Kabar Terbaru

Pengunjung

SEJAK 1 MEI 2017

Flag Counter

Total Pageviews

Bagaimana Nasib Madrasah Setelah Portal Padamu Negeri Ditutup

By On September 16, 2015

guru madrasahInformasi Seputar Dunia Pendidikan | Penutupan potral Padamu Negeri tentunya sedikit banyak memberikan kabar baik terutama bagi para operator yang merasa direpotkan dengan keberadaan Padamu Negeri karena dirasa cukup rumit dan menyita banyak waktu untuk pengerjaannya. Penutupan portal Padamu Negeri ini berdasarkan surat edaran Dirjen GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Nomor 16587/B/PTK/2015 tertanggal 29 Juni 2015 perihal Surat Edaran tentang Penggunaan Dapodik Dalam Pendataan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Kepala LPPKS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah), Kepala LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), dan Kepala Sekolah TK, Kepala Sekolah SD/SDLB, Kepala Sekolah SMP/SMPLB, dan Kepala Sekolah SMA/SMALB/SMK di seluruh Indonesia dan SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri).

Pada surat tersebut, tertera jika semua pendataan kembali kepada Dapodik. Dapodik menjadi satu pintu pendataan untuk seluruh data sekolah di Indonesia yang legal. Oleh karena itu aplikasi Padamu Negeri yang selama ini menjadi portal penjaringan guru dan tenaga kependidikan dinyatakan tidak dioperasikan lagi.

Lalu Bagaimana Dengan Nasib Madrasah?

Pertanyaan ini mungkin terlontar dari para operator yang berada di lingkungan Madrasah yang notabene bernaung dibawah Kementerian Agama. Seperti kita ketahui bersama  bahwa portal padamu Negeri cukup berperan penting bagi Madrasah meskipun selama ini Madrash sudah mempunyai aplikasi sendiri yaitu EMIS. Lalu seberapa besar sebenarnya portal Padamu Negeri bagi Madrasah ini?. Tidak dipungkiri bahwa Madrasah masih ketergantungan terhadap Portal Padamu Negeri ini diantaranya adalah untuk hal-hal berikut ini :

  • Proses pengajuan NUPTK bagi Guru Madrasah;
  • Untuk Verval Nomor Registrasi Guru;
  • Data calon peserta sertifikasi guru Madrasah tahun 2015 diambil berdasarkan data hasil verifiaksi dan validasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang dalam hal ini menggunakan portal Padamu Negeri ini.
  • Dokumen pendukung Subsidi Tunjangan Fungsional Guru Bukan PNS (STF-GBPNS) tahu 2015 salah satunya adalah adanya print out NUPTK (S08) yang didapat dari Padamu Negeri.

Dan jika kita lihat ternyata dalam surat edaran Ditjen GTK tersebut sama sekali tidak menyinggung bahkan tidak ada tembusan kepada Kememterian Agama, apalagi kata Madrasah sejauh ini dapat diartikan bahwa aplikasi Padamu Negeri yang selama ini digunakan untuk penjaringan data guru dan tenaga kependidikan dinyatakan tidak dioperasikan lagi lebih tepatnya kalimat ini diperuntukkan bagi sekolah dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bukan untuk Madrasah yang berada dibawah naungan Kementerian Agama.

Dengan demikian lalu apakah Madrasah masih menggunakan aplikasi Padamu Negeri sebagai salah satu portal penjaringan data guru dan tenaga kependidikan untuk melengkapi EMIS yang telah ada? Atau nanti akan disinkronkan dengan data EMIS, saya sendiri kurang tahu karena memang bukan kewenangan kita.Saat ini belum ada kejelasan mengenai hal ini, namun saat ini operator Madrasah fokus dalam pengerjaan EMIS sebagai salah satu aplikasi resmi yang digunakan di madrasah.

Kita hanya berharap semoga ada kepastian kebijakan dari Kementerian Agama terkait hal ini yang mudah-mudahan bisa menjadi hal yang terbaik bagi Madrasah dan khususnya para operator Madrasah sehingga tidak terbenani lagi.

Demikian mengenai dampak ditutupnya portal Padamu Negeri bagi Madrasah, semoga bermanfaat....


Pendataan Guru dan Tenaga Kependidikan Mulai Tahun Pelajaran 2015/2016 Kembali Ke Dapodik

By On September 16, 2015

Padamu Negeri TutupInformasi Seputar Dunia Pendidikan | Portal Padamu Negeri yang telah menemani operator sekolah hampir 3 tahun telah resmi ditutup. Hal ini berdasarkan surat edaran Dirjen GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Nomor 16587/B/PTK/2015 tertanggal 29 Juni 2015 perihal Surat Edaran tentang Penggunaan Dapodik Dalam Pendataan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Kepala LPPKS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah), Kepala LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), dan Kepala Sekolah TK, Kepala Sekolah SD/SDLB, Kepala Sekolah SMP/SMPLB, dan Kepala Sekolah SMA/SMALB/SMK di seluruh Indonesia dan SILN (Sekolah Indonesia Luar Negeri).

Berikut isi surat edaran Dirjen GTK tersebut selengkapnya :

Sehubungan dengan pelaksanaan Instruksi Menteri Nomor 2 Tahun 2011 tentang Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan dan surat edaran Mendikbud Nomor 0293/MPK.A/PR/2014 yang menyatakan bahwa tidak ada lagi penjaringan data di luar sistem pendataan Dapodik. Maka sekretaris Jenderal Kemdikbud telah mengeluarkan Surat Keterangan Penugasan untuk Tim Ad hoc yang tugasnya menyatukan data Padamu Negeri dengan Dapodik.

Kami sampaikan bahwa sejak ditetapkannya surat ini maka pendataan di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan wajib menggunakan Dapodik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Oleh karena itu, aplikasi Padamu Negeri yang selama ini digunakan untuk penjaringan data guru dan tenaga kependidikan dinyatakan tidak dioperasionalkan lagi. Dengan demikian hal-hal yang terkait dengan kegiatan yang mengatasnamakan pendataan Padamu Negeri tidak menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Pada surat tersebut, tertera jika semua pendataan kembali kepada Dapodik. Dapodik menjadi satu pintu pendataan untuk seluruh data sekolah di Indonesia yang legal. Dalam hal ini, tentunya menjadi kabar gembira bagi operator sekolah, karena notabene pendataan di Padamu Negeri terlihat lebih rumit dan juga tidak sesimpel Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Alasan lain juga dikarenakan efektivitas dalam pendataan, kenapa harus ada dualisme dalam pendataan kalau satu pintu saja sudah komplit dan valid. Namun pastinya penutupan Padamu Negeri, yang telah menemani operator sekolah meninggalkan bekas kenangan dan sedikit dampak bagi operator sekolah, baik itu positif maupun negatif. Berikut dampak penutupan portal Padamu Negeri :

1. Berkurangnya Tugas Operator Sekolah

Ditiitpnya portal Padamu Negeri tentunya banyak operator yang menyambut baik, karena tidak bisa dipungkiri, jika portal Padamu Negeri selama ini membuat sebagian besar operator sekolah merasa kesusahan dibuatnya. Bukan hanya rumit, namun juga pendataan pada Padamu Negeri 100% mengandalkan konektivitas internet. Beda dengan Dapodik, yang memanfaatkan local host, walaupun tidak tersambung dengan internet, para operator masih bisa mengerjakan tugasnya. Karena konektivitas internet hanya dibutuhkan pada saat proses sinkronisasi.

2. Tidak Ada 'Tambahan" Buat Operator Sekolah

Penutupan Padamu Negeri juga berdampak pada “tambahan” yang biasanya kita peroleh dari PTK-PTK yang telah ikhlas menyisihkan rizkinya untuk kerja keras operator sekolah yang telah membantu memasukan datanya. Karena perlu diketahui, jika pendataan di Padamu Negeri bersifat individu per PTK, hanya data instansilah yang merupakan tugas operator sekolah. Namun pada kasus ini, tidak jarang juga operator menelan “pil pahit” karena tidak mendapatkan apa-apa. Namun demikian karena sudah menjadi tugas operator maka niatnya adalah membantu para PTK dengan ikhlas.

3. Operator Sekolah Bisa Lebih Fokus Mengerjakan Tugas Lain

Tidak dipungkiri banyak dari operator sekolah yang merangkap tugas dan jabatan sehingga pekerjaannya berat. Maka dengan tidak adanya Padamu Negeri ini, operator yang juga mungkin merangkap menjadi tenaga administrasi bisa dengan leluasa mengerjakan tugas-tugas yang lainnya seperti EMIS dan yang lainnya.

Demikian mengenai info telah ditutupnya situs resmi Padamu Negeri, semoga bermanfaat....



Cara Cetak Kartu Digital Keaktifan Kepala Sekolah

By On September 14, 2015

Cetak Kartu Digital Keaktifan Kepala Sekolah | Sebagai pelaksanaan agenda kegiatan Padamu Negeri, maka setiap Kepala Sekolah juga berkewajiban melaporkan status keaktifan NUPTK/PegID masing-masing secara online di PADAMU NEGERI menggunakan akun masing-masing, yang mana sebagati bukti keaktifan NUPTK/PegID, setiap Kepala Sekolah akan diberikan Kartu Identitas yang masa berlaku aktifnya setiap semester mulai Tahun Ajaran 2014/2015. Kartu Identitas dimaksud dapat dicetak mandiri oleh setiap Kepala Sekolah yang telah menyelesaikan tahapan-tahapan keaktifan kepala sekolah melalui akun login masing-masing di Layanan PADAMU NEGERI. Tahapan-tahapan yang dimaksut antara lain :

Telah mengisi Angket EDS
Telah melengkapi prasyarat keaktifan : EDS Siswa
Telah melengkapi prasyarat keaktifan : PTK Aktif
Telah menyelesaikan PKG Guru disekolah naungannya (bagi kepala sekolah multi sekolah wajib telah menyelesaikan PKG Guru disemua sekolah naungannya).
Berikut panduan pengaktifan NUPTK/PegID (Cetak Kartu Digital) setiap Kepala Sekolah :

1. Login sebagai PTK pada layanan http://padamu.siap.web.id/

login ptk

2. Masukan UserID dan Password Anda dengan benar
login ptk
3. Pada Dasbor Kepala Sekolah, pilih menu Status Keaktifan.
login ptk
4. Pastikan Anda telah mengisi Angket EDS, ditandai dengen centang warna hijau.
5. Pastikan Prasyarat Keaktifan EDS Siswa telah terpenuhi (ditandai dengan centang warna hijau).
6. Pastikan semua PTK dibawah naungan sekolah Anda telah aktif (Cetak Kartu Digital PTK). Bagi Kepala Sekolah multi sekolah, pada Menu PTK Aktif berisi PTK-PTK dari sekolah-sekolah yang dinaunginya. Klik pada menu PTK Aktif untuk memeriksa daftar PTK yang Anda naungi.
7. Pastikan tahapan PKG Guru disekolah yang Anda naungi telah selesai dilaksanakan dan telah disetujui oleh Dinas. Bagi kepalas sekolah multi sekolah, menu PKG Guru berisi guru-guru dari sekolah-sekolah yang dinaungi. Klik pada menu PKG Guru untuk memeriksa daftar Guru yang telah di nilai kinerjanya.

8. Pastikan Pemutakhirkan Data Rinci Anda telah disetujui Dinas. Lakukan Pemutakhiran Data Rinci jika diperlukan, misal Mengganti Pasfoto atau biodata Anda.  Jika sudah benar, klik tombol Aktifkan.
9. Selanjutnya, klik tombol Cetak untuk mencetak Kartu Digital Anda.
10. Selamat, Kartu Digital Anda telah berhasil dicetak dan Anda dinyatakan Aktif sebagai Kepala Sekolah oleh BPSDMPK-PMP Kemdikbud.
sumber : http://padamu.siap.web.id/