2016-12-04

PDSPK
Madrasah Kita | Dalam formulir pendataan EMIS Semester Gasal Tahun Pelajaran 2016/2017 yang sudah dirilis oleh Tim Emis Pendis Kemenag, terdapat beberapa input data baru yang pada periode pendataan Emis sebelumnya tidak ada. Salah satu yang baru tersebut adalah NPSN Sekolah/Madrasah terkait data Sekolah jenjang sebelumnya. Lalu apakah yang dimaksud dengan NPSN itu sendiri?

Menurut wikipedia, Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) adalah kode pengenal sekolah Indonesia yang bersifat unik dan membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya.

Sistem NPSN bersifat nasional dan menggantikan kode-kode sebelumnya (seperti NIS) yang berbeda-beda formatnya dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Sebelumnya, aturan penyusunan kode pengenal sekolah antara satu provinsi dapat berbeda dengan provinsi lain. Akibatnya terjadi kegandaan data sekolah yang dapat berimbas pada sistem penggajian, penilaian, dan registrasi lainnya. NPSN merupakan penyederhanaan dan penggabungan sistem sehingga setiap sekolah akan memiliki kode unik dan menjadi pembeda utama antar satu sekolah dengan sekolah lainnya di seluruh Indonesia.

NPSN adalah kode pengenal yang ditetapkan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) dan diberikan kepada satuan pendidikan (sekolah) melalui dinas pendidikan kabupaten/kota diseluruh wilayah Indonesia. Penggunaan NPSN dimaksudkan untuk kemudahan dalam pengelolaan data satuan pendidikan.

Dasar pengembangan NPSN adalah Permendikbud No. 99 tahun 2013 tentang “Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi di Lingkungan Kemendikbud”, Inmen Kemdikbud No. 2 Tahun 2011 “Tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan Menteri Pendidikan Nasional”, dan Surat Keputusan Kabalitbang Diknas Nomor 3574/G.G4/KL/2009, tanggal 22 Oktober 2009, tentang “Nomor Pokok Sekolah Nasional sebagai nomor unik satuan pendidikan”

Format NPSN terdiri dari 8 digit secara acak.

Cara Mencari NPSN Online
Cara menggetahui NPSN sutau sekolah atau Madrasah cikuplah mudah. Operator tidak harus bertanya langsung kepada sekolah atau madrasah dimana siswa berasal. Karena saat ini ada layanan khusus untuk mengetahui NPSN sebuah Sekolah atau Madrasah, kita dapat mencarinya dan mengetahui dengan mudah. Dan hasil pencarian tersebut cukup akurat.

Karena ternyata Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK), sebagai lembaga yang berwenang atas NPSN, memiliki sebuah situs yang memuat NPSN semua Satuan Pendidikan di Indonesia secara lengkap. Mulai dari NPSN PAUD (TK/RA, KB, TPA, dan SPS), Sekolah Dasar (SD/MI), SMP/MTs, SMA/MA, hingga SMK. Situs tersebut adalah 'Data Referensi Pendidikan' yang beralamat di :


Jika anda sudah masuk ke tautan atau situs diatas, maka ada dua cara mencari dan mengetahui NPSN melalui situs 'Data Referensi Pendidikan' milik Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) tersebut.

  1. Dengan memanfaatkan fitur pencarian, yakni dengan mengetikkan nama sekolah atau madrasah yang dicari NPSN-nya.
  2. Dengan melihat daftar sekolah atau madrasah di sebuah kecamatan di seluruh Indonesia pada jenjang tertentu.
Demikian mengenai cara mengetahui NPSN secara online di Data Referensi Pendidikan' milik Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK). Semoga bermanfaat dan salam madrasah...

surat percepatan tpg
Madrasah Kita | Berikut ini adalah surat tentang percepatan Pembayaran TPG pada Ditjen Pendidikan Islam, surat yang tertaggal 6 Desember ini di tujukan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi, kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/kota dan kepala Madrasah Negeri.

Berdasarkan evaluasi serapan anggaran tunjangan profesi guru PNS dan Non PNS pada Madrasah dan PAI disekolah umum ada beberapa hal yang harus dilakukan.
Realisasi TPG Madrasah dan PAI pada sekolah umum Per 5 Desember 2016 masih menyisakan anggaran yang cukup besar, sehingga dengan sisa waktu yang tersedia agar satuan kerja dapat mempercepat realisasi tunjangan profesi guru tersebut.

Jika sudah terealisasi semua bisa untuk membayar yang terhutang, lebih jelasnya Download Percepatan Pembayaran TPG Pada Ditjen Pendidikan Agama Islam melalui tautan di bawah ini :

Surat Dirjen Pendis tentang Percepatan Pembayaran TPG

Demikian info mengani Surat Dirjen Pendis tentang Percepatan Pembayaran TPG. Semoga bermanfaat….



pendekatan saintifikPendekatan Saintifik | Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar  peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapanmengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami  berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber  melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu.

Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Dalam melaksanakan proses-proses tersebut, bantuan guru diperlukan. Akan tetapi bantuan guru tersebut harus semakin berkurang dengan semakin bertambah dewasanya siswa atau semakin tingginya kelas siswa.

Pengertian Pendekatan Saintifik

Sebenarnya apa Pendekatan saintifik itu? Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diterapkan pada Kurikulum 2013. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui), merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mencoba/mengumpulkan data (informasi) dengan berbagai teknik, mengasosiasi/ menganalisis/mengolah data (informasi) dan menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Langkah-langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencipta.

Prinsip-prinsip kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013, yakni :

1. Peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu;
2. Peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar;
3. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah;
4. Pembelajaran berbasis kompetensi;
5. Pembelajaran terpadu;
6. Pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi;
7. Pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;
8. Peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills;
9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan , membangun kemauan , dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran
11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
12. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
13. Pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang budaya peserta didik; dan
14. Suasana belajar menyenangkan dan menantang.

Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Dalam pengertian pendekatan saintifik ada beberapa langkah-langkah, menurut Peraturan pemerintah pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV, proses pembelajaran terdiri atas lima kegiatan pengalaman belajar pokok yaitu: Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi/Eksperimen, Mengasosiasikan/Mengolah Informasi, Dan, Mengkomunikasikan.

Mengamati
Dalam proses mengamati peserta didik diharapkan dapat menyaksikan tentang apa yang di sajikan guru, misalnya video atau film yang terkait materi, guru juga bisa menampilkan gambar-gamba yang juga terkait dengan materi. Selain itu pengamatan juga dapat dilakukan pada saat guru melakukan simulasi.

Menanya
Setelah peserta didik mengamati, kemudian peserta didik merumuskan pertanyaan atas apa yang telah di tampilkan guru, apabila sudah ada pertanyaan-pertanyaan pada peserta didik diharapkan dengan pertanyaan itu nantinya akan membuat peserta didik lebih memperhatikan materi dan mampu mencari sendiri jawaban dari pertanyaannya itu.

Mengumpulkan Informasi/Eksperimen
Pada tahap ini, setelah peserta didik mempunyai pertanyaan yang diperoleh melalui pengamatan terhadap media yang sudah ditampilkan guru, maka tugas peserta didik selanjutnya adalah mengumpulkan informasi, informasi tersebut untuk menjawab pertanyaan yang sudah dibuat, informasi tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber belajar seperti buku, setudi perpustakaan,internet. Disinilah peserta didik di tuntut untuk aktif bekerja sama dalam kelompoknya.

Mengasosiasikan/Mengolah Informasi
Setelah mendapatkan informasi dan data yang cukup, peserta didik dalam kelompoknya berbagi tugas untuk mengasosiasikan atau mengolah informasi yang sudah di dapat dengan yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang sudah dirumuskan. Dan menampilkannya dalam laporan kelompok.

Mengkomunikasikan
Dalam proses ini peserta didik di harapkan mampu mengkomunikasikan dengan kelompok lain tentang informasi apa yang sudah di olah dalam kelompoknya. Disinilah inti dari saintifik yaitu peserta didik diharapkan untuk saling bertukar informasi dengan kelompok lain. Sehingga akan tercipta kondisi peserta didik yang aktif, dan menjadikan peserta didik menjadi subjek belajar.

