2016-11-27

Madrasah Kita | Tata persuratan sekolah atau madrasah yang akan kami share disini adalah contoh membuat surat pindah dari sekolah. Surat pindah ini biasanya mutlak diperlukan jika ada siswa atau siswi sekolah atau madrasah akan pindah ke sekolah atau madrasah lain.
contoh surat pindah

Berikut ini adalah contoh dari surat keterangan pindah atau mutasi dari sekolah yang bersangkutan :

KOP MADRASAH/SEKOLAH


SURAT KETERANGAN PINDAH SEKOLAH
Nomor: ........................

Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala [nama sekolah/madrasah dan alamat], menerangkan bahwa:
Nama : .......................................
Tempat/Tanggal Lahir : .......................................
Nomor Induk : .......................................
NISN : .......................................
Jenis Kelamin : .......................................
Kelas : .......................................      
Sesuai Surat Permohonan Pindah oleh orang tua/wali murid
Nama : .......................................
Pekerjaan         : .......................................
Alamat : .......................................

Telah mengajukan pindah ke salah satu Sekolah Menengah Pertama [nama dan alamat sekolah tertuju] dengan alasan permintaan orang tua.
Bersama ini kami sertakan Buku Laporan Pendidikan (Raport) yang bersangkutan dan Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Madrasah.

Pandeglang, 19 Nopember 2016
Kepala Madrasah



[nama kepala sekolah/madrasah]


Setelah anak tersebut diterima disekolah ini, isian ini harap diisi dan dikirimkan kembali kepada kami. 
………………...………..................................................……..potong disini……………..………………….………...…………..

NSS         : ……………………………………………………………………..
Nama Sekolah : ………………………….………………………………………….
Status Sekolah : ……………………………………………………………………..
Alamat : ……………………………………………………………………..
Desa / Kelurahan : ……………………………………………………………………..
Kecamatan : ……………………………………………………………………..
Kabupaten / Kota : ……………………………………………………………………..
Provinsi         : ……………………………………………………………………..

👉 Baca Juga : Contoh Surat Keterangan Kelakuan Baik 

Demikian mengenai contoh surat keterangan pindah dari sekolah atau madrasah. Semoga bermanfaat...😊


Madrasah Kita | Surat Keterangan Kelakuan Baik atau sering disingkat SKKB adalah surat yang biasanya diperlukan untuk melengkapi surat pindah dari sekolah ke sekolah lain. Tujuan dari surat ini adalah untuk menjelaskan bahwa siswa yang bersangkutan yang pindah bukan karena kasus kriminal atau pelanggaran berat dari sekolah sebelumnya.
contoh skkb

Berikut ini adalah contoh dari Surat Keterangan Kelakuan Baik atau SKKB, untuk data bisa disesuaikan dengan sekolah atau madrasah masing-masing.

KOP SEKOLAH/MADRASAH

SURAT KETERANGAN KELAKUAN BAIK
Nomor : ............................


Bissmillaahirrohmaanirrohiim

Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : ....................
NIP                         : -
Jabatan : Kepala Madrasah
Alamat : ...........................
Menerangkan dengan sebenarnya bahwa :
Nama : ...........................
Tempat/Tgl Lahir      : ...........................
Nomor Induk : ...........................
NISN : ...........................
Jenis Kelamin : ...........................
Kelas : ...........................      
Nama : ...........................
Pekerjaan                   : ...........................
Alamat : ...........................

Adalah siswa/siswi [nama dan alamat sekolah] Tahun Pelajaran 2016/2017. Dan selama belajar di lembaga pendidikan kami, nama tersebut diatas selalu berkelakuan BAIK, terbebas dari obat terlarang dan saat ini tidak sedang dalam hukuman karena pelanggaran.

Demikian surat keterangan ini kami buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Pandeglang, 19 Nopember 2016
Kepala Madrasah


...................................................


Demikian contoh dari surat keterangan kelakuan baik atau SKKB. Semoga bermanfaat...


stop pungli
Madrasah Kita | Pungli atau pungutan liar adalah berbagai macam tarikan yang dibebankan oleh sekolah kepada siswa sebagai pembiayaan berbagai macam kegiatan. Pungli terjadi karena tidak adanya partisipasi dan transparansi masyarakat dalam penyusunan RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah). Pungutan yang dikeluarkan oleh sekolah dapat digolongkan sebagai pungutan liar apabila dikeluarkan tanpa persetujuan wali siswa (orang tua murid) dan mengandung paksaan dalam pembayarannya. Secara sederhana pungli itu terjadi karena tidak ada dasar hukumnya.

Ada 47 jenis tarikan berdasarkan pengaduan masyarakat yang dimasukkan pungutan liar (pungli). Tarikan yang dibebankan kepada siswa dapat digolongkan sebagai pungli, apabila besaran tarikan diputuskan secara sepihak oleh sekolah tanpa melibatkan pendapat orang tua siswa, serta mengandung unsur pemaksaan dalam hal pembayaran.

Pungutan liar dengan segala jenis dan bentuknya, merupakan masalah yang harus segera diselesaikan, jika tidak, pelayanan publik yang menjadi tugas utama pemerintah akan bergeser menjadi barang yang diperjualbelikan.

Jika masalah seperti alokasi anggaran, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tidak dilakukan, maka pungutan liar akan terus berkembang dan jadi jalan ilegal untuk menjawab kebutuhan sekolah. Tim Saber Pungli untuk bekerja serius memberantas pungli yang terjadi pada sektor-sektor pelayanan dasar.

Lalu, tarikan apa sajakah yang bisa digolongkan sebagai Pungli?


Berdasarkan laporan FMPP (Forum Masyarakat Peduli Pendidikan), ada 48 tarikan yang berpotensi Pungli di kota dan kabupaten Malang, di antaranya:

1. Uang Pendaftaran Masuk
2. Uang Komite
3. Uang Osis
4. Uang Ekstrakurikuler
5. Uang Ujian
6. Uang Daftar ulang
7. Uang Studi Tour
8. Uang Les
9. Uang Buku Ajar
10. Uang Paguyuban
11. Uang Syukuran
12. Uang Infak
13. Uang Foto Copy
14. Uang Perpustakaan
15. Uang Bangunan
16. Uang LKS
17. Uang Buku Paket
18. Uang Bantuan Insidental
19. Uang Foto
20. Uang Perpisahan
21. Uang sumbang Pergantian Kepala Sekolah
22. Uang Seragam
23. Uang Pembuatan Pager/Bangunan Fisik
24. Uang Pembelian Kenang-kenangan
25. Uang pembelian
26. Uang Try Out
27. Uang Pramuka
28. Uang Asuransi
29. Uang Kalender
30. Uang Partisipasi Masyarakat untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
31. Uang Koperasi
32. Uang PMI
33. Uang Dana Kelas
34. Uang Denda Jika Siswa Melanggar Peraturan
35. Uang UNAS
36. Uang Ijazah
37. Uang Formulir
38. Uang Jasa Kebersihan
39. Uang Dana Sosial
40. Uang Jasa Penyeberangan Siswa
41. Uang Map Ijazah
42. Uang Legalisasi
43. Uang Administrasi
44. Uang Panitia
45. Uang Jasa untuk Mendaftarkan Siswa ke Sekolah
46. Uang Listrik
47. Uang Gaji GTT( Guru Tidak Tetap).

Demikian info mengenai macam-macam pungli atau pungutan liar disekolah. Semoga info ini bisa bermanfaat dan bisa mengurangi pungutan-pungutan yang tidak diatur dalam perundang-undangan yang sudah ditentukan. Salam Madrasah.......

MKRdezign

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget