebelumnya
3.    Merupakan materi penting yang harus dikuasai oleh siswa
4.    Merupakan materi yang sering dibutuhkan
5.    Untuk mempelajari bidang study lain
6.    Merupakan materi yang berkesinambungan yang terdapat pada semua jenjang kelas
7.    Merupakan materi yang memiliki nilai terapan dalam kehidupan sehari-hari

Indikator
Indikator:berisi ciri-ciri perilaku yang dapat diukur sebagai petunjuk untuk membuat soal. Indikator dikembangkan sesuai dg karakteristik siswa, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dg kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
Syarat-syarat indikator yang baik adalah : 
  1. Memuat ciri-ciri kompetensi dasar yang akan diukur.
  2. Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur.
  3. Berkaitan dengan materi (bahan ajar) yang dipilih.
  4. Dapat dibuatkan soalnya.
Teknik Perumusan Indikator : 
  1. Bila Soal Terdapat Stimulus, maka rumusan indikatornya: “Disajikan …, siswa dapat menjelaskan ….”
  2. Bila Soal Tidak Terdapat Stimulus, maka rumusan indikatornya: “Siswa dapat membedakan ….”
Contoh indikator soal :
Disajikan sebuah teks report tentang hewan, siswa menentukan gambaran umum teks tersebut dengan tepat.
Keterangan :
Teks berwarna biru = condition
Teks berwarna hitam = audience
Teks berwarna merah = behavior
Teks berwarna ungu = degree

SOAL

Soal disusun berdasarkan indikator. Untuk di sekolah, biasanya kita sering memakai 3 jenis soal yaitu soal pilihan ganda, dan soal uraian, masing-masing memiliki keunggulan dan keterbatasan.
Soal pilihan ganda
Keunggulan 
  1. mengukur berbagai jenjang kognitif
  2. penskorannya mudah, cepat, objektif, dan dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi/kdyang luas
  3. bentuk ini sangat tepat untuk ujian yang pesertanya sangat banyak atau yang sifatnya massal
Keterbatasan 
  1. memerlukan waktu yang relatif lama untuk menulis soalnya
  2. sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi
  3. terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban

Soal uraian :

Soal uraian  merupakan Soal bentuk uraian adalah suatu soal yang jawabannya menuntut siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis. Soal uraian terdiri dari soal uraian objektif dan soal uraian non objektif.

Soal uraian objektif  merupakan rumusan soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif). Sedangkan soal uraian non objektif merupakan rumusan soal yang menuntut sehimpunan jawaban berupa pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing siswa, sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif).
Keunggulan
  1. Dapat mengukur kemampuan siswa dalam hal mengorganisasikan pikiran, mengemukakan pendapat, dan mengekspresikan gagasan-gagasan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat siswa sendiri
  2. Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyatakan gagasan/pendapat
  3. Penyusunan tes lebih mudah.
  4. Faktor menebak jawaban dapat dikurangi
Keterbatasan :
  1. Jumlah materi yang ditanyakan terbatas
  2. Waktu penskoran lama
  3. Penskoran hanya dapat dilakukan oleh orang yang menguasai bidang studi tersebut.
  4. Penskoran relatif subjektif
  5. Reliabilitas relatif lebih rendah daripada bentuk soal Pilihan Ganda
Contoh format kisi-kisi soal :
  1. Satuan Pendidikan                              : ………………………
  2. Program/Jurusan                                 : ………………………
  3. Bidang studi/matapelajaran              : ………………………
  4. Tahun nelajaran                                     : ……………………
  5. Kurikulum yang diacu/dipergunakan: ………………………
  6. Jumlah soal                                         : ……………………
  7. Bentuk soal                                          : ……………………
No. Urut
Kompetensi  Dasar
Materi 
Indikator Soal
No. Soal




Sekian yang dapat Blog Guru madrasah sampaikan dan semoga bermanfaat serta menambah sedikit wawasan dan menjadi tambahan referensi bagi para pendidik di seluruh Indonesia. [sumber : www.pgrionline.com]

Contoh Penelitian Tindakan Kelas Ekonomi SMA/MA Gratis

Diposkan Oleh On September 27, 2017

contoh ptk ekonomi sma
Penelitian tindakan kelas atau yang lebih familiar dengan sebutan PTK merupakan jenis penelitian terapan (applied research). Dalam penelitian terapan, tujuan darinya adalah untuk memecahkan permasalahan praktis yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Berbeda dengan penelitian fundamental yang lebih berfokus pada permasalahan teoretis, penelitian terapan merupakan penelitian yang digunakan sebagai sarana untuk memecahkan permasalahan yang mewujud dalam keseharian.

Penelitian tindakan kelas, sesuai dengan genre atau jenis penelitiannya, dengan demikian berusaha untuk memecahkan permasalahan praktis yang mewujuda atau exsisting dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Dengan demikian, terdapat dua pelaku penting dalam PTK, yaitu guru dan peserta didik.

Permasalahan belajar dan pembelajaran memang menjadi subject matter atau subjek permasalahan yang menuntut untuk diselesaikan atau diurai dan dicari solusi untuk pemecahan permasalahannya. Metode untuk memecahkan masalah tersebut tentu saja harus mengacu pada kaidah ilmiah, yaitu kaidah yang menitikberatkan kemasukakalan.

Penelitian tindakan kelas (PTK) untuk mata pelajaran atau bidang studi ekonomi untuk SMA dengan demikian adalah penelitian yang dilakukan oleh guru mapel Ekonomi dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dengan cara memecahkan masalah praktis yang terjadi dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Permasalahan pembelajaran yang muncul dapat berupa keinginan untuk meningkatkan partisipasi peserta didik, model pembelajaran yang relevan untuk menyampaikan materi tertentu, dan hal-hal lain yang dapat diidentifikasi sebagai masalah yang diharapkan apabila permasalahan tersebut dipecahkan, kualitas belajar mengajar akan meningkat.

Melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Ekonomi untuk SMA dan MA membutuhkan fokus dan persiapan yang cukup. Membuat penelitian bagi seorang guru berarti guru tersebut harus mengeluarkan konsentrasi ekstra untuk mengoptimalkan kualitas penelitian tindakan kelas yang dilakukannya.

Dan berikut ini adalah beberapa contoh Judul Beserta Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Ekonomi untuk SMA dan MA. Silahkan rekan guru bisa mengunduhnya melalui tutan link berikut.

Download File :
CONTOH PTK EKONOMI SMA/MA
Demikian mengenai Contoh Penelitian Tindakan Kelas Ekonomi SMA/MA secara gratis yang dapat blog Guru Madrasah sampaikan kepada rekan guru semua. Semoga ini bisa bermanfaat.