Demikian mengenai definisi pendekatan saintifik dan langkah-langkahnya. Semoga bermanfaat..

UN madrasahMadrasah Kita | Pemerintah akan menghentikan ujian nasional (UN) mulai 2017, lalu mengganti dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Ada dua terobosan yang membedakan secara siginifikan antara UN dan USBN. Walaupun ini baru sekedar wacana namun kita harus tahu sejak dini ada perbedaan antara keduanya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, perbedaan pertama adalah dalam USBN akan ditambahkan materi soal berupa esai. Perbedaan kedua, materi pembuatan soal akan diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk jenjang SMA/SMK, dan pemerintah kota/kabupaten untuk jenjang SMP.

Kebijakan moratorium UN (ujian nasional) oleh Muhajir Efendy selaku menteri pendidikan memunculkan pertanyaan di masyarakat tentang apakah yang akan menggantikan ujian nasional tersebut dalam mengukur pencapaian belajar siswa selama 3 tahun selain itu hal yang biasanya muncul dibenak seseorang ketika mendengar wacana/informasi, UN (ujian nasional) akan di ganti dengan UASBN (ujian sekolah berstandar nasional) salah satunya adalah menanyakan apa perbedaa antara UN dan UASBN.

Walaupun muncul pro dan kontra tentang pergantian sistem UN tahun depan menjadi USBN apakah lebih efektif dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Namun beberapa pihak berpandangan bahwa penghapusan ujian nasional dan diganti menjadi ujian sekolah berstandar nasional dinilai sebagai suatu terobosan baru, karena UN yang selama ini diterapkan pemerintah justru memunculkan banyak polemik dalam penerapannya sehingga menimbulkan maslah-masalah baru ketika UN berlangsung.

Ada beberapa perbedaan antara Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), dintaranya adalah :

1. Ruang lingkup
Perbedaan pertama UN dan USBN adalah ruang lingkup pelaksanaannya, jika UN dilaksanakan secara nasional (sentralisasi) maka USBN berlaku sesuai dengan ketetapan daerah masing-masing (desentralisasi) namun tetap berpatokan pada standar ujian nasional.

2. Jumlah Mata Pelajaran
Dalam UN hanya terdapat beberapa mata pelajaran tertentu yang dimasukkan dalam daftar mata pelajaran ujian nasional maka pada USBN semua mata pelajaran masuk dalam daftar mata pelajaran untuk ujian USBN (mata pelajaran lokal belum dipastikan masuk dalam USBN)

3. Jenis soal
Jika pada UN (ujian nasional)  jenis soal yang digunakan adalah pilihan ganda maka pada USBN (ujian sekolah berstandar nasional) selain terdapat pilihan ganda juga terdapat esai namun komposisi soalnya belum pasti berapa.

4. Tingkat kesukaran
Diperkirakan tingkat kesukaran soal antara suatu daerah dengan daerah lain berbeda namun tetap tidak boleh berada di bawah standar nasional. hal ini terjadi karena tingkat kemampuan peserta didik di suatu daerah dengan daerah lain berbeda contohnya saja anatara jakarta dan merauke.

5. Pengelolaan
Jika selama ini soal UN dikelola oleh pemerintah pusat maka pada USBN pemerintah daerah diberi mandat untuk mengelola ujian namun tetap dalam koordinasi pemerintah pusat.

Demikianlah menganai perbedaan UN dan USBN walaupun pergantian UN menjadi USBN baru sekedar wacana namun bisa dipastikan jika hal tersebut terjadi maka kemungkinan poin-poin yang disebutkan di atas benar akan terealisasi. Namun hrapan kita sebagai pendidik hendaklah jika terjadi pergantian ini akan lebih memudahkan pihak-pihak yang melaksanakannya dan dapat tercapainya tujuan pendidikan. Semoga bermanfaat buat kita semua

MKRdezign

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget