Kabar Terbaru

Pengunjung

SEJAK 1 MEI 2017

Flag Counter

Total Pageviews

Aplikasi Rapot K13 Departemen Agama Untuk MI, MTs dan MA

By On December 19, 2016

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Raport merupakan kumpulan nilai yang disusun guna mengetahui kemampuan peserta didik dalam menguasai semua pelajaran disuatu sekolah. segala persiapan untuk menjelang Ujian tengah semester (UTS) genap dan ujian akhir semester (UAS) genap harus dipersiapkan dari sekarang oleh para guru  atau operator sekolah terutama wali kelas.

Dalam dunia pendidikan terdapat 2 kurikulum yang digunakan dalam standarisasi pendidikan yaitu kurikulum 2006 dan 2013. Hal ini tentunya memerlukan keputusan yang sangat berat bagi suatu lembaga pendidikan. Jika suatu lembaga pendidikan memutuskan untuk memakai kurikum 2013 tentunya terdapat perubahan perubahan yang mengacu pada penilaian terhadap peserta didik.

Untuk menunjang hal tersebut diatas, maka pada kesempatan ini, Madrasah Kita mencoba membagikan atau mempostingkan Aplikasi Raport Kurikulum 2013 Otomatis Lengkap Terbaru 2016-2017 dari Departemen Agama untuk tingkat MI, MTs dan MA yang dapat diunduh dengan mudah dan gratis guna memudahkan pekerjaan bapak ibu guru dalam pebuatan raport di madrasah masing masing , Aplikasi ini berformat Excell sehingga mudah saat penggunaannya.

aplikasi rapot k13 depag
Aplikasi raport ini juga dapat diedit dan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah untuk jenjang MI,MTs dan MA tinggal pilih dan unduh. Adapun beberapa fitur dalam pengoperasiannya dan jika kesulitan bisa baca ptunjuk yang disediakan.
Untuk bapak ibu guru madrasah yang membutuhkan silakan dapat diunduh di link dibawah ini :


Demikian info mengenai Aplikasi Rapot Kurikulum 2013 Departemen Agama untuk tingkat MI, MTs dan MA. Semoga postingan ini bisa bermanfaat buat para guru madrasah yang kebingungan untuk mencarai aplikasi rapot K13 ini. Semoga bermanfaat dan salam madrasah....


Guru Perlu Tahu, Inilah Dasar Hukum Perlindungan Guru

By On December 16, 2016

undang undnag perlindungan guruRekan Guru Madrasah, akhir-akhir ini marak sekali peristiwa yang dapat membuat khawatir para guru. Banyak sekali guru dalam melaksanakan tugasnya mengalami hal yang sangat merisaukan. Seolah guru terhimpit oleh dua hal yaitu antara pendidikan dan keamanan.

Guru yang mendidik anak didiknya sering kali menjadi korban pidana oleh orang tua wali murid. Seperti contoh guru yang menjewer anak didiknya dilaporkan ke polisi padahal anak tersebut memang benar-benar melanggar susila atau pun melanggar aturan-aturan yang disepakati bersama antara sekolah, guru dan wali murid.

Oleh karena hal tersebut di atas maka guru harus memiliki perlindungan hukum dalam melaksanakan tugasnya. Guru harus dilindungi, kalau tidak maka hal ini akan berakibat pada merosotnya nilai pendidikan yang ada di Indonesia. Guru sudah tidak lagi mau menegur anak didiknya , guru akan membiarkan anak didiknya berperilaku yang melanggar norma susila, kesopanan dan perautaran tertulis yang berada di satuan pendidikan. Jika ini terjadi maka sudah dapat dipatikan generasi Indonesia akan mengalami degradasi moral yang sangat menghawatirkan.

Bagi guru, harus ada campur tangan pemerintah yang jelas agar guru dapat melaksanakan pendidikan anak bangsa ini dengan sebaik-baiknya tanpa dihantui rasa takut risau dan khawatir akan keselamatanya.

Mengapa jika sudah ada pasal yang melindungi guru, tetapi masih ada guru yang harus dipidana atau penjara apakah perlindungan pada pasal tersebut tidak dapat melindungi guru dalam melaksanakan tugas ataukah ada faktor lain, sehingga guru yang seharusnya dilindungi masih harus tetap dipidana?

Atau mungkin para stekholder atau yang memegang kewenangan tidak mengetahui undang0undang ini? Maka dari itu pada kesempatan ini madrasah kita mencoba mengetengahkan beberapa pasal tentang perlindungan guru. Ini hal yang perlu para guru ketahui, bahwa sebenarnya ada loh pasal-pasal yang melindungi guru dari jeratan hukum, selama guru itu berada pada jalur yang benar.

Berikut ini adalah beberapa pasal dalam undang-undang perlindungan guru yang perlu diketahui :

Pasal 39 UU No 14 tahun 2005 tentang perlindungan hukum terhadap guru 

Undang-undang perlindungan guru sebenarnya sudah ada sejak tahun 2005. UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen  sudah mengatur tentang perlindungan guru dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 39 UU No 14 tahun 2005 menegaskan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas. Perlindungan terhadap guru tersebut meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.
undang undnag perlindungan guru

Perlindungan hukum terhadap guru sesuai amanat undang-undang tersebut mencakup perlindungan hukum terhadap tindak kekerasan, perlakuan diskriminatif, intimidasi, ancaman, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, maupun pihak lain. Dasar hukum ini tentu saja sangat kuat karena telah ditetapkan sebagai undang-undang.

Pasal 39 PP No 78 tahun 2008 tentang sanksi pelanggaran tata tertib sekolah 

Mengenai sanksi ini, para guru memiliki dasar hukum yang kuat yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru. Pasal 39 PP No 78 tahun 2008 tentang Guru menyatakan bahwa guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan Guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya. Guru dapat memberikan sanksi berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik Guru, dan peraturan perundang-undangan. Jika pemberian sanksi terhadap pelanggaran tersebut di luar kewenangan Guru, maka guru dapat melaporkannya  kepada pemimpin satuan pendidikan.
undang undnag perlindungan guru
Itulah sekilas info menganai dasar perlindungan guru yang sejatinya sejak lama sudah ada. Maka buat para guru madrasah, jangan ragu lagi untuk mendidik namun tegas, berilah sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa harus takut dengan jerat hukum selama itu adalah pada jalur yang benar, demi terciptanya generasi yang tidak cengeng namun disiplin. Undang undang guru akan melindungi jika terjadi hal-hal yang seharusnya tidak terjadi pada seorang guru. Semoga manfaat dan salam madrasah...

3 Model Pembelajaran Ini Cocok Diterapkan Pada Kurikulum 2013

By On December 15, 2016

model pembelajaran K13Teman-teman para guru madrasah yang berbahagia. Penerapan K 13 secara bertahap sudah dilaksanakan di berbagai sekolah  atau madrasah di seluruh Indonesia. Walaupun memenag dalama pelaksanaanya masih banyak kendala yang dihadapinya. Mulai dari sarana, pengadaan alat ajar sampai dengan metode pengajarannya dan masalah-masalah yang lain.

Hal yang sangat penting dalam penerapan Kurikulum 13 adalah metode pangajaran yang banyak perubahan dalam penerapannya. Salah satunya adalah metode atau model pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning).

Model pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) ternyata menjadi model yang cocok untuk diterapkan pada kurikulum 2013. Oleh karena di dalam model PBL ini mengandung pola pembelajaran dengan pendekatan saintifik (scientific approach). Dalam pembelajaran model ini, setidaknya ada 3 model pembelajaran yang cocok diterapkan pada kurikulum 2013. Di antaranya sebagai berikut.

1. Discovery Learning
Model pembelajaran discovery learning dilakukan dengan beberapa langkah pembelajaran yaitu persiapan, pelaksanaan (kegiatan inti), dan penilaian.

Pada kegiatan inti yaitu pelaksanaan pembelajaran model pembelajaran discovery learning dilakukan hal-hal berikut:
  1. Pemberian stimulasi/rangsangan,
  2. Pernyataan/identifikasi masalah,
  3. Pengumpulan data,
  4. Pengolahan data,
  5. Verifikasi/pembuktian dan
  6. Menarik kesimpulan/generalisasi.
Tahapan penilaian tentu dilakukan model authentic assesment

2. Problem Based Learning
Problem based learning adalah, metode mengajar yang menggunakan masalah yang nyata, melalui masalah itu, terjadilah proses belajar siswa. Mereka akan belajar berbagai hal termasuk ingatan (kognitif) maupun keterampilan berpikir kritis.

Problem based learning adalah metode mengajar dengan fokus pemecahan masalah yang nyata, kerja kelompok, umpan balik, diskusi, dan laporan akhir.

3. Project Based Learning
Model pembelajaran berbasis proyek  merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Guru menugaskan siswa untuk melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Demikian intisari dari artikel tentang model-model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kurikulum 2013. Model pembelajaran merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh guru. Oleh karena guru merupakan ujung tombak pelaksana pembelajaran di kelas. Di sanalah, kreativitas guru sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Semoga bermanfaat dan salam madrasah…..


Cara Mudah Cek Proses SK Inpassing Guru Bukan PNS

By On December 14, 2016

cara cek sk inpassing guru bukan pnsPenyetaraan guru Non PNS adalah program yang selalu di nanti-nanti oleh semua guru Non PNs, karena harapan untuk menjadi PNS sangatlah kecil, SK Inpassing merupakan surat keputuasan yang dikeluarkan oleh pemerintah sebagai penyetaraan terhadap guru Non PNS dengan guru PNS yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 47 tahun 2007.

Jika dipertanyakan apa itu Inpassing Guru, Inpassing Guru adalah merupakan penetapan jabatan fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil. Inpassing bukan sebatas untuk memberikan tunjangan profesi bagi mereka, namun lebih jauh adalah untuk menetapkan kesetaraan jabatan, pangkat/golongan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku sekailgus demi tertib administrasi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil.Persyaratan Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang dapat ditetapkan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya

Dan pada kesempatan kali ini admin akan berbagi tentang Cara Cek SK Inpassing Guru Non PNS, cara mengeceknya adalah berdasarkan  Nomor NUPTK dan Nama Guru. Cara Cek SK Inpassing Guru Non PNS dapat dilakukan melalui situs remsi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Cara mudah cek proses SK Inpassing

Untuk mengecek inpassing guru bukan PNS silakan klik tautan berikut ini :

http://sdm.kemdikbud.go.id:8080/ropeg-info/index.php

Pilih Inpassing Guru Bukan PNS. lihat isian NUPTK dibawah ini.
Maka akan muncul seperti tampilan dibawah ini, silakan tinggal isikan NUPTK atau nama guru.
Adapun Guru yang Bukan Pegawai Negeri Sipil yang dapat ditetapkan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya adalah:

Guru tetap yang mengajar pada satuan pendidikan, TK/TKLB/RA/BA atau yang sederajat; SD/SDLB/MI atau yang sederajat; SMP/SMPLB/MTs atau yang sederajat; dan SMA/SMK/SMALB/MA/MAK atau yang sederajat, yang telah memiliki izin operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Dinas Pendidikan Provinsi setempat. Guru dimaksud adalah guru yang diangkat oleh pemerintah, pemerintah daerah dan yayasan/masyarakat penyelenggara pendidikan;
  1. Kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV;
  2. Masa kerja sebagai guru sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut pada satmingkal yang sama;
  3. Usia setinggi-tingginya 59 tahun pada saat diusulkan;
  4. Telah memiliki NUPTK yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional; dan Melampirkan syarat-syarat administratif:
  5. Salinan/fotokopi sah surat keputusan tentang pengangkatan atau penugasan sebagai guru tetap yang ditandatangani oleh yayasan/penyelenggara satuan pendidikan yang mempunyai izin operasional tempat satuan administrasi pangkal (satmingkal) guru yang bersangkutan.
  6. Salinan atau fotokopi ijazah terakhir yang disahkan oleh pejabat yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku (Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang menerbitkan ijasah dimaksud).
Demikian info mengenai cara cek inpasiing untuk guru bukan PNS. Semoga bermanfaat dan salam madrasah.....

Apliaksi Penilaian Kurikulum 13 SD Sesuai Permendikbud

By On December 13, 2016

Madrasah Kita | Bapak Ibu guru SD, berikut ini adalah aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 yang sesuai dengan Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015. Aplikasi ini sangat cocok digunakan bagi Anda seorang guru dengan sekolah pengimplementasi kurikulum 2013 baik kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.

Walupun memang saat ini, Kurikulum 2013 masih menjadi polemik di semua kalangan. Namun, dengan adanya revisi K13 di tahun 2016 ini diharapkan semua sistem maupun perangkat pembelajaran sudah siap ketika di tahun pelajaran 2016/2017 K13 benar-benar sudah berjalan.

Dan aplikasi penilaian Kurikulum 2013 ini sudah disesuaikan dengan ketentuan yang tertuang dalam buku panduan Penilaian Sekolah Dasar terbaru dari Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan Pusat Penilaian Pendidikan dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan)

Gambaran Apilkasi :
Aplikasi Penilaian K13 ini dibuat oleh Bapak Untung Sutikno, S.Pd yang menjabat sebagai kepala sekolah SDN Randegan 02.
Berikut ini adalah preview dari aplikasi penilaian tersebut :


Menu Utama :
1. Menu Input Data
2. Deskripsi KI-1 dan 2
3. Nilai KI-3 Pengetahuan
4. Nilai KI-4 Ketrampilan
5. Hasil
6. Bonus Instrumen

Bagaimana cara menjalankan aplikasi ini?

Dalam aplikasi ini sudah disediakan panduannya, jadi tidak perlu khawatir. Silahkan unduh Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013 Sesuai dengan Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 disini :

Aplikasi Penilaian K13

Demikian info mengenai aplikasi penilaian Kurikulum 13 SD sesuai dengan permendikbud tahun 2015. Semoga bermanfaat dan salam madrasah....


Aplikasi BIOUN Tahun 2016-2017 dan Panduan Pengisiannya

By On December 11, 2016

bioun 2017
Madrasah Kita | Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2017 sebentar lagi akan di gelar, baik untuk tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Sebelum Pelaksanaan UN tersebut dilakukan pendaftaran dan pendataan Calon peserta UN yang nantinya akan ditetapkan m enjadi peserta UN tahun 2017. Calon peserta UN merupakan siswa kelas akhir di masing – masing tingkat dan berpacu pada data yang ada di dapodik. Selain itu verifikasi peserta UN juga dilakukan melalui aplikasi BIO UN 2017.

Petunjuk teknis penggunaan BIOUN Tahun 2017

Sambil menunggu kelanjutan kebijakan Ujian Nasional, kami sampaikan bahwa pendataan calon peserta ujian sudah bisa dilaksanakan.

Calon peserta Ujian ini sebagai laporan secara online dari tiap sekolah dan natinya dapat digunakan sebagai dasar penomoran ujian sekolah / madrasah. Berikut ini penggunaan BIOUN Tahun 2017 yang datanya bisa diambil dari verval capesun EMIS :
  1. Siapkan file capesun (downlod di vervalun)
  2. Siapkan aplikasi BIOUN
  3. Buka BIOUN 
  4. Kopi file Capesun, Pilih 30-06, buka Polder Emis, paste
  5. Log in Biodata, Userid :admin, Password : admin
  6. Pilih export/import-pilih kabupaten-pilih madrasah
  7. Klik DAPODIK/EMIS (secara otomatis file capesun akan muncul)
  8. Klik file capesun
  9. Pilih proses
  10. Kalo berhasil klik siswa
  11. Maka bio-un akan terisi otomatis. Selamat mencoba
Untuk lebih mudahnya silakan bisa dapatkan BIOUN di link berikut ini :

BIOUN SMP/MTs

BIOUN SMA/MA

Demikian info mengenai BIOUN untuk Tahun 2017. Semoga bermanfaat dan salam madrasah

Cara Mengetahui NPSN Sekolah Secara Online

By On December 10, 2016

PDSPK
Madrasah Kita | Dalam formulir pendataan EMIS Semester Gasal Tahun Pelajaran 2016/2017 yang sudah dirilis oleh Tim Emis Pendis Kemenag, terdapat beberapa input data baru yang pada periode pendataan Emis sebelumnya tidak ada. Salah satu yang baru tersebut adalah NPSN Sekolah/Madrasah terkait data Sekolah jenjang sebelumnya. Lalu apakah yang dimaksud dengan NPSN itu sendiri?

Menurut wikipedia, Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) adalah kode pengenal sekolah Indonesia yang bersifat unik dan membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya.

Sistem NPSN bersifat nasional dan menggantikan kode-kode sebelumnya (seperti NIS) yang berbeda-beda formatnya dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Sebelumnya, aturan penyusunan kode pengenal sekolah antara satu provinsi dapat berbeda dengan provinsi lain. Akibatnya terjadi kegandaan data sekolah yang dapat berimbas pada sistem penggajian, penilaian, dan registrasi lainnya. NPSN merupakan penyederhanaan dan penggabungan sistem sehingga setiap sekolah akan memiliki kode unik dan menjadi pembeda utama antar satu sekolah dengan sekolah lainnya di seluruh Indonesia.

NPSN adalah kode pengenal yang ditetapkan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) dan diberikan kepada satuan pendidikan (sekolah) melalui dinas pendidikan kabupaten/kota diseluruh wilayah Indonesia. Penggunaan NPSN dimaksudkan untuk kemudahan dalam pengelolaan data satuan pendidikan.

Dasar pengembangan NPSN adalah Permendikbud No. 99 tahun 2013 tentang “Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi di Lingkungan Kemendikbud”, Inmen Kemdikbud No. 2 Tahun 2011 “Tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan Menteri Pendidikan Nasional”, dan Surat Keputusan Kabalitbang Diknas Nomor 3574/G.G4/KL/2009, tanggal 22 Oktober 2009, tentang “Nomor Pokok Sekolah Nasional sebagai nomor unik satuan pendidikan”

Format NPSN terdiri dari 8 digit secara acak.

Cara Mencari NPSN Online
Cara menggetahui NPSN sutau sekolah atau Madrasah cikuplah mudah. Operator tidak harus bertanya langsung kepada sekolah atau madrasah dimana siswa berasal. Karena saat ini ada layanan khusus untuk mengetahui NPSN sebuah Sekolah atau Madrasah, kita dapat mencarinya dan mengetahui dengan mudah. Dan hasil pencarian tersebut cukup akurat.

Karena ternyata Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK), sebagai lembaga yang berwenang atas NPSN, memiliki sebuah situs yang memuat NPSN semua Satuan Pendidikan di Indonesia secara lengkap. Mulai dari NPSN PAUD (TK/RA, KB, TPA, dan SPS), Sekolah Dasar (SD/MI), SMP/MTs, SMA/MA, hingga SMK. Situs tersebut adalah 'Data Referensi Pendidikan' yang beralamat di :


Jika anda sudah masuk ke tautan atau situs diatas, maka ada dua cara mencari dan mengetahui NPSN melalui situs 'Data Referensi Pendidikan' milik Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) tersebut.

  1. Dengan memanfaatkan fitur pencarian, yakni dengan mengetikkan nama sekolah atau madrasah yang dicari NPSN-nya.
  2. Dengan melihat daftar sekolah atau madrasah di sebuah kecamatan di seluruh Indonesia pada jenjang tertentu.
Demikian mengenai cara mengetahui NPSN secara online di Data Referensi Pendidikan' milik Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK). Semoga bermanfaat dan salam madrasah...

Surat Dirjen Pendis Tentang Percepatan Pembayaran TPG

By On December 10, 2016

surat percepatan tpg
Madrasah Kita | Berikut ini adalah surat tentang percepatan Pembayaran TPG pada Ditjen Pendidikan Islam, surat yang tertaggal 6 Desember ini di tujukan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi, kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/kota dan kepala Madrasah Negeri.

Berdasarkan evaluasi serapan anggaran tunjangan profesi guru PNS dan Non PNS pada Madrasah dan PAI disekolah umum ada beberapa hal yang harus dilakukan.
Realisasi TPG Madrasah dan PAI pada sekolah umum Per 5 Desember 2016 masih menyisakan anggaran yang cukup besar, sehingga dengan sisa waktu yang tersedia agar satuan kerja dapat mempercepat realisasi tunjangan profesi guru tersebut.

Jika sudah terealisasi semua bisa untuk membayar yang terhutang, lebih jelasnya Download Percepatan Pembayaran TPG Pada Ditjen Pendidikan Agama Islam melalui tautan di bawah ini :

Surat Dirjen Pendis tentang Percepatan Pembayaran TPG

Demikian info mengani Surat Dirjen Pendis tentang Percepatan Pembayaran TPG. Semoga bermanfaat….



Definisi Pendekatan Saintifik, Prinsip dan Langkah-Langkah Pembelajarannya

By On December 08, 2016

pendekatan saintifikPendekatan Saintifik | Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar  peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapanmengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami  berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber  melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu.

Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Dalam melaksanakan proses-proses tersebut, bantuan guru diperlukan. Akan tetapi bantuan guru tersebut harus semakin berkurang dengan semakin bertambah dewasanya siswa atau semakin tingginya kelas siswa.

Pengertian Pendekatan Saintifik

Sebenarnya apa Pendekatan saintifik itu? Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diterapkan pada Kurikulum 2013. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui), merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mencoba/mengumpulkan data (informasi) dengan berbagai teknik, mengasosiasi/ menganalisis/mengolah data (informasi) dan menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Langkah-langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencipta.

Prinsip-prinsip kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013, yakni :

1. Peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu;
2. Peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar;
3. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah;
4. Pembelajaran berbasis kompetensi;
5. Pembelajaran terpadu;
6. Pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi;
7. Pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;
8. Peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills;
9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan , membangun kemauan , dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran
11. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
12. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
13. Pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang budaya peserta didik; dan
14. Suasana belajar menyenangkan dan menantang.

Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Dalam pengertian pendekatan saintifik ada beberapa langkah-langkah, menurut Peraturan pemerintah pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV, proses pembelajaran terdiri atas lima kegiatan pengalaman belajar pokok yaitu: Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi/Eksperimen, Mengasosiasikan/Mengolah Informasi, Dan, Mengkomunikasikan.

Mengamati
Dalam proses mengamati peserta didik diharapkan dapat menyaksikan tentang apa yang di sajikan guru, misalnya video atau film yang terkait materi, guru juga bisa menampilkan gambar-gamba yang juga terkait dengan materi. Selain itu pengamatan juga dapat dilakukan pada saat guru melakukan simulasi.

Menanya
Setelah peserta didik mengamati, kemudian peserta didik merumuskan pertanyaan atas apa yang telah di tampilkan guru, apabila sudah ada pertanyaan-pertanyaan pada peserta didik diharapkan dengan pertanyaan itu nantinya akan membuat peserta didik lebih memperhatikan materi dan mampu mencari sendiri jawaban dari pertanyaannya itu.

Mengumpulkan Informasi/Eksperimen
Pada tahap ini, setelah peserta didik mempunyai pertanyaan yang diperoleh melalui pengamatan terhadap media yang sudah ditampilkan guru, maka tugas peserta didik selanjutnya adalah mengumpulkan informasi, informasi tersebut untuk menjawab pertanyaan yang sudah dibuat, informasi tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber belajar seperti buku, setudi perpustakaan,internet. Disinilah peserta didik di tuntut untuk aktif bekerja sama dalam kelompoknya.

Mengasosiasikan/Mengolah Informasi
Setelah mendapatkan informasi dan data yang cukup, peserta didik dalam kelompoknya berbagi tugas untuk mengasosiasikan atau mengolah informasi yang sudah di dapat dengan yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang sudah dirumuskan. Dan menampilkannya dalam laporan kelompok.

Mengkomunikasikan
Dalam proses ini peserta didik di harapkan mampu mengkomunikasikan dengan kelompok lain tentang informasi apa yang sudah di olah dalam kelompoknya. Disinilah inti dari saintifik yaitu peserta didik diharapkan untuk saling bertukar informasi dengan kelompok lain. Sehingga akan tercipta kondisi peserta didik yang aktif, dan menjadikan peserta didik menjadi subjek belajar.

Demikian mengenai definisi pendekatan saintifik dan langkah-langkahnya. Semoga bermanfaat..

Inilah Beberapa Perbedaan Antara UN dan USBN

By On December 06, 2016

UN madrasahMadrasah Kita | Pemerintah akan menghentikan ujian nasional (UN) mulai 2017, lalu mengganti dengan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Ada dua terobosan yang membedakan secara siginifikan antara UN dan USBN. Walaupun ini baru sekedar wacana namun kita harus tahu sejak dini ada perbedaan antara keduanya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, perbedaan pertama adalah dalam USBN akan ditambahkan materi soal berupa esai. Perbedaan kedua, materi pembuatan soal akan diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk jenjang SMA/SMK, dan pemerintah kota/kabupaten untuk jenjang SMP.

Kebijakan moratorium UN (ujian nasional) oleh Muhajir Efendy selaku menteri pendidikan memunculkan pertanyaan di masyarakat tentang apakah yang akan menggantikan ujian nasional tersebut dalam mengukur pencapaian belajar siswa selama 3 tahun selain itu hal yang biasanya muncul dibenak seseorang ketika mendengar wacana/informasi, UN (ujian nasional) akan di ganti dengan UASBN (ujian sekolah berstandar nasional) salah satunya adalah menanyakan apa perbedaa antara UN dan UASBN.

Walaupun muncul pro dan kontra tentang pergantian sistem UN tahun depan menjadi USBN apakah lebih efektif dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Namun beberapa pihak berpandangan bahwa penghapusan ujian nasional dan diganti menjadi ujian sekolah berstandar nasional dinilai sebagai suatu terobosan baru, karena UN yang selama ini diterapkan pemerintah justru memunculkan banyak polemik dalam penerapannya sehingga menimbulkan maslah-masalah baru ketika UN berlangsung.

Ada beberapa perbedaan antara Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), dintaranya adalah :

1. Ruang lingkup
Perbedaan pertama UN dan USBN adalah ruang lingkup pelaksanaannya, jika UN dilaksanakan secara nasional (sentralisasi) maka USBN berlaku sesuai dengan ketetapan daerah masing-masing (desentralisasi) namun tetap berpatokan pada standar ujian nasional.

2. Jumlah Mata Pelajaran
Dalam UN hanya terdapat beberapa mata pelajaran tertentu yang dimasukkan dalam daftar mata pelajaran ujian nasional maka pada USBN semua mata pelajaran masuk dalam daftar mata pelajaran untuk ujian USBN (mata pelajaran lokal belum dipastikan masuk dalam USBN)

3. Jenis soal
Jika pada UN (ujian nasional)  jenis soal yang digunakan adalah pilihan ganda maka pada USBN (ujian sekolah berstandar nasional) selain terdapat pilihan ganda juga terdapat esai namun komposisi soalnya belum pasti berapa.

4. Tingkat kesukaran
Diperkirakan tingkat kesukaran soal antara suatu daerah dengan daerah lain berbeda namun tetap tidak boleh berada di bawah standar nasional. hal ini terjadi karena tingkat kemampuan peserta didik di suatu daerah dengan daerah lain berbeda contohnya saja anatara jakarta dan merauke.

5. Pengelolaan
Jika selama ini soal UN dikelola oleh pemerintah pusat maka pada USBN pemerintah daerah diberi mandat untuk mengelola ujian namun tetap dalam koordinasi pemerintah pusat.

Demikianlah menganai perbedaan UN dan USBN walaupun pergantian UN menjadi USBN baru sekedar wacana namun bisa dipastikan jika hal tersebut terjadi maka kemungkinan poin-poin yang disebutkan di atas benar akan terealisasi. Namun hrapan kita sebagai pendidik hendaklah jika terjadi pergantian ini akan lebih memudahkan pihak-pihak yang melaksanakannya dan dapat tercapainya tujuan pendidikan. Semoga bermanfaat buat kita semua

Contoh Surat Keterangan Pindah dari Sekolah

By On December 03, 2016

Madrasah Kita | Tata persuratan sekolah atau madrasah yang akan kami share disini adalah contoh membuat surat pindah dari sekolah. Surat pindah ini biasanya mutlak diperlukan jika ada siswa atau siswi sekolah atau madrasah akan pindah ke sekolah atau madrasah lain.

contoh surat pindah

Berikut ini adalah contoh dari surat keterangan pindah atau mutasi dari sekolah yang bersangkutan :

KOP MADRASAH/SEKOLAH


SURAT KETERANGAN PINDAH SEKOLAH
Nomor: ........................

Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala [nama sekolah/madrasah dan alamat], menerangkan bahwa:
Nama : .......................................
Tempat/Tanggal Lahir : .......................................
Nomor Induk : .......................................
NISN : .......................................
Jenis Kelamin : .......................................
Kelas : .......................................      
Sesuai Surat Permohonan Pindah oleh orang tua/wali murid
Nama : .......................................
Pekerjaan         : .......................................
Alamat : .......................................

Telah mengajukan pindah ke salah satu Sekolah Menengah Pertama [nama dan alamat sekolah tertuju] dengan alasan permintaan orang tua.
Bersama ini kami sertakan Buku Laporan Pendidikan (Raport) yang bersangkutan dan Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Madrasah.

Pandeglang, 19 Nopember 2016
Kepala Madrasah



[nama kepala sekolah/madrasah]


Setelah anak tersebut diterima disekolah ini, isian ini harap diisi dan dikirimkan kembali kepada kami. 
………………...………..................................................……..potong disini……………..………………….………...…………..

NSS         : ……………………………………………………………………..
Nama Sekolah : ………………………….………………………………………….
Status Sekolah : ……………………………………………………………………..
Alamat : ……………………………………………………………………..
Desa / Kelurahan : ……………………………………………………………………..
Kecamatan : ……………………………………………………………………..
Kabupaten / Kota : ……………………………………………………………………..
Provinsi         : ……………………………………………………………………..

👉 Baca Juga : Contoh Surat Keterangan Kelakuan Baik 

Demikian mengenai contoh surat keterangan pindah dari sekolah atau madrasah. Semoga bermanfaat...😊


Contoh Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Sekolah

By On December 03, 2016

Madrasah Kita | Surat Keterangan Kelakuan Baik atau sering disingkat SKKB adalah surat yang biasanya diperlukan untuk melengkapi surat pindah dari sekolah ke sekolah lain. Tujuan dari surat ini adalah untuk menjelaskan bahwa siswa yang bersangkutan yang pindah bukan karena kasus kriminal atau pelanggaran berat dari sekolah sebelumnya.

contoh skkb

Berikut ini adalah contoh dari Surat Keterangan Kelakuan Baik atau SKKB, untuk data bisa disesuaikan dengan sekolah atau madrasah masing-masing.

KOP SEKOLAH/MADRASAH

SURAT KETERANGAN KELAKUAN BAIK
Nomor : ............................


Bissmillaahirrohmaanirrohiim

Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : ....................
NIP                         : -
Jabatan : Kepala Madrasah
Alamat : ...........................
Menerangkan dengan sebenarnya bahwa :
Nama : ...........................
Tempat/Tgl Lahir      : ...........................
Nomor Induk : ...........................
NISN : ...........................
Jenis Kelamin : ...........................
Kelas : ...........................      
Nama : ...........................
Pekerjaan                   : ...........................
Alamat : ...........................

Adalah siswa/siswi [nama dan alamat sekolah] Tahun Pelajaran 2016/2017. Dan selama belajar di lembaga pendidikan kami, nama tersebut diatas selalu berkelakuan BAIK, terbebas dari obat terlarang dan saat ini tidak sedang dalam hukuman karena pelanggaran.

Demikian surat keterangan ini kami buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Pandeglang, 19 Nopember 2016
Kepala Madrasah


...................................................


Demikian contoh dari surat keterangan kelakuan baik atau SKKB. Semoga bermanfaat...


Perlu Diketahui, Inilah Daftar 47 Jenis Pungli Di Sekolah

By On November 30, 2016

stop pungli
Madrasah Kita | Pungli atau pungutan liar adalah berbagai macam tarikan yang dibebankan oleh sekolah kepada siswa sebagai pembiayaan berbagai macam kegiatan. Pungli terjadi karena tidak adanya partisipasi dan transparansi masyarakat dalam penyusunan RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah). Pungutan yang dikeluarkan oleh sekolah dapat digolongkan sebagai pungutan liar apabila dikeluarkan tanpa persetujuan wali siswa (orang tua murid) dan mengandung paksaan dalam pembayarannya. Secara sederhana pungli itu terjadi karena tidak ada dasar hukumnya.

Ada 47 jenis tarikan berdasarkan pengaduan masyarakat yang dimasukkan pungutan liar (pungli). Tarikan yang dibebankan kepada siswa dapat digolongkan sebagai pungli, apabila besaran tarikan diputuskan secara sepihak oleh sekolah tanpa melibatkan pendapat orang tua siswa, serta mengandung unsur pemaksaan dalam hal pembayaran.

Pungutan liar dengan segala jenis dan bentuknya, merupakan masalah yang harus segera diselesaikan, jika tidak, pelayanan publik yang menjadi tugas utama pemerintah akan bergeser menjadi barang yang diperjualbelikan.

Jika masalah seperti alokasi anggaran, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tidak dilakukan, maka pungutan liar akan terus berkembang dan jadi jalan ilegal untuk menjawab kebutuhan sekolah. Tim Saber Pungli untuk bekerja serius memberantas pungli yang terjadi pada sektor-sektor pelayanan dasar.

Lalu, tarikan apa sajakah yang bisa digolongkan sebagai Pungli?


Berdasarkan laporan FMPP (Forum Masyarakat Peduli Pendidikan), ada 48 tarikan yang berpotensi Pungli di kota dan kabupaten Malang, di antaranya:

1. Uang Pendaftaran Masuk
2. Uang Komite
3. Uang Osis
4. Uang Ekstrakurikuler
5. Uang Ujian
6. Uang Daftar ulang
7. Uang Studi Tour
8. Uang Les
9. Uang Buku Ajar
10. Uang Paguyuban
11. Uang Syukuran
12. Uang Infak
13. Uang Foto Copy
14. Uang Perpustakaan
15. Uang Bangunan
16. Uang LKS
17. Uang Buku Paket
18. Uang Bantuan Insidental
19. Uang Foto
20. Uang Perpisahan
21. Uang sumbang Pergantian Kepala Sekolah
22. Uang Seragam
23. Uang Pembuatan Pager/Bangunan Fisik
24. Uang Pembelian Kenang-kenangan
25. Uang pembelian
26. Uang Try Out
27. Uang Pramuka
28. Uang Asuransi
29. Uang Kalender
30. Uang Partisipasi Masyarakat untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
31. Uang Koperasi
32. Uang PMI
33. Uang Dana Kelas
34. Uang Denda Jika Siswa Melanggar Peraturan
35. Uang UNAS
36. Uang Ijazah
37. Uang Formulir
38. Uang Jasa Kebersihan
39. Uang Dana Sosial
40. Uang Jasa Penyeberangan Siswa
41. Uang Map Ijazah
42. Uang Legalisasi
43. Uang Administrasi
44. Uang Panitia
45. Uang Jasa untuk Mendaftarkan Siswa ke Sekolah
46. Uang Listrik
47. Uang Gaji GTT( Guru Tidak Tetap).

Demikian info mengenai macam-macam pungli atau pungutan liar disekolah. Semoga info ini bisa bermanfaat dan bisa mengurangi pungutan-pungutan yang tidak diatur dalam perundang-undangan yang sudah ditentukan. Salam Madrasah.......

Beberapa Permasalahan Verval UN di EMIS

By On November 11, 2016

Beberapa Permasalahan Verval UN di EMISMadrasah Kita | Berbagai Permasalahan di EMIS Verval UN - Berbagai Permasalahan Masih Menghantui EMIS Verval U - Baiklah teman-teman operator, saatnya kini menjawab semua pertanyaan rekan-rekan yang terlontar baik melalui komentar di blog maupun di sosial media yang tergabung dalam group serta fanspage Operator Sekolah. Karena banyaknya pertanyaan saya jelas tidak mampu menjawab satu-persatu, namun sekian banyak pertanyaan tersebut terkait dengan munculnya problem di emis verval un sudah saya baca semua. Saya merangkum pertanyaan-pertanyaan yang merupakan problem / permasalahan yang dihadapi oleh para operator dalam mengerjakan emis verval UN.

Sistem Emis verval UN Sebenarnya adalah sebuah sistem yang smple bagi operator. Mengapa saya katakan demikian ? Sistem ini hampir sama dengan Verval pd operator hanya cukup melakukan verval (Verifikasi dan Validasi) yaitu pengecekan terhadap data list peserta ujian nasional. Data-data tersebut seharusnya sudah disajikan oleh emis verval un karena data tersebut diambil dari data emis yang telah diupload. Namun pada kenyataanya para operator sangat mengalami kesulitan bahkan berlarut larut dalam mengerjakanya. Bukan karena sulit, bukan karena tidak bisa tapi hal ini hanya faktor kurang sempurnanya sistem emis verval un.

Permasalahan yang muncul terkait EMIS Verval UN diantaranya adalah :

  1. Server Eror. atau tidak dapat mengakses situs emis verval un ( http://emispendis.kemenag.go.id/vervalun/ ) hal ini dikarenakan server sedang down atau server sedang ada masalah  atau bisa juga maintance. jadi masalah bukan di operator. Solusi : Bersabar menunggu hingga server pulih kembali.
  2. Gagal Login Ke sistem padahal email dan password sudah benar. Hal ini disebabkan program mengalami eror pada bagian session register. Entah memang programnya yang ada masalah atau memang akun anda (user dan password) anda lenyap dari database, atau mungkin bisa jadi belum tersinkronkan. Solusi : bersabar Lapor ke Admin kab/kota agar segera ditindak lanjuti.
  3. Data Calon Peserta Ujian Nasional Kosong. Ini permasalahan yang juga saya alami. Mulanya data baik-baik saja namun setelah server mengalami eror kemudian server kembali normal saya cek data siswa capesun malah kososng yang muncul hanya data di kolom NIK sementera jumlah data juga menunjukan angka yang sudah benar. Mungkin ada dari teman-teman yang juga mengalami silahkan curhat via komoentar. Solusi dari permasalahan ini adalah bersabar dan laporkan ke admin kab/kota agar diteruskan ke pusat.
  4. Data Lengkap Namun setelah dicetak data di file pdf kosong. ada juga yang unik lagi yaitu data di emis verval un lengkap seolah-olah baik baik saja namun setelah dicetak capesun dan berita acara data tersebut tidak muncul alias kosong (0). Solusi : Laporkan ke admin kabupaten/kota.
  5. Data Lengkap Namun setelah dietak yang muncul siswa milik madrasah lain. ini lebih aneh lagi, data di emis verval un lengkap kemudian dicetak juga muncul datanya namun bukan data milik madrasah yang mencetak tersebut melainkan milik madrasah/lembaga lain. Solus : Bersabar dan laporkan ke admin/kab.kota.
  6. Menambahkan data siswa pindah masuk / kelas akselerasi, sudah klik simpan tapi data tetap saja tidak masuk ke list. Solusi : Bersabar sistem masih perlu dibenahi.
  7. Siswa yang pindah / keluar sudah dihapus tapi tetap saja muncul datanya di emis verval un. Solusi bersabar, sistem juga buatan manusia pasti ada kekuranganya nanti akan segera dibenahi karena saat ini teman kita di bagian perencanaan sistem pusat juga sedang bekerja keras demi lebih baiknya sistem emis verval un.
  8. Data peserta UN hilang semua dari emis verval un jadi 0. Banyak yang mengalami demikian. ini diakibatkan karena para programer masih melakukan pembenahan program. Solusi : Para operator harus bersabar dan terus membantu dengan doa agar para programer sistem emis bisa terus berjuang menyelesaikan problem yang ada.  

Demikian kira-kira berbagai pertanyaan dan keluhan yang muncul dalam pengerjaan sistem pendataan peserta ujian nasional melalui emis verval UN. Saat ini teman-teman kita para programer di pusat sedang berjuang tanpa henti membenahi sistem demi terciptanya sistem yang lebih baik, kita para operator harus bersabar dan terus berdoa agar permasalahn ini cepat selesai.

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memberi Tugas Kepada Anak

By On November 11, 2016

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memberi Tugas Kepada AnakSekolah Kita | Salah satu cara yang digunakan untuk memotivasi siswa untuk belajar adalah dengan memberikan tugas ke siswa. Jadi mereka tidak hanya belajar di sekolah saja, namun juga meluangkan waktu di rumah. Dengan adanya tugas ini, siswa juga akan secara disiplin untuk belajar secara mandiri. Pertimbangkan hal-hal ini, sebelum guru memberikan tugas ke siswa.

1. Jangan Memberikan Tugas yang Monoton


Saat memberi tugas, usahakan tidak

memberikan tugas yang sama. Misalnya, guru selalu memberikan tugas untuk membuat rangkuman dari buku setiap minggunya. Coba sesekali berikan tugas yang variatif, jadi siswa pun juga akan selalu belajar hal baru. Perbanyak buat tugas kelompok atau tugas yang sifatnya praktik. Dengan tugas bervariatif dan menarik, dijamin siswa akan semangat terus untuk belajar.

2. Berikan Tugas dengan ‘Porsi’ Cukup


Tujuan dari tugas adaah untuk memotivasi siswa. Jangan sampai saat memberikan tugas, akan menyita banyak waktu siswa atau bahkan terlalu sulit sehingga mereka akan kesulitan saat mengerjakan. Maka dari itu, berikan tugas sesuai kemampuan siswa. Jika mereka tidak mampu menyelesaikan tugas, yang ada malah tidak semangat atau bahkan mencari jalan pintas seperti menyontek teman.

3. Jadikan Tugas Hanya Sebagai Bahan Evaluasi


Memberikan tugas, tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa. Daripada sekadar memberikan nilai, lebih baik jadikan itu sebagai bahan untuk evaluasi mengenai kelebihan dan kekurangan siswa dalam menguasai materi pelajaran. Berikan pujian apabila siswa sudah mengerjakan dengan baik dan berikan masukan hal apa saja yang perlu merekan tingkatkan.

  Kemenag Akan Selenggarakan Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah

By On November 08, 2016

Guru PembelajarSekolah Kita | Agama Islam mewajibkan pemeluknya untuk terus menerus belajar dan mengembangkan kemampuan nalarnya secara kontinyu bukan saja terhadap obyek-­obyek di luar dirinya, tetapi juga terhadap kehidupannya sendiri baik sebagai perorangan maupun komunitas. Adapun dalam dunia pendidikan, sifat pembelajar harus senantiasa dimiliki oleh tidak hanya siswa, melainkan juga guru sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional.
Kementerian Agama dalam hal ini Ditjen Pendidikan Islam yang menaungi satuan­satuan kerja pendidikan Islam yang menyebar merata di seluruh Indonesia, memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat Undang­undang Dasar Republik Indonesia.

Oleh karenanya dalam rangka meningkatkan mutu pendidik pada Madrasah seraya bergandeng tangan dengan Kemendikbud, Kemenag akan selenggarakan Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah dimana program ini akan lebih menyentuh guru sebagai ujung tombak pendidikan dengan tiga metode yang akan diterapkan yang sifatnya berkesinambungan.

Setelah sukses menyelenggarakan Ujian Kompetensi Guru (UKG) di tahun 2015 meskipun baru bersifat piloting, selanjutya Ditjen Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Madrasah mencanangkan program yang koheren dengan Kemendikbud sebagai upaya membangun mutu kompetensi guru baik dari sisi profesionalisme (materi subyek ajar) maupun pedagogik (kemampuan mengajar).

Kepala Pusdiklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama, Bapak Mahsusi dalam acara Koordinasi Penyiapan Program Guru PembelajarTahun 2016 yang telah dilaksanakan pada beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa Kemenag selama ini bersama­sama beriringan dengan Kemendikbud melakukan UKG untuk meningkatkan kompetensi, program guru pembelajar diharapkan bisa menunjang Ujian Kompetensi Guru (UKG).

Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah direncanakan akan dilaksanakan mulai tahun 2017, program ini akan terselenggara bagi guru­guru madrasah di seluruh Indonesia dengan tiga metode yakni;
  1. Metode tatap muka (diklat);
  2. Metode daring/moda jejaring (tanpa tatap muka namun tetap diberikan tugas); dan
  3. Kombinasi tatap muka dan daring.
  4. Ketiga metode tersebut juga akan dinilai dan dipantau oleh Kementerian Agama mana yang memberikan dampak yang paling signifikan bagi peningkatan mutu guru­-guru madrasah dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Demikian informasi mengenai Direktorat Pndidikan Madrasah akan selenggarakan Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah, semoga dapat sedikit memberi gambaran tentang kapan adanya Program Guru Pembelajar bagi Guru Madrasah dimana program tersebut saat ini telah dilaksanakan pada sekolah, kia tunggu saja. Semoga bermanfaat...